Mode Bertahan/Berjuang

6/365
Tahun 2026 baru berjalan 6 hari, yang semestinya harus sudah memiliki resolusi yang tepat untuk menghadapai 359 hari lainnya di tahun ini. 2026 ini hanya ingin less-expecting saja sepertinya, pernah berada di posisi punya expektasi terlalu tinggi dan seolah ingin mengatur Allah tentang harapan personal demi mengejar kesempurnaan. Sekarang ini mencoba untuk senantiasa hadir dan melepaskan semua ekspektasi duniawi versi manusia. Gimana baiknya saja ya Allah

Tahun ini semakin bertambah umur, tak terasa 3 tahun lagi menuju 40an. Raga sudah mulai meminta haknya, orang tua tak terasa sudah semakin menua, begitu pula anak-anak semakin membutuhkan diri ini sisi. Dulu suka sekali cari validasi demi memuaskan ego diri, kini entah mengapa lebih memilih jaga vibrasi, dulu bangga bgt rasanya punya banyak kesibukan, sekarang nyaman kalau seharian tenang dirumah, hmm

2026, kurang-kurangi judging nya ya, semakin bertemu banyak orang rasanya semakin ga mau terlibat urusan mereka, fokus dengan self improvement saja. Bismillah 2026 penuh rejeki, semakin sehat badan ini

Tahun 2024-2025=Tahun Perjuangan

Tak terasa 2025 hanya tinggal menghitung minggu, serasa sekali memang gedebag gedebug 2 tahun terakhir ini, mulai dari membuka kembali buku-buku IELTS akhir tahun 2023, mencoba peruntungan berbagai beasiswa sampai kampus S3 yang penuh drama, dan memang Allah tak pernah mengizinkan saya mengecap manis perjuangan tanpa menyertakanNya di setiap proses berjuang saya, terimakasih ya Allah, dengan ini saya tahu sedang mendewasa.

Hingga akhirnya kini pun, sedang berproses terus, kadang galau, kadang juga [berusaha] bahagia terus sambil membersamai 2 bocil yang lagi butuh-butuh nya perhatian emaknya ini, bukannya tak bisa membagi waktu, saya merasa malah punya sangat banyak waktu dirumah, hanya saja belum bisa fokus untuk disertasi saya. Saya hanyalah ibu yang mudah sekali kedistrak apalagi berhubungan dengan anak-anak.

Tahun 2024-2025 adalah tahun berjuang, yang tak tahu akan berujung seperti apa, tapi saya yakin akan ada yang indah menanti di depan sana, insyaALLAH

Dan tak terasa pula, awal Desember ini semester Ganjil akan berakhir, minggu UAS penuh tantangan dan target. Semoga hasilnya sesuai harapan ya Allah

Tahun 2026, 2027 dst semoga penuh moment bahagia dan hikmah, Aamiin YRA

Mataram, 3rd December 2025

Refleksi Genap 2 Bulan Studi Doktoral (Sunyi-Melelahkan?)

Nano nano rasanya, iyah seperti hal yang saya pikirkan sebelumnya tapi saya tak menyangka akan sebegini membebani pikiran wkwk, klo kata suami saya baru aja 2 bulan santai aja, bagaimana tidak perjalanan 2 bulan studi ini harus berjibaku dengan laporan 3 klaster, belum lagi tugas MK dan kewajiban menulis sebuah sysrev dan draft proposal disertasi yang harus sudah dimulai. Saya pernah membaca sebuah utas jikalau studi doktoral adalah perjalanan sunyi dan melelahkan. Perjalanan yang berfokus pada tantangan intelektual dan emosional yang harus bisa dihadapi secara mandiri, perjalanan ini juga memberikan saya kesempatan untuk introspeksi mendalam apa sih yang sebenarnya saya inginkan, menuntut pemahaman yang lebih baik tentang diri, kekuatan, dan kelemahan diri saya, apresiasi terhadap aspek lain kehidupan seperti pentingnya komunitas akademik yang mumpuni. Perjalanan ini juga membuat saya banyak merenung tentang diri sendiri, meskipun terkadang bisa terasa sangat melankolis, wkwkw

Banyak hal lain juga yang berputar putar di kepala, salah satunya adalah gagalnya aplikasi beasiswa PDDI saya beberapa bulan lalu, cukup syok, sedih sekali rasanya, Allah ternyata memilih saya untuk menjalani keputusan terberat ini, akan tetapi waktu menuntut saya harus segera mengambil keputusan apakah akan lanjut dengan bea mandiri ataukah menunda lagi sambil berpacu dengan usia, iyaahh akhirnya saat ini, saya menempuh studi Doktoral (S3) dengan status izin belajar, status yang dulunya sangat seram dipikiran saya, bagaimana mungkin saya bisa menjelma menjadi ibu, isteri, dosen sekaligus mahasiswa jikalau tanpa kekuatan dari Allah SWT. Saya sangat yakin akan banyak hikmah atas perjalanan saya ini, insyaAllah. Terimakasih ya Allah bimbing saya, mudahkan selalu jalan saya

Dan pertengahan Agustus lalu saya kembali ke Bandung (foto bawah), kota yang selalu membuat rindu, kota penuh perjuangan, tak dinyana akan menginjakkan kembali kaki saya sejak 2017 lulus magister (foto atas). Auranya masih sama tapi perjuangannya harus lebih lagi ya Mil, 2 tahun bisa lulus insyaAllah, Aamiin. 2 Hari masa registrasi saya manfaatkan betul untuk bertemu promotor dan diskusi rencana Disertasi saya.

Saya percaya menjadi mahasiswa Doktor itu harus bisa menghadapi tekanan besar, rasa ragu, dan keharusan untuk menavigasi masalah penelitian sendiri, yang memerlukan ketahanan mental dan emosional yang kuat. 

Foto bersama saat sosialisasi kurikulum S3 bersama Kaprodi S3 Prof Agnes dan teman teman seangkatan. Meskipun penuh tantangan, saya yakin perjalanan ini membantu saya menemukan banyak perspektif baru tentang peran sebagai seorang akademisi dan kontribusi lebih saya pada masyarakat. InsyaAllah

***Eijkman Bandung, Agustus, 15th 2025

SMUP Doktor Ilmu Kedokteran UNPAD 2025

Setelah 10 tahun mengikuti Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP UNPAD) untuk jenjang magister tahun 2015 lalu, siapa sangka akan membuka web itu lagi untuk jenjang Doktoral saya, Alhamdulillah, berikut langkah-langkah yang saya jalani kemarin, cek it out

Pertama cek web SMUP untuk jenjang Doktoral di link ini SMUP Program Doktor

Kemudian cek semua persyaratan, program studi yang dibuka beserta daya tampungnya, disini sudah sangat lengkap prosedur serta kriteria penilainnya, dan yang tak kalah penting BPP yang ditetapkan untuk setiap program studi juga sudah ada disini.

Berikutnya adalah Pembuatan Account SMUP dan Layanan Tes Lainnya di bagian pendaftaran kita diminta untuk mengisi data lengkap beserta password untuk masuk ke akun nantinya.

  • Sebelum membuat account, harus dipersiapkan:
    1. Scan Foto berukuran rasio 3×4 (portrait), misalnya berukuran 300 pixel x 400 pixel, wajah terlihat jelas, berpakaian dan berpose formal untuk keperluan akademik.
    2. Scan/foto KTP (atau Surat Keterangan Pengganti KTP Sementara atau Kartu Keluarga bila tidak ada).
  • Jika belum memiliki KTP, NIK bisa diperoleh/dilihat di Kartu Keluarga.
  • Sebelum klik Buat Account, pastikan Nomor HP & Alamat Email yang dimasukkan telah benar dan masih aktif, karena nomor HP dan alamat email tersebut akan digunakan oleh sistem untuk mengirimkan informasi-informasi penting seputar seleksi di UNPAD. Nama Lengkap diisi dengan nama lengkap TANPA GELAR, sesuai dengan Akta Kelahiran/Ijazah, karena akan digunakan untuk sertifikat dan/atau ijazah jika anda lulus nanti, serta untuk keperluan pelaporan data ke Dikti.

Setelah berhasil membuat akun, login menggunakan NIK dan password yang telah dibuat tadi.

Continue reading “SMUP Doktor Ilmu Kedokteran UNPAD 2025”

Start my Doctoral Journey (Jalan Panjang Kembali )

Memulai untuk sekolah kembali menjadi keputusan terbesar saya tahun ini, perbincangan dan diskusi tak putus dengan suami sudah saya mulai sekitar 3 tahun lalu sejak suami baru saja menyelesaikan S3 nya, bagi saya jalan pertama yang harus saya tempuh tentu saja mendapat restu suami, suami saya sangat faham mengapa sekolah S3 bagi seorang dosen patut menjadi salah satu prioritas, sebagai sesama Dosen tak sulit meyakinkan beliau dengan tentu saja ada seabreg *ASAL* yang harus saya penuhi sebagai seorang isteri dan juga ibu. Suami saya menekankan untuk selalu menata niat apakah saya harus menempuhnya sekarang ataukah nanti, dengan sekolah lagi tidak lantas meninggalkan peran saya sebagai isteri dan ibu, mengingat anak-anak juga akan masuk sekolah dasar dalam waktu dekat ini, yang kedua tentu saja adalah pembiayaan, suami saya tak masalah untuk mandiri, akan tetapi berat rasanya untuk sekolah S3 tanpa ada penyokong dana ataupun beasiswa. S3 banyak sekali dana unpredictable menurut yang sudah melaluinya, maka bismillah saya memutuskan untuk mulai mencari beasiswa terlebih dahulu.

Awal tahun 2024 adalah awal perjuangan yang saya pikir akan mulus seperti rencana, setelah mempersiapkan proposal disertasi dan syarat bahasa inggris dan TPA yang saya pikir pasti akan menjadi syarat utama, mulailah mencari kampus yang membuka penerimaan mahasiswa baru sebelum beasiswa BPI dimulai, dengan begitu jika lulus saya akan bisa menggunakan LOA tersebut untuk mendaftar beasiswa BPI. BPI pada tahun 2024 dimulai pada awal Mei dan ditutup pada pertengahan Juni, maka pilihan kampus dengan Jurusan kesehatan yang membuka pendaftaran sebelum rentang itu adalah UGM dan UNS, UNS menjadi pilihan kedua jika hanya saya tak lulus UGM,

UGM

Februari 2024 ada semacam workshop pembuatan pra proposal disertasi yang qadarullah saya lewat mengikutinya, hanya beberapa hari dibuka sudah penuh menurut info kontak personnya, hmm pikir saya banyak banget pasti peminatnya. Karena tujuan saya untuk bisa lulus skema by research maka perlu untuk mencari calon promotor yang sesuai bidang ilmu saya, teringat Dr. Detty dosen obsgyn yang baik hati ketika D3 dulu. Alhamdulillah beliau bersedia menjadi calon promotor saya, kesediaan beliau bisa menjadi bahan dalam proyeksi keinginan dalam pendaftaram S3 UGM. Ada 130 calon mahasiswa akan interview pada tanggal 29-30 Mei 2024, dan semakin ciutlah saya ternyata hanya 8 orang yang megambil DBR (Doctor by Research), maka tibalah saat nya tes wawancara dalam UM UGM yang berlangsung pada tanggal 30 Mei 2024, saya di interview oleh Professor Gizi Klinis yang mumpuni, pertanyaan beliau bermacam2 mulai dari menanyakan urgensi saya untuk S3, pembiayaan, serta tentu saja cara membagi peran sebagai isteri dan ibu jika diterima kuliah nanti. 15 menit serasa 2 jam, antara optimis dan sedikit kekhawatiran pasti. Awal Juni 2024 menjadi kelam ketika tiba pengumuman yang menyatakan saya “TIDAK LOLOS” ya Allah padahal penutupan pendaftaran BPI sebentar lagi. Cuss langsung ubek2 info SPMB UNS.

UNS

Seingat saya penerbitan LOA UNS pada H-3 penutupan BPI, masih ada waktu pikir saya lama. Tak mudah menemukan calon promotor yang tepat, saya tak punya kenalan satupun di UNS. Tuhu teman sekantor saya memberikan kontak Prof. Bhisma Murti, kaprodi S2 IKM UNS yang dulunya adalah pembimbing Tesis Tuhu, dengan gercep saya mengontak beliau untuk meminta surat persetujuan sebagai calon promotor dan beliau bersedia, Alhamdulillah. Saat interview saya yakin lolos akan tetapi saat pengumuman tiba sepertinya Allah ingin melihat kesungguhan saya ketika hasilnya tak sesuai yang saya harapkan, tinta merah ini kembali saya dapatkan. Air mata saya menetes ini adalah kesempatan terakhir saya untuk bisa mendaftar BPI, harapan saya rasanya pupus sudah. Entahlah padahal di akhir2 pendaftaran BPI ternyata di perpanjang akhir Juli 2024 pasca diretasnya Pusat Data Nasional (PDN).

UNPAD

Mba Nurul dosen dari Bengkulu kenalan saya pasca pendaftaran UGM yang juga tidak lolos memberitahukan bahwa UNPAD membuka pendaftaran sesi 3 (terakhir) akhir Juli 2024. Setelah tak lolos UGM ternyata mba Nurul tes di UNPAD pada sesi 2 dan berkesempatan mengikuti BPI memotivasi saya untuk ikut saja karena di UNPAD menggunakan sistem Doctoral by riset. Masa iya saya kembali lagi ke kampus yang memberikan saya gelar magister, pikir saya saat itu. Di sisa-sisa semangat, saya menghungungi Prof Dida yang merupakan penguji tesis saya untuk menanyakan kesediaan beliau menjadi calon promotor saya. Dan lagi beliau bersedia Alhamdulillah. Dan kali ini suami saya juga meberikan semangat nya untuk mendaftar lagi di UNPAD, siapa tau rejeki begitu kata beliau, saya pun meng iyakan.

Saya berdoa untuk diberikan yang terbaik dari Allah, saya yakin saya tak lolos UGM dan UNS merupakan jawaban doa saya, mungkin belum terbaik. Inilah ternyata jawaban Allah.

Alhamdulillah saya LULUS, akan tetapi kegalauan tak berhenti di situ, saya belum ada beasiswa untuk langsung mulai perkuliahan semester itu, Suami menyarankan untuk biaya mandiri, saya menolak, saya belum mendaftar beasiswa, apakah saya akan kalah berperang sebelum benar2 bertarung? dengan berat hati, saya mengajukan DEFER (penundaan waktu kuliah) ke Dirdik UNPAD.

Daaan efek pergantian rezim tahun lalu pun mulai terasa dampaknya karena BPI batch 2 tak kunjung ada hilal pendaftarannya, makin galau lah diri ini.

Umroh akhir ramadhan pun menjadi pelampiasan, berdoa sekencangnya pada Allah untuk diberikan yang terbaik, terbaik tak hanya untuk saya, lebih lebih kepada keberkahan ilmu, diri sendiri dan juga anak2. Dan Allah memberikan jawabannya untuk pembukaan Beasiswa PDDI (Program Doktor untuk Dosen Indonesia), semoga Allah Ridho, Aamiin YRA.