Menawarkan

Menawarkan

Sore ini, di akhir pekan yang syahdu, di tengah angin yang ramai, dalam kesibukanku di ruang tamu.

Ahad sore yang seharusnya santai.

Ahad sore yang harusnya waktunya orang-orang bersama keluarganya, ternyata dunia masih sibuk

Ada yang datang membawa sepedanya dengan keranjang makanan pada bagian belakang menawarkan roti coklatnya

Ada yang datang memakai baju khas UMKM nya rapi menentang dalam tas nya membawa susu sapi anget atau susu kedelai anget

Ada yang langsung menawarkan, “apakah ada barang yang bisa dirongsokan?”

Pun, ada yang datang membawa gitar kecilnya membawakan lagu yang tak perlu dinyanyikan

Aku bersyukur tiap Ahad sore masih bisa di rumah, bersama umi dan Abi, meskipun ga banyak diskusi yang aku lakukan, namun keberadaan umi dan Abi sudah membuat ku lega, karena banyak orang yang Ahad sore masih bekerja, masih di pasar, masih diperjalanan, masih menjajakan kehidupan.

Aku bersyukur tiap Ahad sore masih ada umi yang menawarkan, “mau kopi?” Meskipun ada 1 pekan dalam sebulan, beliau memakai baju ijo ijo khas ibu-ibu PKK, “umi kalau pakai baju itu, wagu” beliau kepaksa memakai itu.

Tadi sore banget ini, ada penjual susu mengetuk heningku, pria, muda, rapi, dengan sopan dia menawarkan, “ada susu sapi dan kedelai, ijin apakah bersedia membeli?”
“OHH yaa bentar, saya tanya dulu ke orang tua,” kupanggil umi
Singkat cerita, aku beli 1 susu sapi nya.

Untuk semua orang yang berjuang di jalan halal nya masing masing, Semarang

Untuk yang mampir ke rumah ini untuk menawarkan barang dagangannya, kami mencoba dan kami usahakan untuk beli, insyaallah barang satu barang aja

Karena kami paham, betapa senangnya dagangan itu dibeli. Seneng banget. Pada tiap 1 barang terbeli ada 1 harapan segera kembali ke rumah.

Semarang.

Barang Berharga

Kita pernah ditanya tentang sesuatu yang berharga dari yang kita miliki. Berharga disini boleh berarti secara nilai atau boleh apapun misal, berharga karena historis, berharga karena kepemilikan, berharga cara mendapatkannya, atau yang semisal.


Kalau berharga karena nilai bisa kita sebut, mobil, motor, pesawat jet pribadi, handphone, dll yang semisal kalau benda benda itu hilang, kita akan merasa sedih kerugian. Ada yang berharga karena historis, contoh benda benda yang ada di museum, koleksi barang antik, yang sebenarnya kalau di uang kan akan bernilai juga.

Lanjutkan membaca “Barang Berharga”

Admin kita semua

Gue pernah ditanya tentang hal ‘unik’ apa yang rela dilakukan dan diusahakan entah itu cuman sekali atau rutinan? Dan gue menjawab, menjadi admin main bola.
Admin main bola yang mengatur kapan kita main, jam berapa, dimana, siapa aja yang main, hingga biaya iuran setiap main bola, dan terakhir uang kas. Jika kalian punya akun Instagram dan tiktok, mungkin pernah muncul di beranda kalian konten kreator bola yang berkeluh kesah tentang gimana ribetnya jadi admin bola, sini aku ceritakan via blog. Jos jis

Lanjutkan membaca “Admin kita semua”

Badai Pantai Jepara

Terkadang ketidakpercayaan pada sesuatu itu bisa kita hilangkan setelah kita mengalaminya sendiri. Saya sempat ga percaya salah satu temen kampus ku camping di area pantai bersama organisasi kampusnya. Nah ketidakpercayaan ini hilang setelah saya mengadakan kegiatan camping di pantai. Gimana ceritanya? Baca tulisan ini sampai habis.

Jadi, liburan semester ganjil ini temen temen kantor punya rencana buat liburan ke pantai. Konsepnya adalah camping, bakaran, dan renang di Pantai. Pantai yang kita tuju itu awalnya di Jogja, alias di pantai gunung kidul. Jauh dari Semarang? Jaaaauhhh. Kita urunan 100 ribu untuk 7 orang. Sedangkan transportasi menggunakan mobil dari salah satu temen kerja.


Qodarullah H-2 mobil tidak bisa dipakai, akhirnya kita pindahkan destinasi yang lebih mudah dijangkau oleh motor, yaitu Kota Jepara, dengan pantai yang ga terlalu mainstream yaitu pantai Blebak.

Lanjutkan membaca “Badai Pantai Jepara”

Perihal kompor

Di rumah dinas, pak wildan beli kompor, wajan, tabung gas, dan peralatan dapur lainnya. Niatnya biar bisa tipis-tipis masak atau angetin makanan. Nah suatu saat ini kompor susah banget untuk menghidupkan api nya, harus belasan ‘ceklekin’ baru bisa apinya nyala.

Adam dan pak wildan, sepakat kalau ada yang rusak dari komponen kompor+tabung gas ini. Mereka dengan inisiatif tingkat sarjana S2 belum lulus menyimpulkan “ini yang rusak slang nya nih”

“Ayo urunan” kata adam

Lanjutkan membaca “Perihal kompor”

Telur martabak

Ada cerita unik dan lucu menurutku,

Ceritanya, pada suatu malam mas adam pengen masak nasi uduk. Dia udah menyiapkan beberapa item untuk membuat nasi uduk, dari mulai nasi dan beli bumbu uduk instan indotiit. Nah, aku yang bagian masaknnya, ternyata kurang telur aja yang belum dibeli. Saya minta mas adam untuk beli telur, dengan uang yang aku punya.

Singkat cerita, hari ini saya tanya kemarin beli telur dimana?

Kalian tau jawabannya apa?

Lanjutkan membaca “Telur martabak”

Ga kebayang

Maret lalu, ketika salah satu temen masa SD gue mau nikah dan menyodorkan kartu undangannya, aku kaget karena dengan siapa dia akan menikah. Setelah kubuka dan kubaca nama yang terang pada calon mempelai wanita, ternyata temen SD ku juga. Yaa, mereka menikah sesama teman SD. Ada rasa yang bahagia sekaligus ketawa. Setelah bertahun-tahun ini? Pikir ku.

Setelah lulus dari SD, kemudian masuk SMP yang berbeda, lanjut SMA yang beda kota, hingga kuliah yang beda provinsi, sampai ke kerjaan yang berbeda pulau. Akhirnya mereka kembali ke kota ini. Ke halaman awal mereka bertemu. Ruang kelas SD.

Lanjutkan membaca “Ga kebayang”

Ritme

Beberapa hari lalu gue buka twitter dan mendapatkan informasi bahwa salah satu media social yang cukup terkenal di masa lalu sudah berumur 26 tahun. Yak Kaskus! Itu salah satu situs kumpulnya anak muda medio 2006 – 2016 mungkin. Bahkan aku masih sering nongol di 2017 buat cek kaskus via hape.

Dari awal kenal kaskus di 2010 karena diberitahu temen, beberapa thread dan rujukan untuk sekedar nyari informasi dan ketawa. Di kaskus sendiri ada salah satu kategori yang sangat gue sukai, yaitu SFTH Stories From The Heart. Yap karena dulu gue ga punya uang untuk beli novel atau buku bacaan, maka SFTH menjadi salah satu rujukan pembendaharaan aksara gue. Bahkan kalau mau sedikit jujur, beberapa tulisan di blog gue ini banyak terinspirasinya dari tulisan-tulisan SFTH. Tapi yang kadang gue benci bin sebel adalah tulisan nya itu bersambungnya per pekan. Bukan tiap hari. Gimana sih perasaan lo ketika harus nunggu pekan depan untuk sesuai yang seru? Sebel kan, gregetan kan, laper kan? Lah

Lanjutkan membaca “Ritme”

Degradasi Rasa Takut

Meminimalisir rasa takut

Saya akui dulu saya penakut, hanya untuk sekadar jalan ke masjid untuk sholat subuh aku takut. Mau gam au, solat subuh aku harus bangun sebelum bapak pergi ke masjid, langsung ambil sarung dan berjalan dengan terkantuk-kantuk dibelakangnya.

Saya akui dulu saya penakut, denger kucing lagi berantem aja, ngerinya minta ampun. Apalagi di malam hari, pas waktu subuh.

Lanjutkan membaca “Degradasi Rasa Takut”

Jika Semua Terlatih

Gue termasuk orang yang ga merayakan ulang tahun. Mengucapkan, melebihkan, menyepesialkan, bukan gue yang cuek dan ga punya atensi, tapi lebih ke memilih pendapat merayakan ulang tahun itu seperti tasyabbuh orang orang yang ga seagama sama gue. Meskipun dibalut dengan nama milad, hati gue lebih memilih aman untuk berkata tidak. Dan ini ga ada ruang diskusi di otak gue.

Lanjutkan membaca “Jika Semua Terlatih”