Potensi Pariwisata Indonesia dengan Teknologi GIS dan BI
Oleh: Faza Nailul Maziya
Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu Negara yang memilki keindahan baik alam maupun keindahan budaya yang beranekaragam dari sabang sampai merauke. Namun, ternyata, dalam kenyataannya, masih banyak khususnya masyarakat Indonesia sendiri yang masih belum mengetahui potensi – potensi keindahan yang ada di Indonesia. Dan masih banyak pula objek – objek wisata indah di Indonesia yang tidak dikenal oleh masyarakat khususnya masyarakat Indonesia. Untuk itu, seharusnya pemerintah menyadari hal tersebut dan tergerak untuk memajukan pariwisata tersebut.
Diperlukan alat bantu untuk mengetahui potensi – potensi dari wisata baik yang sudah dikenali maupun yang belum dikenali. Disini, saya mencoba mengajukan sebuah teknologi analisa dengan memanfaatkan data – data pariwisata di Indonesia lalu mengolahnya, sehingga dapat menghasilkan informasi yang berguna bagi pemerintah. Khususnya Departemen Pariwisata untuk menggali potensi pariwisata di Indonesia sehingga dapat menentukan langkah untuk mengembangkan wisata di Indonesia. Kita dapat memanfaatkan perpaduan teknologi antara GIS atau Geographic Information System dengan BI atau Bussiness Intelligent untuk membangun sistemnya.
Geographic Information System
adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. (id.wikipedia)
GIS mengintegrasikan hardware, software, dan data – data untuk capturing atau pengambilan gambar, mengatur, menganalisa dan menampilkan semua bagian dari geografi yang nantinya dapat menghasilkan informasi. GIS memungkinkan kita untuk dapat melihat, memahami, menafsirkan, dan memvisualisasikan data dalam berbagai cara yang menunjukkan hubungan pola maupun tren dalam bentuk peta, globe, laporan, maupun grafik. Dengan GIS, masalah-pun dapat teratasi, dan juga bias menjawab pertanyaan yang ada dengan melihat data kita yang direpretasikan ke dalam GIS sehingga lebih mudah untuk dipahami. Selain itu, GIS juga compatible di framework enterprise manapun.
Bussiness Intelligent
Bussiness Intelligent adalah sebuah teknik sistem berbasis komputer yang mana digunakan untuk menggali data, menganalisa yang mana untuk kebutuhan bisnis. Teknologi BI memberikan sebuah gambaran historis, saat ini, maupun prediksi masa depan. Fungsi umum dari teknologi BI ini adalah untuk melaporkan, mengolah data, analisis, penggalian data, BPM atau Bussiness Performance management, benchmarking, text mining, dan analisa prediktif.
Rumusan Masalah
Rumusan permasalah dari potensi pariwisata Indonesia ini adalah:
- Wisata mana yang perlu ditingkatkan atau perlu disentuh.
- Bagaimana promosi yang tepat untuk wisata yang masih kurang dkenal.
- Wisata mana yang menghasilkan devisa tinggi.
Apa yang bisa di dapat dengan menerapkan GIS dan BI
Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia memiliki potensi pariwisata yang tinggi namun, masih banyak juga objek wisata yang tak tersentuh atau tak terlihat oleh pemerintah, sehingga kurang diperhatikan dan diperkenalkan. Untuk itu, diperlukan alat bantu untuk mengatasinya.
Hal tersebut dapat diatasi dengan pemanfaatan teknologi GIS dan BI. jadi dari GIS kita bisa melihat lokasi – lokasi wisata yang ada di Indonesia. Dan bisa melihat titik – titik potensi pariwisata di Indonesia. Dengan menggunakan teknologi GIS kita bisa lebih mudah menganalisa kondisi atau situasi pariwisata di Indonesia. Karena biasanya orang cenderung lebih bisa mengalisa atau menggambarkan sebuah gambar atau image daripada menganalisa tulisan. Maka dari itu dengan GIS dan BI, kita bisa menggali data- data dan menganalisa data – data yang sudah digenerate ke dalam sebuah peta atau teknologi GIS sehingga bisa menentukan hasil analisa dan menentukan keputusan.
Nantinya dari sistem ini akan bisa menjawab peemasalahan – permasalahan yang ada mengenai potensi pariwisata Indonesia ini. Data – data yang digunakan dalam sistem ini berasal dari data OLTP yang didapat dari data transakasi operasional lalu data tersebut dibangun menjadi sebuah data OLAP atau data warehouse yang nantinya dari data OLAP tersebut diinterpretasikan menjadi sebuah dashboard OLAP dengan teknologi GIS dan BI. Adapaun data OLTP yang dibutuhkan meliputi:
- Informasi geografis objek wisata
- Informasi objek wisata
- Harga tiket masuk objek
- Rerata Jumlah pengunjung objek per hari
- Rerata pendapatan per hari
- Rerata pengunjung mancanegara per-bulan
Dari OLTP yang kita dapat, kita olah menjadi sebuah OLAP yang memiliki dimensi dan measure yang nantinya sebagai content dari cube yang nanti dibuat.
Dimensi yang ada pada cube dashboard potensi pariwisata Indonesia ini adalah:
- Lokasi
- Objek Wisata
- Pengunjung
- Pengelola
- Time
Measure yang ada pada sistem ini adalah:
- Rerata Jumlah Pengunjung
- Rerata Pemasukan
- Kondisi
- Rerata wisata asing
Prototype dari sistem ini adalah seperti di bawah ini
Nantinya sistem akan berjalan dinamis. Jadi ketika kita mengeklik wilayah maka wilayah tersebuat akan menjadi wilayah yang lebih spesifik. Semisal, propinsi Aceh, maka akan muncul peta Aceh beserta Tabel Pivot Wisata-wisata yang ada di Aceh yang di dalamnya terdapat informasi mengenai rerata pengunjung beserta pendapatan, serta terdapat alert tentang kondisi wisata tersebut.

Berikut adalah gambaran alur data GIS dan BI yang saya dapat dari white paper ESRI

Jadi semua data yang di dapat melakukan proses ETL atau Extract Transform Load yang nantinya tersimpan ke dalam sebuah datawarehouse. Selain itu juga terdapat Bridge berupa data yang menjebatani GIS dekstop dari fitur GIS. Setelah diintegrasi selanjutnya menjadi sebuah aplikasi BI.