“Apa yang kau maksudkan dengan cantik?”
“Letak dan bentuk tulang yang tepat, diikat oleh daging yang tepat pula.”
“Kulit yang halus-lembut, mata yang bersinar dan bibir yang pandai berbisik.”
*disadur dengan pengeditan seadanya dari Bumi Manusia -nya pak Pram
Bertahun sudah kujalani hidup dengannya.
Mengolah rangkaian waktu, menjadikannya lebih bermutu.
Satu dua masalah terhempas, melampaui lelah berusaha untuk menyintas.
Menengok kebelakang, hanya untuk mengatakan kita kuat saling menopang.
Bertahun sudah kujalani hidup dengannya.
Cerah senyumnya merekah, meringankan kaki ini untuk tetap menapakkan langkah.
Renyah tawanya sederhana, menyuburkan semangat bahwa lelah ini bermakna.
Lembut suaranya saat rehat, membesarkan azzam untuk selalu menebar manfaat.
Bertahun sudah kujalani hidup dengannya.
Dimula dengan hanya berdua, berbanyak sudah Kami sekarang.
Menghitung hari semakin menua, bersama tegak lewati perintang.
Menghimpun bekal untuk semua, memilih jalan lurus dari yang penuh cabang.
Bertahun sudah kujalani hidup dengannya.
Melepas arti bahagia sendiri, merajut ulang makna senang hakiki.
Saling bantu memantaskan diri, memperlancar jawab saat bertemu Ilahi.
Menjaga diri dan buah hati, menghindar dari panasnya api.
Bertahun sudah kujalani hidup dengannya.
Memahami cantik bukan dari paras yang akan menjadi lawas.
Memaknai cantik bukan dari tulang yang akan lemah merenggang.
Meyakini cantik bukan dari kulit halus yang akan tergerus.
*rangkai kata ini mulai ditulis pertengahan September 2010 ^_^