“Aku akan duduk melihatmu dari jauh sambil mendoakanmu, selama aku tidak bisa melakukan apapun saat ini. Sekalipun kesempatan itu ada, aku merasa tidak semua kesempatan mesti diambil. Aku akan berdiri dan memandangmu dari jauh sambil mendoakanmu. Aku akan memastikanmu baik-baik saja, setidaknya aku tahu apakah kamu bahagia atau bersedih hari ini. Sebab….aku tidak bisa berada di dekatmu saat ini. Tuhan tidak menyukainya. Bahkan ketika aku sembunyi-sembunyi seperti ini pun aku masih merasa takut bahwa Dia cemburu karena aku menduakan-Nya”.
Sore itu, kami sedang bersantai di kamar, saya dan dita. Sudah 3 minggu kami bersama. Bersama dalam 1 kelompok rotasi dan dalam pembagian kamar pun kami mendapatkan kamar yang sama. Jadilah…selama 24 jam saya bersama dita. Dita salah satu teman internsip, alumni FK UNAIR Surabaya, tapi berasal dari Trenggalek. Dita seorang gadis yang lembut, sangaaaaat lembut menurut kami. Tutur katanya teratur, selalu hati-hati dalam berucap. Kalau saya seorang pria, mungkin saya sudah jatuh cinta dengan dita di pertemuan pertama 😀
Jadi sejak kami berada dalam kamar yang sama, saya sering memperhatikan satu buku milik dita. Yahh…”Hujan Matahari”. Sore itu….kami sedang berbaring di tempat masing-masing. “Dit, itu buku tentang apa” tanyaku sambil saya tunjuk buku karya Kurniawan Gunadi tersebut. “Oh, ini buku dari temenku qy, bagus lho isinya” jawab dita. “Kalo dita udah selesai membaca, boleh aku pinjem kah?” Tanyaku lagi. Dita langsung menjawab ” baca saja, kapanpun qiqy mau”. Langsung kusambar buku pinjeman dari dita. Lembar pertama masih tenang saya membacanya, lembar kedua…ketiga…dan seterusnya ahhhhhhh….saya dibuatnya jatuh cinta. Pernahkah kamu jatuh cinta pada sebuah buku? Pernahkah? Saya sering jatuh cinta pada banyak buku, tapi buku ini membuat saya jatuh cinta berkali-kali 🙂
Buku ini merupakan kumpulan cerita dan prosa. Dikemas dalam tulisan yang sederhana, diciptakan dari hati, hingga sampai ke hati para pembaca. Terdapat pesan-pesan yang mengandung makna, dan cinta serta ketaatan kita kepada Sang Pencipta
Saat itu juga saya mulai bercerita ke dita, sedikit tentang hidup saya selama ini. Sulit bagi saya untuk menceritakan apa yang terjadi pada hidup saya pada seseorang yang baru saya kenal dalam beberapa minggu, tetapi tidak dengan dita. Setelah bercerita panjang lebar, tiba-tiba dita mengirimkan sesuatu melalui media sosial line, padahal jarak kami hanya 1 meter. Isinya seperti ini “Kamu orang baik, pasti mendapatkan yang baik pula”. Aduhaiii dita…bertemu dengan kamu itu salah satu kebaikan yang Tuhan persembahkan dalam hidup saya. Terimakasih untuk pinjaman bukunya 🙂
#Teruntuk dita yang sudah tertidur pulas di samping saya ♥







