WISATA CANDI
Beberapa waktu yang lalu, aku sempat mengunjungi daerah Yogyakarta dan Surakarta. Tapi karena dari kemarin2 sedang malas, makanya baru sekarang berniat menuliskannya di blog. Perjalanan kali ini mengangkat tema ‘Wisata Candi’. Tadinya sih mendapat perintah untuk mengunjungi candi-candi besar seperti Prambanan dan Borobudur. Tetapi mengingat birokrasi yang lumayan ribet dan waktu yang mepet, akhirnya aku mencoba untuk mencari alternative candi-candi lain.
Coba ke candi itu deh.. Ujar seseorang. Candi itu ? Candi apaan ? Maklumlah, sebagai seorang creative yang katanya tidak tajam (emang silet), aku tidak mengerti dan tidak tahu apa yang dimaksud dengan candi itu (paranormal kali cuma dikasih petunjuk itu langsung tahu..hehehe). Gw lupa namanya, tapi candinya bagus.. Aku cuma bengong. Petunjuk yang sangat membantu kali ya menurutnya..
Setelah bertanya ke sana kemari, ke orang-orang yang sudah pernah menjelajahi candi-candi lain, akhirnya aku memasukkan 3 candi ke dalam itinerary perjalanan kali ini yaitu candi ratu boko, candi sukuh dan candi ceto.

Kata orang-orang dan menurut artikel yang aku baca di internet, waktu yang tepat untuk mengunjungi candi ratu boko adalah menjelang sunset atau sunrise tapi dengan catatan cuaca lagi bagus. Sayangnya ketika aku ke sana, cuaca sedang mendung. Tapi tetap saja aku merasa kagum dengan candi ini. Walaupun kebanyakan sudah hancur,tapi masih terlihat sisa-sisa kejayaannya di masa lampau. Candi yang dulunya terdiri dari 5 kompleks ini merupakan kraton atau tempat tinggal. Beda kan dengan Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang dulu fungsi utamanya adalah sebagai tempat suci atau ibadah. Yang muncul dalam benakku ketika melihat kompleks candi ini adalah dulu gimana ya rasanya tinggal di sini. Soalnya luas dan jarak dari satu tempat ke tempat lain cukup jauh. Selain itu, yang membuat aku selalu kagum dengan candi adalah kerapian mereka dalam membuat candi. Potongan batu sangat rapi dan susunannya juga benar-benar teratur. Belum lagi detail-detailnya.. Pantas saja untuk membangun sebuah candi dibutuhkan waktu yang lama. Beda dengan sekarang, dalam waktu singkat bisa saja di sebuah lahan yang tadinya kosong sudah berdiri mall. Ga tau karena sudah canggihnya zaman sekarang atau karena pengerjaan yang asal-asalan. Menurut kalian?
Candi Sukuh juga candi yang sangat unik. Liat saja bentuknya, seperti piramida. Sangat berbeda dengan candi-candi lain. Ada sebagian orang yang menyebut candi ini candi porno karena di candi sukuh ini, kita akan banyak menemukan relief yang menggambarkan phallus (penis) dan vagina. Ada juga yang menyebutnya sebagai candi kesuburan. Konon kabarnya,candi ini juga dipergunakan untuk mengetes seorang wanita masih perawan atau tidak. Cerita ini juga dikuatkan oleh seorang guide wanita yang sedang membawa tamu dari norwegia saat itu. Katanya kalau yang naik ke candi masih perawan, dia akan masuk dan keluar melalui jalan yang sama tapi jika sudah tidak perawan maka jalan masuk dan keluarnya akan berbeda. Agak tidak masuk akal sih menurut kita, karena akses menuju ke atas candi cuma satu. Tapi lagi-lagi kata guide itu dulu hal itu pernah terbukti ketika dia membawa tamu wanita. Karena kita sudah sempat naik dan aku serta mb’wulan naik dan turun dari jalan yang sama, kita jadi penasaran. Dan tamu norwegia itu menantang sang guide wanita untuk naik ke atas tapi dia menolaknya. Dengan alasan ‘’oow..that’s not polite sir.. Hmmm.. berarti… Warna batu di candi ini juga beda. Jika di candi lain kita akan melihat candi terbuat dari batu-batu yang berwarna hitam, kalau di sini kita akan menemukan warna merah. Semakin membuat candi ini berbeda dengan saudara-saudara candinya yang lain.
Dan candi terakhir yang juga special adalah candi ceto. Perjalanan menuju candi ini sangat indah. Kita akan melewati perkebunan hamparan perkebunan teh yang berada di kaki gunung lawu. Tapi sayangnya, karena buru-buru kita tidak sempat foto-foto di perkebunan ini. Dan hal ini masih membuat aku menyesal sampai sekarang…hikss..
Mengunjungi candi ini, aku merasa seperti di negeri di atas awan.Gimana engga, kita benar-benar berada di atas awan karena candi ini memang terletak di tempat yang tinggi. Dari sini kita bisa menikmati pemandangan yang sangat indah. Sayangnya, karena lokasinya yang jauh,belum terlalu banyak wisatawan yang berkunjung ke sini. Padahal akses jalan menuju ke sini sudah bagus.
Berkepala Dingin
Tadi pagi, ketika aku membaca bacaan yang berjudul ‘cooler heads’ membuat aku tersenyum sendiri dan ingat betapa bodohnya aku yang semalam ngomel panjang x lebar = luas. Aku jadi ingat kata-kataku sendiri yang menganggap dia (refers to him yang membuat aku ngomel-ngomel) selalu mengucapkan sesuatu tanpa dipikir dan disaring terlebih dahulu dan buntutnya membuat orang-orang yang ada disekitarnya semakin tidak menyukainya. Hei.. dengan ngomel-ngomel aku menjadi seperti dia. Ga baik nih buat kesehatan.. hehehe..
Emosi yang memuncak membuat seseorang sering mengeluarkan kata-kata yang dianggap mampu mewakili kondisi perasaannya saat itu. Berbagai umpatan, makian, caci maki dan koleksi binatang-bintang langka dianggap sebagai perumpaan yang tepat untuk menggambarkan orang yang menyebabkan emosinya memuncak.
Aku jadi ingat kejadian setahun yang lalu, pada saat mottoku adalah kobarkan jiwa penjahat, kibarkan bendera perang. Kondisi yang membuat aku selalu menjadi pemberontak yang kabur-kaburan dari tanggung jawabku dan selalu menghilang pada saat ada orang yang mencari aku sebagai wujud rasa tidak suka terhadap ‘ketidakadilan dan kebutaan’. Tapi pada akhirnya aku sadar, semua tindakanku saat itu justru membuat kondisi semakin buruk dan malah memojokkan diriku sendiri. Kenapa ga dari awal aku sadar, bahwa ‘kejahatan’ tidak selalu harus dibalas dengan ‘kejahatan’ dan kecurangan tidak harus selalu dibongkar oleh orang yang dicurangi. Prinsip ‘roda selalu berputar’ akan terjadi dengan sendirinya walaupun aku sadar, aku sering merasa kapan sih si roda itu berputar ? Kenapa sih orang-orang tidak melihat kecurangan dan penipuan yang ada di depan mata mereka sendiri ? Masalah kecil selalu dibesar-besarkan sedangkan masalah besar sangking besarnya sering terluput dari pandangan mata mereka.
Dari ‘cooler heads’ aku menemukan pernyataan bahwa seseorang yang bijaksana akan selalu berpikir sebelum mengeluarkan perkataan-perkataannya dan dia hanya akan mengeluarkan perkataan-perkataan yang akan menolong pada situasi tersebut. So, kalau memang perkataannya justru akan membuat situasi menjadi keruh, pasti ga bakalan dikeluarin. Dan orang yang sudah dewasa (mature) dalam segala hal akan tetap tenang menghadapi konflik dan masalah yang muncul. Ini adalah bukti bahwa dia bisa menjadi orang yang bisa diandalkan (bisa jadi pemimpin yang menjadi contoh dan panutan serta bisa menenangkan anak buahnya tanpa membuat anak buahnya menjadi lebih tertekan) Andaikata dia (still refers to him) membaca bacaan ini.
The next time you become angry, stop and prayerfully reflect for a moment. Remember, cooler heads prevail. And the best time to stop an argument is before it starts.
Sandal jepit juga pengen eksis..
Ceritanya, weekend kemarin nyaris tidak berencana ngapa-ngapain karena lagi-lagi hujan mengguyur ibukota. Untungnya, pagi berhasil mengajak miss ungaran untuk berolahraga ria sehingga selain hujan, mengucur juga si keringat. Sempat punya niat mulia untuk secepatnya ke kantor dan menyelesaikan semua script, operational rundown dll tapi harus ditunda karena si malas yang mengajak untuk leha-leha dulu aja. Janjian ke ambasador ama butet tapi lagi-lagi tertunda karena aku ketiduran sampai 2 jam (niat amat ketidurannya) dan akhirnya rencana ke ambasador dibatalkan. Sempat juga janjian mau ketemuan sama si kindel tapi karena udah malam dan hujan terus mendingan ga usah, kasian dia jauh-jauh dari ciledug berhujan-hujan ria seperti di film india hanya demi seplastik abon.
Tiba-tiba si ayao nelpon dan ngajak ke sebuah tempat yang memiliki motto ‘the best meeting point’ okelah.. aku mengiyakan ajakannya. Tak lama butet juga nelpon dan mengajak ke tempat yang sama. Akhirnya aku bersiap-siap untuk memenuhi ajakan mereka. Hmmm.. pake baju apa ya? Kaya mau pergi kemana aja sampai bingung. Berhubung hujan, akhirnya aku memilih make celana yang nyantai aja, pake kaos dan jaket dengan dominasi warna hijau pada malam itu. Okelah..tinggal nunggu kabar dari mereka aja. Ayao nelpon ngasih tau kalau dia udah hampir nyampe. Aku bergegas keluar dari sarang persembunyian. Saat itu, hujan masih turun walaupun udah tidak terlalu deras. Berhubung aku malas bawa payung, aku memilih untuk sedikit berbasah-basahan saja. Aku berjalan dengan santai.. nikmat juga jalan dalam suasana seperti ini walaupun kalau kelamaan bisa bikin masuk angin dan kaki belepotan. Yups.. jalanan becek saudara-saudara.. mana ga ada ojek lagi. Oops.. di depan ada genangan air. Dengan santai aku melompatinya sambil melihat ke arah kaki. WHAAAATTT?? kok aku pake sandal jepit ya ?? YUPS.. sandal jepit swalow warna ijo yang biasa aku pake kamar mandi.. Yaelah cin.. emang matching sih sama nuansa wardrobe malam itu, cuma kok ya mau ke mall pake sandal jepit. Apa kata pers.. ?? Aku udah hampir ngakak menertawakan ketololanku sendiri. Tapi karena saat itu ada sepasang merpati yang sedang berjalan di depanku, akhirnya aku cuma jalan sambil nutup mulut dengan ujung jaket. Geli banget.. mungkin saat itu mukaku udah merah padam menahan ketawa. Begitu nyampe di mobil ayao, aku buka pintu dan langsung meledaklah tawaku. Ayu sampai bingung..kenapa lu?? Aku cuma bilang, sandalku malam ini eksis banget. Dan begitu dia liat, dia langsung ngakak.. itu kan sandal kamar mandi lu kan.. HAHAHAHAHAHA.. akhirnya kami cuma ngakak. Untungnya butet berbaik hati meminjamkan sandal ala gladiatornya malam itu. karena katanya mereka ga sudi bawa aku jalan-jalan dengan sandal kamar mandiku. Pantesan aja dari tadi aku jalan rasanya nyamaaaaan banget.. pake sandal jepit..
Maafkan aku sandal jepit hijau yang baik hati dan tidak sombong.. bukan aku ga sayang bukan aku ga cinta makanya ga membawamu jalan-jalan malam itu. Tapi daripada aku diomelin si batak-batak itu dan gagal ngecengin cowok ganteng malam itu, mendingan kau kutinggal berduaan dengan si semok kan.
note. semok adalah nama mobil ayao
Seninya Operational Rundown
Akhirnya setelah beristirahat dari sengatan matahari selama sebulan, Senin, 12 November 2008, aku akan kembali membina hubungan kerja dengan semua yang ada di luar ‘hard rock campus’ ini.
Masalah script sudah hampir beres. Tinggal menunggu revisi terakhir dari client. Semoga ga ada masalah lagi. Souvenir udah diantar.. Hmmm.. wardrobe kok belum ada kabar juga ya.. Apalagi ya ?? Yaakss.. belum buat operational rundown.. hiks..
Mulai memperkirakan waktu dan aktivitas. Crew call jam 4, berangkat jam 5, ke terminal kampung rambutan, naik bis, perjalananan, shooting perjalanan.. hmmm.. makan siang jangan sampai lupa kalau ga pengen diomelin yang lain. Waduh.. harus shooting di karangnini.. Cukup ga ya 1 jam ?? Harus cukup, kalo ga yang lain ga bakalan keburu. Begitu nyampe pangandaran, langsung standby untuk ngambil sunset.. Semoga cuaca lagi bagus.. Amiiin.. Cari restaurant buat shooting makan malam, sekalian makan malam aja kali ya.. Okelah.. hari pertama kayanya cukup.
Hari kedua, crew call jam 4, berangkat 04.30 langsung standby sunrise.. mendingan kepagian daripada telat dan kehilangan moment. Semoga cuaca juga cerah.. Amiiin..
Habis sunrise, bisa ngambil aktivitas nelayan dan pantai di pagi hari. Nanggung mendingan langsung ngambil snorkling. Kalau mau ngambil snorkling, sekalian aja ambil built in client.. Wah.. tapi jadi lama kelarnya. Kalau gini bisa kesorean ke batu karas. Ya ampuun.. citumang juga belum. Apa duluan ke citumang ya ? Tapi di batu karas ada banyak yang mau diambil.. hmmm.. Apa hari kedua dimulai langsung ke batu karas ? Tapi mumpung masih hari kedua dan belum terlalu capek, mendingan ngambil sunrise. Siapa tau sunrisenya ga dapat di hari kedua, kan bisa siap-siap di hari ketiga. tapi kalau cuma ngambil sunrise aja nanggung banget. Tapi kalau ngambil di hari ketiga juga resiko mempengaruhi selesainya shooting. Jangan lupa masih ada take di tasikmalaya dan itu ga boleh gelap. Huaaaahh.. enaknya digimanain ya ?? Nambah hari shooting ? Pengen cari mati dan pengen banget diomelin sejuta umat. Ngurangin lokasi ? Plis deh.. ntar katanya ga variasi. Mendingan padat-padatin aja tuh jadwal dan meminta dengan sangat agar semua memaklumi bahwa kita harus ngejar waktu dan lokasi sehingga diharapkan kerjasamanya.
Trus gimana akhir pembagian harinya ?? Ntahlah.. aku belum memutuskan mendingan yang mana. Kata orang-orang sih.. itulah salah satu daya tarik di program ini.. ada seninya untuk operational rundown. Harus bisa menyenangkan semua pihak tanpa merugikan pihak manapun. Seni yang membuat pusing. Apa pusing itu juga bagian dari seni ?
Ketika airmata ini menetes lagi..
Aku mencoba mengingat-ingat.. kapan ya terakhir kali aku nangis ? Nangis sampe segukan atau menangis semalam seperti lagu audi ? Hmmm.. kayanya udah setahun yang lalu deh. Hahahaha.. sekarang kalau ingat kejadian itu aku ngerasa bodoh dan konyol banget.. Sekarang aja ngerasa gitu, coba dulu.. wuidih.. Nangis karena udah sebel berat dan sedih dimarahin habis-habisan sampe merasa terinjak-injak dan teraniaya parah ? Hmm.. udah hampir setahun yang lalu.. Dan pastinya, peristiwa itu akan selalu terkenang dan melekat sebagai ‘the hardest day in my worklife’. Sekarang masih mencoba bertahan dengan semua omelan dan perkataan-perkataan yang nyaris mengiris hati dan perasaan ketika mendengarnya (antara lebay dan engga nih). Cuma..ya sudah la.. anggap aja sebagai motivasi. What motivasi ?? Motivasi untuk nonjok kayanya..
Hari ini, aku menjalani aktivitas yang sudah lama sekali tidak aku lakukan. Aku sendiri tidak ingat kapan terakhir kali melakukannya, kayanya udah bertahun-tahun yang lalu..
Akhirnya aku berhasil juga tiba di Ciledug dan bertemu dengan si kindel dan saudara-saudara yang ada disana. Kayanya terakhir kali kesana itu tahun lalu, pas valen dibaptis (oopss.. that was a long time). Malam mingguan disana, ngobrol dengan si kindel walaupun akhirnya ditinggal tidur setelah dia puas berpacaran lewat telpon dengan echa pedech.. Dan akhirnya aku kebablasan chatting sampe pagi.
Rasanya aku baru tidur sebentar ketika tiba-tiba aku mendengar suara sepupu kecilku yang udah beredar pada pukul 6 pagi. Kenapa anak-anak sekarang bangunnya pagi-pagi bener.. ini kan hari minggu. Dan akhirnya aku bangun dan mulai mencari kesibukan disana. Tapi dari semua yang kerjakan.. akhirnya tadi aku melakukan sesuatu yang udah lama aku tinggalkan. Dan ketika aku melakukannya, lama-kelamaan aku merasa aneh.. mataku mulai merah dan akhirnya aku tidak tahan.. pertahananku jebol.. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menahannya tapi akhirnya aku ga sanggup.. Perlahan namun pasti.. airmata mulai mengalir di pipiku.. What? Apa-apaan ini.. kenapa aku harus sampai meneteskan airmata. Memang dasar.. kau bawang merah, selalu membuarku menangis.. Hari ini aku mengupasmu, kau membalasku dengan memaksa mengeluarkan airmataku.. hwhwhwhw.. aku malas ngupas bawang merah banyak-banyak..
Berburu Bubur Ayam
Aku jadi ketawa sendiri waktu ngetik judul post kali ini. Gimana engga? Sebelumnya karena lagi sebel aku buat postingan yang ujung-ujungnya jadi bubur ayam. Eh.. weekend ini aku harus berhubungan beneran dengan bubur. Benar-benar dah si bubur megang banget..
Ceritanya setelah membuat postingan si bubur, weekend ini aku mengemban misi suci untuk mengunjungi satu-satunya adikku di dunia yang sejak 2 minggu yang lalu memutuskan hijrah ke ibukota walaupun sebenarnya dia didaftarkan di wilayahnya PERSITA, tangerang. Entah kenapa dia tidak memilih hijrah ke london seperti the changcuters. Sebelum ke tangerang, aku janjian sama butet untuk ke kemang. Lagi pengen banget makan lumpia seafood yang ada disana.. Sejak mengikuti alarm jam, aku jadi sering ngidam makanan saat weekend.. Hiks.. Selain pengen si lumpia ternyata aku juga pengen bubur plus bebek panggang yang ada di raja bubur.. Catat. bubur-buburan mulai mendominasi.. Ternyata kita datangnya masih ‘kepagian’ jadi si bebek belum selesai diolah. Akhirnya aku memilih bubur kepiting. Setelah puas melepas kerinduan dengan lumpia dan bubur, akhirnya aku berangkat ke ciledug.
Seperti yang sudah dibayangkan sebelumnya, perjalanan menuju ke ciledug terasa sangat lama. Ya iyalah..2 jam naik metromini 69 yang hobby banget ngetem dimana-mana, jalan sejengkal, ngetem seperokokan (kaya yang di buku2 wiro sableng jaman dulu..hehehe.) mana rokoknya samsoe lagi, tambah lama deh. Setelah berjuang, akhirnya aku tiba di ciledug dan dijemput sama si kindel di depan kantor polisi. Adik yang tidak sopan, emang dikira kakaknya residivis apa..
Nyampe di rumah, ketemu dengan semua saudara yang ada disana, ngoblor kesana kemari dan sampailah ke ajakan untuk beli kue karena besok ada salah seorang saudara yang berulangtahun. Kita baru berangkat jam 20.30 dan langsung buru-buru karena takut toko kuenya tutup. Untungnya si toko kue yang selalu memasang kincir angin di atap itu belum tutup. Dan ketika masuk mobil, saudaraku berkata ada titipan bubur ayam. Kembali kami melanjutkanperjalanan menuju tempat yang diyakini menjadi sarang penjualan bubur. Dan apa yang terjadi ketika kami tiba disana? Ga ada yang jualanan makanan.. Kata petugas mereka dipindahkan ke daerah pasar modern BSD. Ya udahlah, kita kesana aja kata orang yang dituakan. Mau ga mau kami harus nurut. Katanya kalau ga, ntar kalau ada tukang bubur di pinggir jalan kita mampir aja. Dan ntah kenapa tiba-tiba semua tukang bubur yang mangkal di pinggir jalan menghilang.. Sepanjang jalan kami tidak menemukannya. Dan dimanakah letaknya si pasar modern? Salah.. jangan bertanya kepadaku. Aku tidak menguasai dunia perBSDan. Kalau nanya dimana pasar tebet, pasar mampang sih aku masih tau. Kita muter-muter ga nemu juga. Saudaraku yang mendapat wangsit membeli bubur mulai gelisah karena takut tidak bisa tidur nyenyak malam ini karena ga berhasil memenuhi pesanan yang dipertuan-agungkan. Sampai-sampai dia nelpon teman sekantornya dan bertanya dimana tukang bubur dan akhirnya kita dipandu menuju ke pasar modern. Sempat bahagia nemu tukang bubur eh ternyata dari sore buburnya udah abis. Kembali mengandalkan panduan dan setelah bercukup lama akhirnyav nemu juga si pasar modernnya. Trus buburnya dimana? Ya harus nyari lagi. Jadi harap-harap cemas, jangan-jangan udah jauh-jauh kesini ga ada tukang bubur. ITU DIAAA… kita langsung senang begitu ngeliat tukang bubur. Langsung deh kita melipir dan beli bubur.
Sampai rumah, aku ternyata harus berurusan dengan si bubur lagi. Walaupun tadi udah bilangin kalau aku ga mau, tetap aja aku dibeliin. Hiks.. This is not my meal time.. Tapi daripada diomelin,akhirnya pelan-pelan aku mulai makan si bubur. Mana porsinya banyak lagi.. Berarti seharian ini, aku makannya bubur doang dong.. Untung ada variasi lumpia..
Kalau otak, hati dan cancel dijadikan bubur ayam
CANCEL.. itu adalah kata yang hari ini sangat mewarnai hari-hari kerjaku. Mulai dari cancel talent.. cancel hotel.. cancel narasumber.. cancel tanggal.. cancel talent lagi.. dan untuk hari ini cancel semuanya. Aarrghh..
Mungkin sebagian orang menganggap apa sih susahnya cancel sesuatu ? Tinggal bilang maaf.. ada kebijakan managemen atau maaf masalah administrasi yang belum terselesaikan atau maaf jadwal talent berubah atau maaf lahir batin dan semua kalimat yang bisa disandingkan dengan kata ‘maaf’. Apa susahnya.. kan masih punya mulut.. tinggal ngomong doang..
Mungkin ini akibat kerja dengan menggunakan hati kali ya.. Kan katanya kerja ga usah pake hati tapi pake otak aja. Kalau pake hati yah ini akibatnya.. Ga enak kalau harus membatalkan sesuatu yang sudah disepakati sebelumnya, ga enak karena harus ingkar janji dan merasa bersalah karena harus berbohong walaupun katanya untuk kebaikan. Coba kalau ga pake hati cuma pake otak.. selama masih punya persediaan kata-kata manis dan maaf yang berkarung-karung, ga bakalan seperti sekarang. Kalau dimarahin bahkan sampai dimaki..yah terima aja.. toh ga dimasukin hati..anggap aja cuma angin lalu. Mau dikata-katain apapun sampai dibilang ga becus.. peduli amat. Semua omongan cuma numpang lewat doang kok. Ajak aja tuh si otak ngebentuk mindset bahwa semakin sering dimaki maka semakin tinggi pula derajat kesuksesan kerja. Tapi kalau udah ada perjanjian yang pake tandatangan plus bermaterai gimana ? Yah.. gimana ya.. Cari selamat sendiri aja. Kan yang dikejar yang tandatangan bukan semuanya. Tumbalin aja dia.. Kan menurut butir pancasila, kita harus mau mengorbankan kepentingan pribadi untuk kepentingan orang banyak (huaaaaahh… bunuh aja). Tapi emang iya, butir pancasila ini bisa diterapkan untuk kasus sekarang ? Emang masih zaman menggunakan butir pancasila ? Sekarang kan zamannya pencemaran nama baik, tindakan tidak menyenangkan dan blabalabla..
Terus gimana dong ? Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur.. Tinggal ditambahin kerupuk, kecap, ayam, bawang goreng, sambal, seledri.. Jadi tuh bubur ayam. Makan aja.. Aku cuma bisa bilang.. SELAMAT MENIKMATI..
Doa Hari Ini
Tuhan Yesus,
Terima kasih untuk pekerjaan yang Kau berikan kepadaku
Sungguh aku membutuhkan pekerjaan ini ya Tuhan
Melalui pekerjaan ini aku dapat berkarya,
menggunakan akal budi dan keahlian yang Kau berikan kepadaku
untuk mendukung pengembangan perusahaan ini, dan berdaya guna
bagi sesama.
Melalui pekerjaan ini juga aku memperoleh penghasilan
yang dapat ku gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluargaku
Tuhan Yesus,
tolonglah aku Tuhan untuk setiap harinya dapat bekerja
dengan baik, menyelesaikan setiap pekerjaan dengan penuh tanggung
jawab dan selesai tepat pada waktunya
Di dalam setiap kesulitan – kesulitan yang aku hadapi
di dalam pekerjaan, tolong aku Tuhan untuk tetap dapat
berpikir dengan tenang, dan menganggap setiap kesulitan
sebagai tantangan untuk melangkah maju
Aku mohon campur tanganMu Tuhan dalam segala hal yang kulakukan,
karena aku tak dapat berjalan sendiri
Engkaulah Pembimbingku, Engkaulah Penolongku yang
selalu dapat kuandalkan
Terima kasih Tuhan Yesus.
Di dalam namaMu aku berdoa.
Amin
Doa Hari Jumat 24 Oktober 2008 dari KKTVI
Telat Bangun…
Oh tidaaaaaaaaaaaaaaaaak…
Suting pertama setelah diistirahatkan 1.5 bulan untuk mengembalikan kulitku agar menjadi putih lagi (hehehe) yang terjadi adalah aku telat bangun. Oh my god..
Crew call jam 04.00, berangkat jam 05.00.. dan aku baru terbangun jam 04.48..
Haiyaaaa.. panic attack.. kalang kabut… untung udah packing. Langsung lompat dan masuk kamar mandi.. mandi ala bebek dan cabut. Untung ga telat.. Teryata ada yang lebih telat lagi. Karjo…aka joe richard.. jam 05.30 baru keluar margonda. Minta dihajar nih kayanya… Hehehehe..
untung masih ada yang lebih telat dibanding aku.. kalau engga.. weleh..weleh..
Rahasia Terpendam
Setiap orang pasti punya ‘rahasia terpendam’
Aku juga punya ‘rahasia terpendam’
Sekarang tinggal mencari cara untuk mewujudkan ‘rahasia terpendam’ku
Doakan aku semoga bisa mencapai dan mewujudkan ‘rahasia terpendam’ku…


Recent Comments