Percaya = Iman

Allah tidak akan pernah salah dalam memilih pundak. Sebab, Allah sudah menakar setiap porsi masing-masing hamba-Nya. Sehingga tidak ada beban yang tidak bisa dipikul dan ujian yang tidak bisa dilewati.

Saat Allah menguji kita, Allah sudah sertakan jalan keluarnya. Saat kita belum menemukannya barangkali kita belum menyadarinya. Mintalah pertolongan kepada-Nya. Karena tidak mungkin Allah meninggalkan kita dalam kesusahan dan kesulitan.

Atas ujian perasaan ini, Mintalah untuk kamu tetap istiqomah

Meja kerja, 09 Juni 2024

Metha

Tentang Trauma

“Setiap gedung punya cerita. Setiap manusia punya trauma.”

Dalam kutipan film yang sedang booming akhir-akhir ini

Setiap manusia memang punya trauma, baik itu hal-hal yang receh ataupun kelas berat. Entah trauma ketika dibullying, trauma karena abuse, trauma pada kehilangan, trauma pada keluarga, dsb.

Amigdala memang berperan besar dalam mengaktifkan memori tersebut. Dan gak akan pernah bisa hilang. Tapi kita bisa mengendalikan bagaimana respon terhadap trauma tersebut.

Continue reading “Tentang Trauma”

Kamu tahu gak?

“Everything is fine, Allah’s plan is better and you’re the choosen one.”

Terkadang, kita memang butuh lingkungan eksternal untuk menyadarkan bahwa sesungguhnya manusia hanyalah seorang hamba. Tugas kita hanyalah sabar dan sholat. Selebihnya, serahkan urusanmu kepada Allah.

Saya kembali lega ketika mendapatkan pesan tersebut.

Kenapa Allah memilihmu buat menjalani penantian selama ini? karena Allah percaya denganmu, percaya dengan rasa dan kemampuan yang kamu miliki. Masih khawatir?

Ketika kamu masih khawatir, bukankah itu artinya kamu tidak meyakini Allah sepenuhnya, kan?

Percayalah, Allah sebaik-baik perencana. Allah tahu masa depan kita seperti apa, Allah maha mengetahui. Karena hal tersebut sudah diluar kendali kita. Boleh bersedih, tapi sewajarnya saja. Boleh bahagia, tapi juga sewajarnya. Apapun kondisinya, sabar dan syukur adalah kata yang tepat memenuhi kondisimu saat itu.

Apa Kabar, Aku?

Hai, Kamu. apa kabar? apakah baik-baik saja?

Sesekali apa masih terjebak dalam ruang tengah? sepertinya aku iya. Bahkan saat menulis ini, pun harus menggali memori yang sempat hilang. Lebih tepatnya, aku kehilangan memori. Sesuai dengan jurnaling dua hari yang lalu, aku mencoba untuk menuliskan apa saja yang teringat. Rasanya seperti kemarin ya?

Continue reading “Apa Kabar, Aku?”

Bad Privilege?

Seorang teman pernah bercerita,

“Aku bersyukur pernah dilahirkan dan memiliki privilege yang buruk, met”

“Loh, kenapa? banyak orang malah menginginkan privilege yang baik, kan?”

“Iya. Tapi dari situ aku jadi lebih menghargai namanya hidup. Tidak semua dititipkan masalah seperti ini. Hanya orang-orang pilihan dan layak yang bisa menerimanya.”

Continue reading “Bad Privilege?”

Dialog pagi

Nyatanya, aku masih tertinggal di umur 8 tahun. Metha kecil dulu, selalu terabaikan dan merasa tidak bisa mengekspresikan perasaannya. Banyak mereka yang tumbuh tanpa mengakui kesalahan dan menuju kehalaman selanjutnya. Tanpa sadar, mereka telah menciptakan karakter robot yang seperti itu sejak kecil. Ternyata perasaan-perasaan seperti ini hanya perlu pengakuan, memeluk lagi rasa tidak nyaman, penerimaan dan merawat luka. Dan rutinitas seperti itu yang aku coba mulai untuk mengenalkan pada diri sendiri.

Continue reading “Dialog pagi”