Budaya musim-musiman yang kerap terjadi di Indonesia melanda para artis kita. Belakangan ini panggung politik yang menjadi tempatnya. Sebuah fenomena yang cukup mencengangkan ketika para artis di Indonesia berbondong-bondong alih profesi menjadi politikus di negeri ini. Tak ada yang tahu pasti akan ketertarikan sejumlah selebritis itu terjun ke politik. Tren kah? atau panggilan jiwa kah? sebagaimana yang diutarakan oleh para artis kita ketika ditanyai alasan merambah dunia politik.
Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan salah satu partai yang banyak dilirik kalangan artis untuk terjun ke panggung politik. Pada pemilu 2009 kemarin tercatat sedikitnya 20 artis telah menyatakan siap menjadi caleg dari PAN untuk kursi DPR RI. Antara lain Derry Dradjat dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat, Ardian Maulana (Sumatera Barat), Eko Patrio (Jawa Timur), Marini Zumarnis dan Wanda Hamidah (DKI), Wulan Guritno (Jawa Tengah), Ikang Fauzi (Banten), dan pelawak Cahyono (Jawab Barat). Banyaknya artis yang bergabung dengan PAN, sampai-sampai ada yang memplesetkan singkatan PAN menjadi ‘Partai Artis Nasional’.
Peralihan profesi artis menjadi seorang politikus menimbulkan status baru yang dimiliki oleh para artis. Yang menjadi pertanyaan, apakah artis tersebut dapat membawakan perannya di masyarakat lewat status yang baru disandangkan. Seperti yang kita ketahui, dunia politik dan dunia artis tak sama. Di dunia politik, para politikus itu harus mempertanggungjawabkan segala visi dan misinya. Dikhawatirkan dari para artis ini adalah bilamana bakat actingnya itu di bawa ke dunia nyata, dunia politik, dunia yang penuh intrik ini guna mengelabuhi rakyat yang semakin sengsara.
Kondisi ini menimbulkan rasa pesimis terhadap para artis untuk merambah dunia politik yang mengatas-namakan panggilan jiwa. Para artis seakan tergerak mendapat panggilan untuk membawa negeri ini keluar dari “keterpurukan” yang berkepanjangan sebagai wakil rakyat untuk menyalurkan aspirasi mereka. Ironisnya, sampai saat ini kita belum bisa melihat kontribusi ataupun kinerja serta perubahan yang sudah mereka lakukan selama ini untuk seluruh rakyat Indonesia. Profesi politikus seakan menjadi sebuah tren yang patut diikuti. Di gedung pemerintahan, mereka seakan hanya pelengkap dan penggembira isi gedung tersebut. Selagi mereka bisa menggunakan kekuasaannya melobi petinggi-petinggi negeri guna mencapai kepentingan-kepentingan yang diimpikan.
Harapan kita fenomena artis merambah dunia politik dapat memberikan suatu perubahan kea rah yang lebih baik dan panggilan jiwa pun memang benar-benar ada. Kita sudah terlalu bosan dengan janji-janji para calon pemimpin saat mereka berkampanye yang belum pernah terealisasi.





