Rekap Evaluasi Heuristik – Garuda Indonesia

Assalamualaikum.

Pada artikel-artikel sebelumnya kita telah membahas tentang beberapa masalah heuristik yang ditemukan pada aplikasi mobile Garuda Indonesia. Di bawah ini merupakan hasil rekap dari masalah-masalah heuristik tersebut.

Heuristik

Masalah usabilitas yang ditemukan

Severitas

H1 Lamanya waktu loading saat pencarian jadwal pesawat

4

H2 Istilah yang tidak sesuai pada keterangan “sort by price

1

H3 Pembatalan booking jika mengetuk tombol back

4

H4 Ketidak-konsistenan istilah dalam menyebut bandara asal dan tujuan di kolom input

1

H5
H6
H7
H8
H9
H10 Kurang tepatnya penggunaan istilah pada kolom input bandara keberangkatan dan bandara tujuan

2

Keterangan
H1  : Visibility of system status
H2  : Match between system and the real world
H3  : User control and freedom
H4  : Consistency and standards
H5  : Error prevention
H6  : Recognition rather than recall
H7  : Flexibility and efficiency of use    
H8  : Aesthetic and minimalist design
H9  : Help users recognize, diagnose, and recover from errors
H10 : Help and documentation

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa masalah heuristik yang terjadi rata-rata hanya masalah kecil, namun masih terdapat dua masalah besar yang harus segera diperbaiki, yaitu masalah lamanya loading jadwal pesawat, serta batalnya booking tiket jika mengetuk tombol back.

Recognition rather than Recall – Garuda Indonesia

Minimize the user’s memory load by making objects, actions, and options visible. The user should not have to remember information from one part of the dialogue to another. Instructions for use of the system should be visible or easily retrievable whenever appropriate.

Jakob Nielsen’s 10 general principles for interaction design,
recognition rather than recall

Assalamualaikum, teman-teman.

Pada artikel kali ini, saya ingin membahas tentang masalah heuristik yang terakhir, yaitu recognition rather than recall. Aplikasi yang menjadi topik bahasan kita kali ini masih sama, yaitu aplikasi mobile Garuda Indonesia. Berikut penjelasannya.

Masalah Usabilitas
Kurang tepatnya penggunaan istilah pada kolom input bandara keberangkatan dan bandara tujuan

Screenshot

Deskripsi Masalah Usabilitas
Origin dalam Bahasa inggris berarti asal. Ketika dihadapkan dengan interface di atas, pengguna mungkin akan berpikir sejenak tentang kolom yang mana yang harus ia isi dengan lokasi bandara keberangkatannya/bandara asalnya, karena keterangan di atas sama-sama berisi “select your origin“, padahal yang dimaksud oleh input di atas adalah bandara asal (origin) sebagai input pertama dan bandara tujuan (destination) sebagai input kedua.

Severitas: 2

Saran perbaikan masalah
Akan lebih tepat jika keterangan pada input bandara tujuan diubah dari “origin” menjadi “destination”. Dengan begitu, keterangan lengkap pada kolom inputnya menjadi from “select your origin” to “select your destination”. Disini, pengguna tidak akan merasa rancu tentang dimana harus mengisi input tentang bandara keberangkatan (origin), dan dimana ia harus mengisi input tentang bandara tujuan (destination).

Consistency and Standards – Garuda Indonesia

Assalamualaikum.

Pada artikel kali ini, masalah heuristik keempat yang akan kita bahas dalam aplikasi mobile Garuda Indonesia  adalah tentang consistency and standards.

Masalah Usabilitas
Ketidak-konsistenan istilah dalam menyebut Bandara asal dan tujuan di kolom input

Screenshot

(gambar kiri: best fares, kanan: book flights)

Deskripsi Masalah Usabilitas
Pada menu book flights, kolom input pada bandara keberangkatan dan bandara tujuan diberi keterangan from “select your origin” to “select your origin”, sedangkan pada best fares, istilah yang digunakan adalah from “anywhere” to “anywhere”. Ini akan membuat pengguna sedikit bingung apakah yang dimaksud dari kolom input itu hal yang sama (bandara keberangkatan dan tujuan) atau bukan.

Severitas: 1

Saran perbaikan masalah
Sebaiknya gunakan istilah yang sama pada dua fungsi di atas. Istilah yang dipilih sebaiknya menggunakan istilah yang tidak rancu dan lebih mudah untuk dipahami pengguna.

Next heuristic problem: recognition rather than recall

Match between System and Real Worlds – Garuda Indonesia

Assalamualaikum.

Masalah heuristik ketiga yang akan kita bahas dalam aplikasi mobile Garuda Indonesia kali ini adalah tentang match between system and real worlds. Di bawah ini, akan saya jabarkan topik artikel kali ini.

Masalah Usabilitas
Istilah yang tidak sesuai

Screenshot
Screenshot_2016-06-20-03-22-18

Deskripsi Masalah Usabilitas
Pada pengaturan sort by, baik time maupun price menggunakan urutan “high to low” dan “low to high“. Hal ini cocok digunakan pada pengaturan sort by price, namun pengguna mungkin tidak akan mengerti apa yang dimaksud dengan “low” dan “high” pada settingan sort by time.

Severitas: 1

Saran perbaikan masalah
Sebaiknya ubah keterangan”low to high” dan “high to low” pada sort by time dengan istilah lain yang lebih tepat digunakan sebagai keterangan waktu, seperti misalnya “early to late” dan “late to early“.

Next heuristic problem: consistency and standards

User Control and Freedom – Garuda Indonesia

Users often choose system functions by mistake and will need a clearly marked “emergency exit” to leave the unwanted state without having to go through an extended dialogue. Support undo and redo.

Jakob Nielsen’s 10 general principles for interaction design,
User control and freedom

Assalamualaikum.

Masih dengan topik masalah heuristik pada aplikasi mobile Garuda Indonesia. Kali ini, saya akan membahasnya dari sudut pandang user control and freedom. Berikut penjabarannya.

Masalah usabilitas
Pembatalan booking jika mengetuk tombol back

Screenshot
Screenshot_2016-06-20-00-53-49

Deskripsi masalah usabilitas
Pada saat melakukan proses booking tiket pesawat, ada kalanya pengguna melakukan kesalahan dalam melakukan input. Dalam aplikasi ini, saat pengguna menyelesaikan satu tahap booking tiket dan melanjutkan ke halaman selanjutnya, pengguna tidak dapat lagi kembali ke halaman sebelumnya meski ingin menyunting input yang telah ia masukkan. Sistem secara otomatis memberi warning tntang pembatalan pesanan. Kemudian, pengguna akan diarahkan kembali ke halaman awal untuk memulai booking tiket yang baru.

Screenshot_2016-06-19-21-41-58

Severitas: 4

Saran perbaikan masalah
Mengatur agar interface hanya kembali ke satu halaman sebelumnya jika pengguna mengetuk tombol back, sehingga proses booking tiket tidak langsung batal.

Next heuristic problem: match between system an real worlds

Visibility of System Status – Garuda Indonesia

The system should always keep users informed about what is going on, through appropriate feedback within reasonable time.

Jakob Nielsen’s 10 general principles for interaction design,
Visibility of system status

Assalamualaikum, semuanya.

Pada kesempatan ini, saya ingin mengulas aplikasi mobile Garuda Indonesia. Aplikasi ini dikhususkan untuk memudahkan pengguna memesan tiket pesawat dari Garuda Indonesia secara online. Anda dapat mendapatkan aplikasi ini di smartphone anda secara gratis dengan cara mengunduhnya melalui Google Playstore atau langsung saja mampir ke link berikut ini.

Dalam beberapa artikel ke depan, saya akan membahas mengenai beberapa masalah heuristik yang terkait dengan aplikasi ini, diantaranya:

  1. Visibility of system status
  2. User control and freedom
  3. Match between system and real worlds
  4. Consistency and Standards
  5. Recognition rather than recall

Pada artikel ini, saya akan melakukan evaluasi heuristik dari sudut pandang visibility of system status.

Masalah Usabilitas
Lamanya waktu loading saat pencarian jadwal pesawat

Screenshot
Screenshot_2016-06-20-01-11-38

Deskripsi masalah usabilitas
Sistem menghabiskan waktu selama 10 detik atau lebih untuk melakukan pencarian jadwal pesawat.

Skala severitas: 4

Saran perbaikan masalah
Mengganti interface pengguna agar jadwal pesawat yang sudah ter-load dapat ditampilkan ke pengguna meski hanya sebagian. Dengan begitu, pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melihat list jadwal pesawat yang tersedia.

Next heuristic problem: User control and freedom

Tugas 9 : Multimedia

A. Flickr

  1. Buka http://www.flickr.com, klik pencarian untuk mencari gambar dengan kata kunci yang anda inginkan.9-1
  2. Hasil pencarian akan muncul. Pilih gambar yang anda inginkan.9-2
  3. Untuk mengunduh, pertama-tama pilih resolusi yang diinginkan, lalu download. Resolusi dapat dilihat dengan cara klik kanan pada gambar.9-3

    9-4

    9-5

  4. Di bawah gambar, bisa kita lihat informasi tentang lisensi dan orang yang mengepost gambar.9-6

    9-7

  5. Jangan lupa mencantumkan sumber saat anda ingin republish gambar. Link sumber bisa didapat dengan meng-klik icon “share”.9-8

    candiprambanan

B. Slideshare

  1. Buka http://www.slideshare.net, jelajahi web untuk mencari slide yang sesuai dengan keinginan anda.
    9-11
  2. Klik slide yang ingin anda unduh.
    9-12
  3. untuk mengunduh slide, klik icon “save” pada slide. Sebelum mengunduh, anda harus login terlebih dahulu dengan akun Facebook, akun Linkedln, atau akun Slideshare. Selamat mencoba!
    9-13

Nama   : Luthfiyah M.
NIM    : G64130029

Tugas 7 : Microsoft Access 2007

Membuat Table Relationships

  1.       Buka Microsoft Access, buat file baru dengan ekstensi .mdb
  2.       Rename tabel, caranya klik kanan > rename atau design view. Rename hanya bisa dilakukan jika file tabel tertutup, sedangkan rename lewat design view hanya bisa dilakukan satu kali.
  3.       Isi Field Name dengan semua Data Type: text. Untuk memilih atau mengganti Primary Key-nya, klik kanan pada kolom pertama tabel (yang berwarna biru), lalu klik Primary Key.7-1
  4.       Setelah selesai, Save dan Close tabel.
  5.       Buat tabel baru dengan cara memilih ribbon create > table, kemudian ulangi langkah 2 dan 4.
  6.       Setelah semua tabel selesai dibuat, buat relationshipnya dengan cara klik Database Tools > Relationships. Akan muncul jendela berikut.7-2
  7.       Pilih semua, lalu klik add. Akan muncul tampilan seperti ini.7-3
  8.       Buat Relationship satu demi satu dengan cara drag-and-drop pada objek. Misal kita akan membuat relationship antara kd_anggota pada tabel ANGGOTA dan kd_anggota pada tabel PINJAM. Akan muncul jendela berikut.
  9.       Centang Enforce Referential Integrity, lalu klik Create.7-4
  10.   Ulangi langkah 8 dan 9 sampai semua Primary Key memiliki Relationships.7-5 (PENTING!)

Membuat Form Wizard

  1.       Pilih Ribbon Create > More Forms > Form Wizard 7-6
  2.       Akan muncul tabel seperti berikut. Klik tanda panah untuk memindahkan semua Available Fields ke Selected Fields.7-7
  3.       Klik Next terus. Jika sudah selesai, klik Finish untuk membuka Form. Tampilan Form akan seperti gambar di bawah.7-8 (PENTING!)
  4.       Ulangi langkah-langkah di atas untuk membuat Form berdasarkan tabel lainnya.

Membuat Report Wizard

  1.       Klik Create > Report Wizard7-9
  2.       Akan muncul tabel seperti berikut. Klik tanda panah untuk memindahkan semua Available Fields ke Selected Fields.7-10
  3.       Klik next sampai muncul jendela berikut. Kita bisa menentukan urutan data yang akan ditampilkan, apakah ascending atau descending.7-11
  4.       Klik next lagi sampai akhir, kemudian Finish untuk menampilkan Report yang dibuat.7-12 (PENTING!)
  5.       Ulangi langkah-langkah di atas untuk membuat Report lainnya.

NAMA     : LUTHFIYAH MUSAYYADATI NIM          : G64130029