SEKELUMIT FAKTA SEPUTAR UFO
Apakah UFO itu?
UFO adalah singkatan dari Unidentified Flying Object, yang artinya benda terbang tak dikenal. UFO tidak harus merupakan sebuah pesawat luar angkasa, namun termasuk segala sesuatu yang terlihat di angkasa dan tak dapat dijelaskan. Di Indonesia, UFO secara umum disebut sebagai “piring terbang”. Namun tidak semua bentuk UFO adalah piring, sehingga istilah ini kemudian kurang luas dalam mendeskripsikan fenomena UFO. Di tahun 1960-an, J. Salatun menggunakan istilah BETA yang merupakan singkatan dari Benda Terbang yang Aneh. Itu sebabnya organisasi ini bernama BETA-UFO.
Apakah UFO itu ada?
UFO secara fenomena memang ada. Dari sejumlah laporan saksi mata yang mengaku pernah melihat UFO, memang kebanyakan dapat dijelaskan sebagai suatu fenomena alam atau hanya benda buatan manusia. Namun ada sejumlah kasus UFO yang tetap tidak dapat dijelaskan atau dikenali meski telah melalui penyelidikan yang sangat serius.
Darimana asal UFO?
Belum ada kesepakatan atau kepastian mengenai asal usul UFO. Ada beberapa hipotesa untuk menjawab pertanyaan tersebut, yaitu:
Dari luar angkasa – Extraterrestrial Hypothesis (ETH)
Dari masa depan – Time Travel Hypothesis (TTH)
Dari bumi – Terrestrial Hypothesis (TH)
Dari dimensi lain – Ultraterrestrial Hypothesis (UTH)
Apakah UFO sama dengan piring terbang?
Jika piring terbang diartikan sebagai pesawat dari luar angkasa, maka hal itu sama dengan UFO. Akan tetapi banyak orang yang kurang sependapat dengan istilah piring terbang sebab tidak semua UFO bentuknya seperti piring.
Apa saja bentuk UFO?
Perbandingan laporan-laporan yang ada menunjukkan bahwa UFO memiliki bentuk-bentuk yang beraneka ragam dan warna. Umumnya UFO memantulkan sinar matahari sehingga berkilauan, namun dilaporkan umumnya UFO berwarna abuabu atau hitam. Ada juga yang bersinar kuning, putih atau warna lainnya. Dari berbagai bentuk yang ada, dapat diklasifikasikan sebagai lima macam jenis utama, yaitu:
Jenis piring atau jenis cakram, umumnya seperti dua piring ceper saling telungkup.
Jenis kubah (hemispherius), seperti cakram dengan kubah di pusatnya, bisa juga mirip payung atau mirip jamur tanpa tangkai.
Jenis cerutu atau silinder, mempunyai bentuk seperi silnder dengan ujung yang terpotong.
Jenis bulat atau bundar, berbentuk bola, kadang seperti bola api bergerak. Jenis ini termasuk tipe yang paling unik karena ukurannyaada yang kecil sekali.
Jenis bidang, umumnya berbentuk menyerupai sayap terbang atau bentuk delta.
Seberapa besar ukuran UFO?
Selain bentuknya beraneka ragam, ukuran UFO juga bervariasi. Ada yang kecil sampai yang besar. Diklasifikasikan sebagai berikut:
Ukuran kecil sekali: sekitar 20 cm
Ukuran kecil: sekitar 5 meter.
Ukuran agak kecil: sekitar 10 meter.
Ukuran sedang; sekitar 20 meter.
Ukuran cukup besar, sekitar 30-50 meter.
Ukuran besar, lebih dari 50 meter.
Ukuran sangat besar, umumnya merupakan pesawat induk UFO.
Siapakah yang menciptakan istilah UFO pertama kali?
Sebelum istilah UFO umum digunakan, pihak angkatan udara Amerika Serikat (USAF) menggunakan istilah Unidentified Aerial Phenomenon (UAP). Istilah UFO (Unidentified Flying Object) diusulkan oleh Kapten Edward J. Ruppelt, direktur Bluebook Project di tahun 1952. Pada waktu itu pihak militer amerika, khususnya USAF, menyingkatnya dengan UFOB. Istilah UFO ini kemudian menggantikan istilah piring terbang (flying saucer) yang lebih populer sebelumnya.
Mulai kapan istilah piring terbang menjadi populer?
Penggunaan istilah ini populer sejak tahun 1947, terutama ketika media massa di Amerika meliput pengalaman pilot Kenneth Arnold. Namun menggunaan kata piring (saucer) sudah pernah ada pada tahun 1878, ketika seorang petani Texas bernama John Martin melihat benda aneh. Sebenarnya John Martin tidak mengatakan bahwa bentuknya benda terbang aneh yang dilihatnya itu seperti piring, namun mengatakan bahwa besarnya terlihat seperti sebesar piring. Sama halnya dengan Kenneth Arnold, juga tidak mengatakan bahwa bentuk benda terbang misterius itu seperti piring, bahkan dia menyebutnya lebih seperti bulan sabit, namun gerakannya seperti piring dilemparkan di atas air.
Apakah UFO juga melintasi Indonesia?
Ya, banyak saksi mata melaporkan melihat UFO, bahkan makhluk-makhluk yang turun dari UFO. Kasus yang spektakuler terjadi pada tahun 1959 di kepulauan Alor dan pernah juga UFO ditembaki oleh meriam pertahanan udara di daerah Surabaya. Banyak penampakan UFO didokumentasi oleh LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) pada waktu J. Salatun menjadi ketuanya.
Apa tujuan UFO datang ke bumi?
Tujuan mereka tidak diketahui dengan pasti. Beberapa kasus penculikan manusia oleh alien dan mutilasi ternak, menunjukkan adanya indikasi mereka mempelajari biologi dan melakukan rekayasa genetik termasuk perkawinan silang (hibrid). Di sisi lain ada juga kasus kontak makhluk UFO dengan manusia yang bersahabat dan membawa pesan-pesan tertentu dan mengawasi perkembangan teknologi manusia. Beberapa kasus juga menunjukkan adanya serangan dari UFO yang melukai manusia bumi sehingga ada spekulasi bahwa mereka bertujuan menginvasi bumi. Ada pendapat juga yang mengatakan bahwa mereka hanya pelancong yang melihat-lihat keadaan di planet bumi.
Ada alien jenis apa saja?
Informasi tentang jenis-jenis alien yang pernah bertemu dengan manusia cukup banyak. Namun ada empat tipe utama yang umum, yaitu: Greys, Reptilian, Nordics dan Hybrid. Ciri-ciri umum dari alien tersebut di atas adalah sebagai berikut:
Greys: Tubuhnya kecil dengan kulit berwarna keabu-abuan. Ciri khasnya adalah bermata hitam besar. Spesies ini yang dikabarkan sering melakukan penculikan (alien abduction).
Reptoid: Tubuhnya bersisik, sebesar manusia atau lebih besar, dengan mulut yang lebih lebardari mulut manusia. Dikabarkan, ada beberapa di antara mereka yang memiliki sayap.
Nordic: Bentuk alien jenis ini yang paling mirip dengan manusia, hanya saja bentuknya agak lebih besar sedikit, dengan rambut pirang, berbadan atletis, mata biru dan dalam berkomunikasi sering terdengar dengan akses nordic (skandinavia).
Hybrid: Golongan ini adalah hasil rekayasa genetika (hybrid) antara alien dengan manusia. Bentuknya belum sempurna mirip manusia, kadang berupa seperti anak kecil, berambut dan kepalanya agak lebih besar bila dibandingkan dengan kepala normal manusia.
Apa saja jenis-jenis penampakan UFO?
Klasifikasi penampakan UFO adalah sebagai berikut:
Perjumpaan jarak jauh: Melihat UFO dari jarak yang sangat jauh, sehingga UFO terlihat hanya seperti titik kecil saja seperti bintang di langit. Namun karena gerakannya yang aneh serta fenomena yang ditampakkan tidak umum, maka benda terbang itu termasuk kategori UFO. Perjumpaan jarak jauh dibagi dalam 3 tipe yakni:
Nocturnal lights (NN): Nampak seperti titik sinar di langit, umumnya berwarna merah, biru, oranye atau putih, dengan pola gerak dan kecepatan yang sulit dijelaskan sebagai obyek sinar lain pada umumnya
Daylight discs (DD): Nampak di siang hari, umumnya berbentuk oval (bulat telur), bentuk piring, atau obyek berbahan metalik. Bisa nampak jauh di angkasa maupun berada dekat di tanah dan seringkali nampak mengambang. Kadang tiba-tiba bisa menghilang dengan kecepatan yang luar biasa.
Radar-Visual cases (RV): Kasus yang jarang dilaporkan, yakni nampak di layar radar berupa titik berkedip yang tidak dapat diterangkan sebagai obyek pesawat atau benda lain yang dikenal. Biasanya harus disertai dengan konformasi penampakan melalui saksi mata.
Perjumpaan dekat tingkat pertama: Melihat UFO sedang terbang dalam jarak yang relatif cukup dekat sehingga cukup jelas untuk melihat bentuknya.
Perjumpaan dekat tingkat kedua: Melihat UFO sedang dalam posisi mendarat di permukaan tanah, umumnya ditunjang dengan bekas-bekas pendaratannya.
Perjumpaan dekat tingkat ketiga: Melihat UFO mendarat serta terlihat pula ufonaut (alien) yang sedang turun atau berada di luar pesawat mereka.
Perjumpaan dekat tingkat keempat: Mengalami perjumpaan dengan alien, namun sebagai korban penculikan (alien abduction).
Perjumpaan dekat tingkat kelima: Melakukan komunikasi dengan alien dan ikut bersama alien tersebut dengan pesawat mereka secara sukarela.
Benarkah ada UFO yang jatuh?
Banyak kasus dilaporkan mengenai jatuhnya pesawat UFO ke bumi dan diketemukan makhluk di dalamnya, ada yang dalam keadaan sudah mati dan ada juga yang masih hidup. Salah satu kasus UFO jatuh yang paling kontroversial adalah yang jatuh di Roswell, New Mexico, AS.
Adakah pangkalan UFO?
Bila mereka memang datang dari tempat yang sangat jauh, diperkirakan mereka akan membangun pangkalan UFO. Berikut adalah beberapa pemikiran tentang pangkalan UFO:
Di dasar laut.
Di rongga-rongga bumi (gunung).
Di daerah kutub utara/selatan.
Di ruang angkasa dengan stasiun luar angkasa atau kapal induk.
Di bulan atau planet lain.
Monday, December 17, 2007
LIPUTAN TABLOID KONTAN
Aktivitas penggemar fenomena makhluk dan pesawat UFO
Oleh Bagus Marsudi/Kontan
Penggemar fenomena UFO tak pernah berhenti mencari tahu fakta keberadaan makhluk ruang angkasa di bumi. Mulai dari mencari bukti-bukti sampai mencari agenda tersembunyi UFO.
Sawangan, Senin, 4 November 2007, sekitar jam 4 sore. “Awalnya, anak saya dulu yang melihatnya di lapangan badminton, kemudian memberitahu saya, saya saat itu ada di teras taman depan, saya segera berusaha melihat secepat mungkin dari teras taman saya yang menggunduk seperti bukit, tetapi ternyata sudah nggak ada. Lalu anak saya mengajak saya ke lapangan badminton tersebut, saya berusaha secepatnya nyampe di sana.”
Setelah tiba di sana, memang sudah tidak ada. Lalu anak saya bilang, benda tersebut sudah ngambang beberapa saat di sana, lalu menghilang lagi, lalu muncul lagi berputar-putar beberapa lama, nah penampakan/sighting yang kedua inilah anak saya mulai memanggil saya dengan berlari.
Kembali ke saya, setelah tiba di lapangan, saya kecewa karena sudah tidak ada lagi. Tetapi anak saya meyakinkan bahwa benda itu akan muncul lagi. Saya cuma tertawa kecut. Dari mana tahu kalo mau muncul lagi? Saya putuskan menunggu beberapa lama, hampir kurang lebih 15 menitan, saat anak saya dan dua orang temannya naik ke bagian podium untuk juri menghitung nilai yang letaknya lumayan tinggi.
Maka di saat itulah dia berteriak, “Itu tuh ada di sana!” Lalu saya segera ke tempat yang lebih jelas tetap di area lapangan badminton tersebut, dan melihat benda lonjong tersebut bergerak dari arah kiri ke kanan, dan warnanya seperti sengaja menggunakan warna awan. Mungkinkah kamuflase? Bentuk tersebut masuk ke awan sebelah kanan dan menghilang tidak keluar ke sisi awan lainnya.”
Penampakan unidentified flying object (UFO) ini dikisahkan oleh Michael Gumelar. Kisah semacam ini bukanlah yang pertama dialami Gum, begitu sapaan dosen Jurusan Teknologi Animasi, Seni, dan Desain Universitas Multimedia Nusantara. Awal September silam ia bersama keluarganya juga sempat mengalami penampakan serupa saat menikmati pasar malam di Pamulang.
Di daerah Pamulang juga, tanggal 12 September 2007 sekitar pukul 20.45, Iwan Tri sepulang tarawih melihat empat cahaya di langit. Tiga cahaya yang membentuk formasi segitiga jalan beriringan. Warnanya merah, terang sekali. Sekitar tiga menit kemudian, empat cahaya itu menghilang.
Saksi lain, Ernesta Siadari, warga Pamulang, sekitar waktu yang sama melihat lima obyek oranye, sangat terang, berjalan pelan.
Barangkali, banyak orang yang menemukan hal aneh di langit secara tak sengaja. Mungkin sebagian hanya bisa kaget dan menceritakan pengalamannya pada keluarga atau teman dekatnya. Sebagian lainnya, bisa jadi, tak tahu harus bicara pada siapa.
“Banyak yang mengalami fenomena UFO, tapi tak tahu harus bilang pada siapa,” tutur Hasraldi.
Tapi, mereka yang gemar pada fenomena UFO ini tahu apa yang harus dilakukan. Sepuluh tahun terakhir, ada komunitas online penggemar UFO yang beralamat di
[EMAIL PROTECTED]
Dari sebuah milis, belakangan Nur Agustinus, seorang psikolog yang tinggal di Surabaya membuatsebuah website (www.betaufo.org) yang berisi informasi seputar keberadaan UFO di Indonesia dan berbagai referensi yang bisa diambil untuk tahu lebih banyak soal fenomena ini. “Minat saya ini berawal dari hobi dan keingintahuan mengenai fenomena UFO,” ungkap Nur, yang mengaku sejak kecil doyan cerita sci-fi (science fiction) ini.
Disokong oleh beberapa orang yang sejak awal memang meneliti keberadaan UFO seperti J. Salatun, mantan Kepala Lapan, komunitas online ini cepat menyebar. Menjelang peringatan 10 tahun pendirian komunitas ini, anggota Beta-Ufo sudah mencapai 552 orang. “Yang aktif sekitar 30 orang,” ujar Nur.
Anggotanya mulai dari awam, profesional, sampai militer. Ada yang memang pernah mengalami, sekadar ingin tahu, sampai yang meragukan UFO.
Di luar Beta-Ufo, ada beberapa komunitas lain: Ufosiana, Grey Race Foundation, UFO IC (UFO Indonesian Community) dan pemburu UFO (IUFOH atau Indonesian UFO
Hunter).
___________________________________________________
Mencari agenda UFO
Sebagian besar menjaring informasi seputar keberadaan UFO di Indonesia, mendokumentasikan, meneliti, bahkan membedah kebenaran dari berbagai fakta itu. Meski bukan menjadi wadah resmi, Beta-Ufo menjadi rujukan bagi komunitas-komunitas kecil itu.
Grey Race Foundation, misalnya, didirikan oleh Fan Fan F. Darmawan di Bandung.Mengaku awalnya tertarik oleh komik soal UFO saat SMP, belakangan Fan gencar mengumpulkan semua informasi seputar UFO. “Sewaktu kuliah, saya sampai ketagihan untuk mencari informasi soal UFO di dunia,” ungkap Manajer Komunikasi dan Hubungan Publik Mizan ini. Kini, Fan seperti kamus berjalan untuk informasi seputar teori dan fakta keberadaan UFO.
Uniknya, dari rasa keingintahuan soal makhluk asing itu, Fan belakangan memilih untuk memeras manfaat keberadaan UFO itu bagi manusia. “Ada banyak teori dan pendapat soal keberadaan UFO di bumi. Tapi, semuanya kembali ke sikap kita,” ujarnya. Dalam setiap diskusi soal UFO, Fan memompa kesadaran agar manusia lebih bersyukur dan bertanggungjawab terhadap kelangsungan hidupnya.
Misi Grey Race – sebutan sebuah ras alien – ini sangat berbeda dengan yang diyakini Michael Gumelar. Di milis UFO IC dan situs pribadinya, Michael tak mau disekat oleh agama. Pria yang telah mengenyam pendidikan seni dari Skotlandia ini meyakini bahwa fakta adanya UFO menunjukkan bahwa manusia hidup dalam dunia teknologi. “Semua makhluk digerakkan oleh ion dan atom,” tandasnya.
Fenomena keberadaan UFO di bumi, menurut Michael, sudah terjadi sejak dulu. Bahkan, peradaban manusia tak lepas dari adanya makhluk planet lain yang hidup di dunia.Makanya, Michael meyakini bahwa manusia pun mampu mempunyai kemampuan seperti makhluk di luar bumi. “Saya sedang membuat desain pesawat ruang angkasa seperti UFO.Saya yakin kita bisa membuatnya,” ujarnya.
Nur Agustinus mengaku awalnya tertarik untuk mengumpulkan berbagai informasi soal UFO. Sejak SMP, ia sudah menggilai fenomena UFO. Sewaktu SMA, dia sempat melakukan eksperimen peluncuran roket.
Setelah mendirikan Beta-Ufo 10 tahun silam, Nur juga sempat membuat Majalah UFO. Kini, selain mengumpulkan perkembangan terakhir fenomena UFO di seluruh dunia, Beta-Ufo juga meriset kesaksian di Indonesia.
Dari sekadar hobi dan ingin tahu, penelitian Nur sudah semakin jauh. Dari berbagai data dan fakta yang ia kumpulkan, Nur punya tujuan jelas. “Saya ingin tahu, apa agenda makhluk luar angkasa dan UFO itu pada manusia,” tuturnya. Ia mengaku, saat ini sudah sampai pada tahap meraba agenda itu. “Beberapa data dan fakta yang selama ini disimpan oleh Amerika mungkin bakal lebih memperjelas nantinya,” ujarnya.
Hasraldi, yang mendirikan Pemburu UFO, mengaku pernah melihat fenomena UFO dengan mata kepala sendiri. “Itu adalah pengalaman yang mencengangkan,” katanya. Saat ini, pengacara di Kantor Hukum Eggi Sudjana itu gemar berburu dan mengumpulkan berbagai fakta dan bukti keberadaan UFO di Indonesia. “Banyak yang mengalami fenomena UFO, tapi tak tahu harus bilang pada siapa,” tuturnya.
Dengan beragam perbedaan minat dan tujuan penggemar UFO ini, kegiatan bersama komunitas relatif tak banyak. Sesama anggota lebih banyak berkomunikasi lewat milis. Tapi, jika memungkinkan, antaranggota bisa saling berkunjung. “Kalau saya sedang ke Surabaya, saya akan mampir dan berdiskusi dengan Mas Nur,” kata Fan.
Beberapa tahun lalu, memang komunitas Beta-Ufo mengadakan kegiatan. Misalnya, tahun 2000 meninjau candi Sukuh di lereng Gunung Lawi, Karanganyar. Candi yang dibangun menjelang runtuhnya kerajaan Majapahit ini punya bentuk unik. “Bentuknya mirip peninggalan kebudayaan Maya di Meksiko,” ujar Nur. Ada juga arca makhluk bersayap. Diduga, tempat itu menjadi bukti jejak keberadaan makhluk ruang angkasa.
Dalam beberapa kesempatan, Beta-Ufo juga ikut pameran soal UFO dan menerbitkan Majalah Info UFO yang bertahan hanya pada 13 edisi.
Setelah secara intens mengadakan kopi darat pada tahun 2003, mulai tahun lalu ada acara kumpul-kumpul di Surabaya dan Jakarta. “Sabtu (8/12) ini, kami akan kumpul lagi di TIM sekaligus merayakan 10 tahun berdirinya Beta-Ufo,” ujar Nur.
Sadar akan berbagai persepsi pribadi tentang UFO, dalam pertemuan komunitas, para penggemar UFO bisa saling berseberangan dalam satu topik. Apalagi kalau terkait dengan keyakinan. “Tapi kami selalu mengingatkan bahwa obyek yang kita itu bicarakan sama, yakni UFO. Meski pembahasan berbeda, satu sama lain masih bisa nyambung,” tutur Fan.
Rasa keingintahuan akan UFO ini, menurut Fan, tak bakal habis. “Banyak fakta yang masih tersimpan rapat,” ujarnya. Sementara belum terungkap, ia yakin, topik ini bakal terus menarik.
___________________________________________________
Merunut asal-usul fenomena UFO
Semua pembicaraan soal UFO (unidentified flying object) bermula dari kabar jatuhnya UFO di Roswell, New Mexico, pada awal Juli 1947. Awalnya, Roswell Army Air Field (RAAF) menyebut barang itu disebut benda terbang tak dikenal. Belakangan, informasi itu diralat sebagai balon terbang yang jatuh dan meledak.
Simpang siur kabar itu langsung menimbulkan wacana luas. Ada yang menyebut, bangkai permukaan pesawat yang jatuh itu menggunakan logam seperti bersisik dengan bahan logam mirip bismuth. Versi lain mengatakan, dalam kejadian itu, ditemukan empat makhluk dari angkasa luar: dua masih hidup, satu lari dan ditembak oleh tentara yang panik, dan satu lagi hidup dalam keadaan luka parah.
Dalam kondisi sekarat, alien terakhir ini dibawa ke RAAF. Alien-alien yang ditemukan ini tingginya 135 sentimeter, kulit berwarna cokelat keabu-abuan, memiliki empat jari, dan kepalanya plontos alias tanpa rambut.
Jatuhnya UFO di Roswell menarik perhatian banyak pihak. Pemerintah AS secara resmi membentuk badan khusus untuk menyelidiki fenomena tersebut, yakni Project Blue Book. Meski secara resmi, Pemerintah AS membantah adanya UFO jatuh, informasi yang beredar menyebut UFO yang jatuh itu disimpan di suatu tempat yang disebut Area 51.
Di luar kasus UFO jatuh, laporan penampakan UFO juga makin meningkat. Para peneliti kian bersemangat meneliti buruannya. Meski begitu, dari klarifikasi yang ada, tak semua laporan penampakan itu benar. Sejumlah laporan berisi kebohongan, yang lain merupakan hasil kesalahan interpretasi dan gangguan penglihatan. Sebagian yang lain hanya besumber dari histeria massa.
Belakangan ini, isu UFO sudah merambah ke tataran politik di Amerika. Setelah Prancis, Inggris, Irlandia, dan Argentina membuka arsip soal keberadaan UFO, Amerika juga didesak untuk membuka dokumen dan bukti yang rapat tersimpan sejak peristiwa Roswell 60 tahun silam. Saking hangatnya isu ini, pada debat calon presiden bulan lalu, beberapa pertanyaan menjurus ke masalah UFO ini.
Bagaimana menyikapi fenomena ini? Ada tiga kemungkinan: Anda boleh percaya tanpa harus tahu fakta. Atau, Anda bisa skeptis dengan mengkritisi fakta, atau bisa juga sebagai debunker yang gencar mencari bukti bahwa info dan fakta itu bohong belaka.
