Ya, mungkin saja kalimat seperti “apa kabar” lebih membutuhkan banyak tenaga untuk diucapkan daripada “kamu tambah gendut ya”. ‘Lagipula, ngapain juga nanyain kabar, mending ngasih tau kalo kamu tambah gendut, lebih berfaedah.’ Mungkin ada juga yang berpikiran demikian, siapa tahu kan?
Entahlah, di Indonesia kalimat semacam ini sepertinya dianggap sebagai kalimat ‘sapaan terhangat’ untuk orang lain. Udah lama ga ketemu, sekalinya ketemu langsung kalimat ini yang dipilih untuk membuka percakapan. Luar biasa bukan? Padahal sebenernya daripada harus body shaming, saya sendiri lebih suka ngomentarin ‘baju kamu bagus deh’, atau ‘jilbab kamu lucuk loh’. Sesimpel itu dan udah bikin orang lain happy.
Lebaran sebentar lagi. Kalimat² seperti ini dipastikan akan bertebaran dimana². Cukup disenyumin, sambil ngitung dalam hati ‘oke anda orang keduabelas hari ini’. Dan aneh ga sih, ketika ada orang kurus, tiba² nyamperin, dan dengan entengnya bilang “mbok sini aku minta dagingnya biar bisa gemuk juga.” Rasanya seketika itu juga pengen saya jawab “Bisa ga lo minta aja sana sama orang tua lo, gausah pake minta-minta ke gue?” Haha.. tapi tentu saja itu cuma saya batin aja. Karena apa, karena saya anak yang sedang belajar sabar. Wkwk.
Well, saya pribadi sih udah biasa -banget- diginiin. Gapapa juga, orang mereka memang jujur. Emang saya gendut kok, trus kenapa, wkwk. Kadang kalo ketemu hal kaya gini, biasanya saya jawab “makasih, kamu juga tambah syantik lho.” Ini serius. Dan biasanya, dengan jawaban saya ini, ada 2 tipe reaksi yg timbul dari mereka. Reaksi pertama, orang itu akan ngerasa agak canggung dan salah tingkah karena pernyataan ga ngenakin mereka justru dibalas dengan pujian manis. Dan reaksi kedua, orangnya malah jadi senyum² kegeeran. Wkwk
Demikian syurhat saya malam ini. Sekian dan terima kalo dikasih. Uwuwuwuw 💕


Ada seorang anak kecil, terlihat sangat lelah, lapar, dan masih harus bekerja menjual koran di lampu merah. Tiba-tiba ada bapak-bapak, gemuk, terlihat sangat kaya dengan jas hitam dan mobil mewahnya. Sebenarnya bapak ini sudah sejak lama melihat anak itu di lampu merah. Tapi entah kenapa, tiba-tiba kali ini si Bapak kaya mendekati si Anak kecil.
Beberapa hari belakangan, sumpek banget rasanya. Merasakan telinga yang tidak bisa mendengar dengan sempurna. Kuping budek sebelah kiri. Ehm, maaf bahasanya mungkin frontal. Tapi memang itulah keadaannya. Sebenarnya sudah dari beberapa bulan lalu, sering mengalami hal seperti ini tiap tidur miring ke kiri terlalu lama. Tapi beberapa menit atau maksimal beberapa jam kemudian hilang dengan sendirinya. Tapi kali ini, seminggu lebih nggak sembuh-sembuh juga. 😦




