Sore ini, saat hujan rintik rintik, aku sendiri menatap layar monitor. Ada yang bergemuruh di dalam dada. Endapan kristal yang bergemuruh yang tak mampu terbendung lagi, kini tumpah menguraikan kesedihan. Ada yang bergejolak di dalam jiwa. Semua beradu memainkan nuansanya…Dengan segenap hati kurangkaikan kata demi kata untuk mengobati kerinduanku. Kerinduan pada mereka yang kini entah di mana. Aku merasa kehilangan…sangat kehilangan! Karena itu, kucoba tuliskan rinduku, pada mereka yang dulu…
Ah, masih terekam dalam ingatan seorang ikhwan yang rela berjalan kaki sejauh 10 KM seminggu 2 kali untuk mengajar anak-anak kecil belajar membaca Al Qu’ran. Mengeja A Ba Ta Tsa. Berangkat pukul 2 siang dan kembali ke rumah selepas jam 8 malam. Atau “terpaksa” menginap di salah satu rumah penduduk lantaran jalan tidak memungkinkan, karena harus menyeberang sungai dan keadaan sedang banjir. Semua itu tanpa “gaji” dari manusia walau hanya sepeserpun.
Aku rindu ikhwan di sebuah kecamatan yang cukup pelosok yang sibuk lalu lalang kehujanan hingga sakit saat itu juga lantaran mengurusi Acara Kemah lomba antar TPQ se-kecamatan. Aku rindu seorang ikhwan yang pembicaraannya untuk urusan dakwah dan jihad, mengalakan pembicaraan tentang akhwat yang terasa bak bidadari surga sedang singgah dirumahnya, menyapa dengan seutas senyum manisnya.
Aku rindu, ikhwan-ikhwan yang rela kehujanan berjalan kaki untuk mendatangi sebuah majelis ilmu. Berjalan kaki 3 KM, 2 atau 3 orang atau bahkan hanya seorang diri. Walaupun kondisi jalan gelap gulita yang saking gelapnya tak mampu melihat orang yang ada didepannya. Pernah dia hampir bertabrakan dengan seorang ikhwan lain yang melintas didepannya sepulang dari sebuah acara. Ia berjalan hanya menggunakan “insting naluri” telah sering melewati jalan tersebut baik siang ataupun malam. Jangan ditanya jam pulangnya, paling cepat pulang dari tempat acara jam 11 malam.
Aku rindu, ikhwan-ikhwan yang hampir 2 minggu sekali berenang. Jangan dibayangkan berenang di kolam renang yang enak setelah itu disuguhi santapan pengganjal perut. Bukan!. Mereka melakukan renang di sungai yang cukup besar lagi dalam dengan aliran yang cukup deras pula. Tentunya lokasi jauh dari tatapan orang-orang yang lalu lalang. Jangan bayangkan pula menuju lokasi dengan mudah karena jalan sudah halus diaspal goreng. Mereka menuju lokasi dengan berjalan kaki pula dan harus mendaki dan menuruni sebuah bukit yang cukup tinggi dengan waktu perjalanan paling cepat 1 jam. Jalan yang dilalui hanyalah jalan setapak yang hanya cukup dilalui oleh seorang saja sehingga arus berjejer ke belakang. Sesekali pula melewati tepi jurang yang dalam yang jika terperosok ke dalamnya resiko paling ringan patak tulang. Perna 2 kali kejadian jatuh ke jurang dan ditemukan di pinggir sungai dengan diiringi lantunan Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Sesekali pula disaat renang diselingi dengan tarung diatas pasir di tepi sungai hingga salah satu diantara mereka menjadi pemenang turnamen.
Aku rindu, majelis muroja’ah hafalan, yang seminggu sekali setor untuk didengarkan tambahan hafalan tentang ayat-ayat yang menentramkan jiwa. Muroja’ah dengan penuh penghayatan. Seakan tidak ada kedamaian hati selain mengulang dan terus mengulang ayat demi ayat sambil berusaha mengingat dan meresapi arti dari ayat yang sedang diucapkan.
Aku rindu,!! Ikhwan ikhwan yang berusaha sekuat tenaga menjaga lisannya. Yaa menjaga lisannya dari mengucapkan kesanggupan melakukan sebuah amanah tetapi kenyataannya belum mampu dilakukan sesuai dengan batas waktu yang disanggupinya. Bukan hanya mengucapkan sanggup melakukan amanah dengan deadline waktu, tetapi lebih dari itu, berusaha melakukan amanah dengan hasil yang terbaik. Karena mereka sadar, amanah yang diembannya akan berimbas pada terbengkalainya rentetan amanah dakwah yang diemban oleh ikhwan yang lain.
Aku rindu, ikhwan lajang yang meluangkan banyak waktunya untuk kemakmuran masjid. Jika ingin mencarinya cari saja ikhwan tersebut di masjid nisacaya akan dijumpainya. Dan setumpuk rinduku pada ikhwan-ikhwan yang aku tak lagi berkenan untuk mengungkapkannya…..