Featured

Ia adalah Inspirasi

Ia adalah engkau. Engkau adalah inspirasi. Awal mula kami bertemu adalah di dalam ruang. Ruang sama dan itu sempit baginya. Makanya ia terus bergerak, mencari-cari cara. Agar bisa terbang, tinggi, jauh, ke alam bebas. Ia datang, tiba-tiba sudah di depan mata. Ia berwajah manis, penuh senyuman. Sahaja. Sederhana. Sungguh. Aku pun jatuh pada tatapnya. AkuContinue reading "Ia adalah Inspirasi"

Merobohkan batas rutinitas sebagai ibu rumah tangga, dan berevolusi dengan langkah kecil…

“Di balik dinding rumah yang hangat, terkadang rutinitas harian bisa terasa seperti kurungan tak terlihat. Sebagai ibu rumah tangga, dedikasi kita seringkali tak terbatas, namun pernahkah hati kecil kita merindukan lebih dari sekadar daftar pekerjaan yang tak pernah usai? Inilah kisah tentang evolusi, tentang keberanian seorang ibu untuk merobohkan batas-batas rutinitas dan menemukan kembali cahayanya.Continue reading "Merobohkan batas rutinitas sebagai ibu rumah tangga, dan berevolusi dengan langkah kecil…"

Motherhood: A journey of healing and exploration.

The concept of Motherhood isn’t essentially about sacrificing yourself for your baby. Taking care of yourself in the first place isn’t selfishness, rather it is the most important thing to do if you analyse things from the futuristic perspective. Taking care of yourself is the first thing that you could actually do for your babyContinue reading "Motherhood: A journey of healing and exploration."

Pesan Dariku Buatmu Teman

Selamat melanjutkan pekerjaan, semoga menyenangkan Hai teman, buatmu yang sedang berkutat dengan pekerjaan. Asyik ada teman. Ya, aku menyapamu saat ini, teman yang ku kagumi. Aku kagum padamu, yang masih meneruskan berkegiatan. Engkau yang berdedikasi tinggi dalam menempuhnya. Engkau yang melakukan aktivitasmu dengan penuh senyuman, aku ingin mengungkapkan serangkai pesan. Semoga engkau berkenan, ya, teman.Continue reading "Pesan Dariku Buatmu Teman"

[Cerpen] Lion

Lion namanya. Pemuda berwajah manis yang ku temui pagi ini. Warna kulitnya sawo matang. Kedua pangkal alisnya hampir menaut dan sangat lebat. Alis hitamnya menjadi pusat perhatianku pertama kami bertatap. Mengapa? Karena ia tidak tersenyum padaku. Maka, ku mencari titik tatap yang membuatku tetap menfokuskan perhatian padanya. Agar ku tidak berpaling segera, darinya. Photo byContinue reading "[Cerpen] Lion"

Design a site like this with WordPress.com
Get started