Selang enam tahun, apa lagi yang belum kuketahui?
Aku tau bagaimana cara membuatmu tertawa. Pun aku tau bagaimana caranya membuatmu menangis. Aku jago melakukan keduanya
Aku tau jam berapa biasanya kau tidur dan bangun, seperti apa gayamu sewaktu tidur, juga metode paling tepat untuk membangunkanmu.
Aku tau makanan apa yang kau suka. Makanan yang kau benci. Makanan yang kau tak akan berkomentar rasanya bagaimana.
Aku tau kapan kau ingin diperhatikan. Kapan ingin tak dianggap, yang penyebabnya adalah karena tak diperhatikan
Aku tau kau tidak suka kata “sorry”, tapi membuka pintu maaf untuk kata “maaf”
Aku tau saat kau marah. Tau saat kau bersedih. Tau saat kau ingin menjadi dirimu sejadi-jadinya dengan tetap mengindahkan orang lain.
Aku tau saat kau lapar dan kau tak mau mengakuinya.
Aku tau kapan kau suka mendengar lagu. Kapan kau bersenandung. Kapan kau menikmati sebuah lagu hingga tanpa sadar bernyanyi sendiri.
Aku tau kapan kau akan mengeluh di malam hari untuk mulai bercerita dan kapan kau memutuskan untuk mendiamkan suatu masalah sampai keesokan harinya.
Aku tau masa lalumu.
Aku tau kapan kau membutuhkanku.
Dan aku tau semua yang kuketahui, kau pun mengetahuinya atas diriku.
Jadi, selang enam tahun, apa lagi yang belum kuketahui? Banyak, banyak, banyak lagi hal yang menjadi misteri. Menunggu untuk diungkap hingga sesaat sebelum kita berdua mati.

