Hai… madam sudah mempunyai domain sendiri lho di http://www.madamkoo.com, posting selengkapnya silahkan klik link ini.
Sssttttt… ada quiznya lho 🙂
For only what we give away, Enriches us day by day
Hai… madam sudah mempunyai domain sendiri lho di http://www.madamkoo.com, posting selengkapnya silahkan klik link ini.
Sssttttt… ada quiznya lho 🙂
Another story from my Japan Trip .. click here
I have move my blog to http://www.madamkoo.com 🙂 Enjoy Friends
ALERGI DAN PERHIASAN LOGAM
Masih ingat saya punya anak alergi? Apabila kami sedang ke dokter untuk mengobati anaknya, pasti hal yang ditanyakan ke bapak ibunya adalah apakah mempunyai alergi yang sama. Bapaknya sih punya, sayapun juga. Saya alergi logam. Jadi saya tidak bisa memakai aksesoris logam ataupun jam tangan yang terbuat dari logam, bahkan juga dari plastik karena belakang mesinnya dan bagian kaitan di belakangnya juga kan logam. Dulu suka diledek katanya orang kaya, mo kaya gimana kalo akhirnya saya sering merah-merah dan korengan.
Dulu di masa centil, saya dan teman sering banget jalan-jalan ke supermarket demi melihat deretan aksesoris anting dan kalung yang centil-centil membelai dari balik etalase. Kadang kalau nekat membeli anting atau kalung tersebut, barang tersebut hanya bisa dipakai dalam hitungan jam karena kuping atau leher akan merah dan kemudian berair bahkan kalau extrim bernanah.
Berbagai tips sering dikasih orang-orang biar bisa memakai barang imitasi tersebut. Sayangnya di masa kecil jarang ada komputer apalagi om google jadi orang mo kata ape asal ga berbahaya kadang saya turuti. Seingat saya, saya pernah mengolesi giwang dengan kuteks transparant biar logam tidak bersentuhan langsung dengan kulit.Pernah juga saya mengganti pantat giwang dengan bahan plastik (lumayan membantu) ataupun juga kalau saya mau memakai jam, saya akan memberi lapisan tissue yang kemudian diselotip. Bayangkan.. betapa besar keinginan untuk narsis juga kala itu.
Pernah juga ada yang mengajari untuk dipaksa terus agar bisa kebal yang akhirnya saya korengan dan meradang parah. Kalau untuk aksesoris, saya irit deh, ga pernah bling bling. Bukan karena kurangnya naluri kewanitaan.. Bukan…. namun hanya karena saya ga mau kena alergi lagi. Kalau ketemu saya memakai aksesoris di pesta pun, jangan langsung bilang saya orang kaya dan barang yang saya pakai emas 😀 karena seiring jalan, saya sudah bisa memakai logam tertentu yang sudah dicampur-campur ataupun yang plated (dilapisi) baik itu dilapisi emas putih atau silver. Tentu saja barang centil-centilan ini ga bisa dipunyai banyak-banyak dan lama-lama karena kalau kelamaan pakainya, saya pun akan gatal-gatal. **jangan-jangan lu kutuan 🙂
Oya… untuk jam, saya ga alergi sama jenis “stainless steel” jadi selama ini cukup aman dipakai. Wah .. kalau begitu saya Woman of Steel **blink blink
BODY COMBAT
Diantara semua kelas gym, body combat adalah salah satu favorit saya. Enak lah nonjok-nonjok angin sambil pasang gaya ala-ala Cyntia Rothrock haha dan siapa disini yg komenin Cyntia Rothrock berarti sezaman sama saya. Sayangnya fans Combat bukan saya saja namun banyak juga dan setiap kelas combat pasti tumpuk menumpuk kayak ikan sarden. Panas….. Gerah…….. HOT deh pokoknya. Kalau kelas padat begini kita juga kudu tau diri pas nendang. Ga bisa full power, pokoknya sadar diri deh dan kudu baris di pintu kalo mau dapet kavling strategis.
Di suatu hari di minggu sore saya mengantri di kelas Combat. Ada om-om yang sudah tua, diatas 55-60 tahun dan fans kelas combat juga karena sering liat. Tapi……si Om boros bok. Kalo nendang gayanya melebihi Jacky Chan. Watawwwwwww watawwwwwwww abis dehhhhh
Itu bukan saya berlebihan, tapi kalau si Om side-kick bener-bener boros tempat. Liat aja gaya si Om.. Paling depan, di tengah dan full streching mengambil kavling kiri kanannya. Dan sore itu kelasnya full tapi si Om berhasil membuat space kosong sedemikian lega untuk dirinya sendiri 😀 Buat fans combat minggu sore sudah tahu harus jaga jarak dengan si Om biar ga kena wataw. Saya pun demikian. Saya usahakan tidak berada di depan, kiri kanan ataupun belakang Om karena suer saya ga konsen liat jurus maut si Om.
PINDAH KE MADAMKOO.COM
Yippiee.. saya punya rumah sendiri di Madamkoo.com keren ya .. keren ya.. jadi kalau ada yang link kemari bisa tolong diganti ya biar ga ketinggalan update-update ga penting dari saya. Siapa luuuu gaya bener 😀
May you all have a blessed and wonderful day. GBU 🙂
Jadi, sekarang pengasuh anak-anak tinggal sebiji. Setelah satu mbak menikah, diriku pun males mencari lagi setelah ada drama dengan dua pengganti sesudah doi. Kata si papi, saya memakai standard si Mbak lama yang serba bisa ke yang baru jadinya mo gimana juga ga bisa ketemu yang match. Lah.. mereka aja memakai gaji standard gila gimana saya juga ga menetapkan standard tinggi?
Mbak pengganti pertama sebut saja Mbak A ngakunya pengalaman set gaji minta di XX juta dan kata yang ngenalin katanya rajin dan bisa masak. Setelah mengalami drama masak soto minta dibeliin bumbu instan indofood, motong kacang panjang SEBATANG-SEBATANG, sampai minta diajarin olesin selai ke roti, dia pun saya berhentikan dalam waktu seminggu sesudah hari masuk. Bodoh masih bisa saya maafkan tetapi kalau berbohong biar dapat gaji gede padahal tidak bisa kerja itu adalah sesuatu dosa besar!
Setelah menebar iklan ke kiri dan kanan, bukannya saya ditolongin tetapi katanya cari pembantu jangan sembarangan karena sekarang rampok dimana-mana. Bukannya dibantu malah menyebar teror, ya sudah sejak saat itu lowongan ditutup dan saya pun iseng mulai mencari ke yayasan. Seumur-umur selalu diberkati dengan kenalan kiri-kanan yang lumayan bagus tanpa perlu keluar uang admin jadi tidak pernah punya pengalaman dengan yayasan. Singkat kata setelah kontak dengan satu yayasan yang lumayan reputasinya, saya dikirimkan Mbak B.
Mbak B lumayan sih namun apabila ada yang bilang ada uang ada kualitas tetap saja hal itu susah sekali saya temukan di maid zaman sekarang. Drama muncul di bulan kedua (saat masa garansi habis tuh) dengan bilang mau pulang kampung nengok PACAR nya . Iya saudara-saudara, mata kalian masih benar dan saya juga tidak salah tulis. Doi mo pulang nengok PACAR ! Tentu tidak saya bolehkan dan saya tidak sebodoh itu untuk kasih ijin. Namun, bagaikan anak TK yang merengek minta dibelikan balon, saya diteror dengan rengekan tiap hari, SMS tiap jam, dan tangisan ala drama korea memohon agar bisa pulang untuk menengok PACAR! Sumpah! Enough is enough. Saya pun kasih dia pulang dengan syarat saya tahan gaji dia dan akan dikembalikan apabila janji pulang tepat waktu ditepati.
Endingnya tentu saja bisa ditebak, si Mbak GatelMintaDigaruk ini pun tidak pulang lagi ke tempat saya. Tapi karena saya juga sudah siap mental dan uang kerohiman pun sudah ada di tangan saya, tentu saja sudah saya relakan itu orang dengan ucapan sujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena ketahuan ga bener dan bisa dikeluarkan tanpa harus saya ganti ongkos pulang dia ke kampung.
Bukanlah seorang Madam kalau mau menyerah dikerjain maid gatelmintakdigaruk model gitu. Memasang beberapa strategi dengan suamiku yang ganteng, baik hati dan tidak sombong itu saya pun memainkan survival game untuk tetap bisa kerja, urusin anak, urusin rumah namun tetep body ok karena tetap bisa nge-gym. Tentu saja dengan sedikit pengorbanan yang tidak ada ruginya sama sekali.
Dikarenakan tinggal satu mbak tentu pekerjaan dia saya ringankan. Mencari mbak pulang hari juga bukan pilihan karena saya sudah tidak mau terlalu banyak orang di rumah. Pusing dengan kelakuan mereka tepatnya. Urusan rumah tangga yang agak menguras waktu mungkin adalah masak dan cuci gosok baju. Memasak itu ga sulit karena dengan perencaan yang bagus, saya bisa memasak di pagi hari sebelum ngantor. Anak-anak juga senang karena masakan saya bisa disesuaikan dengan selera mereka.
Untuk laundry, dibanding dengan laundry kiloan, saya sekarang lebih memilih laundry koin. Usaha laundry ini lagi menjamur di apartemen saya lho. Dimana dengan sistem laundry ini, baju kita dicuci layaknya di mesin cuci sendiri dan tidak bercampur dengan punya orang. Dulu saya sudah pernah memakai mesin ini saat jalan-jalan di Eropa dan New Zealand dimana saat itu, saya tinggal di hostel.

Penampakan mesinnya seperti diatas. Barisan dibawah untuk mencuci dan barisan atas untuk mengeringkan.Di tengah-tengah slot adalah tempat untuk koin, memasukkan deterjen dan pewangi.
Dulunya mesin laundry ini memakai koin. Setiap proses pencucian memerlukan 2 koin dan proses pengeringan 1 koin per 25 menit. Idealnya satu load baju itu memerlukan waktu pengeringan 50 menit atau 2 koin jadi total memakai 4 koin. 1 paket 4 koin dijual seharga 35 ribu dan ini bisa dipakai sekitar 4-5kg baju. Baju yang mau dicuci ga ditimbang tapi dimasukkan sampai daya muat mesin saja. Disarankan tidak terlalu penuh karena nanti ga bersih dan ga kering (pengalaman soalnya:D ). Di zap hanya disediakan deterjen dan pewangi bisa ditambahkan sendiri, disediakan juga meja setrika apabila mau menghemat listrik di unit (pengalaman juga–ketauan pelitnya hematnya saya sekarang yaa :D) Koinnya mirip-mirip koin timezone gitu deh. Saya lupa foto ini koin karena sekarang sistemnya pake kartu chip dengan sistem perhitungan yang masih sama. Kartu dibeli dengan deposit 20rb dan bisa direfund apabila kartu dikembalikan.
Waktu pencucian berkisar di 30-35 menit dan waktu pengeringan 50 menit dan apabila baju/selimut/bed cover masih basah, boleh ditambahkan satu koin lagi untuk extra waktu. Saya menunggu di zap selama 30 menit waktu pencucian dan sangat nyaman karena ruangan ber-AC, ada televisi dan yang paling penting ada wifi yang super kencang (fakir wifi nih). Selanjutnya sesudah waktu cuci selesai, baju dipindahkan ke mesin pengering atas, masukkan kartu dan ini akan saya tinggalkan untuk kemudian mbak saya akan turun membawa koper untuk mengambil baju untuk dilipat. Kalau kapasitas baju di pengering itu ideal, maka baju yang keluar itu super duper kering sehingga tidak perlu disetrika.
Oya, asiknya di Zap Laundry ini, setiap pembelian 10ribu itu dapat point dan point itu bisa ditukarkan gratis cuci! cuma sekarang lumayan rame nih tempat jadi sepulang kantor harus buru-buru kesana biar dapet mesin kosong dan tidak bisa mencuci di hari sabtu-minggu karena ngantri. Asal bisa atur waktunya, mencuci baju disini sangat nyaman kok and so far I survive and the most important is I AM HAPPY 😀 😀
Pekan lalu, saya melihat satu film yang sangat genius dan menjadi film pembuka awal tahun yang sangat inspiratif.
Long before Steve Jobs and Bill Gates changed the world of computing, Alan Turing designed a machine to crack Germany’s Enigma code during World War II and became a computing pioneer himself (source : http://www.hollywoodreporter.com/behind-screen/oscars-how-imitation-game-team-752054)
Benedict Cumberbatch adalah pewarna hidup saya bulan ini dan mungkin di tahun ini. Pertama muncul di Sherlock buat saya yang figur idaman berbentuk Adam Levine dan George Clooney, tentu jangan berharap saya bisa suka sama doi. Penokohan di Sherlock sebenarnya cukup kuat namun salahkan dua anak saya yang saat bapak sama emaknya baru mulai nonton Sherlock selalu meminta diputarkan Tinker Bell atau Frozen. Alih-alih saya mengerti cerita Sherlock, saya jadi lebih hapal bait percakapan Elsa dan Anna. Kapan Anna tertawa, kapan Elsa jahat, kapan Olaf menyanyi, kapan Hans teriak, kapan Kristoff berbalik arah ke Anna, dsb… dsb.. Sungguh … saya mabok sama Frozen 😦
Salahkan juga otak saya sehingga saat drakor demi drakor saya lahap, saat ini belum adapun satu episode Sherlock yang saya mengerti maknanya. Apakah sehabis saya jatuh cinta dengan Ben akan membuat saya melahap kembali Sherlock? Entahlah itu film terlalu berat buat saya. Setelah lelah dengan aktivitas yang menyita perhatian nampaknya film drakor yang menye-menye dan membuat saya bermimpi jadi Cinderella cukup menghibur.
Namun, di Immitation Game, tidak mungkin akan ada lagi aktor lagi yang bisa bermain sebagus Benedict. Suer.. aksen british yang seksi (meski Alan Turner itu gay), tulang pipi tinggi yang bikin mukanya bisa berubah karakter dengan terlihat jelas, rambut keritingnya ditambah lagi bibirnya yang berubah-rubah bikin saya pengen kasih poin 100 plus plus plus ke Ben. Ayo buat yang belum menonton film ini, saya sangat merekomendasikan film yang mendapatkan rating 8,2 of 10 di imdb harusnya boleh ditambah jadi 10 karena si Ben (lebay…)
Saya sangat terharu di scene terakhir dimana Joan yang kira-kira di scene terakhir bilang (kira-kira) kalau perang tidak bisa berakhir lebih cepat kalau si Alan itu “normal” (normal disini dalam pengertian pemikiran ya bukan orientasi sexual dia)
Joan Clarke: Do you know, this morning I was on a train that went through a city that wouldn’t exist if it wasn’t for you. I bought a ticket from a man who would likely be dead if it wasn’t for you. I read up, on my work, a whole field of scientific inquiry that only exists because of you. Now, if you wish you could have been normal… I can promise you I do not. The world is an infinitely better place precisely because you weren’t.
Apa sih kategori normal itu? Kategori normal sekarang melekat dengan trend. Saya ingat sekali saat dulu saya masih happy dengan telpon saya yang hanya bisa menelepon dan sms, saya dianggap tidak normal karena tidak punya pin BB. Begitu juga saat saya sudah punya Iphone tetap saja yang ditanya adalah pin BB. Kenapa harus saya yang punya BB dan bukan mereka yang instal whats up? Saat yang lain memilih waktu makan siang untuk turun makan di kantin, saya juga dianggap tidak normal karena memilih untuk pergi ke gym. Saya yang aneh atau mereka? Kenapa kita hidup di masyarakat yang profesinya hakim dan jaksa sementara mereka bukanlah direktur keuangan yang membiayai saya hidup? Sungguh aneh.
Ditengah ketidaknormalan saya, saya ingin menambahkan daftar itu menjadi “Pengisi TTS”. Kurang atau lebih inspirasi ini datang dari Immitation Game. Alan Turing merekrut staff untuk membantu misi rahasia ini dengan cara mengisi TTS. Cara yang aneh namun ternyata dengan ketidaknormalan cara berpikir seorang Alan Turing bisa membuat dia menemukan Joan Clarke dibanding dengan seleksi yang dilakukan orang normal biasa dengan membandingkan niai akademis. Jangan lupa, apabila Steve Jobs lulus universitas, maka tidak akan ada Apple atau Bill Gates apabila lulus dari Harvard mungkin tidak akan ada Microsoft. Demikian pula dengan Jay Chou, apabila dia pintar matematika, tidak mungkin ada maestro piano sehebat dia. Dengan ini, sudah berani kita membuat kategori normal dan ideal? Menurut mata kita dengan kacamata kita? Terus siapa dong kita? Sudah hebat banget? Apa rekam jejak kita? (ter-najwa shihab)
Kembali ke TTS, mungkin akan dianggap aneh karena memegang kertas dan bolpen sekarang menjadi kurang keren dibanding cetat cetot smart phone. Padahal TTS itu mengajarkan banyak sekali kreativitas lho. Ini cara kreatif saya mengisi TTS
* mencari singkatan : dari sekian banyak pertanyaan pasti ada singkatan :D.
* mencari terjemahan inggris
* nama tokoh terkenal atau artis (bisa google :D)
* cari anonim atau antonim
* mengingat pelajaran SD seperti nama kota, nama hewan, nama bagian tumbuhan, nama vertebrata, dkk.. dkk.
* kalo yang sudah diisi dicoret
* kalau sudah ketemu satu kata.. cari kata yang lain yang sudah dapat awalan.
Dan selebihnya saya akan jujur bahwa saya akan mencolek om google. cara meng-google juga perlu kreativitas lho 😀 pasti yang hobi meng-google tau kalau keyword aneh-aneh suka muncul di search term wordpress kan 😀
Ada yang mau TTS-an sama saya ? TTS lhoo bukan TTM eh klo TTM ama adam levine, madam mau dehhh 😀 😀 😀