mau menceritakan kejadian beberapa bulan yang lalu…
tepatnya ada seorang anak bernama Chira…
di suatu pagi dia bertolak menuju gedung rektorat dimana kampusnya berada
setelah dua malam tidak bisa tidur dan terus memikirkan apa yang harus dia lakukan
nanti di gedung itu..dengan wajah lesu tampilan seadanya
berharap dia bisa menemukan bagaimana cara menyelamatkan kuliahnya
langkah-langkahnya terasa berat…
setiap detiknya dia teringat akan keluarganya di rumah..
bagaimana jika mereka tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi
dan tahu masalah ini..
tanpa disadari,, dia sudah di depan pintu bertuliskan
“Direktorat Keuangan”
ada dua orang pegawai laki-laki didalamnya..
1 orang bapak berperawakan berumur , yang satu lagi tampak lebih muda
Chira:punten,,selamat pagi pak…
Bapak 1:ya, ada yang bisa saya bantu..
C:(sambil terbata-bata)…saya belum bayar uang kuliah semester lalu pak..
dan sekarang saya tidak bisa mengurus proses penunggakan uang kuliah
untuk semester ini & menyelesaikan administrasi kuliah semester ini…
karena menurut surat penggilan bebrapa hari yang lalu…mahasiswa yang masih
belum membayar SPP semester lalu tidak dapat menunggak SPP semester ini dan harus menghadap kesini,pak…
B1:iya betul…penunggakan SPP hanya dapat dilakukan setelah kita menyelesaikan tunggakan di semester sebelumnya?
saudara harus membayar semua tunggakan saudara semester lalu..mau tidak mau itu harus…
atau saudara akan mendapat sanksi sesuai prosedur.
C:iya saya tahu pak.tapi saat ini saya tidak punya uang dalam jumlah sebanyak itu…kira-kira apakah ada prosedur lain yang bisa saya lakukan untuk menyelesaikan ini semua?
B1:waduh kalau itu saya tidak tahu..saya juga tidak bisa bantu..tapi mungkin kamu bisa ke lembaga kemahasiswaan atau lembaga ikatan orang tua mahasiwa…mungkin mereka bisa bantu sesuatu…ya secepatnya kamu kesana
karena besok hari terakhir pendaftaran semester ini…
C: baik pak..terima kasih pak
lalu dengan gontai keluar dari ruangan tersebut..
buntu,bingung,dia coba untuk mendapatkan uang dalam
sejumlah tersebut beberapa hari ini..tapi tidak berhasil…
dia tidak ingin orang tuanya tau mengenai hal ini..
sebenarnya selama beberpa semester yang lalu dia bisa membayar uang kuliah dan kebutuhan hidup nya dengan tabungan dan beasiswa yang dia miliki..tanpa meminta kepada orang tuanya
mengingat keadaan ekonomi keluarga dan
belum ditambah masalah-masalah berat yang dialami keluarganya..
membuat dia tidak pernah ingin merepotkan keluarganya untuk
menyelesaikan masalah seperti ini…
menyimpan dalam-dalam…dan membiarkan segala sesuatu
berjalan apa adanya…
selama ini dia selalu berhasil menyelesaikan masalah seperti ini
setiap semester tapi mengapa entah kali ini dia tidak dapat menyelesaikannya
setelah bebrapa jam menceritakan apa maslah yang dia hadapi kepada lenbaga kemahasiswaan
dan ikatan orang tua mahasiswa di tempat yang berbeda..hasil yang didapat adalah nihil…
tanpa solusi..diping pong sana sini…sampai ada yang menganjurkan untuk menghadap
kepada kepala jurusanny…untuk menyelesaikan masalah ini kamu harus ceritakan inilah itulah,dll…
yang terdengar sangat tidak solutif..
keadaan tidak berubah..setelah tidak mendapatkan apa-apa dari kedua tempat rekomendasi bapak direktorat keuangan..akhirnya dia merasa tidak punya harapan apa-apa lagi untuk menyelesaikan ini semua…sampai pada suatu saat dimana dia terpikir satu-satunya langkah terakhir..yang sebenarnya sangat dia hindari..ya satu langkah terakhir yang mungkin hanya dengan ini dia bisa selamat saat itu…ya, akhirnya dia meminjam uang kepada sahabatnya…
dia tahu pasti sahabatnya pasti akan membantu apapun masalah yang terjadi pada dirinya…
tapi dia memilih untuk tidak ingin merepotkan sahabatnya…sahabat yang teralu sering direpotkan..
walau dengan berat hati akhirnya dia melanggar itu..dia menceritakan keadaannya sekarang..
segala kesulitannya dan satu jawaban yang dia terima..
“baiklah aku akan bantu…apa yang bisa aku lakukan?..oh bgitu!ok, bagaimana cara aku mengirimnya”
begitulah kira2 yang diucapkan dalam percakapan mereka berdua…
terimakasih ya Allah…
akhirnya aku dapat menyelesaikan ini semua…
lalu dengan semangat setelah mendapatkan bantuan uang tersebut
akhirnya aku kembali ke direktorat keuangan tadi…
aku ceritakan apa yang kudapat di dua tempat rekomendasinya…
aku tidak dapat apa-apa…lalu aku tanya apa memang tidak ada cara lain?
dia bilang tidak ada…
akhirnya aku keluarkan sejumlah uang yang aku pegang…
dan aku berkata
C: bapak, ini uang yang saya punya…
saya baru dapat pinjaman…jadi berapa yang harus saya bayar…
B1:kamu dapat dari pinjaman?..
C:iya pak…saya tidak tahu lagi darimana saya dapatkan uang sebanyak ini…
B1:uang yang harus kamu bayar sejumlah..(sambil melihat monitor komputernya)
oh, ternyata kamu kena kenaikan baiya kuliah tambahan karena hal ini…
sejumlah ….(seperlima dari jumlah uang kuliah wajib&tetap jumlah yang besar)
C:waduh uang saya ga bisa bayar yang itu pak…
bisa ga kalo itu belakangan…(benar2 hopeless ternyata ada biaya yang itu juga)
saya ga tau mau gimana lagi nih pak…
B1: oh yasudah kamu bayarkan dulu saja yang itu di bank..
C:”tidak bisa lansung dibayar disni ya pak…tampaknya bank sbentar lagi sudah mau tutup”
(saat itu pukul 14.35)
lalu bapak bilang lebih baik disana..oh yasudahlah
C:”terima kasih pak”…lalu dia melangkah meninggalkan ruangan tetapi tiba-tiba dia teringat kalo dia tidak tahu berapa nomor rekening banknya. “oh iya berapa nomor rekeningnya ya pak?”
B1:waduh ya kalo kamunya jadi repot mending disini sajalah bayarnya. bapak juga kasian lihat kamu daritadi..kayanya capek banget…
C: ini uangnya pak…)alhamdulillah selesai satu hal)…
setelah melewati bberpa proses dan pembayaran selesai, dia pamit kepada kedua bapak dalam ruangan tersebut…
C: terima kasih ,pak atas bantuannya!..
dia akhirnya keluar ruangan itu tetapi tetap dalam keadaaan lemas dan lesu terlebih lagi tahu adanya baiya tambahan
darimana lagi mencari uangnya,pikirnya…
lalu stelah ia keluar dari ruangan itu..menuruni beberapa anak langkah…
tiba-tiba bapak 2 yang berperawakan lebih muda memangilnya…
B2:”dek,coba kamu kesini dulu”
loh ada apa lagi pak..masa ada biaya tambahan lagi atau ada prosedur merepotkan lagi yang harus saya tempuh..ahhh ingin rasanya berteriak…”AKU LELAH”…
setelah masuk ke dalam ruangan itu lagi…lalu pembicaraan dimulai oleh bapak pertama tadi…
B1:”dek, tadi kamu bilang ini uang dapet dari pinjeman orang lain?benar?
C: benar pak…darimana saya bisa punya uang sebanyak itu kalo ga dipinjemin,pak…
B1: oh yasudah..(tiba-tiab membuka laci tempat uang tadi dia taruh…)
dan mengeluarkan uang yang tadi lalu ia berkata…
“sudah ini ambil..kalo ternyata ini uang pinjaman sekarang mending kamu kembalikan…”
C:heh?..(bingung)…
loh knapa ni bapaknya…
beneran nih pak?…(seakan ga percaya sama)
B1:iya,semua biayanya sudah saya tuliskan lunas terbayar…
sekarang kamu bisa mengurus semua administrasi kuliah..
dan bisa ikut kuliah untuk semester depan…
C:seakan tak percaya..air mata keluar membasahi kedua matanya…
tak henti2nya…kok masih ada orang sepeti ini di dunia…
ternyata tuhan masih ada
B1:sudah2 jangan menangis…
nanti kalau ada apa-apa dengan biaya kuliah kamu
datang kesini saja ya..
C:(air mata nya tidak bisa terbendung lagi…)
terimakasih bapak…terimakasih…terimakasih…T_T
dia lalu meninggalkan ruangan tersebut dengan air mata yang tetap
mengucur deras di petang yang akan tertutup malam…
dalam benaknya:
ya,tuhan dimana pun kau berada…
aku hanya ingin mengucapkan terimakasih…
kasih sayangmu memang tak mengenal batas…
aku hanya hambamu yang tidak ada artinya…
yang terlalu sering lupa untuk melaksanakan perintahmu
terlalu munafik..terlalu hina…
mengapa kau masih tetap menyayangi aku…
kini ku tahu dirimu dekat
maafkan aku yang terlalu sering membohongi diriku sendiri…
aku terlalu sombong…tuhan ampunilah aku…
————————————————————-
akhirnya Chira tahu bahwa tuhannya memang benar-benar dekat
dan dia akan mengabulkan apapu doa hamba yang memohon kepadanya
sebagaimana yang tertulis di Quran…