Seorang pelajar muda melangkah, cepat dan bergegas.
“Fiuh..hari ini tidak biasanya aku telat.. mudah-mudahan pintu gerbang belum tutup.” harapnya dalam hati.
Bangunan yang ditujupun terlihat di depan mata. Sebuah bangunan hijau sederhana, bertuliskan “SMA Negeri 8”. Sayup-sayup terdengar suara bel berbunyi dari kejauhan. Dia melihat seorang lelaki tua mendorong pintu gerbang dengan pelan, dan tanpa sadar berteriak,
“Pak, tunggu!”
Lelaki tua itu berhenti mendorong ketika melihat pemuda itu menghampirinya. Sambil tersenyum dia berkata,
“Lho, baru sekali ini saya lihat kamu telat nak.. kamu pasti Aries, yang selalu juara itu..”
Pemuda itu tersenyum dan berkata singkat, “Terima kasih Pak.” lalu berjalan ke dalam melewati gerbang.
“HEY TUNGGUUUUUUUUUUUUUU!!!”
Terdengar suara seseorang berteriak. Pemuda itu menoleh dan melihat seorang gadis dengan seragam sekolah yang sama dengannya berlari dengan cepat. Rambut panjangnya yang diikat menari tertiup angin. Dia melihat wajah lelaki tua itu mengeras dan menutup pintu gerbang dengan cepat. Sekilas, pandangannya kembali ke arah gadis itu, yang tiba-tiba penuh emosi.
“Kubilang..TUNGGU!”
Dan dengan sekali ayunan, gadis itu melompati pintu gerbang dan mendarat dengan sukses.. diatas pemuda itu.
“ADUH!!”
Pemuda itu jatuh terpelanting, dan kaki gadis itu tepat menginjak perutnya.
“Apa yang kamu lakukan???”, tanpa sadar pemuda itu berteriak, lalu dia berusaha bangkit dan membersihkan bajunya. Gadis itu terpana beberapa saat dan kemudian tersadar,
“Waaa…maafkan aku.. ini semua gara-gara bapak tua itu!”
Lelaki tua penjaga sekolah itu mendatangi mereka dan berteriak pada gadis itu,
“ASTREA! SUDAH TIAP HARI KAMU TERLAMBAT! DAN SEKARANG…”
Gadis itu memotong,
“TADI BAPAK MEMBUKA GERBANG BUAT DIA KAN??? KENAPA BUAT AKU NGGAK?” Wajahnya benar-benar penuh emosi sekarang, menunjuk pemuda itu. Lalu dengan sekali hentakan, dia bangkit dan berjalan, lalu menoleh dengan cepat,
“Gara-gara dia juara, dia boleh masuk. Itu tidak adil!”
Lelaki tua itu terdiam menyaksikan gadis energik itu melangkah cepat menuju kelas, lalu menggerutu dalam hati. Sementara pemuda itu juga terdiam dan bangkit, berjalan ke arah yang sama dengan gadis itu.
“Siapa dia? Anak yang menarik..”, pikirnya dalam hati.
To be continued 😀