Oleh: mertha | Mei 9, 2009

forgiving

undoubtable, setiap orang pasti pernah berbuat salah dalam hidup ini

saat kita menyadari telah berbuat kesalahan (disengaja atau tidak, disadari atau tidak) pada orang lain, normalnya…kita minta maaf sama yang bersangkutan

kemudian kita dimaafkan atau tidak, ya itu sudah jadi urusan si pemberi maaf. dia mau apa nggak, dia ikhlas apa nggak maafin kita. yang penting kita uda minta maaf, kita menyadari kesalahan kita, dan berjananji gak akan mengulangi hal yang sama ke dia.

tapi gimana klo kita berbuat salah pada diri kita sendiri? nah lo… memaafkan orang lain yg punya salah ke kita aja, susahnya minta ampun. sekarang kita sendiri yg bikin salah, dan itu ke diri kita sendiri. apalagi jika harus memaafkan karena kita sudah bertindak bodoh

forgiving for being stupid. it’s really…really…really…hard. n it’s happen to me now šŸ˜€ bukan sesuatu yang mudah untuk memaafkan diri sendiri.

kejadian kemarin membawa begitu banyak pelajaran penting dalam hidup ini buatku. aku belajar banyak sekali dari kebodohanku itu. pelajaran paling penting adalah … jangan pernah abaikan intuisimu, percaya pada kata hatimu. akhirnya aku membuktikan sendiri klo intuisi seorang wanita itu tak pernah salah. mungkin Tuhan memberikan itu kepada kita – kaum perempuan – ada hubungannya juga takdir kita menjadi seorang ibu juga nantinya. bukankah ibu yang pertama kali bisa merasakan klo anak2nya ato suaminya tercinta sedang kesusahan?

memaafkannya? mungkin aku sudah bisa memaafkannya sekarang. seseorang pernah berkata padaku, jangan pernah sesali apa yang sudah terjadi. yang sudah terjadi memang sudah seharusnya terjadi. yang tidak terjadi mungkin memang sudah seharusnya juga tidak terjadi dalam hidupmu. yg terpenting adalah apapun yang terjadi kita harus ikhlas menerima semua itu sebagai bagian dari diri kita.

masa lalu membentuk masa sekarang, dan masa sekarang akan membentuk masa depan kita. we’ll never learn something if we’re not doing something, right?

Oleh: mertha | April 24, 2009

P – e – m – I – L – u

Pileg alias Pemilu Legislatif emang uda berlalu, kurang lebih 2 minggu yg lalu.

Dari informasi yang saya dapat, baik dari media cetak maupun elektronik, penghitungan suara oleh KPU berjalan lambat, tidak sesuai target yang diinginkan. Suara yang dihitung tidak termasuk suara saya tentunya. Kenapa? Gak usah dihitung, saya sudah tahu klo “partai” sayalah yang menang. Partai saya adalah PGI, singkatan dari Partai Golput Indonesia. hehehe… Berdasarkan perhitungan sementara dari berbagai macam lembaga survei, Demokrat untuk sementara memperoleh suara terbanyak, jauh mengungguli pesaingnya yang lain.

Perihal golput, ada seorang teman yang mengajukan protes pada saya. Katanya klo rakyat negeri kita tercinta ini semuanya memilih golput seperti saya, apa jadinya negara ini. Kemudian saya jawab, golput juga suatu pilihan dalam proses demokrasi. Saya masih tetap menggunakan “hak pilih” saya, memilih menjadi golput. šŸ™‚

Karena masih hangat-hangatnya pelaksanaan proses pileg, semua media – cetak maupun eletronik – berlomba-lomba untuk menyajikan berita ter-update, informasi-informasi seputar pemilu yang lain daripada yang lain, hingga mengadakan talkshow-talkshow dengan menghadirkan tokoh-tokoh politik ternama negeri ini.

Akhir-akhir ini, topik yg lagi tren adl siapa akan berkoalisi dengan siapa? Klo masalah ini, menurut saya Partai Beringin cuma mau pilih amannya saja nih. Ssampai sekarang aja masih gak jelas mo berpihak ke kubu yang mana. Mungkin mereka uda biasa berkuasa itu kali ya, trus sekarang jadi parno gara2 kalah dalam Pileg kemaren. Takut gak dapat pembagian “kue” kekuasaan. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada bapak2 dan ibu2 penghuni Partai Beringin, pliss deh…rakyat sekarang tu uda pada pinter, uda gak bisa dikibulin lagi. Uda keliatan kan “wajah” aslinya si Beringin šŸ™‚

Klo boleh kasih saran sih, mending burusn tentukan sikap deh. Mumpung masih ada yg mau nawarin kerja sama lho. Ntar klo semua uda pada gak mau “koncoan” lagi, susah sendiri lho.

Oleh: mertha | April 24, 2009

fesbuk

lagi gemar (cie..bosone, rek..) fesbuk-an ni

senengnya di fesbuk tu bisa ikutan kuis2 – lucu2 kuisnya šŸ™‚ -, bisa saling kasih komentar pas di pikiran orangnya

tapi sayangnya, gak bisa dimodifikasi, hiks..hiks…

apa akunya aja yg katrok? mmm…ntar dicari lagi deh

utk sementara, fs istirohat dulu

uda bosen maen fs

Oleh: mertha | April 20, 2009

time to go back

ke mana aja, mc?

nomer hapemu ganti ya?

mc…kok gak pernah keliatan sih? kamu kenapa? kangen nih…

mc…mc…mc…

teman2ku tersayang…

aku minta maaf klo kemaren aq uda bikin kalian smua kuatir

utk sementara, aku ingin sendiri dulu

aku perlu menyelesaikan semua ini dulu

aku perlu menentramkan hatiku dulu

sekarang smuanya sudah jauh lebih baik dr kemaren

yaaa … meski masih ada sisa2 emosi, tapi sudah mendinganlah daripada kemaren

tx n loph u, guys … seneng juga ternyata masih banyak yg care dan sayang sama aku

šŸ™‚

big hug from me to you, guys…

tx juga seseorang yg akhir2 ini uda nemenin aku

jadi logikaku saat emosiku yg jalan, dan kemudian jadi tak terkendali

yg mau dengerin caci makiku, kejengkelanku, tangisku, semua yang ada dlm pikiran dan hatiku

yg gak segan buat marahin aku – yg emang pantes aku dapatin

tapi slalu bisa melihat sisi positif dr hal senegatif apapun (kok bisa sih kayak gitu?)

it’s time to move on, mer…

delete dia dr hidupmu

emang gak mungkin buat shift-del dia dr hidupku

bagaimanapun juga, dia pernah jadi bagian dr hari2ku

sudah waktunya aku kembali pada diriku sendiri

fokus pada hidupku

mengejar semua mimpi2ku

aussie … aku belum melupakanmu, honey

šŸ˜€

My result for The Love Styles Test

Eros 18%

The Eros lover is characterized by passion, though a passion broader than just a physical one. The Eros lover tends to be drawn toward a preferred physical type, and thus there may be an immediate recognition or “aha” when meeting a potential love partner. This lover is intense and wants to be involved with a partner on all levels, becoming physically affectionate (and intimate), talking for hours, and learning all about the partner. The Eros lover is fully and openly “present,” is self-confident and trusting, and balances intensity with an appropriate sense of boundaries. Erotic lovers view marriage as an extended honeymoon, and sex as the ultimate aesthetic experience. They tend to address their lovers with pet names, such as “sweetheart” or “honey.” An erotic lover can be perceived as a hopeless romantic. Those of other love styles may see erotic lovers as unrealistic, or trapped in a fantasy. The advantage of erotic love is the sentimentality of it. It is very relaxing to the person doing it. The disadvantage is the inevitableness of the decay in attraction, and the danger of living in a fantasy world. In its extreme, eros can resemble naivete.

Ludus 46%

The Ludus lover, in contrast, is not interested in intensity, but rather experiences love as a game to be played for mutual enjoyment but not necessarily with any serious outcome in mind. Ludic lovers do not have a preferred physical type. Although ludic lovers may be in a partnered relationship with someone, ludic love is best played with several partners at a time, so that different people may be enjoyed for different qualities, in different activities, with no one person or relationship taking precedence over another. A ludic lover may hurt a partner inadvertently, but the goal is to enjoy relationships with a variety of people, with everyone having fun and no one getting hurt. Ludic lovers are players. More interested in quantity than quality of relationships, ludic lovers want to have as much fun as possible. Ludic lovers choose their partners by playing the field, and quickly recover from break-ups. Ludic lovers generally view marriage as a trap, and are the most likely of the love styles to commit infidelity. They might view children as a sign of fertility, or, if male, a confirmation of their masculinity. They regard Sex as a conquest or a sport, and they engage in relationships because they see them as a challenge. The advantage of ludic love is excellent sexual technique. The disadvantage is the likelihood of infidelity. In its extreme form, ludic love becomes promiscuity.

Storge 29%

The Storge lover is someone who builds a love relationship on a strong base of friendship. The goal is: A companionable, secure, trusting relationship with a partner who is similar in terms of attitudes and values. This similarity is much more important to Storge than physical appearance or sexual satisfaction because this orientation to love is more likely to seek long-term commitment rather than short-term excitement. (S. Hendrick & Hendrick, 1992, p. 65) Storgic lovers are friends first. Storgic love develops gradually out of friendship, and the friendship can endure beyond the breakup of the relationship. Storgic lovers choose their mates based on homogamy, and sometimes cannot pinpoint the moment that friendship turned to love. Storgic lovers want their significant others to also be their best friends. Storgic lovers place much importance on commitment, and find their motivation to avoid committing infidelity is to preserve the trust between the partners. Children and marriage are seen as legitimate forms of their bond. Sex is of lesser importance than in some of the other love styles. The advantage of storgic love is the level of intimacy between the partners. The disadvantage is boredom and lack of passion.

Pragma 82%

The Pragma lover is all that the name implies, including practical and pragmatic. A Pragma lover may or may not have a preferred physical type, but he or she will surely have a virtual (or actual) shopping list of qualities sought in a partner. This type of lover may profit from working with a matchmaker or a computer dating service, in which inappropriate relationship candidates will be screened out. “The pragmatic lover isn’t looking for great excitement and drama, but, rather, for a suitable partner with whom a satisfying, rewarding life can be built” (S. Hendrick & Hendrick, 1992, p. 66). Pragmatic lovers are practical. Pragmatic lovers think rationally and realistically about their expectations in a partner, and select them via comparison shopping or shopping-list love. Pragmatic lovers want to find value in their partners, and ultimately want to work with their partner to reach a common goal. Pragmatic lovers will avoid infidelity to avoid adverse consequences, and carefully weigh the costs and rewards of a relationship. Pragmatic lovers view sex as a reward or a means of procreation, and view marriage and children as potential liabilities and assets. The advantage of pragmatic love is practicality and realism. The disadvantage is undemonstrativeness and lack of emotion. In its extreme form, pragma can become prostitution.

Mania 57%

The Mania lover is also aptly characterized by the love style name, in that emotional highs and lows, as well as dependence, possessiveness, jealousy, and insecurity are typically present. A manic lover yearns for a love relationship but finds it elusive, because she or he seems compelled to push for commitment from a partner, does not really trust the commitment even if it is forthcoming, and is always afraid that the partner will find someone else. Another aspect of Mania is physical symptoms, such as difficulty eating or sleeping. Overall, the Mania lover always seems to be looking for the cloud around the silver lining. Manic lovers often have low self-esteem, and place much importance on their relationship. Manic lovers speak of their partners in possessives and superlatives, and feel they “need” their partners. Love is a means of rescue, or a reinforcement of value. Manic lovers often discover their partners by haphazard means. Manic lovers will avoid committing infidelity if they fear discovery. They view marriage as ownership, and children as either competition or a substitute for their lover. Sex is a reassurance of love. Manic lovers are often anxious or insecure, and can be extremely jealous. Manic lovers respond well to therapy, and often grow out of this style. The advantage of manic love is intensity. The disadvantage is jealousy, obsessiveness, and insatiability. In its extreme, mania becomes addiction or codependency.

Agape 61%

The Agape lover is the rarest type of lover. Agape is characterized by altruism, such that the partner’s welfare is more important than one’s own welfare, and what one can give in a relationship is more important than what one gets. Indeed, Agape has much in common with compassionate love. The idealism of Agape means that there is no one preferred physical type in a partner, and indeed, sensuality and sexuality are likely to be much less important than more spiritual qualities. Although pure Agape is unlikely to exist on the physical plane of this world, agapic qualities are extremely important as relationships encounter inevitable ups and downs. Agapic love is self-sacrificing, all-encompassing love. Agapic lovers are often spiritual or religious people. Agapic lovers view their partners as blessings, and wish to take care of them. Agapic lovers will remain faithful to their partners to avoid causing them pain, and will often wait patiently for their partners after a break-up. Marriage and children are sacred trusts, and sex is a gift between two people. Agapic love believes itself to be unconditional, though lovers taking an agapic stance to relationships risk suffering from inattention to their own needs. The advantage of agapic love is its generosity. A disadvantage is that it can induce feelings of guilt or incompetence in a partner. In its deviant form, agape becomes martyrdom.

selanjutnya…terserah Anda mo menginterpretasikan yg di atas tu seperti apa

šŸ˜€

Oleh: mertha | Maret 27, 2009

useless …

semua jadi tak berguna

semua jadi sia-sia

kau sendiri yang menghancurkan semua

kepercayaan, kenyamanan, kasih sayang

i’m a loveable person

tapi klo ada yang berani main2 dengan hati dan pikiranku

itu adl dosa yang sulit untuk dimaafkan

begitu sayangnya hingga aku bisa begitu membenci

Oleh: mertha | Maret 15, 2009

?/#^%&$*(

yang aq cari sudah aq dapatkan

this what i’ve been looking for

you’re just aĀ  jerk, an asshole

and the best part of all this is…i’m not crying

instead, i’m laughing it out loud

lega rasanya

karena aq gak akan pernah bisa melepasmu klo aq gak tau hal ini

menertawakan semuanya

kebodohanku, kebodohanmu, akhir dari semua ini

ternyata cuma segitu aja to nilai dirimu di depanku?

awalnya, aq berani ngasih kamu nilai 9 dari skala 1-10

tapi sekarang…ngasih kamu angka nol aja aq gak sudi

šŸ˜€

memang Tuhan itu Maha Adil

seseorang dikaruniai otak yang cerdas, tapi diimbangi dengan hati yang busuk

ck..ck..ck..

dan Tuhan menciptakanmu bukan tanpa maksud apa2

selama kurang lebih 5 bulan ini, aq sudah belajar banyak hal darimu, aq jadi jauh lebih pintar dari sebelumnya, plus lewat kamu otakq ini bisa terus bekerja

gak cuma stuck di satu hal aja

yang paling membuatq merasa terhina adl pembunuhan karakterku olehmu di depan temenq sendiri

pake memutarbalikkan semua fakta yang ada pula

memang aq bukan tipe orang yang mendendam kesumat

apa yang kau tanam, itu yang akan kau tuai

hey…karma masih berlaku di dunia ini

aq hanya bisa mendoakan semoga semua yg kamu perbuat sempat dibales di dunia šŸ™‚

Oleh: mertha | Maret 8, 2009

menghapus jejakmu

terusĀ melangkahĀ melupakanmu
lelahĀ hatiĀ perhatikanĀ sikapmu
jalanĀ pikiranmuĀ buatkuĀ ragu
takĀ mungkinĀ iniĀ tetapĀ bertahan

perlahanĀ mimpiĀ terasaĀ mengganggu
kucobaĀ untukĀ terusĀ menjauh
perlahanĀ hatikuĀ terbelenggu
kucobaĀ untukĀ lanjutkanĀ hidup

engkauĀ bukanlahĀ segalaku
bukanĀ tempatĀ tukĀ hentikanĀ langkahku
usaiĀ sudahĀ semuaĀ berlalu
biarĀ hujanĀ menghapusĀ jejakmu

terusĀ melangkahĀ melupakanmu
lelahĀ hatiĀ perhatikanĀ sikapmu
jalanĀ pikiranmuĀ buatkuĀ ragu
takĀ mungkinĀ iniĀ tetapĀ bertahan

perlahanĀ mimpiĀ terasaĀ mengganggu
kucobaĀ untukĀ terusĀ menjauh
perlahanĀ hatikuĀ terbelenggu
kucobaĀ untukĀ lanjutkanĀ hidup

lepaskan segalanya

Oleh: mertha | Maret 7, 2009

pengangguran di amerika semakin bertambah

begitu membuka situs voanews.com, berita yang pertama terlihat olehku adalah sebuah headline yang berjudul Jobless Figures Add to US Economic Gloom. Menarik untuk dibaca karena, hey..!! It’s America! sebuah negara yg katanya adl negara “penguasa, pemimpin” dunia, land of freedom, sebuah negara yang menasbihkan dirinya sendiri sebagai polisi dunia, the keeper of world peace. sehingga ketika krisis ekonomi ikut-ikutan menghampirinya, seluruh dunia seakan terhenyak. what happens to him? there’s must be something wrong in here. apa jadinya jika perekonomian amerika, yang mata uangnya menjadi mata uang perdagangan internasional, ikutan kolaps seperti negara-negara lain di dunia. yang terjadi kemudian adl memburuknya perekonomian global. dan yang menjadi korban utama adalah negara2 dunia ketiga, dimana pendapatan utama ekspor mereka adl negara-negara maju seperti amerika dan sebagian besar negara2 di benua biru.

masalah pengangguran kemudian mulai membayangi amerika. beberapa perusahaan mulai melakukan pemutusan hubungan kerja untuk menghemat biaya pengeluaran mereka (kenapa buruh yang selalu jadi korban?). tidak tanggung-tanggung, pemutusan hubungan kerja itu langsung dilakukan secara besar-besaran. mendadak banyak warga amerika yang beralih status menjadi jobless alias unemployment. padahal tau sendiri biaya hidup, pajak dan segala macam tetek bengek di amerika itu memerlukan dolar yg tidak sedikit. hal tersebutkemudian diikuti dengan maraknya aksi demonstrasi oleh para buruh yang ter-PHK menentang kebijakan perusahaan. dari sini saya jadi berpikir, apakah memang dimana-mana sama saja? tidak peduli dari belahan bumi mana saja, kalau urusan perut pasti akan sama reaksinya?

kembali ke artikel di voanews.com. di situ disebutkan bahwa angka pengangguran melonjak hingga 8.1% pada bulan lalu (Februari 2009), level tertinggi selama 25 tahun terakhir. warga amerika mulai merasakan sulitnya mendapatkan pekerjaan. untuk mereka yang sudah memiliki pekerjaan pun, bukan berarti mereka sudah berada dalam posisi aman. mereka tetap harus berjuang dalam menyesuaikan neraca keuangan mereka. mereka juga harus berusaha bertahan pada pekerjaan mereka saat ini. karena jika mereka sampai kehilangan pekerjaan, bukanlah hal mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang baru saat ini.

para mahasiswa tingkat akhir pun tidak kalah pusingnya (sama halnya dengan mahasiswa di Indonesia :D). mereka mulai berpikir akan ke mana mereka nanti selepas dari universitas? sedangkan pekerjaan menjadi semakin susah untuk didapat. pada akhirnya, serupa dengan di Indonesia, naiknya angka pengangguran terdidik. klo di indonesia mah sudah bukan hal yang aneh lagi, but it’s america. gengsi dong klo warganya banyak yang menganggur.

yang bisa terjadi nantinya adalah warga amerika mulai memikirkan alternatif lain untuk mengisi perut mereka. jika tidak memungkinkan untuk mencari pekerjaan di negara mereka sendiri, mereka akan mulai membidik negara-negara lain yang lebih membutuhkan tenaga dan pikiran mereka. apalagi jika di negara tersebut, hasil kerja mereka dihargai lebih tinggi. dan biasanya, negara yang mereka bidik adalah negara-negara dunia ketiga alias negara-negara berkembang dan sedang berkembang. sampai di sini, muncul lagi masalah baru nantinya. persaingan mendapatkan pekerjaan di negara berkembang akan menjadi semakin sulit. negara-negara berkembang identik dengan permasalahan jumlah penduduk yang tidak berimbang dengan jumlah lapangan pekerjaan. tidak ada tenaga asing saja sudah susah, apalagi klo mereka sudah mulai menginvasi negara tersebut.

sebagai warga negara dunia ketiga, apa yang kemudian harus kita lakukan agar kita mampu bersaing dengan calon-calon tenaga asing itu? yang bisa kita lakukan adalah selalu berusaha untuk mengembangkan potensi diri. do not stop learning everything you can learn, semuanya yang bisa meningkatkan daya jual diri kamu. banyak yang bisa kita pelajari dalam hidup ini. tidak perlu melalui pendidikan formal, pendidikan non formal pun bisa. perluas wawasanmu, buka mata buka pikiran.

kita jangan mau kalah dengan mereka. meskipun keadaan negara kita pun masih terseok-seok, tapi saya percaya bahwa dalam hati kecil kita masing-masing kita percaya bahwa negeri ini masihlah Indonesia yang dulu layak diperjuangkan oleh para pendahulu kita. negeri ini adalah amanat dari para pejuang yang sudah berkorban segalanya agar negeri ini bebas dari penjajahan. jangan sampai negeri ini dijajah kembali oleh pihak asing, dalam bentuk yang berbeda – bukan penjajahan secara fisik.

SEMANGAT….!!! šŸ˜€

Oleh: mertha | Februari 7, 2009

it’s cold

tiba tiba

semuanya terasa dingin…

sangat dingin

bukan di permukaan

namun jauh di dalam

dingin…dan suram

snow3

Older Posts »

Kategori

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai