h1

[Coretan Orang] Alasan Karyawan Sering Pindah Kerja

February 16, 2010

Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, “Bill Gates” dari India (terbitan Mizania 2007). Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India .

Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana. Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tigkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS. Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan? Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi.

Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini. Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.

Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. “Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru”, katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini. Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi.

Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules. Penemuannya adalah sebagai berikut: Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules. Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus – dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya. Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit. Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos. Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu.

Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti – biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu. Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan. Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan).

Dari:  Fupei.com

h1

Coretan Kedua

February 14, 2010

Yup seperti nama judulnya, tulisan berikut bisa dibilang lanjutan dari coretan yang pertama.  Untuk suasannya mungkin sedikit berbeda tetapi tidak terlalu jauh, suasana saat ini di dalam kamar, ditemani oleh sebuah tv yang sedang bisu karena sedang malas aku nyalakan dan di luar jendela kamar terlihat daerah Pondok Indah sedang hujan tidak begitu lebat tetapi membuat suasana malam ini menjadi nyaman untuk hibernasi. 😀

Nah sekarang rasanya ingin sedikit mengupas lanjutan dari coretan pertama. Hari ini tidak terasa lebi hari dua tahun(6 buland) bergelut dengan dunia AS/400.  Selama dua tahun ditempa, dibanting, digulung, sampai hampir di-“gantung” karena masuk dengan dunia AS/400. Dimulai sebagai tukang reparasi H/W (baca:  service engineer biar sedikit keren) dan harus bisa menjadi customer engineer juga. Kenapa kedua posisi ini tidak lepas satu sama lainnya? karena letak dari hasil kepuasan pelanggan tercermin dari hasil kerja dilapangan dan mau tidak mau citra perusahaan langsung menambah beban dipundak, inilah yang saya maksud dari kata di-“gantung”. Di satu sisi harus menunjukkan keahlian untuk problem solvong secara h/w tetapi tidak menutup kemungkinan problem solvong s/w juga masuk dan di sisi lain harus bisa “menjual” company value di mata pelanggan. Dan selama dua tahun, tidak tahu kenapa otak yang ada di kepala seperti “buku” yang sedang berjalan. Dimana ada call problem, otak sudah terformat untuk membuat rute solusi dengan sendirinya.

Hmmm…  selama dua tahun membuatku berpikir sampai kapan aku seperti ini? aku harus bergerak maju jika ada tawaran yang menarik yang datang. Dan tidak lama kemudian ada tawaran yang lumayan bagus. Tanpa pikir panjang, kesempatan itu pun langsung ku ambil walaupun meninggalkan sedikit “kontrofersi”.  Tapi tak mengapalah, yang penting aku bisa maju dahulu karena kadang kala kesempatan  tidak akan datang untuk kedua kalinya walaupun kita tahu bagaimana membuat jalan menuju kesempatan itu, dan untuk pikiran dan urusan yang lain bisa dipikir paralel “belakangan”.

Dan sekarang saya mencoba pengalaman baru sebagai system engineer AS/400 dan untuk sekarang saya di libatkan ke dalam sebuah pilot project. Dimana dalam project ini saya dialaihfungsikan sebagai System Admin untuk AS/400. Disini pun saya tanpa disangka mendapat hal-hal baru yang bisa dikatakan jarang di temui di kantor yang lama. Di sini, saya akan lebih sering berurusan dengan tim-tim yang lain dan berbeda platform tentunya.

…. (bersambung ke coretan selanjutnya)

h1

Sempitnya dunia (bagian 2)

August 8, 2009

Hmm, udah lama nih saya tidak menuliskan sesuatu dalam pikiranku saat ini. Entah itu hal-hal besar yang biasa dijumpai atau hal-hal kecil sepele yang diremehkan.

Yups! Dimulai dari postSempitnya dunia” yang sebelumnya bagaimana bisa bertemu dengan teman lama sejak SD dan pertemuannya pun tidak disangka-sangka. Dan sekarang akan kutulis lanjutan dari kisah ini.

Dimulai dari sepulang kerja sekitar pukul 1 siang dan berjalan pulang menuju ke kosan di bilangan  Arteri PI ada perasaan yang membawaku harus menuju ke warung internet hanya untuk memeriksa email (entah dari email kantor, yahoo, atau sekedar memeriksa account Facebook-ku) sebentar.

Setelah kulihat-lihat inbox email kantor dan yahoo ternyata isinya tidak ada yang istimewa. Tetapi ada hal yang membuatku terkejut membuatku penasaran saat membuka inbox account Facebook-ku, siapakah gerangan nama yang tidak lagi asing kubaca tetapi sudah lama menghilang. Dan ku baca email ini :

July 21 at 12:28pm

Dit, inunk nih..
Aku juga di jkt, aku kerja di standard chartered bank… di sudirman…

Dita, sms ato telp aku yah 0856-9147-xxxx.
ato esia 021-9278xxxx “

(Redaksi: nomer telepon sebagian di-sensor untuk menjaga privasi dari yang bersanggkutan)

Astagfirullah, ini dari Ainur Rahmani Parahita, dan biasanya dipanggil “INUNG” (kok bisa yah dipanggil “inung”? ). Yah, sesuai isi-nya dari email tersebut, inung mengabarkan kalau dia berada di Jakarta, dan setelah agak telat untuk ngobrol panjang lewat telpon, aku merasa kalau dunia ini semakin sempit saja. Kenapa kok semakin sempit? yah bisa dibayangkan aku sudah bekerja di Jakarta 2 tahun, Inung  sendiri sekitar 3 tahun dan kemudian lokasi dimana Inung setiap harinya kerja dan tinggal (nge-kos) tidak jauh dimana tempat tidak sering kulewati dibilangan Bendungan Hilir-Sudirman.

Alhamdulillah ya Allah masih dipertemukan dengan orang-orang yang tidak disangka-sangka kehadirannya yang membuat hari-hari lebih berwarna-warni.

PS: Posting selanjutnya InsyaAllah berisi bagaimana pertemuan bertiga dengan Tjondro dan Inung pertama kali setelah sekitar 10 tahun tidak bertemu.  🙂

h1

[Nice Try]: Tambahan yang lumayan

March 29, 2009

Bagi yang belum tahu dan belum ikut, saya perkenalkan program “Bisnis 5 Milyar”, hanya dengan modal Rp.180 ribu. Kedengarannya tidak masuk akal, namun tidak ada salahnya kita mempelajari dan mencobanya. KLIK di sini: http://www.bisnis5milyar.com/?id=ardhitanugroho

Setelah mempelajari dengan seksama sistemnya, maka beberapa hari lalu saya memutuskan untuk ikut gabung jadi member. Motivasi saya adalah “iseng-iseng berhadiah”…hehehee. Kalau mau balik modal cari saja member baru 4 orang. Kalau mau dapat laba, maka jalankan sistemnya dengan benar dan tekun.

Untuk rekan-rekan, sebelum memutuskan ikut gabung, BACA DULU BAIK-BAIK segala informasi dan keterangan sistemnya. Agar tidak boros waktu dan lebih mudah diteliti atau dipelajari di komputer pribadi di rumah, silakan KLIK dan Copy Paste atau Save As semua data di website replika saya di sini: http://www.bisnis5milyar.com/?id=ardhitanugroho

Perhatian: websitenya aman. Jangan takut ada serangan virus saat mengunduh data-data di website di atas. System ini juga bebas dari tipu menipu. Jika baca dengan seksama, sistem ini mudah dipahami.

Setelah mempelajarinya dan merasa yakin, maka segeralah putuskan untuk ikut bergabung. Sudah banyak yang ikut dan memperoleh manfaat dari program ini. Program ini akan terus bergulir bagai bola salju selama dunia internet masih ada.

h1

[Suara Pembaca]: “Kok ga update lagi?”

September 4, 2008

Assalamualaikum,,,
Sebelumnya maaf ke para pembaca yang “mengeluh” kalau blog ini akhir-akhir ini terbengkalai.

# Pertama
Dari pertengahan Agustus ’08 penulis diharuskan untuk masuk rumah sakit. Ini lah awal dari tidak tersentuhnya lagi blog ini. Dan selama proses penyembuhan “sang” penulis tetep ingin berbagi cerita selama dalam kondisi sakit. Tapi mending tidak usah deh. 🙂 yang penting bisa sembuh kembali dan memakan waktu hingga lebih dari 2 minggu untuk sembuh lagi.

# Ke-2
Setelah sembuh, jari sudah mulai ingin sekali menulis di blog. Tapi apa daya, ada suatu penyakit lam yang sedikit kambuh, Hwehehe penyakit “malas” :p. Terlalu banyak yang harus ditulis sampai-sampai bingung sendiri harus mulai dari mana.

# Ke-3
Setelah masuk kantor-pun penyakit malas nge-blog sudah hilang. Tapi apa daya, Leptop “pinjaman” kantor mulai ada penyakit juga. Jadi usaha untuk nge-blog tertahan beberapa hari.

# Ke-4
Awal September, “mas, kok blog-nya ga diupdate lagi?”. Setelah mulai ada yang komplain yah mau tidak mau kudu mulai lagi senam jari untuk terus update blog ini.

Sebenarnnya mungkin ini adalah sebagian dari beribu alasan untuk menutupi sifat “malas”. Sebelumnya Maaf dan terima kasih sebelumnya atas offline masukan teman-teman dan akhirnya bisa nge-update blogku yang selama ini belum tersentuh lagi.

Design a site like this with WordPress.com
Get started