Sudah melewati 2 lebaran semenjak update terakhir, tidak banyak yang berubah, masih tinggal dan bekerja di Semarang di kantor yang sama, dan di posisi yg sama (the old me would try to get promoted around this time, but I’m not really aim for that right now and want to enjoy the pace a bit longer).
Di bulan Mei kemarin sempat ke Jakarta lagi selama seminggu karena ada kerjaan. Cukup mendadak karena awalnya cuma 10 orang saja yang dijadwalkan untuk berangkat ke site sementara sisanya remote support dari Semarang. Namun jumat sore tiba2 disuruh ikut juga untuk support site, sempet nanya2 jadwal keberangkatan, tapi ternyata mereka pada booking sendiri2 di jadwal yang berbeda2 pula, ya sudahlah lumayan bisa bebas menentukan jam sendiri biar nggak buru2 berangkatnya. Untuk kamar hotel, karena sudah dipesenin 6 kamar (10 co + 1 ce) jadi seharusnya dah aman kan ya (keyword : seharusnya)
Minggu sore nyampe di hotel untuk check-in, ternyata namaku nggak ada di booking list (jreeeeng!!!), masih stay calm dan menghubungi PMO untuk menginfokan kejadian ini. dicek di list reservasi dan dikasi nama orang yang blm ada pasangannya (bookingnya pake nama ybs). Kembali ke resepsionis untuk checking, ketemu kamarnya yang sudah dibooking (untunglah), tapi ternyata kamarnya 1 bed (jreeeng jreeeng!!!). Sekamar sama stranger aja aslinya dah ga nyaman, ini malah mau disuruh seranjang…….. Lapor lagi ke PMO dan kali ini disuruh nunggu dulu karena dia mau kontak langsung sama orang hotelnya
Nunggu di business area karena mau numpang ngecas laptop sekalian sambil prepare kerjaan buat besoknya. Ternyata ada yang lagi rapat (atau acara apa gitu di salah satu ruangan hotel) dan rupanya ada drama karena dengan suara yg lumayan kencang terdengar “Karen” yang minta dipanggilin manajer hotel. Ternyata dia mau bungkus sisa makanan rapat tapi ga dibolehin sama pihak hotel. Lagi asik nonton keributan, eh tiba2 resepsionis datang ngasih kunci dan bilang sudah dibookingin 1 kamar lagi dan sudah bisa check in. Plusnya dapet kamar sendiri dan bisa langsung beristirahat, minusnya jd ga tau ending dramanya gimana (ya kali masih mau stay di situ nonton keributan dulu).
Rencana awalnya sih, mumpung lagi di Jakarta, senin-jumat kerja trus sabtunya bisa jalan2 malem mingguan dulu sebelum minggu pulang (aseeek). Namun kenyataan sungguh berbeda, di hari kerja paling cepet pulang jam 11, mau bales chat di kantor aja susah karena sibuk banget, bahkan sabtu minggu masih masuk (pantes aja disuruh berangkat bantuin juga, hectic banget situasinya).
Ditambah lagi drama kartu e-money ilang,pas masuk gate masih ada tapi pas mau keluar mendadak hilang (entah jatuh di bus, atau waktu transit), mana saldonya masih banyak pula baru diisi hiks. Untung ada petugasnya yang bantuin keluar dan lapor kehilangan (walau sampai detik ini masih ga ada kabar, ya karena ini bukan Jepang sepertinya bisa dipastikan sudah berpindah kepemilikan tuh kartu)
Intinya segala kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya tidak ada yang terlaksana, seminggu itu kegiatannya hanya kerja, kerjaaa, KERJAAA!!!
