Blog STAPALA Pindah

Untuk penambahan Fasilitas FORUM DISKUSI, Blog KPA STAPALA pindah alamat ke stapala.ucoz.com

Posted in BPH 2009 | Tagged | Leave a comment

Bejo lagi

Hari telahberlalu sejak rekan kita meninggal, ada yang menerima rasa suka cita karena telah melaksanakan prosesi wisuda . .kemudian kembali berduka karena ayahnda dari sodara kita mennggal . .kemudian ceria lagi saat mendengarkan pengumuman penetapan instansi dan kelulusan D4 dan D3Khusus . .

tak cukup lama tertangkap nama yang tidak asing

masih ingat muka ceria ini?

Virus senyummu layak dijangkitkan di muka bumi hingga akhir jaman jo . . .

Awal yang baik tdk menjamin kelangsungan pertemanan sejati. Tapi akhir yang berkesan semoga bisa menjadi memori yang tdk terlupakan” Bejo – 647/SPA/2001

 

Posted in FOKSTA | Tagged , , | Leave a comment

Berita Duka

Innalillahi wainnailaihi roji’un
Telah meninggal dunia pagi  ini ayahanda dari

Choiril Rohman (Kutilang) 902/SPA/2010, mahasiswa Beacukai tingkat III,

dikarenakan sakit.
Rumah duka Jl. Kali Oyo, RT 4 RW 2 Tanjungsari, Kota Blitar Jatim.
Rencana dimakamkan hari ini juga, Selasa 19 Oktober 2010.

Dosko 802/2006

 



Posted in BPH 2009 | Tagged | Leave a comment

Mereka adalah orang-orang yang tangguh

Berikut wawancara Ekpedisi Lauser 2007 bersama Pimpinan pendakian : Jadmiko “Jaed” (780/SPA/2004)

Tanya

Tantangan terberat Ekspedisi Lauser ?

Jawab

Tantangan terberat dalam ekspedisi, menurut saya, adalah masalah semangat. Terutama ketika panitia belum memutuskan siapa anggota yang akan berangkat. Ketika panitia belum memutuskan apakah ekspedisi akan diteruskan atau tidak. Ketika semangat para calon atlet mengendur. Ketika kepedulian terhadap program bersama seakan luntur.

Saya yang sebetulnya panitia Ekspedisi memutuskan akan menjadi atlet sendiri. Saya harus menggerakan semangat Saya agar bisa menggerakan orang lain.Saya mulai dengan menulis di diari Stapala, pernyataan bahwa saya dengan sungguh-sungguh mencalonkan diri sebagai atlet Leuser.

Tantangan berikutnya adalah memaksa diri sendiri dan kawan-kawan calon atlet untuk berlatih. Sungguh berat ketika kita berlatih tanpa tahu apakah kita akan berangkat atau tidak. Saya mempunyai kaos oblong kumal warna putih yang sudah tidak putih lagi. Untuk menyemangati diri saya sendiri, saya menulisinya menggunakan spidol besar: “ATLET LEUSER in process”. Dengan kaos ini, saya lari-lari mengelilingi kampus.

Tanya

Apa sih mendorong team mengadakan ekspedisi Lauser ?

Jawab

Proyek Leuser sebenarnya sudah direncanakan sejak periode sebelumnya. Rencana kami, Leuser akan menjadi suatu batu loncatan dan penanda bahwa kegiatan pendakian extreme Stapala akan bangkit. Setelah satu dekade lebih pendakian gunung-gunung es berlalu, Stapala belum mengirimkan atletnya untuk mencicipi puncak-puncak gunung es. Harapan kami, agar setelah ini semangat untuk pendakian gunung-gunung ekstrem lain akan muncul. Jujur, alasan yang mendorong kami memilih Leuser, banyak dipengaruhi kepedulian Bang Febra “Pakdhe”. Beliau yang kebetulan saat itu bertugas di Kantor Bea Cukai Sabang, sangat intens menyemangati kami untuk mengadakan ekspedisi Leuser. Bahkan beliau sendiri melakukan survey untuk mencari info yang lebih akurat. Semangat beliau itulah yang mendorong kami untuk terus maju. Masa’ senior yang sudah tidak dikampus bersemangat, kami yang di kampus malah loyo??

Tanya

Kenangan paling berkesan ?

Jawab

Masih terekam jelas, Ekspedisi Leuser bertepatan dengan libur kuliah. Untuk saya yang tingkat tiga, saya terpaksa tidak mengikuti yudisium (yudisium diwakili Irwansyah “Gatot” Setia Negara yang mengaku bernama Jatmiko, hahaha). Sedangkan bagi rekan tim yang lain, yang tingkat dua merupakan waktu yang mendebarkan untuk mendengar pengumuman apakah mereka lulus dan naik ke tingkat tiga atau sebaliknya. Momok paling menakutkan bagi mahasiswa STAN. Drop Out.

Saat itu, pendakian memasuki hari ke-12 dan tim berada di Puncak Loser. Kami mendapatkan informasi, salah seorang dari team Kami, Arsi Aditya “V-Jay”, drop out. Walau sempat kuatir, ternyata V-Jay adalah pria tangguh. Beberapa bulan kemudian ia diterima di Akademi Imigrasi.

Kenangan satu lagi adalah dan yang membuat tak terlupakan adalah ketika pendakian telah selesai dan Saya harus secepatnya kembali ke Jakarta untuk mengikuti prosesi wisuda. Saya baru bertemu dengan kedua orang tua pada jam 3 pagi (orang tua Saya tidak bisa tidur), untuk kemudian berangkat menuju wisuda jam setengah 6 pagi. Luar biasa.

Tanya

Apa arti kawan satu team buat Kamu ?

Jawab

Bagi saya pribadi, kawan-kawan satu tim adalah satu saudara. Kami tiap malam tidur bersama dalam satu tenda. Dan percayalah, ketika anda tidur satu tenda bersama seseorang di malam yang dingin sementara angin badai menderu-deru di luar, anda akan menemukan seorang kawan yang akan bercerita dari hati ke hati.Mereka adalah orang-orang yang tangguh. Dan anda pun akan menemukan diri anda yang sebenarnya di dinginnya gunung.

Tanya

Bagaimana Support yang Kamu terima ketika pendakian ?

Jawab

Support yang yang kami terima sangat luarbiasa! Dari kawan-kawan pengurus BPH. Dari senior-senior Stapala. Luar biasa.

Tanya

Ada hal lain yang menarik ?

Jawab

Ketika Kami mencapai yang dinamakan puncak Lauser (menurut Pak Ali Guide), Kami memperhatikan ada puncak satu lagi itu terpisah oleh suatu jurang terjal dengan tempat kami berdiri. Kami tidak bisa memastikan mana puncak sebenarnya karena peta dan GPS tertinggal di tenda.

Ketika sore harinya di cek, Ya Tuhan, benar. Hari itu kami hanya mendapat puncak palsu. Puncak sejati adalah yang di sebelah barat dari puncak yang kami daki. Dalam lelah dan penat kami rapat. Kami memutuskan untuk kembali mendaki puncak esok harinya.Bukan keberanian tanpa akal sehat yang kami lakukan. Namun keberanian dengan perhitungan cermat. Mendaki ke puncak sekali lagi adalah keputusan kami. Puncak sejati Gunung Lauser.

Hanya berkat rahmat Tuhan Yang Maha Pemurah-lah kami bisa mencapai puncak sejati keesokan harinya dan sampai di bawah lagi lima hari kemudian.

8. Tim Ekspedisi Leuser

  1. Jatmiko Edhi Suminar “Jaed”                        780 spa 2004
  2. Reza Dias “Reman”                                       793 spa 2006
  3. Naratama Hermawan                                     795 spa 2006
  4. Arsi Aditya “V-Jay”                                      796 spa 2006
  5. Dwi Udiktya Pranowo Sapto            “Udik”                        788 spa 2006
  6. Sebastian Napitupulu “Kadal”                      789 spa 2006

Semoga bermanfaat dan dapat membantu.

Warm regard

artikel yang sama dapat diteukan di stapalastan.wordpress.com tautan terkait di sini

Posted in Ekspedisi | Tagged , , | Leave a comment

Selamat Wisudawan/wati . . anda resmi menjadi FOKSTA

Dengan diwisudanya ente semua, secara resmi ente semua beralih status menjadi FOKSTA . . . ditunggu sepak terjangnya di luar sana . . jangan lupa oleh-olehnya ya . . .

Sedikit cerita tentang ritual wisudanya anak stapala dari masa ke masa . . yang lain dan tidak bukan adalah proses ‘menyiksa’ diri sendiri, sebuah rasa syukur atas hasil dari sebuah akhir walauun awal dari sebuah makna yang tidak pernah berakhir . . Maksudnya? terjemahkan sendiri . . hahah, yang pasti kapan lagi push up pake make up . . . di area yang bikin orang geleng-geleng kepala . . .

beduwe . . jarang-jarang liyat anak stapala apada necis . .

sampe ada yang ngabur dari kantor . . .

Masih ada Ritual Akhir setelah ini . . .Wisuda Pantai . . . (nge, jadi kagak?)

Posted in FOKSTA | Tagged , | Leave a comment

Forum Komunikasi Stapala Alumni STAN ( Foksta)

Awal terbentuknya Foksta tdak dapat dipisahkan dari adanya kegiatan sarasehan alumni tahun 1994 di Jogjakarta.

Sarasehan alumni yang dihadiri alumni angkatan 1987-1991 di ilhami oleh alumni-alumni yang sering nongkrong di Jogja, antara lain Joko Teguh santoso (153/SPA/88) domisili Jogjakarta, Indra Jabrix (263/SPA/90) domisili Malang, Agus Subagyo Gustav (166/SPA/88) domisili Surabaya, Israwan Nugroho (196/SPA/89) domisili Pekalongan, dan lain-lain. Sebagian alumni mulai memikirkan keberadaan alumni yang prosentasenya jauh lebih besar dibanding anggota stapala yang masih berstatus mahasiswa.

Alumni menjadi potensi yang dapat dioptimalkan lebih lanjut. Kondisi lain, adalah terputusnya komunikasi antar generasi, sebagian besar disebabkan penempatan pegawai depkeu ke seluruh Indonesia. Untuk menjembatani komunikasi antar anggota yang di dalam dan di luar kampus secara berkesinambungan dibentuk suatu wadah. Peserta sarasehan pertama tahun 1994 sepakat untuk membentuk Forum Komunikasi Stapala Alumni (Foksta).

Menjadi kesepakatan peserta sarasehan pertama, Foksta adalah wadah yang tidak secara formal masuk ke dalam struktur organisasi Stapala. Secara formal keberadaan Foksta masuk dalam struktur organisasi adalah pada tahun 1998 ketika perwakilan alumni masuk dalam jajaran anggota majelis Pertimbangan Stapala. Anggota MP terbagi dua yaitu perwakilan mahasiswa dan alumni.

Pada tahun 1994-1998 Foksta dikordinir oleh Ketua Majelis Pertimbangan (MP) Stapala. Kordinator Foksta yang pertama adalah Ikhwan Sopha (204 /SPA/ 1990). Foksta kemudian sempat timbul tenggelam sampai terpilihnya kordinator Foksta kolektif yang dipilih oleh peserta sarasehan 1998 di Cisarua yang terdiri dari Amun Jogasara (048/SPA/85), Indra Jabrix (263/SPA/90), Aris Handaru, Dadang Sofyan, dan Iwan Handoko. Ketika setahun kemudian kordinator kolektif tersebut diganti kordinator kolektif yang baru, Foksta tidak lagi mempunyai aktivitas. Tahun 2003 Foksta kembali aktif ketika Dandossi Matram (101/SPA/85) terpilih sebagai Ketua Foksta dan masih memimpin sampai dengan sekarang.

Program rutin foksta adalah mengadakan acara sarasehan yang merupakan kegiatan tahunan. Sarasehan pada awalnya dibuat sebagai media reuni untuk stapala alumni , pada pelaksanaannya kemudian juga membahas msalah-masalah seputar stapala, termasuk agenda-agenda yang akan dibawa ke RAT Stapala. Berdasarkan kesepakatan awal, sarasehan diupayakan dilaksanakan diluar kampus. Sampai saat ini sarasehan telah diadakan sebanyak 10 kali yaitu :

  1. Tahun 1994 di Kaliurang, Jogjakarta
  2. Tahun 1995 di Tretes, Pasuruan
  3. Tahun 1996 di Jakarta
  4. Tahun 1997 di Megamendung Bogor
  5. Tahun 1998 di Cisarua, Bogor
  6. Tahun 1999 di Cibogo, Bogor
  7. Tahun 2003 di Cikaretek, Pancawati Bogor
  8. Tahun 2005 di Pandaan Pasuruan
  9. Tahun 2006 di Lembang, Bandung
  10. Tahun 2008 di Kaliurang Jogjakarta

Foksta saat ini sangat aktif men support kegiatan-kegiatan Stapala. Foksta kemudian diformalkan dalam bentuk yayasan foksta. Tahun 2007 dibentuk Badan Diklat (Badik) Stapala yang dikomandani Heliantono Assue (057/SPA/85) sebagai bentruk kongkrit bantuan Foskta ke BPH Stapala. Tahun 2008 terbentuk PPAS (Perhimpunan Pencinta Alam Stapala) yang merupakan Badan Usaha atau unit Usaha stapala yang berbadan hukum, diketuai oleh Indra jabrix (263/SPA/90). Selain itu Foksta membantu dengan aktivitas-aktivitas yang belum dilakukan BPH Stapala seperti kordinasi alumni, Pembuatan dan pemeliharaan website Stapala.com, Organizing kegiatan-kegiatan alumni STAN, kegiatan informal seperti pertandingan sepakbola, dan lain-lain.

K epengurusan foksta di Jakarta saat ini dibantu oleh kordinator-kordinator wilayah di seluruh Indonesia. Mereka lah selama ini yang mengkoordinir aktivitas-aktivitas kegiatan, undangan, penyambung lidah, pengumpulan dana, dan lain-lain. Sebagian dari mereka berpindah-pindah yang kadang sulit atau terlambat untuk di lacak, sebagian lagi adalah kordinator tetap di wilayahnya seperti Agus Subagyo (gustav) 166/SPA/90 untuk wilayah Jawa Timur.

Keberadaan mereka di daerah juga otomatis menjadi rumah singgah bagi petualang-petualang Stapala muda. Rumah anggota Stapala adalah tempat menginap gratis bagi adik-adik juniornya yang singgah, sudah menjadi kesepakatan implisit seluruh anggota Stapala.

Kepengurusan Pusat FOKSTA saat ini

Ketua                           : Dandossi Matram (101/SPA/85)

Wakil Ketua                 : Indra Jabrix (263/SPA/90)

Sekretaris Jenderal     : Sarjono (432 /SPA/ 1994)

Bendahara                  : Heliantono (057/SPA/85)

Eksekutor                    : Buchori Nahar (237/SPA/90)

Sumber : stapalastan.wordpress.com

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pendaftaran Diklat STAPALA 2011

Formulir pendaftaran bisa didownload di sini. Informasi lebih lanjut bisa

  1. datang ke Posko STAPALA di area Plasa  Mahasiswa
  2. menghubungi Anggota Kami di Pos Informasi di Area Kanopi Taman CD
  3. Menghubungi Nomor Posko STAPALA di 021 – 7371171
  4. Menghubungi CP Regis  : Plaki – 081574791264 atau Adhe – 085810511000/081354491666

Jika ingin mengenal lebih dekat dari sejarah hingga cerita dari masa lalu hingga masa kini bisa membuka Blog kami di stapalastan.wordpress.com dan kegiatan anggota di kepengurusan 2009-2010 di kpastapala.wordpress.com

Panitia DIKLAT STAPALA 2011

Posted in BADIK, BPH 2009 | Tagged | Leave a comment

Selamat Jalan Bejo

Teman satu angkatanku waktu kuliah dulu, kebanyakan temen di STAPALA lupa sosok so Bejo, Andi Priyatmoko. Rekan yang lahir 20 April ini seorang yang simpel. Kenangan yang paling melekat dibenakku saat semester 3. Kebetulan kami sekelas dan yang paling tak ingat pernyataan Bejo tentang dirinya ” wah dari dulu aku dipanggil bejo, dan enak lho orang yang bejo itu . . . tapi kok makin lama makin kesini hilang sudah kebejoanku. . . lah wong dulu IP yang dibawahku banyak makin kesini kok ya makin dikit ” sambil tertawa kecil dia mengahiri presentasi mata kuliah Bahasa Indonesia (kalo gak salah) diiringi gelak tawa teman sekelas. Entah mereka masih ingat atau tidak peristiwa itu. Bejo berhasil menjadi alumni STAN di tahun 2004 dengan spesialisasi Penilai PBB. Bergabung menjadi keluarga besar STAPALA di tahun 2001 dengan SPA 647. sejak 2005 hingga akhir hayatnya tercatat sebagai PNS di KPKNL Pangkal Pinang.

dulu sampai bejo meninggal, memang jarang berinteraksi, tapi setiap kesempatan berinteraksi pasti meninggalkan sebuah kesan yang mendalam. Sebelum pertemuan terakhir Juli lalu, dulu sekali, teringat proses penempatan isntansi yang kisruh, dimana banyak ketidakjelasan, bejo berpisah instansi dengan kebanyakan lulusan STAN Penilai. Tapi setelah 6 tahun, tidak ada yang berubah dengan penampilannya. Tetap seorang bejo yang kaya akan senyum dan sederhana.

Sekedar mengenal bejo lewat statusnya dijejaring sosial :

(sejak pertemuan terahir dikapus s.d. menjelang sakit) :

17 mei “ciri2 maho : begadangan tiap malam… jadi romantis mulai tengah malam… menjelang subuh merasa kesepian… pagi hari timbul rasa penyesalan… siang hari kelaparan…”

2 Juni “perasaan Bintaro-Kwitang = Bangka-Kwitang… Tetep jauh di mato..”

7 Juni “buat para penggemarku: untuk sementara hapeku gak bisa dihubungi.. Nyemplung kemasukan air saat meluncur di Atlantis.. Terpaksa, hidup tanpa ponsel sampe batas waktu yang tidak ditentukan…Nunggu gaji-13 buat beli yang baru…”

11 Juni “Esuk2 bar subuh mangan mi rebus neng warung akang, jarene anak2 STAN sekarang dah beda..(maaf) rusak..!!”

“Seminggu gak punya hape… Secara gak sengaja terhindar dari penyakit kejiwaan manusia modern : ketergantungan terhadap ponsel. Leonardo da vinci tdk perlu mendengarkan nada dering atw mengirim sms tiap 5 menit kepada para murid2nya untuk menjadi seorang ilmuwan terbesar sepanjang masa…:p”

12 Juni “Esuk2 balik subuh dicegat muka serem security asrama, ‘mas mau mandi dimana?’,..Bukan mau numpang mandi mas, aku peserta lantai tiga!! (memangnya wajahku wajah2-ilegal??) Esuk2 wis gawe emosi..jarang2 emoku naik pada level tertinggi”

16 Juni “Baru kali ini, ujian bisa update status pake laptop…:p”

19 Juni “Libur panjang terdampar di belantara Jakarta… Nunggu jemputan futsal the Staps..”  (hari terahir bertemu langsung bejo)

29 Juni “Dicari donatur buat pengadaan tipi minimal 21″ ke atas.. Nangsib awak lagi teruk, balik ke Pangkalpinang ora bisa nonton Piala Dunia..:(” (ga punya TV?)

30 Juni “Met malam kalong-kalong penggemar pesbuk…sore merem, jam segini melek..nanti subuh merem melek… habis subuh tinggal meremnya… merem terus sampe jam 07.25.. Mandi sambil merem trus kena potongan absen 1,25%. tidak terima marah sambil merem-merem…kecapean trus merem sampe absen sore.. merem lagi sampe tengah male…m sebelum merem melek ajeb-ajeb banyak meremnya… (nungguin-instalasi-modulKN mode : ON)”

5 Juli “‎07.28 WIB, senin pagi di awal bulan habis gajian kayaknya banyak yang bakalan telat. Potongan absen 1.25% menanti. Negara bisa menghemat pengeluaran klu seperti ini terus.”

7 Juli “Tengkiu buat Yulinda, yg malam ini minjemin tipi.. Bisa nonton perebutan sepatu emas antara David Villa vs Miroslav Klose..”

11 juli “Laper banget, neng Pangkalpinang golek sop sing rasane makjrott marai keringetan neng endi ya?”

19 Juli “Nangsib merantau di Bangka, banyak temen berganti datang dan pergi. Kuberikan yang terbaik di akhir kebersamaan biar jadi penghapus kesalahan selama ini. Awal yang baik tdk menjamin kelangsungan pertemanan sejati. Tapi akhir yang berkesan semoga bisa menjadi memori yang tdk terlupakan. Cur..cur…cur…hiks (CURHAT.com)”

29 Juli “setelah 6 tahun ngombe banyu Bangka, akhirnya untuku rontok juga…gripis sitik2”

2 Agustus “ada yg bilang foto profilku kalem = kayak lembu, blm tau dia. Lembu yg satu ini bisa membajak sawah berhektar-hektar!!”

4 Agustus “akhirnya nyampe mBayat juga. Setelah perjalanan panjang melelahkan, Sang Pangeran bisa nyante mandi pake rempah-rempah. Ide-ne simbokku pancen ono2 wae…”

5 Agustus “.ujian kali ini sekedar latihan menghitamkan lembar jawab komputer. Gpp sing penting bs nyobain gudeg wijilan karo Budi Satrio Papanya Labib. Gak ada yg lebih menggembirakan dibanding bisa bertemu teman lama

6 Agustus “akhirnya bisa juga kebut2an & pepet2an karo bis dowo…neng Bangka bis sing paling gede mung bis Damri ukuran sedeng, nek ra kuwi bis pabrik Timah….bis bombay Pownies ra usah disebut, jelas lewat.”

19 Agustus “Info terkini : Seorang pegawai KPKNL XYZ tidak ngantor karena nyambi jd tukang gali kubur.”

20 Agustus “Siapa yg hendak membangun rumah di atas gelombang laut? Itulah dunia, jangan dijadikan tempat tinggal (Nabi Isa ‘alaihissalam)”

23 Agustus “Percakapan ABK kapal express bahari versus penumpang cewek kesepian; Klu adik panggil ‘abang’ dbayar 50 rb, panggil ‘mas’ dbayar 100 rb, panggil Aa’ ambil dompetnya sekalian dik.. Klu panggil ‘bejo’, bubarrrr”

2 September “Kebelet tengah malem. Benconk lapangan merdeka di bln puasa ini kok ga pada cuti sih, cuti hamil atw cuti keguguran kek..kok malah koleksinya nambah banyak bertebaran dimanonk-manonk

8 September “hari terakhir puasa buka bersama kucing di kosan….miaw miawW”

9 September “Hari yg bersejarah telah tiba. Pangeran Bayat mau mudik. Dibawah guyuran hujan tanpa liputan wartawan tanpa kilatan lampu blitz. Budaya low profile yg patut dicontoh mudik’ers hedonis..” “hari pertama dan hari terakhir puasa 1431 H sama2 terdampar di masjid angkasa pura Cengkareng, menunggu angkutan ke tujuan yg berlawanan…. Pangeran Bayat datang., siapkan karpet merah ya mbah. Wis ra sabar mangan kupat”

15 September “mulai gak pede menghadapi masa depan. Kata Sri Mirani mengalami ADHD, attention-deficit hyperactivity disorder… Kata Backstreet boys “Tell me Why, Ain’t nothin’ but a heartache (baca : kenapa aku mulai telmi)”

20 September “ga bisa tidur semalaman. Bkn krn MU & Chelsea menang Arsenal draw, bkn krn Stoner melenggang di Spanyol, bkn juga krn hari ini ada Pilkada Bupati Klaten, kayaknya krn sedang **JATUH CINTA** (katrok mode : ON)”

22 September “merem terkena blepharoptosis. Lumayan jalan2 tiap hari ke dokter. Banyak dokter magang yang cakep lho..:p” “YOU can’t make it feels RIGHT, when YOU know that it’s WRONG. Ikut ujian seleksi beasiswa di saat harus kontrol ke tiga unit rumah sakit; bagian mata, bagian syaraf, bagian elektromedik. Habis ujian gak sabar ketemu dokter magang yang cakep-cakep :p”

27 September Bejo masuk ICU, direncanakan akan dioperasi dalam waktu dekat

30 September Bejo DROP

1 Oktober Update dari seorang teman “pukul 17.00, “Saat ini beliau dalam kondisi tidak sadar 100%, menggunakan alat bantu pernapasan, terindikasi terkena Tokso yang menyerang cereberum menyebabkan lepsis (infeksi seluruh tubuh). Paru-paru beliau mengalami pendarahan”

2 Oktober ”

6 Oktober jam 3 sore bejo meninggal

7 Oktober bejo dimakamkan.

Penyesalan terbesarku adalah tidak menunaikan hak bejo saat dia sakit, menjenguknya. Selamat jalan kawan, kesanmu di masa lalulah yang memberikan sudut pandang lain atas makna dari sebuah kesederhanaan.

(jika ada informasi yang kurang akurat harap meninggalkan komentar, agar tidak menjadi salah tafsir)

Adhe 666/SPA/2001

 

Posted in FOKSTA | Tagged , | 2 Comments

Posko Baru, Blog Baru

Salam Lestari.

Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada, maka dibuatlah blog baru dari Kelompok Pecinta Alam STAPALA Sekolah Tinggi Akuntansi Negara sebagai salah satu Badan Otonom  yang resmi di Keluarga Mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (KM-STAN). Tujuan jangka pendek blog ini adalah sebagai media komunikasi antara keluarga STAPALA yang masih berstatus mahasiswa dan para STAPALA Alumni yang tergabung dalam FOKSTA. Kedepannya diharapkan setelah http://www.stapala.org bisa kembali diaktifkan, segala materi dalam blog ini bisa menjadi bagian dari kisah tentang perjalanan hidup STAPALA dari berdiri hingga esok nanti. Segala kekurangan dalam blog ini memang disediakan untuk memberikan celah bagi para pembaca blog untuk memberikan segala masukan yang membangun, bagi blog ini dan bagi STAPALA, sehingga visi STAPALA untuk Indonesia bukan lagi hanya sebuah mimpi, tapi kesenangan yang ada di depan mata.

BPH STAPALA 2009/2010

 

Posted in BPH 2009 | Tagged , , | Leave a comment

G-112 Tidak Akan Tergantikan

Masih teringat saat pertama kali melangkah untuk menyerahkan formulir pendaftaran ke ruang pengap berantakan, masih terbayang saat gelak tawa menggema memicu amarah pengawas ujian di gedung G, masih ada sekeping kunci serep mulai usang di salah satu selipan dompet kumal. Ruang G-112 memberikan banyak cerita, dari masanya hingga akhirnya. Segala sesuatu tidaklah pernah kekal, hanya kenangan yang tak pernah lenyap dimakan waktu. Walaupun kini G-112 telah lenyap dimakan kemegahan gedung G, semoga bangunan mungil ini bisa memberikan cerita lain sejak awal dia berdiri hingga suatu saat nanti jika tiba waktunya untuk lenyap kembali.

jupe 858/spa/2009

Posted in POSKO | Tagged , | Leave a comment