Feeds:
Pos
Komentar

Pagi itu duduk seorang laki – laki berbadan kurus, rambut dan jenggotnya yang panjang telah memutih memberi tanda bahwa dia telah berumur, di atas pohon yang telah lama tumbang ia duduk, jauh pandangannya menatap hamparan air yang luas dibatasi beberapa bukit yang masih hijau. Dengan tongkat kayunya ia menunjuk di suatu tempat sambil berkata” di sana dulu banyak ikan dan udang galahnya ” , ” disanalah tempat handalan saya mencari makan ( Ikan ) ” tapi sejak tahun 1900an semua jadi susah air mengeruh dan ikan susah diperoleh.

DSC07711

begitulah cerita seorang lelaki tua yang menceritakan masa mudanya bahwa danau sarantangan dulunya merupakan danau yang indah dan banyak menghasilkan tangkapan ikan dan udang. tapi sekarang, untuk mandi saja susah dan apabila ingin di komsumsi air harus disaring dulu.

Lanjut Baca »

RY

STOP PERAMBAHAN HUTAN BAKAU

Begitu banyak manfaat yang dapat diberikan hutan bakau kepada kehidupan manusia sehingga perlu disikapi secara bijaksana dan upaya kongkret untuk mencegah setiap kegiatan yang berdampak negatif terhadap ekosistem hutan bakau. Mempertahankan keberadaan dan mencegah serta menanggulangi berbagai intervensi yang berakibat mengurangi luas areal dan fungsi ekosistem alami, memerlukan pendekatan-pendekatan teoretis dan teknis operasional dengan pengkajian yang logis, lugas, tegas serta bertanggung jawab menyangkut biologis, teknis nonteknis secara bersamaan.mangroveecosystem Lanjut Baca »

Pengurus Baru KPA PABAS

Pada tanggal 24 Agustus 2008 , berlangsung acara SUKSESI
KPA PABAS
Dan terpilih-lah ketua KPA yang baru untuk periode kepengurusan 2008-
2011 yaitu Antonius Iwan . Selamat buat ketua terpilih beserta pengurus baru, semoga dapat membawa PABAS ke arah yang lebih baik, p8240076
maju, sukses dan jaya!Keep the Spirit of Brotherhood, Teamwork, and Never Give up!!!
KPA..WAR!
PENGURUS KPA PABAS PERIODE 2008-2011:
Ketua Umum: Antonius Iwan
WK. Ketua    : Paulus Ricky Nicolas
Sekretaris            : David Ronal
WK . Sekretaris : Ari Siswanto
Bendahara           : Elisabeth
WK. Bendahara: Fransiska

 

Apakah ini hanya sekedar lulucon ? catatan WWF menyebutkan setiap menitnya 15 Km persegi hutan dunia di tebang, Om tarzan hanya salah satu korban dari kegiatan penebangan.
Pertanyaannya sekarang:
Apa kata suara hati kita melihat situasi ini ?
1. apa tersenyum
2. tertawa
3. mengerutkan kening
4. ah bukan keturunanku yang jadi korban
5. atau……..

Pemanasan global (?!?), mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu mengenai pemanasan global dari informasi yang kita dapat melalui mass media akan tetapi biasanya memang dibahas dalam skala kebijakan yang sangat besar. Nah bisakah kita sebagai orang yang biasa ini berkontribusi positif terhadap pengurangan dampak pemanasan global? Pastinya sih bisa.

Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Planet Bumi telah menghangat (dan juga mendingin) berkali-kali selama 4,65 milyar tahun sejarahnya. Lanjut Baca »

Bumi Kita Semakin Panas

Menanggapi isu yang sedang hangat saat ini yaitu tentang pemanasan global, saya tercengang setelah membaca Majalah National Geographic Indonesia edisi Oktober 2007. Ternyata bumi memang sedang memanas lebih cepat dari yang semestinya karena adanya pemanasan global yang disebabkan oleh bertambahnya gas CO­2 secara tajam didalam atmosfer bumi. Lanjut Baca »

Tentang Pecinta Alam

Seiring waktu berjalan tak terasa rasa mencintai alam tercetak oleh budaya instans. Kita bisa melihat televisi dengan aneka program yang berkaitan dengan dunia petualang tanpa harus menjadi pelaku di dalamnya. Tentu dampaknya terjadi pada organisasi pencinta alam yang era tahun 60-70-an cukup beken.

Namun, dewasa ini makna dari konotasi pencinta alam hanya sloganisasi bagi mereka yang senang berpetualang. Mereka dengan bangganya mendaki Cartenz Pyramid sementara hutan di Kalimantan habis terkikis oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Lanjut Baca »

Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah diam saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri sementara kita telah melakukan bunuh diri secara perlahan bersama-sama oleh perbuatan kita sendiri.

Sebelum kita membahas pecinta alam dan kegiatannya mari kita pahami betul apa epistemologi dari “Pencinta Alam”. Lanjut Baca »

Ayo….. Mengenal Hutan Kita.

Dengan perkembangan pembangunan disetiap daerah yang selalu berlomba – lomba, dan demi pendapatan daerah. Banyak hutan yang di jadikan korban demi pembangunan itu. Penebangan hutan untuk diambil kayunya ( Ilegal loging ), perkebunan yang hanya dicadikan kambing hitam. dengan gambaran tersebut yang berakibat bumi semakin panas, air gunung yang dulu melimpah kini seperti air mata menetes di pipi. Anak bangsa terutama di pulau borneo mari kita mengenal hutan kita dengan itu kita dapat merasakan bumi yang  dingin, mandi air terjun dikaki gunung dan merasakan nyanyian burung dan  hewan – hewan hutan yang merdu.

afatif.wordpress.com

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai