Nanar…

•November 7, 2010 • 1 Komentar

Di ruang bebas tak berbatas dalam reruntuhan jiwa,

terselubungi kabut putih yang menggumpal tebal,

mengelilingi sebuah bentuk keindahan yang masih tampak semu.

Bergerak pelan penuh irama damai yang terdengar ngilu dalam sedih yang indah.
Kabut itu terurai pelan terhembus geraknya..
Gerak yang terus mengalunkan irama hingga terbentuk menjadi sebuah sifat.. Sifat akan kelembutan yang mempertotonkan sebuah kasih yang sangat terasa begitu damai.
Dari damainya itu..
memancarkan  sebuah bentuk yang melambangkan sebuah kasih sayang yang sangat bijaksana.
Namun satu hal yang belum aku tahu apaka semua bentuk dan sifat itu??

Pariaman, 10.21 PM

Before….

•November 3, 2010 • 1 Komentar

Entahlah…
Aku tak tahu harus memulai dari mana.
Sementara otakku yang bodoh masih ku forsir untuk terus bekerja ekstra.
Sungguh ingin ku tahu.
Apakah aku bisa menangkap arti dari sebuah rasa yang benar-benar harus ku pikirkan?
Apakah dengan mencurahkan jeritan hati di blog ini, bisakah menenangkan diriku?
Ahh.. Entahlah…

Pariaman, 03 November 2010

 
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai