Sekarang hari Rabu, 10 Agustus 2011. Besok genap 2 minggu sejak pertama kali kejadian air ketuban gw rembes. 2 minggu harus bedrest di rumah sakit, KMC dan sekarang Harapan Kita. KPD istilahnya, Ketuban Pecah Dini. Kemarin genap 26minggu usia kandungan gw. Puji Tuhan dedek dan gw sehat.
Ngga sedikit yang gw alami selama 2 minggu ini. Udah belasan tusukan di tangan kiri dan kanan, dua kali spekulum, serangkaian usg, naik ambulance, masuk ugd, dsb. Itu hal-hal medisnya. Hal-hal yang menyangkut mental dan emosional pun beragam. ART yang mendadak mudik, urusan rumah yang terbengkalai, urusan kantor, dan yang paling terasa adalah kangen sama Alexa! I missed her first ballet class.. And I just miss her so much!!
Gw mengisi waktu dengan macam-macam cara. Awalnya masih bisa nonton tv karena masih ada tv kabel. Tapi saat pindah ke HarKit, hanya ada tv lokal. Mulailah beli majalah, tabloid dan TTS. Tapi cepet bener bosennya. Rasanya sebentar juga abis. Mau minta dibawain novel, lupa-lupa terus. Pikiran masih bercabang kemana-mana, termasuk pikiran bahwa akan bisa pulang dalam waktu dekat, bikin gw berpikir ga usahlah cari-cari kegiatan, toh akan segera pulang.
Hari Senin 8 Agustus usg lagi. Hasilnya baik, indeks air ketuban naik dari 4,2 menjadi 5,1. Dengan hasil ini, semakin menggebu-gebu pikiran akan bisa pulang hari Selasa. Alhasil, hari Selasa mulai rapi-rapi barang di laci. Awi pun nunggu dari sejak penjaga malam harus keluar pagi jam 6, sampai jam besuk siang. Nyatanya, dokter belum menyarankan pulang. Dia masih harus liat kondisi 3 hari ke depan. Sedih? Lumayan..
Sejak hari Minggu sudah dibawain laptop sama Awi, supaya gw bisa nonton dvd. Alexa hanya bisa datang wiken, karena jam besuk ketat, kalo ngga datang pas jam 5, 2 jam berlalu sangat ngga terasa. Gw sadar, Awi juga pasti lelah luar biasa dan ga mungkin di wikdeis dia harus ijin pulang awal hanya karena mau ajak Alexa jenguk gw. Ga baik juga untuk Alexa kalo setiap hari ke rumah sakit. So, dvd lumayan bisa membuat waktu berjam-jam berlalu dengan sedikit lebih cepat.
Nyatanya, selesai mandi pagi ini, gw mendapati bahwa tetesan air ketuban itu masih keluar.. Maka meski dokter pagi tadi mengatakan boleh mobilitas ke kamar mandi dan bahwa ada kemungkinan yang keluar itu bukan lagi cairan ketuban, gw minta ke suster supaya bedrest lagi, BAK dengan pispot lagi, dan mereka mendukung.
Positive thinking is another thing.
Termasuk, menjaga agar tetap positive thinking juga bukan hal mudah. Gw belajar dan mendengar dan menyadari bahwa menjalani bedrest ini bukan hal mudah dan mungkin akan berlangsung lama. Gw mendapat dukungan luar biasa dari banyak teman dan itu menyadarkan gw dari hari ke hari, dan membawa gw pada pertahanan yang lebih kuat. Gw akan jalani ini. Kalau dengan bedrest maka cairan ketuban gw bertambah, akan gw jalani. Kalau dengan bedrest maka anak dalam kandungan gw akan bisa terus bertahan sampai cukup bulan bahkan sampai di bulan kesembilan, akan gw jalani. Tuhan pasti menolong gw dan bayi ini. Pasti!! Tangan-Nya pasti akan bekerja lewat banyak cara. Gw hanya harus percaya dan pasrah dan melakukan yang terbaik. Semua ada dalam tangan-Nya.
Hang in there, baby. We can do it!!