Can 1 Person Slows Global Warming?

Sudah 2 mingguan ini aku ga nginep di ruang HMTC lagi, panasnya gak ketulungan. Memang ahir-ahir ini suhu Surabaya kian hari-kian memanas. Dan mungkin akan terus memanas dengan semakin banyaknya pengendara kendaraan bermotor dan asap pabrik di sekitar kota ini. Mmm…peluang besar bagi pedadang es cendol nih.. Yah minimal dengan semakin gak nyamannya aku dengan suhu kota ini, masih ada hamba Allah yang bisa menikmati hasilnya.

Read the rest of this entry »

Alam begini, karena kita begitu..

“Siang Pak”

“Siang”

“Tolong SIM dan STNK-nya Pak”

Pak Polisi itu membuka-buka STNK dan SIM-ku, pandanganya berhenti agak lama pas mbaca SIM-ku. “Sial, masak SIM-ku wes mathek, padahal baru tak perbarui deh”.

Read the rest of this entry »

Sinetron Makan Korban

Dah berapa kali ya aku nyumpahin sinetron Indonesia, dah berapa bloger ya yang nyorotin tentang busuknya efek yang diakibatkan oleh dijual-bebasnya sinetron angkara-murka di bumi ini. Yang jelas ini yang kedua di blog ini setelah tulisan ini. Read the rest of this entry »

Introducing a New Page

Cuma pengumunan kok.. Read the rest of this entry »

PHK, Sebuah Pilihan?

Kasus PHK kembali muncul ahir-ahir ini, saatnya raksasa sepatu Nike cabang Indonesia yang terkena kasus. Akan tetapi apakah yang ada di balik pikiran para petinggi Nike sehingga berani-beraninya memutuskan kontrak dengan beberapa perusahaan swasta dalam negeri?

“Nike Indonesia beralasan pemutusan kontrak dilakukan karena kualitas sepatu merek Nike produksi HASI dan NASA dinilai tidak memenuhi standar mutu”.
sumber: Media Indonesia Online

Read the rest of this entry »

Siapa Cepat, Dia Dapat

Buat mahasiswa yang kuliah di Surabaya, siapa yang gak kenal dengan warung kopi gresik. Warung jajanan yang tak lengkap kalo gak ada kopi, goreng-gorengan, dan tentu saja koran. Dulu, salah satu motivasiku pergi ke warung gresik ya buat mbaca koran, nomor dua baru buat nyikat jajanan yang ada disitu. Tapi seiring dengan mengecilnya otot kakiku karena terlalu sering berinteraksi dengan komputer, aku jadi jarang ke warung gresik. Dan kebiasaan mbaca koran aku lampiaskan lewat internet aja (bisa tambah kecil nih kaki :mrgreen: ). Read the rest of this entry »

Tolong Jawab Kami Pak

4 tahun sudah saya mendekam di kampus ini Pak, walaupun gak banyak ilmu “kasar” yang dapat saya ambil, tapi ada beberapa kemajuan dalam diri saya yang sebenarnya bukan ulah dari kurikulum antah-berantah ini. Kalau cuma belajar jaringan ataupun pemrograman, banyak buku atau sumber lain yang bisa ngajarin saya lebih baik dari pada sistem belajar-mengajar yang dipraktekkan oleh beberapa dosen. Atau Pak, mungkin sebagaian mereka memang sedang belajar untuk mengajar? Read the rest of this entry »

“Swastanisasi” Instansi Pelayanan Publik

Semua ini berawal ketika aku mau majekin motorku tersayang, ternyata ruwet birokrasinya. Sampe ada seseorang nyeletuk,” Mau mbayarin negara aja kok dipersulit!”. Sebuah reaksi spontan yang sebenernya juga diteriakkan oleh hatiku. Entah kenapa, setiap aku ngurus yang begituan, ujung-ujungnya pasti ngeluh, bukan saja karena pegawainya judes-judes, tapi lebih karena pelayanan yang kurang costumer oriented. Read the rest of this entry »

Lulus, Kenapa Musti Konvoi?

Entah darimana dan kapan tradisi arak-arakan keliling kota ketika menyambut berita kelulusan dimulai. Tapi sayangnya, hal itu sudah membudaya di kalangan pelajar di Indonesia. Tanpa konvoi, mungkin bagi mereka terasa seperti nulis artikel di blog tanpa di pubish, hambar banget kan? Read the rest of this entry »

Sekarat Setelah Mati

Dua bulan terahir ini, otak terasa sangat berat untuk diajak kompromi. Bahkan hanya sekedar mengkonsumsi berita di koran dan tivi udah muak, apalagi untuk meciptakan sebuah berita baru yang harus menghiasai layar di kakilangit. “Ah…terlalu muluk kamu ini…”, begitu guman otak kreatifku. Masih ingat kasusuku yang ini? Peristiwa itu kini terulang lagi, tapi bukan mengenai yang-terhormat-tcinta, melainkan sekedar ketakutanku untuk menulis apa-apa yang selama ini aku rasakan, yang mungkin sudah mulai membusuk dan meracuni otaku. Read the rest of this entry »

Polisi di Mata mBah Sastro

polisi brutalPernah suatu ketika dalam sebuah perjalanan dari kota Magetan tercinta menuju kota Pahlawan, aku bertemu dengan sesosok lelai yang sudah cukup berumur. Penampilanya sangat sederhana, dengan baju garis-garis putih yang sudah meulai usang dimakan usia, ditambah topi khas model kupluk yang sering dipakai lelaki seusianya. Semakin menambah kesan sederhana dan bersahaja. Sorot matanya tajam, berbeda dengan banyak wajah yang siang itu mulai menggerutu dan mengutuk panasnya bis kota. Lelaki itu duduk di depanku.

“Ya yang bolpennya pak, model baru pak gak pake tinta, silahkan dicoba, warna dan corak bisa dipilih”.

Salam khas pedagang asongan kala itu, telah merusak lamunanku, yang pada ahirnya membawaku pada sebuah percakapan yang syarat akan pesan. Read the rest of this entry »

Militerisme Beda Dengan Premanisme

Banyak yang bilang kalo kasus meninggalnya Cliff Muntu yang terjadi di IPDN baru-baru ini, berakar pada diterapkanya pola militeristik dalam pola pendidikan di IPDN. Salah besar kalo saya bilang. Militerisme tidak pernah mengajarkan pembunuhan sesama teman, bahkan pada junior-nya. Tentu masih segar pula ingatan kita tentang kasus serupa yang menimpa Whyu Hidayat yang terjadi beberapa tahun lalu. Itukah Militerisme?

Kalau dilihat dari track record ini, terlihat sekali bahwa gelar premanisme lebih cocok untuk IPDN dari pada militerisme.

Bagaimana menurut anda?

Cobaan Gender?

Face EmoticonSuatu ketika, naluri penjelajahanku menemukan sebuah blog yang unik. Extrovet tapi inspiring. Beberapa artikel yang dimuat, diantaranya tulisan yang ini, lalu yang itu dan yang itu lagi, sempat membuatku terbelalak 😯 begitu beratnyakah menjadi seorang wanita? Apakah Tuhan memang menciptakan berbagai cobaan bagi wanita sehingga mereka mendapatkan posisi 3 tingkat diatas seorang laki-laki? Mulai dari perihnya datang bulan, sampai pertaruhan nyawa ketika melahirkan, belom lagi kalo masih dipoligami dengan tidak adil, semuanya membuat komplit penderitaan kaum hawa. Padahal, bagi kaum adam, paling-paling cuman ngerasaain sakitnya dikhitan 😀 Read the rest of this entry »

Guru “Diperkosa”, DPR Maen 4 Mata

Habis mbaca tulisan ini trus dilanjutin baca di sini yang keduanya membahas tentang “korupsi” terselubung DPR, disambung dengan membaca tulisan pak guru ini, tentang nasib guru yang harus rela “diperkosa” keadaan. Aku jadi berfikir kalau Indonesia itu memang negara yang aneh, karena semua banyak anggota DPR yang mungkin salah asuhan. Mereka mengartikan definisi “wakil rakyat” saja dengan sangat denotatif sekali, sehingga bukannya mewakili suara dan jeritan rakyat, tetapi malah mewakili rakyat dalam menerima berbagai dana dan tunjangan yang seharusnya bisa turun untuk rakyat. 😯 Rakyatpun cuman bisa gigit jari. Read the rest of this entry »

Realita Cinta dan Idealisme Bloger

Ketika dulu pertama kali membuka account di wordpress, aku sempat bingung.

“Mau aku isi apa nanti blogku ?”

Sebuah pertanyaan sederhana yang bergejolak di hampir semua benak para bloger angin-anginan seperti saya, yang mau nge-blog karena ikut-ikutan. Makanya blog ini pernah mangkrak hampir satu tahun lamanya. Ngapain aja aku selama itu, selain karena sempat males sih, ada juga alasan yang lebih oyeh, me-redefinisi tujuanku membuat blog waktu itu. Read the rest of this entry »

Shampo dan Kesempurnaan Beragama

“Sial, udah jam 9 (09.00 WIB) kesiangan lagi gua!”

Seperti terhipnotis lagu “Bangun tidur“, akupun ngacir ke kamar mandi sambil nyamber alat mandi yang biasa aku taruh di tempat sampah kamarku (kebayang kan kamarku kayak apa?). Begitu nyampe, gak pake bengong kayak biasanya, langsung serangan kilat.

Jebur.. jebur.. blukutuk…jebur…

Sial, shampoku habis, pasta gigi harus digerus dulu pake ujung sikat, dan sabunku udah encer banget karena sering ditambahin air 😯 . Karena shock, aku jadi mikir yang aneh-aneh, dan dari sinilah petualangan batinku dimulai. Read the rest of this entry »

Hakikat Kamar Mandi

WCKalo ditanya mengenai tempat paling inspiratif buat aku, aku pasti menjawab kamar mandi. Percaya atau tidak, berbagai ide sering meluncur ketika aku berada di kamar mandi. Mulai dari hal-hal teknis yang berkaitan dengan peranku sebagai mahasiswa dan programmer, sampai pada perihal non teknis yang berkaitan dengan tanggungjawabku sebagai kakak-dari-adek-yang-bandel dan juga sebagai makhluk sosial. Begitupun dengan artikel kali ini, berasal dari kamar mandi.

Mungkin kamar mandi punya daya wangsitisasi yang selalu memancar secara aktif. Gak percaya? Read the rest of this entry »

Design a site like this with WordPress.com
Get started