Feeds:
Posts
Comments

Astrea

Seorang pelajar muda melangkah, cepat dan bergegas.

“Fiuh..hari ini tidak biasanya aku telat.. mudah-mudahan pintu gerbang belum tutup.” harapnya dalam hati.

Bangunan yang ditujupun terlihat di depan mata. Sebuah bangunan hijau sederhana, bertuliskan “SMA Negeri 8”. Sayup-sayup terdengar suara bel berbunyi dari kejauhan. Dia melihat seorang lelaki tua mendorong pintu gerbang dengan pelan, dan tanpa sadar berteriak,

“Pak, tunggu!”

Lelaki tua itu berhenti mendorong ketika melihat pemuda itu menghampirinya. Sambil tersenyum dia berkata,

“Lho, baru sekali ini saya lihat kamu telat nak.. kamu pasti Aries, yang selalu juara itu..”

Pemuda itu tersenyum dan berkata singkat, “Terima kasih Pak.” lalu berjalan ke dalam melewati gerbang.

“HEY TUNGGUUUUUUUUUUUUUU!!!”

Terdengar suara seseorang berteriak. Pemuda itu menoleh dan melihat seorang gadis dengan seragam sekolah yang sama dengannya berlari dengan cepat. Rambut panjangnya yang diikat menari tertiup angin. Dia melihat wajah lelaki tua itu mengeras dan menutup pintu gerbang dengan cepat. Sekilas, pandangannya kembali ke arah gadis itu, yang tiba-tiba penuh emosi.

“Kubilang..TUNGGU!”

Dan dengan sekali ayunan, gadis itu melompati pintu gerbang dan mendarat dengan sukses.. diatas pemuda itu.

“ADUH!!”

Pemuda itu jatuh terpelanting, dan kaki gadis itu tepat menginjak perutnya.

“Apa yang kamu lakukan???”, tanpa sadar pemuda itu berteriak, lalu dia berusaha bangkit dan membersihkan bajunya. Gadis itu terpana beberapa saat dan kemudian tersadar,

“Waaa…maafkan aku.. ini semua gara-gara bapak tua itu!”

Lelaki tua penjaga sekolah itu mendatangi mereka dan berteriak pada gadis itu,

“ASTREA! SUDAH TIAP HARI KAMU TERLAMBAT! DAN SEKARANG…”

Gadis itu memotong,

“TADI BAPAK MEMBUKA GERBANG BUAT DIA KAN??? KENAPA BUAT AKU NGGAK?” Wajahnya benar-benar penuh emosi sekarang, menunjuk pemuda itu. Lalu dengan sekali hentakan, dia bangkit dan berjalan, lalu menoleh dengan cepat,

“Gara-gara dia juara, dia boleh masuk. Itu tidak adil!”

Lelaki tua itu terdiam menyaksikan gadis energik itu melangkah cepat menuju kelas, lalu menggerutu dalam hati. Sementara pemuda itu juga terdiam dan bangkit, berjalan ke arah yang sama dengan gadis itu.

“Siapa dia? Anak yang menarik..”, pikirnya dalam hati.

To be continued 😀

Tak bisa menulis…

Sampai saat ini, kejadian menyedihkan dan patah hati yang membuatku terus menulis dengan lancarnya…

namun, ketika kondisi hati menjadi riang, dan ada yang mengisi hati ini… kenapa menulis rasanya susah sekali??

ternyata, baru kusadari…

kejadian-kejadian menyedihkan-lah yang membuatku terus menulis… ^_^

ada hobi baru yang ngebuat gw jarang ngapa2in lagi di waktu senggang (selain maen UNO ma anak2 ti05 tentunya ^_^)… yaitu facebook!!

lagi seneng2nya maen facebook niy.. mengalahkan keinginan maen friendster… coz disini banyak hal yg bisa didapet..

gak hanya bisa ngirim2 testi, di facebook gw juga bisa post out, maen game2 lucu n chatting antar temen… seru abiz deh pokoknya..

ad gw yak di facebook ^_^

 

Tahukah kamu seperti apa rasanya patah hati? Kata orang, patah hati seakan menjadikan runtuh langit itu, pecahannya menghujam dada, perihnya pun tak tertahankan, membuat diri ingin mati saja.

Tapi patah hatiku tidaklah begitu.

Bermula dari sebuah panggilan telepon yang tak pernah terkira akan menjadi pertanda kiamat kecil bagiku. Karena saat gadis itu meneleponku, tak ada nada yang berubah pada suaranya. Kami lalui waktu dengan perbincangan seperti biasa, sekedar bertanya kabar dan berbagi tentang apa yang kami lakukan hari ini. Dan seperti biasa pula, akulah yang pertama menyudahi pembicaraan itu. Akulah yang biasanya menutup telepon terlebih dulu. Tak peduli apakah dia, atau aku yang menelepon.

Namun sekitar sedetik setelah kuucapkan salam, ia menahannya. Dengan runtun kalimat yang menjelma bagai maut.

“Tunggu,” ujarnya. “Ini akan menjadi telepon terakhirku untukmu. Aku akan menikah bulan depan. Prosesnya cepat sekali. Aku bahkan tidak mengenalnya sebaik aku mengenalmu. Aku sedemikian gugup hingga tak tahu kapan harus memberitahumu tentang hal ini.”

Dan mengapa, setelah ia katakan itu, dunia serasa bergerak lambat? Mengapa seakan saat itu aku berdiri sendiri tanpa satu pun manusia lain di bumi? Lalu kenapa aku merasa tulang-tulangku lolos dari tubuh ini?

Ini adalah manipulasi terhadap jiwa. Karena tak pernah sedetik pun aku merasa mencintainya. Bukankah aku tak pernah memikirkan dia? Setidaknya setiap aku mengingatnya, yang ada hanyalah perasaan sebagai seorang teman biasa.

Hubunganku dengannya terwakili oleh SMS, telepon, dan ruang-ruang pribadi pada Yahoo Messenger. Ia pun menyambutnya dengan kebaikan yang terasa tulus bagiku. Dan aku sangat menyadari, bahwa akulah yang selalu memutus percakapan terlebih dulu. Selalu seperti itu. Ia seakan tak mau dan tak sanggup menyudahi pembicaraan kami, baik dalam SMS, telepon, maupun ruang-ruang pribadi pada Yahoo Messenger. Karena itulah dia seperti selalu terdiam dan menunggu. Menunggu hingga aku mengucap salam dan pergi.

Suaranya kini terdengar begitu jauh. “Aku hanya ingin menanyakan hal ini. Pernahkah kau melihatku? Adakah kau sadar bahwa aku selalu ada di sisimu?”

Aku pun ingin bertanya padamu. Apakah air matamu jatuh saat kau katakan itu? Karena itu yang sedang terjadi padaku.

“Kumohon jawablah.”

Tidak bisa. Aku adalah lelaki. Aku tidak seperti dia, yang begitu mudah mengungkapkan perasaannya. Yang mudah menangis hanya dengan menonton film drama bodoh, yang sering tertawa bahkan saat cerita yang kusampaikan tidaklah begitu lucu.

Tidak bisa. Egoku terlalu besar untuk menjawab pertanyaannya. Aku tak bisa mengakui bahwa hanya dialah yang kuhubungi saat aku merasa lelah, kesal, dan marah. Di saat aku senang maupun berduka. Aku tak bisa mengakui bahwa namanya lah yang kucari pada daftar phone book di telepon selularku.

Itu pasti bukanlah cinta. Karena aku hanya butuh seseorang untuk berbagi. Itu saja.

“Baiklah, aku harus pergi sekarang,” ia berkata dengan perlahan, seakan memberiku kesempatan untuk berkata sesuatu. “Aku akan mengirim undangan pernikahanku lewat pos. Aku tak bisa menghubungimu sesering dulu. Tak mungkin bisa, karena aku sejatinya akan mempunyai seorang teman yang kelak benar-benar bisa melihatku dan menghargaiku. Dan apakah kau tahu? Aku terkadang masih berharap bahwa itu adalah kau.”

“Tapi kau tetap, adalah teman baikku,” katanya dan kurasakan ia tersenyum. “Selamat tinggal.”

Ia menutup telepon. Selama ini, ia tak pernah melakukan itu. Selalu aku, aku yang harusnya menutup telepon terlebih dulu.

Dan apakah kau tahu? Aku terkadang masih berharap bahwa itu adalah kau.” Kata-kata itu masih terngiang. Dan aku pun masih berdiri dengan ponsel di telinga. Menunggu kau datang ke hadapanku dan tertawa, mengatakan bahwa ini semua adalah lelucon. Tolong katakan padaku, kau tadi becanda.

Tapi ia tak kunjung datang. Tak pernah lagi menghubungi. Dan nyata-nyata kusadari bahwa aku merindukannya. Merindukan ia yang sebentar lagi akan menjadi milik orang lain untuk selamanya.

Maka apakah ini cinta?

Tahukah kamu seperti apa rasanya patah hati? Kata orang, patah hati seakan menjadikan runtuh langit itu, pecahannya menghujam dada, perihnya pun tak tertahankan, membuat diri ingin mati saja.

Tapi patah hatiku tidaklah begitu.

Aku telah patah hati sebelum kusadari bahwa aku mencintainya. Tolonglah aku, karena rasanya lebih sakit dari itu semua.

from rarasati.multiply.com

:-

Seperti apakah seseorang yang kau namakan soulmate itu?

Apakah dia benar-benar mirip dirimu, sangat persis kepribadiannya, hingga kau bisa berkaca padanya?

ataukah, seseorang yang sangat berbeda denganmu, orang yang hobi, gaya bicara, dan pergaulan yang sangat berbeda, namun dapat melengkapi segala kekuranganmu, dan kau merasa hatimu dan dia adalah satu?

ataukah, seseorang yang benar-benar mengerti dirimu? yang selalu ada disaat kau membutuhkan, yang selalu perhatian padamu? yang benar-benar menyayangimu?

ataukah, semua orang yang menjadi sahabat kita adalah soulmate?

ataukah, soulmate itu tidak ada?

Urgh…

Serentetan kata-kata seorang teman membuat gw bertanya-tanya, is life just like that??

Memang impian semua orang untuk memiliki hidup yang sempurna, bahagia, dan yah, normal..

Lulus kuliah dengan IPK nyaris 4, bekerja di perusahaan bonafide dengan gaji dollar kalau bisa, menikah, punya anak, terus berkarir hingga menjadi direktur, lalu menjadi tua, pensiun, bermain dengan cucu, dan akhirnya meninggal, sembari mengharapkan surga…

impian semua orang yang ingin hidupnya normal…

tapi…

is life just like that???

or maybe, life is just like that…

Berkat pinjaman seorang teman, akhirnya gw nonton juga tu yang namanya Prison Break n Heroes (klo yg ini siy emang tayang di Trans7)… parah bgt yak baru nonton sekarang, hehe.. 

Kesan2 gw setelah nonton? Kuereeeeeennn abiissss… Palagi yang namanya Heroes… Karakter2nya oke banget… tokoh antagonisnya (si Sylar), bener2 cocok banget jadi orang jahat,, tampangnya itu loh… merinding gw setiap kali ngeliat mukanya,, Prison Break juga oke, bener2 ngegambarin cara cerdas buat kabur dari penjara…

Emang “sinetron” sono lebih qualified dibanding kita2… SInetronnya aja keren gitu, palagi filmnya… Indonesia harus belajar ngebuat sitkom kayak Heroes/Prison Break deh…

nihongo noryoku shiken

7 desember besok… gw akan mengambil test level 4 noryoku (semacam TOEFL bahasa jepang)…

huaaaaa.. mesti siap2 niy…

doakan gw yak!! ^_^

Tepat setelah film itu berakhir, dan theme song Laskar Pelangi by Nidji dilantunkan, beberapa penonton bertepuk tangan, termasuk gw…

GREAT! Salah satu film Indonesia yang sangat bagus menurut gw… Akting yang alami, theme song yang keren, keindahan alam Belitong yang memanjakan mata, dan penceritaan yang menyentuh membuat gw terus menerus ngakak n terharu, berganti-ganti, sepanjang film berlangsung…

walaupun beberapa bagian berbeda dari buku, but it’s worth it… buat yg belom nonton, nonton gih! ^_^

thanks flexy!!

wua..

flexy lagi promo gila2an niy..

asik2…

bayangin aja, gratis sesama flexy!! dah gitu, gratis di menit ke 3 ke sesama operator lagi..

bayar pulsa gw berkurang dey.. hehe

tengkyu flexy!!

Design a site like this with WordPress.com
Get started