Terkadang, keindahan hanyalah selubung dari ujian yang harus kamu lewati. Kamu mungkin tergoda memilih mawar karena pesonanya, namun durinya membuatmu terluka. Sementara, bunga asoka yang sederhana mungkin luput dari pandangan, tapi ia hadir dengan kehangatan yang tulus. Jangan biarkan mata menguasai hati. Sebab perihal memilih pelengkap tulang rusuk, biarkan hatimu menilai dengan bijaksana, juga perhatikan…
Mati Rasa
Pada suatu senja saat kita berjumpa,Rindu yang kau ucap seolah upayamu menarikku pada memori tempo dulu. Namun hatiku bergeming, berdiam saja. Mungkin ia jenuh merindu, sudah terlalu lama ia merasa pilu. Atau mungkin ia sudah mati rasa,sudah lupa bagaimana rasanya jatuh cinta. Lalu kau ucap dialog sendu kala kau dan aku bertengkar, dan hatiku tetap…
Terbungkam
Semakin ke sini, semakin sulit cerita pada orang yang tepat. Padahal di dalam hati sudah menjerit-jerit, setiap hari ingin meluapkan apa-apa yang bercokol di kepala. Ingin didengar dan dipahami, juga dimengerti. Bukan lantas dihakimi tanpa solusi. Jadi, pilihan terakhir adalah membungkam mulut. Dan tanpa sadar, ternyata itulah hal yang perlahan-lahan membunuh diri sendiri.
Segalanya
Allah itu segalanya, ya? disaat kamu tidak tahu harus bercerita kepada siapa, kamu memilih riuh bercerita, mengadu semuanya kepada Allah. disaat kamu terdesak dan tidak tahu harus minta tolong ke siapa, kamu memilih untuk menangis, mengiba, dan meminta pertolongan kepadaNya. Disaat kamu sedang berseteru dengan makhluk ciptaanNya dan kamu di pihak yang terdzolimi namun tak…
Kamu Sendiri
“Kamu tidak sendiri” itu tidak tepat. Yang paling tepat adalah kamu selalu sendiri dan harus mengandalkan dirimu sendiri. Kamu punya dirimu sendiri, berdiri di atas kakimu sendiri, dan kamu memutuskan kemana kamu akan pergi. Kamu tidak punya siapapun dan bukan punya siapapun. Jadi, kamu milikmu sendiriAndalkan dirimu sendiri!
Untukmu
Aku hanya bingung untuk memulai, mengawali sebuah percakapan seru seperti dulu. Padahal aku hanya takut untuk mengakui rindu yang obatnya hanya dengan berbicara denganmu. Padahal aku hanya takut mengganggu kesibukanmu yang mulai menjadi rutinitas harian, yang semoga engkau bahagia menjalaninya. Seperti itu, hati manusia bekerja degan mekanisme yang aneh. Seringkali perasaan pada makhluk-Nya terlalu berlebihan…
204 km
Kita tidak pernah jauh. Ratusan kilometer membentang hanyalah angka yang bisa ditiadakan dengan juang dan upaya. Kita tidak pernah jauh. Jarak hanyalah ilusi yang masih bisa dipangkas dengan rasa yang bermuara. Kita tidak pernah jauh. Masih ada suara dan notif pesan yang semoga cukup mewakili kehadiran dan rindu. Kita tidak pernah jauh. Selama masih ada…
Konsekuensi dari Mencintai
Aku mengenalmu hanya sebatas dari suaramu yang membuat aku tenang. Dari dengarmu yang membuat aku merasa lebih hidup. Dari dukunganmu yang membuatku semakin yakin untuk melangkah. Dari tawamu, ketenanganmu, serta pikirmu yang membuat aku lebih terbuka pada diskusi yang terkadang menentang pendapatku. Menemukanmu membuat aku merasa yakin bahwa seperti inilah gambaran seseorang yang aku butuhkan….
Salah Kira
Aku tidak menyangka bahwa dewasa bisa sesepi ini. Banyak cerita yang harus disimpan. Banyak keluh yang harus tertahan. Banyak perasaan yang terasa lebih baik jika dipendam. Meski aku tahu bahwa Tuhan selalu menemani, tapi rasanya, aku tetap membutuhkan seseorang yang bisa diajak berbicara, mendengarkan isi pikiran dan bertukar pendapat. Aku tidak menyangka bahwa dewasa bisa…
Pernikahan itu…
Pernikahan itu tidak tegak hanya dengan rupa yang menawan, melainkan karena agama dan akhlak yang akan menemanimu hingga tua. Akhlaknya yang baik akan membuatmu nyaman untuk terus membersamainya, seterjal apapun rumah tangga yang kau lalui. Cinta akan tumbuh dengan tenang selama kamu membersamainya dengan kebaikan hatinya yang utuh. Ingat, agama dan akhlak itu harus terus…