Posted by: m3as | May 20, 2010

mIMPIq Mengerikan…..!

Ya Alloh sungguh mimpi itu sangat mngerikan,, aku tdk mksd smw itu apkh itu sbgai prtnda jwbn doa2Q kpdmU…apkh mungkin benar..?
Jika iya sungguh sgt mnyktkn jk jd knytaan,,mgkn memg hrs sgr bertindak…!
BISSSAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!
BISMILLAH….

Posted by: m3as | April 28, 2010

my first experience

aku mampu mengahadapi ini semua…
Walau sulit, dan air mata ini masih sering menitih perih.Tpi harus terus menatap kemasa depan.
Maulida tida lemah, wl kt org rapuh ya memang rapuh.Tp aku tdk suka melemahkn diri.apa yg kita ktkn mk akn diamini para malaikat mk gak boleh bicara yg lemah2 n rendah.Semangat n tetap tersenyum….harus kuat^_^

Posted by: m3as | March 25, 2010

say: thanks to alloh

ya alloh trmksh enkau telah mengabulkan doaku, kau membriku ksmptn n knkmtn .Dan u ibuku yg slalu mendoakanku,alhamdulillah berkat doamu kini aku mendapatkannya.amin smg bermanfaat n sesuai rncana.

Posted by: m3as | March 3, 2010

Doa dan harapanQ

yA ALLOH,mulut ini memang milikMu.knp org bisa dg mdh mnggunknnya u hal2 yg membwt drjtnya rendah.Aku sndri tak thu,rsnya mulut ini kaku n terkunci ktk sngt ingin mngtkn hal2 yg buruk jk ak jengkel atau marah.Pasti mulut ini selalu memilih2 kt2 yg tpt agr sbsa mngkn gak mnykiti org lain.
HambaMu ini jg tak bs n mrs tdk sng mnulis hal2 yg cengeng scr publis.Gak thu knp,sprti ada dlm hti ini yg dg kuat slu mlrngnya,wl trkdg ingin skli berkeluh kesah.Tp slu sj tdk bs,mgkin itu mrpkn slh stu bntk dr rsa ksh sayangMu kpdQ ya rabb.Agar selalu terjaga izzahQ.Mgkn dri ini blm bnyk mnydri n mensyukuri nikmatMu ini ya rabb,tp aku akn sgr ingin menyadarinnya, ya alloh bantulah hambamu ini agar bisa kembali kejalanMu dan istiqomah di jalanMu.Kmbli berjuang brsam tmn2 yg lain di jalanMu.Amin…!!!

Posted by: m3as | February 9, 2010

pusiiingg…..!!!!

ibuk……
huh,pusing gak hny krn fktr fisik butalso psykis.Tpi sulit dungkpkn dg kata2…..!!!
pengen nangis!tp gak mgkin maulida jd lembek kyk gni!!!
Ayo gak boleh cengeng!!!pasti BISA!!!

Faktor apakah yang mempengaruhi keterlibatan tokoh agama dalam politik atau menjadi anggota suatu parpol?
Dusun Tirto merupakan salah satu dusun yang terletak didesa Paremono, kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.Dusun ini merupakan daerah dengan jumlah penduduk seluruhnya beragama islam.Seperti kebanyakan dearah atau desa yang lain, desa ini juga warganya masih taat menjalankan aturan agama.Bahkan didesa ini dikenal sebagai desa yang banyak melahirkan tokoh atau ulama dan masyarakatnya yang masih agamis atau menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Jadi unsure-unsur agama masih melekat kuat akan tetapi desanya juga sudah maju.
Banyak dari warganya yang berpendidikan, generasi mudanya juga kebanyakan melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi.Jadi desa tersebut terus mengadakan pembenahan disegala bidang, terutama terus menjaga kondisi keagamaan atau agar warganya terutama generasi mudanya paham akan nilai-nilai agama.Agar diera yang dimana segala hal-hal yang buruk dapat dengan mudah masuk dari luar karena adanya faktor tekhnologi tetap bisa mengimbanginya dengan agama, dengan kata lain agama sebagai filternya. Misal,dengan mengadakan TPA(Taman Pembelajaran Alqur’an).
Dahulu kira-kira diera kemerdekaan dusun Tirto ini terkenal karena memiliki tokoh-tokoh agama atau ulama yang berkualitas, ada pembelajaran alqur’an yang masih menerapkan hukuman fisik bagi muridnya jika salah dalam melafadzkan bacaan alqur’an. Yang berdampak positif, yakni kebanyakan warganya pandai dalam membaca alqur’an, dan bersifat agamis.
Seorang ulama atau tokoh agama kemudian menjadi tokoh sentral dalam kehidupan didalam masyarakat, karena mereka dipercaya dan memiliki kelebihan dalam hal agama yang bisa dijadikan rujukan dalam menghadapi permasalahan hidup.Sering dalam banyak hal masyarkat mendatangi dn mempercayai tokoh agama tersebut untuk memberikan solusi atau keputusan-keputusan.Dengan kata lain tokoh agama menjadi panutan dalam masyarakat.
Politik merupakan hal yang sudah tidak tabu dan tidak asing lagi ditelinga kita, terutama menjelang pemilu.Politik dan agama, bagi sebagian orang ada yang mengatakan bahwa agama dan politik merupakan dua hal yang berbeda dan terpisah (paham sekuler) dan ada sebagian yang mengatakan keduanya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.Melihat kenyataan yang ada sekarang banyak kemudian orang-orang dari latar belakang agama atau tokoh agama yang terjun dalam dunia politik atau politik praktis. Banyak pro-kontra memang ketika tokoh agama terjun dalam dunia politik.Yang Pro melihat bahwa politik merupakan kebebasan seseorang yang penting tidak menyalahi aturan dan yang Kontra melihat bahwa tokoh agama harusnya tetap berda pada wilayahnya yang sacral dan berdimensi gerakan moral yang penuh dengan nilai-nilai keikhlasan, tanpa tendensi dan ambisi, menjadi milik semua golongan. Sedang dunia politik adalah profan yang meniscayakan adanya kepamrihan, penuh muatan politis, tendensius, dan akibatnya para kiai hanya menjadi alat politik kelompok tertentu. Jika berpolitik praktis dan menjadi juru kampanye parpol, para kiai akan terjebak pada logika politik (the logic of politics) yang sering memanipulasi umat atau masyarakat basisnya demi kepentingan politik, yang pada gilirannya menggiring ke arah logika kekuasaan (the logic of power) yang cenderung kooptatif, hegemonik, dan korup. Akibatnya, kekuatan logika (the power of logic) yang dimiliki kiai, seperti logika moralitas yang mengedepankan ketulusan pengabdian terhadap masyarakat basisnya akan menjadi hilang, terkalahkan oleh logika kekuasaan tadi.
Kembali kedalam atau apa yang terjadi didesa Paremono tepatnya dusun Tirto, ada beberapa tokoh agama atau ulama yang masuk dalam kancah politik praktis dan menjadi anggota suatu parpol. Bagi sang ulama tadi, berdasar basic agamanya yang kuat tersebut dia melihat bahwa agama dan politik adalah dua hal yang saling berkaitan.Seperti kata Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ul Fatawa juz 28 hlm. 394: “Jika kekuasaan terpisah dari agama, atau jika agama terpisah dari kekuasaan, niscaya keadaan manusia akan rusak.”Dan Imam al-Ghazali berkata: “Karena itu, dikatakanlah bahwa aga-ma dan kekuasaan adalah dua saudara kembar. Dikatakan pula bahwa agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berpondasi niscaya akan roboh dan segala sesuatu yang yang tidak berpenjaga niscaya akan hilang lenyap.”
Sang tokoh agama atau ulama tersebut melihat bahwa, kondisi Negara atau pemerintahan kita saat ini yang diwarnai oleh praktik KKN disemua lini kehidupan karena kurangnya kesadran moral dan agama dari para pengemban amanah atau jabatan kenegaraan tersebut, jadi butuh penyadaran dan penggantian dengan cara kita atau tokoh agama tersebut masuk kedalamnya dengan kata lain menjadi bagian dalam politik praktis tersebut. Kesadaran dan semangat keagamaan ini pula yang mendasari ulama tersebut.
Apakah pengaruh keterlibatan tokoh agama dalam dunia politik terhadap tindakan atau perilaku politik masyarakat dalam pemilu?
Parpol (Partai politik) menurut Ramlan Surbakti merupakan kelompok anggota yang terorganisasi secara rapid dan stabil yang dipersatukan dan dimotivasi dengan idiologi tertentu, dan yang berusaha mencari dan mempertahankan kekuasaan melalui pemilihan umumguna melaksanakan alternatif kebijakan umum yang mereka susun. Jadi lewat partai politiklah seseorang yang akan terjun kedunia politik praktis atau akan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat masuk.
Parpol atau partai politik berbasis agama, banyak parpol dinegara kita yang beridiologikan agama tertentu.Misal saja islam, banyak sekali partai yang beridiologikan islam.Seperti PPP, PKS, PBB,dan lain-lain.Partai-partai poltik berasakan idiologi agama berkembang salah satunya juga melihat bahwa agama dan kekuasaan atau politik tidak bisa dipisahkan.Untuk menghasilkan wakil-wakil rakyat yang tahu dan paham agama karena dipandang akan lebih peka dan tidak mudah melakukan tindak KKN disamping juga ada idealisme-ideaisme tertentu yang melatarbelakangi.
Apa yang terjadi didusun Tirto tersebut, ada beberapa tokoh agama yang masuk dalam parpol tertentu yang berasakan islam bahkan ia menjadi pimpinan atau senior dalam prtai tersebut.Dan ia pernah dua kali atau dua masa jabatan menjabat sebagai anggota dewan (DPRD Kabupaten Magelang) dari parpol tersebut.
Agama secara fungsional atau menurut aliran fungsionalisme dipandang sebagai dayaguna dan pengaruh agama terhadap masyarakat, sehingga berkat eksistensi gama dan fungsinya cita-cita masyarakat akan keadilan dan kedamaian, dan akan kesejahteraan jasmani dan rohani) dapat terwujud.Sejalan dengan hal tersebut maka agama menjadi suatu hal yang wajar jika kemudian masyarakat atau suatu kelompok tertentu menggunakannya dalam kancah poitik.Baik sebagai jalan maupun alternative pilihan.Misal dalam Pemilu.
Pemilu (pemilihan umum) merupakan sarana untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk didalam pemerintahan selama lima tahun kedepan.Dalam pemilu sejak tahun 1999 sampai pemilu yang kemarin 2009.Di dusun tersebut dimenangkan oleh partai yang dimana tokoh agama itu bernaung.Terutama dalam pemilihan legislative untuk daerah pemilihan kabupaten Magelang, tokoh atau ulama tersebut praktis terpilih atau mendapat suara terbanyak baik didesa kelahirannya maupun diuar desa tersebut tetapi yang masih daerah pemilihannya.
Melihat latar belakang dari sang tokoh agama atau ulama yang mencalonkan diri sebagai anggota dewan tersebut yang selain dia berasal dari daerah atau desa tersebut beliau juga merupakan seorang ulama yang sering memberikan tausiyahnya kedaerah-daerah disekitar tempat tinggalnya.Jadi masyarakat sekitar sudah kenal dan tahu siapa beliau.
Perilaku masyarakat dalam pemilihan umum atau perilaku memilih warga masyarakat sekitar.Berdasarkan wawancara dan pengamatan terhadap apa yang mereka pilih dan hasil dari pemilu didaerah tersebut dapat dilihat atau disimpulkan bahwa adanya rasa sebagai sesama warga desa tersebut, melihat citra dan kualitas pribadi sang calon anggota dewan tersebut yang merupakan ulama dan sederhana dalam kehidupannya, karena faktor agama yaitu karena basic agama yang kuat dan dari parpol berasaskan agama islam menjadi alasan mengapa mereka memilih tokoh atau ulama tersebut.
Sehingga dalam pemilu legislative tersebut sang ulama yang mencalonkan diri sebagai anggota dewan terpilih selama dua kali masa jabatan berturut-turut, akan tetapi hal itu tidak terlepas juga dari dukungan orang-orang yang berada dibalik suksesnya beliau atau tim sukses kampanyenya.

Posted by: m3as | January 18, 2010

Bunuh diri vs aturan agama

Fenomena bunuh diri yang akhir-akhir ini marak dilakukan orang memang sungguh suatu kenyataan yang ironi.Dikala harusnya kemajuan zaman dengan berbagai kemudahannya membuat orang semakin bisa merasakan nikmatnya hidup akan tetapi malah kenyataan menunjukkan sebaliknya.Jadi apakah sebenarnya yang membuat orang-orang tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri?Inilah pertanyaan besar dan mengusik kita semua.
Kita coba menelaah dari kasus bunuh diri-kasus bunuh diri tersebut.Dengan teori suicide(bunuh diri) Emile Durkheim yang membaginya menjadi 4 tipe:
1. Bunuh diri Egoistik
Bunuh diri ini dikarenakan seseorang yang bersikap egois.Jadi dia itu tipe orang yang tertutup dengan orang lain disekitarnya.Sehingga ketika ia mengalami suatu masalah tidak ada baginya tempat untuk berbagi dan ia merasa hidup sendiri di dunia ini.Dan akhirnya ketika suatu permasalahn pelik menimpanya maka ia nekat menyelesaikannya dengan mengakhiri hidupnya atau bunuh diri.
2. Bunuh diri Altruistik
Bunuh diri yang ini, adalah bersifat kebalikan dari bunuh diri egoistic. Karena sifat solidaritas yang kuat dengan kelompoknya atau lingkungannya, membuat ia rela melakukan apapun demi kelompoknya tersebut.Salah satunya adalah rela Bunuh diri.
3. Bunuh diri Fatalistik
Bunuh diri fatalistic adalah tipe bunuh diri yang disebabkan oleh suatu kondisi yang memang tidak memungkinkan atau system yang ada cenderung tertutup.Dalam arti sudah tidak ada kesempatan baginya untuk berubah.Misal bunuh diri karena Miskin.
4. Bunuh diri Anomik
Tipe bunuh diri ini lebih disebabkan karena aturan yang ada atau regulasi yang sudah mengalami penurunan.Dalam arti aturan yang ada sudah tidak mampu lagi menjawab permasalahan yang ada didalam masyarakat.

Dari penjelasan teori Durkheim tentang bunuh diri tersebut memang ada bunuh diri-bunuh diri yang dikarernakan faktor-faktor tersebut. Dari banyak kasus bunuh diri yang terjadi didunia pada umumnya dan Negara kita pada khususnya seperti sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bahkan seperti hal yang wajar.Fenomena ini jelas tidak bias begitu saja dibiarkan,bias jadi nanti masyarakat melihat bahwa itu merupakan suatu hal yang sah-sah saja dan tidak ada yang melarang.Sungguh suatu ironi terus dimana bentuk penghargaan seseorang terhadap kehidupannya, kehidupan yang sudah dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita semua?Kalau latar belakang memang bermacam-macam, terus pertanyaanya mengapa bias dengan mudahnya seseorang mengakhiri hidupnya, bukankah agama juga sudah memberikan aturan sendiri terkait hal ini?
Seperti dalam surat An-Nisa’:29 yang berbunyi:”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” Dan QS. Al-Kahfi; 6 yang berbunyi: “Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur’an).”
Jadi intinya kalau menurut saya ketika, ketika seseorang bias nekat melakukan bunuh diri berarti didalam dirinya sedang mengalami suatu hal atau permasalahan.Dan didalam agama juga sudah dijelaskan seperrti ayat di atas bagaimanapun kondisinya kita dilarang mengakhiri hidup sebelum waktunya alias bunuh diri.Ada krisis moral dan iman dari masyrakat kita, tidak hanya dialami oleh orang miskin tetapi juga orang yang berpunya.Seperti penjelasan bunh diri disini: http://www.indosiar.com/ragam/53561/fenomena-bunuh-diri

Posted by: m3as | January 17, 2010

Transportasi Publik Bukan Hanya Saat Lebaran,…

Acap kali setiap Musim Lebaran tiba kita dihadapkan pada permasalahan yang sudah menjadi perkara klasik di negeri ini
Yah,,,apalagi kalo bukan transportrasi public?
Salah satu penyebabnya, tidak lain adalah, angkutan mudik tidak dirancang dan disiapkan secara utuh dan terpadu. Bahkan, yang lebih fatal, angkutan Lebaran dijadikan ajang untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa memedulikan faktor keamanan dan kenyamanan.
Pembangunan jalan,pelabuhan,bandara sepertinya hanya memperkaya dan menguntungkan pengembang dan pejabat saja..semisal dana 1 milyar digunakan untuk perbaikan jalan darat hanya sekitar 40an% yang digunakan,sisanya??tentu masalah klasik dan budaya yang “membudidaya bukan???
Siapakah yang salah?budayakah?
Selain masalah sarana dan prasarana tentu kita sering diingatkan akan factor kedisiplinan….ya siapa yang tak kenal jam karet Indonesia?kereta terlambat,kapal terlambat,pesawat terlambat…adalah pemandangan dan kabar yang sudah biasa kita lihat di media?faktor ini bukaklah factor yang bisa kita anggap sepele…karena sering para petinggi mengatakan hal yang sama “akan segera diperbaiki dan dibenahi”…….kenyataaanya?hal itu terjadi bertahun tahun tanpa ada pembenahan yang berarti….tiket yang sering habis karena “diserbu” calo,kekerasan,penipuan,kecelakaan adalah santapan setiap lebaran

Perkara pelik yang muncul setiap ritual mudik memberi kesadaran bahwa pelayanan publik belum menjadi prioritas pertama dan utama.hal itu masih terlihat dengan fenomena fenomena angkutan masal di negara ini,sampai kapankah hal ini akan terjadi?sampai kapan pemerintah akan sadar dan membuka mata akan masalah ini?dan sejauh mana efektivitas usaha usaha pemerintah yang telah dilakukan guna mengurusi hajat hidup masyarakat macam sarana dan prasaran publik?
Untuk itulah, perlu dilakukan terobosan baik dari sisi konsepsi maupun implementasi,pemerintah perlu melakukan kiat kiat agar angkutan mudik merupakan bagian yang integral dari transportasi publik yang aman dan nyaman, yang dapat dinikmati rakyat kapan saja dan di mana saja.

Jadi, negara jangan hanya sibuk mengurus transportasi publik sekali setahun, yaitu menjelang Lebaran saja. Transportasi publik bukan perkara musiman.Dan transportrasi publik adalah moda sarana pertumbuhan perekonomian,semakin baik transportrasinya, semakin maju pula negara tersebut…

mudah mudahan pemerintah segera mungkin mengambil tindakan dengan belajar pada masalah masalah yang ada dan terjadi…

Perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming), pemicunya adalah meningkatnya emisi karbon,yang diakibatkan penggunaan energi fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui). Penghasilnya adalah negeri-negeri industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dll. Ini diakibatkan oleh pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negera-negara maju beberapa kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara berkembang. Untuk negara-negara berkembang meski tidak besar,turut jua berkontribusi dengan  pembangunan yang mengacu pada pertumbuhan. Memacu industrilisme yang “kelewatan” dan meningkatnya pola konsumsi masyarakatnya, meski tak sebesar negara maju. Industri penghasil karbon terbesar di negeri berkembang seperti Indonesia adalah perusahaan tambang (migas, batubara dan yang terutama berbahan baku fosil yang tidak dapat diperbaharui). Selain kerusakan hutan Indonesia yang tahun ini tercatat pada rekor dunia sebagai negara tercepat yang rusak hutannya.
Efek dari pemanasan global (global warming) atau meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi dengan meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer. Di antaranya iklim yang tidak menentu, kenaikan suhu yang ekstrim di beberapa daerah, mencairnya es di kutub yang berakibat meningkatnya permukaan air laut, meningkatnya intensitas terjadinya badai, sulitnya mendapatkan air bersih, munculnya berbagai penyakit baru, dan juga hilangnya spesies mahluk hidup yang langka dalam weaktu yang singkat
Negara Negara di dunia kini sedang meramu cara “ bagaimana menaggulangi global warming sudah sedemikian parahya”manusia manusia didunia ini tidak lebih dari orang munafik…lihat saja konfrensi konfrensi yang membahas pemanasan global…tidak akan ada kesepakatan yang pasti bagaimana nasib bumi diperjuangkan.Amerika dan Negara G8 tidak akan menerima begitu saja pengurangan gas emisi pabrik karena itu sama saja dengan “membunuh” industry mereka….tak lebih dari munafik bukan?
Bagaimanakah dengan Indonesia?????????
Indonesia menjadi salah satu kontributor yang besar terhadap pemanasan bumi dengan pembakaran hutannya.tak ayal Indonesia turut berpartisipasi menambah panas bumi.Meningkatnya suhu ini, ternyata telah menimbulkan makin banyaknya wabah penyakit endemik “lama dan baru” yang merata dan terus bermunculan; seperti leptospirosis, demam berdarah, diare, malaria. Padahal penyakit-penyakit seperti malaria, demam berdarah dan diare adalah penyakit lama yang seharusnya sudah lewat dan mampu ditangani dan kini telah mengakibatkan ribuan orang terinfeksi dan meninggal. Selain itu, ratusan desa di pesisir Jatim terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, indikatornya serasa makin dekat saja jika kita tengok naiknya gelombang pasang yang sering terjadi di perairan Indonesia hari hari ini. Mulai dari Pantai Kenjeran, Pantai Popoh Tulungagung, Ngeliyep Malang dan pantai lain di pulau-pulau di Indonesia.

Namun, pemanasan bumi adalah masalah bagi semua negara tidak hanya Indonesia. Nasib bumi ada di tangan setiap insan yang hidup di muka bumi ini. Oleh karenanya, diperlukan kesadaran dari setiap orang untuk menyelamatkan bumi.termasuk kita.
Lantas dengan situasi sedemikian rupa apa yang dibutuhkan oleh dunia kecil “lokal” dan kita sebagai individu penghuni planet bumi? Yang dibutuhkan adalah “REVOLUSI GAYA HIDUP”, sebab dengan demikian akan mengurangi penggunaan energi baik listrik, bahan bakar, air yang memang menjadi sumber utama makin berkurangnya sumber kehidupan.
Mulailah dengan kegiatan kegiatan yang efektif dan efisien seperti agar bumi yang kecil dan kita naungi sekarang dapat pula dinikmati anak cucu kita….

Fenomena maraknya artis yang terjun kedunia politik skrg bukan merupakan hal yang baru dan asing lagi bagi kita.Dan entah sebenarnya apa yang membuat fenomena ini sporadis, tiba-tiba seperti latah saja.Dengan mudahnya memutuskan untuk terjun kedalamnya padahal kita tahu sendiri bahwa dunia politik bukanlah panggung sandiwara seperti halnya dunia yang mereka geluti setiap hari.
Fenomena ini harus kita sikapi dengan bijak, apakah ini baik dalam arti keberadaan dan masuknya para artis kedunia politik membawa dampak yang lebih baik dan perubahan, apakah masuknya mereka itu karena idealisme atau hanya kepentingan praktis dan merupakan bagian dari starategi kelompok kepentingan tertentu saja, dan bagaimanakah jika dihubungkan atau dikaitkan dengan sistem poltikdemokrasikita.
Pertama,Kalau kita mencoba melihat fenomena ini dari sudut pandang sistem politik kita yang notabennya berasaskan demokrasi tepatnya demokrasi pancasila maka ini merupakan sah-sah saja karena salah satu hal dalam sistem ini menyatakan bahwa setiap orang berhak memilih dan dipilih asalkan sesuai ketentuan.Pada point berhak dipilih, pada dasarnya hampir semua orang bisa dipilih karena sayrat-syaratnya yang relatif mudah.Nah, kalau demikian tidak menjadi masalah alias sah-sah saja seorang artis terjun kedunia politik.Dan fenomena ini juga tidak jauh berbeda dengan maraknya parpol(partai politik) baru.Dan memang inilah salah satu kelemahan atau resiko sistem demokrasi.

Kedua, Sebenarnya maraknya artis terjun kedunia politik tersebut karena faktor apa?apakah karena dorongan dari dalam diri atau idealisme pribadi ataukah karena faktor aji mumpung alias adanya kesempatan.Kesempatan yang banyak ditawarkan oleh parpol dengan kata lain untuk kepentingan parpol tersebut demi mendulang suara dipemilu dengan memanfaatkan kepopuleran yang dimiliki artis tersebut. Pada dasranya kita tidak akan pernah tahu secara pasti karena itu berkaitan dengan apa yang tersembunyi dibalik hati manusia. Akan tetapi kita dapat melihat dari realitas yang ada bahwa kebanyakan maraknya artis yang terjun kedunia politik merupakan bagian dari strategi parpol terkait demi menarik simpati massa.Dengan pertimbangan bahwa artis lebih dikenal public sehingga sehingga tidak perlu susah-susah berkampanye karena kemungkinan untuk jadi (wakil rakyat dipemerintahan) lebih besar.
Ketiga,fenomena maraknya artis yang terjun kedunia politik dan menjadi wakil rakyat dipemerintahan baik daerah maupun pusat yang sudah terlegitimasi oleh aturan yang ada dan jika memang itu jadi berarti memang terlegitimasi juga oleh rakyat.Kita tak dapat berbuat apa-apa lagi yang perlu kita cermati disini selanjutnya adalah bagaimana capacity dan capabilitynya.Kita lihat apakah sang artis itu ketika jadi anggota dewan ataupun wakil rakyat dia mampu melaksanakan tugas-tugasnya atau tidak.Agar lebih bijak lagi karena belum tentu juga artis tidak mampu.Kalau dia memang mampu berarti dia layak. Akan tetapi menurut hemat saya suatu parpol juga jangan hanya melihat dari kepopuleran sang artis dalam menggaetnya akan tetapi dari kemampuannya dan usianya.Dilihat juga tingkat pendidikannya.Agar tidak terkesan dan mencitrakan partai yang hanya bersifat pragmatis dan tidak punya idealism karena memanfaatkan ketenaran dan kepopuleran artis saja demi kepentingan partainya.
Dari analisa ketiga hal di atas pada intinya fenomena artis terjun kedunia politik menurut saya bukan suatu masalah diketika kita lihat saat ini orang-orang yang terjun dalam dunia politik atau menjadi wakil rakyat yang pada dasarnya bukan dari golongan artis juga tidak bisa menjadi politisi atupun wakil rakyat yang baik.Itu sama saja, malah lebih baik jika artis yang pada dasrnya sudah kaya ketika memang jadi politisi dan wakil rakyat mereka bisa jadi lebih baik.Karena tidak punya motif untuk memperkaya diri yang selama ini menjadi permasalahan klasik yang ujung2nya seperti fenomena sekarang ini yaitu maraknya KKN

Older Posts »

Categories

Design a site like this with WordPress.com
Get started