Nasib Pustakawan
dunia perpustakaan sekarang mendapatkan angin segar. baru-baru ini telah ditetapkan UU No. 43 2007. fenomena ini hadir karena kegelisahan dan kegamanngan dari para pustakawan atau mahasiswa perpustakaan untuk melakukan pembaharuan dalam bidang perpustakaan terutama nasib pustakawan itu sendiri. Baca lebih lanjut
Mahalnya Sebuah Kebenaran
Mahalnya Sebuah Kebenaran
Judul : Baudolino
Pengarang : Umberto Eco
Penerjemah : Nin Bakti Soemanto
Penerbit : Bentang Yogyakarta
Cetakan I : Juni 2006
Tebal : vi + 752 Halaman
Peresensi : Ahmad Luthfie*
Manusia yang sejati adalah seorang yang adil, dan seorang yang adil adalah seorang yang bebas, bebas dari keinginan yang tercela, hawa nafsu dan tahayu-tahayul. Dia berkata benar, percaya pada kesetaraan dan persaudaraan, kebebasan, dan integritas manusia. Karena seorang yang menyimpang dari kebenaran seperti seorang budak bisu yang tunduk kepada majikannya.
Kebenaran bisa ditegakkan dimuka bumi, jikalau orang-orang yang mendiami planet ini mempunyai sifat jujur. Kebenaran dan kejujuran merupakan sebuah pasangan yang tidak bisa dipisahkan. Maka dari itu, kejujuran merupakan kata kunci melihat manusia dalam menegakkan kebenaran. Karena kebanyakan manusia sering kali mengatasnamakan kebenaran demi menarik simpati masyarakat, lebih-lebih para penguasa, padahal pada hakekatnya mereka itu melakukan hanya demi melanggengkan kekuasaannya belaka. Baca lebih lanjut
Tabir Gelap Perselingkuhan Amerika
Tabir Gelap Perselingkuhan Amerika
Judul : Devil’s Game, Orchestra Iblis
Penulis : Robert Dreyfuss
Penerjemah : Asyhabudin dan Team SR-Ins Publishing
Penerbit : SR-Ins Publishing, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Maret 2007
Tebal : lviii + 486 Halaman
Peresensi : Ahmad Luthfi *
Dalam penulisan sejarah perang dingin dan tatanan dunia baru, terdapat satu episode penting yang tidak terekam, yaitu cerita tentang Amerika Serikat yang mendanai dan mendorong aktivitas fundamentalisme Islam (ektrem kanan) yang dilakukan secara terbuka dan vulgar maupun secara secret operation.
Selama perang dingin berlangsung dalam rentang waktu sejak 1945 hingga 1991, musuh yang dihadapi Amerika Serikat bukan hanya Uni Soviet, tetapi juga para pemimpin dunia Arab yang tidak menyetujui secara total kebijakan Amerika Serikat atau segala hal yang menentang hegemoni Barat, khususnya hegemoni Amerika Serikat. Baca lebih lanjut
Impor Beras, Untuk Siapa?
Oleh : Ahmad Luthfi
Siapa bilang pemerintah Indonesia saat ini membela kepentingan rakyat kecil. Terbukti dari segala kebijakan politik yang dilakukan saat ini, hampir semua kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah merugikan rakyat kecil. Mulai dari kebijakan untuk menaikkan harga BBM tahun lalu yang harganya tidak masuk akal bagi kalangan rakyat miskin, sampai kepada mengimpor beras yang dilakukan oleh pemerintah. Dampak kenaikan harga BBM tahun lalu saja masih di rasakan oleh rakyat miskin, apalagi sekarang pemerintah telah mengimpor beras. Dengan seribu alasan dan pertimbangan, pemerintah untuk mengimpor beras dari luar negeri. Baca lebih lanjut
-
Arsip
- Desember 2007 (1)
- November 2007 (3)
-
Kategori
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS