suatu ketika..disaat waktu mulai menampakan kejenuhannya untuk menemaniku, salah satu temanku, sebut saja ‘isabet’ mengajakku ke panti asuhan bayi sehat..
sesaat mendengar kata “bayi sehat”, batinku berpikir, “berarti bayi yang tidak sehat dilarang di asuh disana? berarti apakah mungkin pengasuhpengasuh disana pilih kasih? berarti tidak ada tempat untuk bayi yang cacat? dimana keadilan?? DIMANA??” tanyakan pada rumput yang bergoyang berseliweran berterbangan..
belum selesei aku memutar batinku berfikir, isabet menyela seolaholah tau apa yang batinku pikirkan, “heh!! boding!! puguh ditaro disana biar sehat, bukannya yang sakit g boleh disana!” sesaat O besar terukir di mulutku..
sampainya disanah, belum juga kami masuk ke dalam pantiasuhannya, terlihat fenomena yang mengganjal, ada sesosok manusia tinggi besar yang sedang menyapu membersihkan dedaunan yang jatuh dari pohon rindang..”astaga! apakah itu bayi sehatnya? apakah saking sehatnya tumbuh kumis di keleknya? apakah dia sedang di hukum karena merebut mainan dari temannya?” PLAK! ,isabet menamparku, “itu mah emang tukang sapu toil!” lagilagi isabet seolah tahu apa yang ada dalam pikiran batinku, apakah ini cinta sejati? kitapun berpelukan..
di dalam panti aku dan isabet menggoda balitabalita yang ada disana, bermain, gendonggendongan, cicilukbaan, kejarkejaran, gegelantungan, gosipgosipan, curhatcurhatan, hang out bareng, dan lain lain..
aku tidak bisa menggambarkan emosiku saat di panti asuhan itu..sedih karena melihat bayi yang kemarin lahir tapi sudah dikirim ke tempat ini, terharu karena mereka begitu enerjik, dan yang paling menggembirakan adalah mereka sangat gampang dekat dengan pengunjung seolaholah kita adalah ayahibu mereka..ternyata mereka butuh kepedulian kita, ternyata mereka butuh kehadiran kita, walau hanya sesaat di tempat itu, tapi kunjungan ini terasa sangat berkesan..
ps: jangan biarkan mereka menunggu, mari kita kunjungi mereka..