3.2.A.7. DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA
A. PEMETAAN TUJUH KELOMPOK ASET SUMBER DAYA SMPN 4 KUNINGAN
A. Pemetaan aset yang dimiliki oleh sekolah
Setelah melalui alur Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi dan Refleksi Terbimbing, berikut saya akan melakukan pemetaan Aset yang dimiliki oleh sekolah saya, di SMPN 4 Kuningan. SMPN 4 Kuningan beralamat Jl. Laks RE Martadinata No. 76 Kelurahan Cijoho, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat, kode pos 45512.
Gambar Pintu Gerbang SMPN 4 Kuningan
Berikut hasil Pemetaan Aset di SMPN 4 Kuningan yang saya temukan :
Modal ManusiaSekolah terakreditasi AKepala sekolah kualifikasi S2Tenaga Pendidik/Guru berjumlah 42 orang dengan kualifikasi Pendidikan S2 dan S1, dan sebagian besar telah bersertifikat Pendidik/Sertifikasi. Lima personil SMPN 4 Kuningan adalah CGP dari Kabupaten KuninganTenaga Kependidikan berjumlah dengan kualifikasi Pendidikan D3 dan S1. Serta Penjaga sekolah dan pesuruh 3 orang.Pengawas yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan, Komite Sekolah yang memiliki jabatan sebagai Camat dan tokoh Masyarakat perwakilan dari Orang Tua Murid.Pada tahun pelajaran 2021/2022 murid kami berjumlah 996 orang.Alumni dan Masyarakat sekitar, Ahli profesi seperti Ahli IT atau Motivator
Gambar Foto Kepala Sekolah bersama Bapak Kabid Bidang SMP, Pengawas dan Guru SMPN 4 Kuningan pada kegiatan IHT tahun 2021
Gambar Foto Kegiatan Pendampingan Pengawas dengan Perwakilan Guru Mapel
Modal SosialYang termasuk dalam modal sosial antara lain adalah asosiasi. Asosiasi adalah suatu kelompok yang ada di dalam komunitas masyarakat yang terdiri atas dua orang atau lebih yang bekerja bersama dengan suatu tujuan yang sama dan saling berbagi untuk suatu tujuan yang sama. Asosiasi yang ada di lingkungan sekolah yaitu : KORPRI, PGRI, MKKS, FMGMP, Komite Sekolah, OSIS dan Ekstrakulikuler.
Gambar Pengukuhan Pengurus MGMP tingkat Kabupaten oleh Kepala Dinas Pendidikan Periode Tahun 2021-2025
Modal FisikTerdiri atas dua kelompok utama, yaitu :Bangunan yang bisa digunakan di SMPN 4 Kuningan meliputi : 1 Ruang Kepala Sekolah, 1 Ruang Tenaga Kependidikan, 1 Ruang Gudang ATK, 1 Ruang Guru, 1 Ruang Operator, 1 Ruang BP/BK, 30 Ruang Kelas, 1 Ruang Osis, 1 Ruang Koprasi Siswa, 1 Ruang Gudang Umum, 1 Perpustakaan, 1 Ruang LAB IPA, 2 Ruang Komputer, 1 Ruang Kesenian, 1 Ruang UKS dan 15 Toilet Guru dan Siswa, 1 Mushola, Komplek Kantin, 2 lapang Parkir, 1 Lapangan Volly/ Badminton dan 2 Lapangan Bola Basket.
Penggunaan Lab Komputer oleh Bapak Ibu Guru
Infrastruktur atau sarana prasarana disekolah yaitu tersedianya saluran pembuangan/selokan, sistem air resapan, dekat dengan jalan utama Kabupaten, jalur komunikasi, jalur transportasi yang mudah, dekat dengan fasilitas umum (Puskesmas, Koramil, Toserba Jogja, SPBU) kemudian sarana pendukung pembelajaran seperti Komputer, Laptop. Infokus, Tablet, dan Jaringan Internet yang dimiliki SMP N 4 Kuningan membuat sekolah saya menjadi salah satu sekolah favorit pilihan murid-murid SD yang ada disekitar, bahkan ada beberapa murid yang lebih jauh dari Zona yang sudah ditentukan.
Modal Lingkungan / AlamModal Lingkungan yang memiliki potensi yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dalam upaya pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup di sekitar SMPN 4 Kuningan yaitu dekat dengan Gunung Ciremai, Wisata Alam Palutungan, Curug, Waduk Darma dan lainnya. Kondisi udara yang bersih dan segar karena banyak tanaman dan pohon rindang yang ditanam sehingga ada beberapa hewan liar seperti burung berterbangan di lingkungan sekolah.Sisa lahan kosong di sekolah yang ada kami manfaatkan sebagai :Hutan Sekolah dengan ditanami berbagai jenis pohon penghasil oksigen,Kolam dan Taman Sekolah yang memberikan suasana nyaman,Warung Hidup, Green House dan kebun singkong.Modal FinansialDukungan keuangan yang dimiliki oleh SMPN 4 Kuningan, yang digunakan untuk membiayai proses pembangunan dan kegiatan sekolah didapatkan dari : Biaya Operasional sekolah (BOS), Sumbangan dari OrangTua Murid dan Alumni, Keuntungan Hasil Penjualan Koperasi Siswa, Dana Aspirasi Partai dan Sponsor yang bekerja sama dengan sekolah. Keuangan tersebut digunakan dengan sebaik mungkin dan dilaporkan secara berkala kepada pihak-pihak yang terkait.Modal PolitikLembaga yang memiliki peluang atau kesempatan yang sama dalam kepemimpinan, serta memiliki suara dalam masalah umum yang terjadi dalam lingkungan SMPN 4 Kuningan yaitu Kemendikbud, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Komunitas Praktisi Kepala Sekolah/MKKS, Komunitas Praktisi Guru/MGMP, Pemerintah Desa Cijoho, Lembaga Kesehatan Puskesmas, Pelayanan Listrik/ PLN dan air PDAM dan Keamanan dari Polsek dan Koramil.Modal Agama dan BudayaModal Agama yang dimiliki oleh SMPN 4 Kuningan yaitu tersedianya Mushola, Kegiatan Ekstrakukikuler Hadrroh, Perayaan kegiatan PHBI, Kegiatan Lomba berupa Pentas PAI, adanya kersama dengan Lembaga Keagamaan non Muslim untuk murid, dan melaksanakan kegiatan Budaya Positif keagamaan seperti membaca Asmaul Husna setiap pagi sebelum pelajaran, Membaca surat Yassin dan Sholat Dhuha bersama di Lapang sekolah.
Memperingati PHBI Isra Miraj di kelas
Modal Budaya yang ada di Lingkungan Kabupaten Kuningan dan SMPN 4 Kuningan yaitu :Upacara adat Seren Tahun di daerah Cigugur yang merupakan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan YME atas segala hasil panen setiap tahunUpacara adat Kawin Cai di daerah desa Manis Kidul dengan tradisi mengawinkan air yang berasal dari 7 sumber mata air Cibulan dengan mata air Balong Dalem.Pengunaan Batik khas Kuningan setiap hari Kamis dan Jumat setiap minggunya.Penggunaan Baju adat Sunda setiap hari Kamis minggu ke 4 di setiap bulannya.
Penggunaan Baju Adat Sunda setiap hari Kamis minggu ke 4
B. Analisis potensi kekuatan aset sekolah dibandingkan dengan sumber daya yang sesuai dengan peraturan negara
Berikut saya akan menjawab beberapa pertanyaan pematik untuk dapat menganalisis kekuatan aset :
Apa yang kami kuasai?
Setelah saya melakukan identifikasi atau pemetaan aset sekolah SMPN 4 Kuningan yang ada saat ini dengan melihat 7 modal Manusia, modal Sosial, modal Fisik, modal Lingkungan/Alam, modal Finansial, Modal Politik dan modal Agama dan Budaya yang kami kuasai yaitu ketujuh modal aset yang ada sudah sangat mencukupi untuk mendukung dan menunjang proses pelaksanaan pembelajaran disekolah yang akan berpihak kepada kebutuhan murid. Yang mungkin selama ini kami hanya melihat pada masalah atau kekurangan yang ada
Apa yang paling kami banggakan dari sekolah ini? Dari murid-murid kami?
Yang paling kami banggakan dari sekolah ini yaitu dari aset Modal Manusia dan Modal Fisik. Modal Manusia yang ada meliputi dari Kepala Sekolah yang mempunyai kualifikasi S2 dan 62 personel tenaga Pendidik dan Kependidikan yang memiliki basic Pendidikan S1 dan S2 sesuai dengan tupoksinya sehingga diharapkan mampu menunjang kebutuhan pembelajaran kepada Murid. Jumlah murid di SMPN 4 Kuningan sejumlah 996 yang hampir mendekati seribu dengan rata-rata pembagian kumlah siswa per kelas 32 orang. Dan saya bersama 4 rekan Guru lain saat ini menjadi peserta CGP Angkatan 3 dari Kabupaten Kuningan. Disana menunjukan begitu diminati masyarakat sekitar untuk menitipkan putra putrinya bersekolah di tempat kami. Pengawas sekolah yang selalu memberi arahan, petunjuk, penilaian dan pengawasan terhadap pelaksanaan pembelajaran mampu mempertahankan prestasi sekolah kami memiliki nilai Akreditasi A dari tahun ke tahun. Kemudian kami memiliki Ketua Komite yang merupakan orang tua dari salah satu murid dan beberapa tokok Masyarakat sekitar yang memberikan dukungan pada setiap kegiatan yang melibatkan murid di dalamnya.
Gambar personil Guru SMPN 4 Kuningan yang menjadi peserta CGP Angkatan 3
Dari Alumni yang telah lulus dari sejak didirikan pada tahun 1976 sampai tahun 2021 banyak melakukan kontribusi untuk mendukung dan meningkatkan kegiatan atau pembangunan bangunan sekolah agar menjadi lebih baik setiap tahunnya. Bahkan banyak alumni SEMPATKU (SMPN 4 Kuningan) satiap tahunnya melakukan Meet n Great/ Reuni bersama dengan Bapak Ibu guru yang sudah pensiun maupun yang masih aktif untuk tetap menjalin Silaturahmi. Dari murid-murid yang kami miliki yang berjumlah 996 siswa diantaranya banyak yang memiliki prestasi dan ketrampilan baik di bidang Akademik ataupun Non Akademik. Bidang akademik yang terakhir tercatat mendapatkan prestasi yaitu memperolah peringkat ke 3 Olimpiade Bahasa Sunda tingkat Provinsi Jawa Barat, dan prestasi lainnya.
Pemberian Apresiasi Sekolah kepada siswa peraih juara 3 Olimpiade Bahasa Sunda Tingkat Provinsi Jawa Barat
Kemudian dari Modal Fisik kami Alhamdulillah memiliki luas tanah dan bangunan dengan ruangan yang banyak untuk Ruang kelas dan fasilitas belajar lainnya. SMPN 4 Kuningan merupakan salah satu sekolah Terluas dan terlengkap yang dimiliki Kabupaten Kuningan. Memiliki Lingkungan yang asri dan nyaman yang mampu berikan suasana belajar menyenangkan jauh dari gangguan.
Apa yang membuat kami unik?
Yang membuat kami unik dari pada sekolah lain yaitu ketika ada sebuah perlombaan dengan kriteria terbanyak disukai di Sosial media seperti Instagram, kami selalu mendapatkan juara. Karena Bapak Kepala Sekolah, Bapak Ibu guru Murid dan beserta Alumni selalu dilibatkan. Kami bersama-sama mendukung setiap kegiatan yang berlangsung dengan menyumbangkan like dan doa bersama.
Kekuatan apa yang kami miliki dan berharga untuk masyarakat/komunitas sekitar?
Kekuatan apa yang kami miliki dan berharga untuk masyarakat/komunitas lingkungan sekitar yaitu mampu untuk menerima peserta didik generasi masa depan bangsa untuk menempuh Pendidikan jenjang SMP di lingkungan area Kelurahan Purwarinangun, Keluarahan Cijoho, Kelurahan Ciporang, Kelurahan Ciporang dan Keluarahan lainnya di Luar Zona yang telah ditetapkan. Ditunjukan dengan daya tampung calon peserta didik setiap tahun selalu meningkat. Untuk Tahun ajaran 2021/2022 kami menerima 10 Rombel dengan jumlah 320 siswa. Disini menunjukan antusias yang tinggi oleh masyarakat sekitar. Dan pada bulan Ramadhan tahun 2021 kami mengadakan kegiatan “Bukber On the Street” dengan berbagi Takjil di depan Sekolah dengan membagikan 700 box makanan kepada masyarakat sekitar yang diperoleh dari sumbangan Seluruh Personil Guru dan staf beserta Murid.
Gambar persiapan pelaksanaan kegiatan sosial Bukber On the Street
Apa yang telah sekolah lakukan dan miliki yang lebih baik dari orang lain?
Yang telah sekolah lakukan dan miliki yang lebih baik dari orang lain yaitu menjadi salah satu sekolah yang sudah mendapatkan gelar Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2019. Merupakan penghargaan tertinggi yang menunjukan bagaimana Kepala Sekolah dan seluruh warga berperan, ikut andil dan bekerja sama untuk melalui proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang. Untuk mendapatkan gelar Adiwiyata Nasional SMPN 4 Kuningan melalui 3 tahap penilaian dari tingkat Kabupaten Kuningan, tingkat Provinsi oleh Gubernur dan tingkat Nasional diberikan oleh Menteri Lingkungan Hidup. Pengahargaan yang didapat sekolah sempat masuk berita media Online setempat.
Dengan modal Aset yang dimiliki di SMPN 4 Kuningan sudah sebanding dengan semua sumber daya yang seharusnya dimiliki sesuai dengan peraturan negara. Meskipun masih perlu banyak renovasi untuk Modal Fisik yang dimiliki karena usia bangunan yang sudah tua. Sekolah mempunyai visi agar mampu untuk mencetak generasi bangsa masa depan yang miliki karakter Pelajar Profil Pancasila dengan mampu menuntun dan menggali potensi yang dimilikinya dan mampu melaksanakan pembelajaran berpihak pada murid untuk mewujudkan Merdeka Belajar pada tahun 2024. Demikian analisis yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf jika ada kekurangan atau kesalahan.
Salam Bahagia… !!!
Berikut Beberapa dokumentasi tambahan kegiatan yang berlangsung di SMP 4 Kuningan dalam rangka memanfaatkan Aset yang dimiliki…
Gerakan menanam di sekolah oleh Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan dan seluruh Murid
Beberapa kegiatan Ekstrakulikuler yaitu Pramuka, Bola Volly dan Futsal
Mengikuti kegiatan lomba dan Pemberian Apresiasi dari Sekolah kepada murid
Memperingati HUT KORPRI dan Kegiatan Vaksinasi Covid 19
Kegiatan Pembelajaran di Kelas dan Perayaan HUT SMPN 4 Kuningan
REFLEKSI:
MODUL 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA MENYADARKAN JATI DIRI KITA AKAN DIRI KITA SEBAGAI ASET YANG ADA DI SEKOLAH,SELAMA INI KITA HANYA MENGGALI ASET APA YANG ADA DI LINGKUNGAN SEKITAR UNTUK MEMAJUKAN SEKOLAH KITA PADAHAL KITA SENDIRI ADALAH ASET YANG BISA DIMAKSIMALKAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SEKOLAH KITA,.SALAM BAHAGIA.
Penulis adalah Guru Penggerak , Angkatan 3 dari SMPN 4 Kuningan.
Oleh :Mila NoviraCGP Angkatan 3-SMPN 4 KUNINGANKABUPATEN KUNINGAN
Sekolah sebagai ekosistem,sebuah bentuk interaksi antar faktor biotik dan faktor abiotik dapat terciptakan hubungan selaras dan harmonis.
Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran menajdi lebih berkualitas dan bermakna,dengan kata lain dengan mengetahui sumber daya yang tepat dapt membantu proses belajar murid dengan lebih menyenangkan,mengambil sisi positif dan mengunakannya sebagai kekutan dan membentuk karakter yang kuat kreatif mandiri dan berdaya guna bagi semuanya.
Pendekatan berbasis kekurangan dan pendekatan berbasis aset / kekuatan
berbasis pada kekurangan berkutat pada masalah utama yakni fokus pada masalah dan isu dengan langkah langkah:
1.mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan dan selalu bertanya apa yang kurang?
2.fokus mencari bantuan dari sponsor/institusi lain
3.merancang program atau proyek untk menyelesaikan masalah
4.mengatur kelompok yang dapat melaksanakan proyek.
berbasis kekuatan yakni fokus pada aset atau kekautan dan membayangkan masa depan dengan cara:
berfikir tentang kesuksesanmengorganisasi kompetensi dan sumber dayamerancang sebuah rencana berdasar misi dan kekuatanmelaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan
Tujuh aset/kekuatan sumber daya modal sekolah yang dapat dikelola dan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran yaitu:
1.MODAL MANUSIA
a. Kepala Sekolah
b. Guru (S1 DAN S2)
GURU BERPRESTASI DAN BERDEDIKASI GURU MENJADI PENULIS BUKU,SEBAGAI INSTRUKTUR,GURU KREATIF DAN INOVATIF
c. STAF TU (BERPENGALAMAN DI BIDANGNYA,PUSTAKAWAN,OPS,BIDANG SARPRAS,BIDANG KESISWAAN,BIDANG KEPEGAWAIAN,KESENIAN ,KEBERSIHAN)
d. Murid (HETEROGEN DENGAN BERBAGAI POTENSI BAIK AKDEMIK MAUPUN NON AKADEMIK)
e. ORANG TUA DAN KOMITE(YANG SELALU MENDUKUNG KEBIJAKAN SEKOLAH DAN PBM BERFIHAK PADA MURID)
2.MODAL SOSIAL:
SD penyanggahMGMP Guru MAPELMasyarakat (orang tua siswa)
3.MODAL FISIK:
Ruang KelasKomputerLab. IPAPerpustakaan
4.MODAL LINGKUNGAN/ALAM:
Berada di Lingkungan Persawahan SEHINGGA UDARANYA MASIH SEGARPemanfaatan lahan kosong sekolahTAMAN SEKOLAHKEBUN SEKOLAHKOLAM IKANPERTANIAN DAN PERKEBUNAN
5.MODAL FINANSIAL:
DANA BOSKOPERASI SEKOLAHKEBUN SEKOLAHTABUNGAN
6.MODAL POLITIK:
Pemerintah desa YANG PROAKTIF DAN RESPONSIVE KEPADA SEKOLAHPuskesmas YANG RUTIN MELAKUKAN PENJARINGAN KESEHATANKEMANANAN(POLISIKOMITE SEKOLAH
7.MODAL AGAMA DAN BUDAYA:
Dikelilingi oleh PESANTRENSeni Upacara AdatPERAYAAN HARI BESAR AGAMABUDAYA BERBAGAI UNTUK EMPATI.
Koneksi atau hubungan materi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya ini dapat dikaitkan dengan materi di modul sebelumnya yakni filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang tujuan pendidikan dan pengajaran yang berada di modul 1.1 nilai dan peran guru penggerak di modul 1.2,menentukan visi sekolah yang dapat dilaksankaan melalui pendekatan inkuiri apresiatif dalam BAGJA modul 1.3 dan budaya positif di modul 1.4 yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan di sekolah.
Dari pembelajaran pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya di modul 3.2 ini saya telah menemukan hal baru yang tidak saya ketahui sebelumnya dan saya fahami dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang ada di sekitar sekolah secara kreatif agar program pendidikan yang ingin dicapai dapat terlaksana secara maksimal.
Selama ini saya memiliki pola fikir yang selalu berfokus pada apa yang kurang,apa yang mengganggu dan apa yang tidak bekerja. Segala sesuatuna saya lihat dengan cara pandang negatif yang semakin lama telah membuat saya lupa akan potensi kekuatan yang ada di sekitar saya untuk dioptimalkan. Hal ini kiranya telah mengakibatkan saya menjadi ragu dalam melaksankan setiap program yang akan dijalankan.
Bahkan program itu cenderung tidak berjalan yang sering terkendala karena menghadapi persoalan keuangan,sarana prasarana sebagai akibat dari pandangan negatif serta minimnya upaya untuk membangun potensi yang ada di sekitar saya secara kreatif dalam menyampaikan ide ide kreatif dalam ekosistem sekolah.
Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya yang mampu menjadikan sumber daya yang ada di sekitarnya menjadi bermanfaat dan digunakan sebagai hal positif di dalam menunjang proses pembelajaran.
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan filosofi KHD adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar dapat mencapai keselamatan dan kenahagiaan yang setinggi tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Guru yang cerdas daapt mengelola dan menggali kemampuan muridnya,menyesuaikan dengan kodratnya agar anak bisa nyaman dan bahagia dalam proses pembelajaran
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan nilai dan peran guru penggerak adalah guru dapat menanamkan nilai nilai positif dalam diri muridnya sehingga bisa menggunakan kekuatan yang ada untuk melakukan kegitan yang tepat guna dan tepat sasaran.
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan pembelajaran berdiferensiasi adalah pengelolaan sumber daya manusia yang sesuai dengan bakat dan minatnya akan memperoleh pembelajaran berkualitas. Kompetensi sosial emosional sangat diperlukan dalam membantu menanggulangi stress ketika mengelola sumber daya manusia.
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan coaching adalah guru dapat menggali maslaah dan dapat menemukan solusi dari maslaah yang dihadapi terkait pemanfaatn sumber daya
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan Dilema Etika adalah dalam pengambilan keputusan tentunya harus berpedoman dengan prinsip prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah pengambilan keputusan supaya keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan dan tepat dalam mengelola sumber daya agar tidak keluar dari norma dan peraturan.
Hubungan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan Inkuiri Apresiatif BAGJA adalah terwujudnya perubahan mindset mengenai bagaimana menjadi guru yang mampu menuntun siswa,kreatif,mampu mengelola emosi,memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam dan memiliki skill coaching serta melakukan pemetaan terhadap aset sekolah agar tercapai yang namanya merdeka belajar.
Contoh Sederhana Menerapkan Inkuiri Apresiatif (Model BAGJA)
PRAKARSA PERUBAHANMenumbuhkan jiwa kewirausahaan pada MuridTAHAPAN PertanyaanDaftar tindakan/riset/penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawabanB-uat pertanyaan (Define) • Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/ peluang; • Menggalang atau membangun koalisi tim perubahan• Bagaimana kewirausahaan pada Murid yang ada di SMPN 4 Kuningan?*Berapa banyak murid yang memiliki jiwa kewirausahaan?*Bagaimana menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada murid?✓ Semua guru melakukan riset kepada muridnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada*Tukar informasi dengan semua guru Mapel lainnya*menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid dengan menggunakan kekuatan kodrat anak.A-mbil pelajaran (Discover) • Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi; • Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsur• Apa manfaat kewirausahaan pada murid? • Metode seperti apa yang cocok untuk kewirausahaan pada murid? • Adakah Guru lain yang sudah mengembangkan kewirausahaan pada murid?✓ Mencari profil orang atau tokoh terkenal yang sudah pernah berhasil ✓ Mencari tahu dan mencatat bagaimana dia bisa sukses menjadi pengusahaG-ali mimpi (Dream) • Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud;• Apakah menumbuhkan kewirausahaan pada murid merupakan wujud merdeka belajar? *Bagaimana perasaan Guru jika murid memiliki jiwa kewirausahaan?✓ Terus menggali potensi dengan mengembangkan semua kemampuan dimulai dari lingkungan terkecilnya yaitu keluarga,kelas dengan memaksimalkan sumber daya yang ada
J-abarkan rencana (Design)● Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian; Menyusun definisi kesuksesan pencapaianMulai dari Mapel apa untuk menumbuhkan kewirausahaan murid ?*Kegiatan belajar seperti apa karakter yang bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan?*Bagaimana cara agar konsisten menerapkan kewirausahaan? * Mulai dari Mapel IPS untuk menumbuhkan kewirausahaan murid dengan tema :ekonomi kreatif”.*menerapkan praktek konsumsi,distribusi,produksi di kelas.*focus untuk tetap konsisten berdagang.
A-tur eksekusi (Deliver)● Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan;Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi)*Siapa saja yang terlibat dalam penumbuhan kewirausahaan pada murid?Mulai kapan seharusnya jiwa kewirausahaan pada murid?*Apa tolok ukur kesuksesan jiwa kewirausahaan?*Seluruh guru dan siswa yang ada di Sekolah*Mulai saat ini* Terus menggali potensi dengan mengembangkan semua kemampuan dimulai dari lingkungan terkecilnya yaitu keluarga,kelas dengan memaksimalkan sumber daya yang ada
Salam Bahagia dan Selalu Semangat
3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
1. Sebagai seorang pendidik seringkali dihadapkan dengan kondisi memilih antara 2 pilihan yang sangat berarti. Kita guru sebagai pem,impin pembelajaran diharapkan dapat mengambil keputusan keputusan yang tepat dan benar serta tidak memihak pada salah satu dari suatu masalah yang sedang dihadapi..
Seorang pendidik harus bisa melihat bagaimana persoalan tersebut apakah merupakan dilema etika atau bujukan moral.
Dalam modul 3.1 ini Saya mempelajari dilemma etika dan bujukan moral yang nantinya diharapkan dapat digunakan dalam kehidupan sehari hari untuk saya terapkan di sekolah ketika menghadapi masalah dalam pengambilan keputuisan sebagai pemimpin pembelajaran.
2. Sebagai makhluk social dan sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengambilan suatu keputusan tidak akan luput dari dilemma etika dan bujukan moral. Dalam hal ini yang harus kita perhatikan adalah apakah kasus tersebut termasuk dilemma etika atau bujukan moral.
Dan untuk mengetahuinya kita dapat melakukan langkah awal untuk identifikasi masalah agar bisa diketahui bahwa kasus yang dihadapi adalah benar dilemma etika atau bujukan moral. Apabila masuk dalam kategori kasus dilemma etika maka ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk mengambil sebuah keputusan,kita harus memperhatikan 4 paradigma ,3 prinsip,dan 9 langkah langkah dalam pengambilan keputusan.
3. Saya akan menerapkan langkah langkah pengambilan keputusan tersebut setelah saya mempelajari modul ini dan akan berusaha semaksimal mungkin memecahkan suatu masalah yang ada di lingkungan sekolah dengan memperhatikan 9 langkah langkah dalam modul ini.
Jadi mulai Saya mendapatkan ilmu ini maka Saya mencoba mempraktikkan dengan kondisi kehidupan sehari hari yang saya jalani baik di lingungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Sebagai seorang pendidik, saya terbantu dengan penjelasan materi dari modul 3.1 sebab dalam kehidupan sehari hari sering menemukan dilemma tapi belum bisa memanage sebuah keputusan dengan baik terutama di saat menemukan masalah belajar pada siswwa.
Melalui semua materi yang saya pelajari dari modul, sudah seharusnya memberikan keputusan yang bersifat positif sehingga membuat orang orang di lingkungan saya merasa nyaman dan tenang. Hal itu dilakukan juga untuk memerdekakan siswa dalam mencapai keselamatan dan kebahagiaan belajar.
4. Yang akan mendampingi saya dalam menerapkan atau menjalankan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam lingkungan sekolah tentunya kepala sekolah,rekan rekan sejawat, serta praktisi yang ada di lingkungan sekolah.
Dalam hal mengukur efektivitas pengambilan keputusan tentunya Saya dapat melihat dari refleksi saya setelah melakukan pengambilan kepuitusan .sehingga saya bias merasakanb bahwa keputusan yang saya ambil tidak ada pihak yang dirugikan atau tidak berfihak sebelah karena pengambilan keputusan yang tepat adalah mencari solusi terbnaik bagaimana mendapatkan keputusan yang baik dan benar.
Pengambilan keputusan yang tepat dalam pemimpin pembelajaran adalah pengambilan keputusan yang mampu menyeimbangkan antara dua pihak atau dua opsi yang ada dengan pilihan yang tepat dan benar sehingga tidak merugikan salah satunya.
Dalam mengkritisi suatu pengambilan keputusan atau membuat suatu keputusan yang kreatif, inovatif dan efisien sebagai seorang pemimpin pembelajaran maka sangat penting untuk mempraktikan aspek-aspek apa saja yang perlu dilakukan sebelum dan sesudah pengambilan suatu keputusan
Dari pengalaman dan latar belakang tempat kita bekerja yaitu di institusi pendidikan sekolah,dilemma etika dan bujukan social adalah sebuah kasus yang sangat berat yang sering kita hadapi dari setiap kejadian.
Ketika dilemma etika datang dan harus kita hadapi maka kita akan selalu ada nilai nilai kebajikan yang mendasari namun bertentangan dengan cinta kasih sayang, tanggung jawab, perhatian, kebenaran, kebebasan,keadilan,persatuan dan kesatuan,toleransi serta suatu penghargaan akan kehidupan.
Tidak ada aturan baku yang berlaku untuk memutuskan situasi dilemma etika karena ini bersifat relative dan bergantung situasi konmdisi.
Terjadinya suatu kejadian artinya ada bersamanya kita tetap berpegang pada aturan yang berlaku untuk menentukan kebenaran namun ada kalanya kita tidak berpegang pada aturan karena situasi tertentu.
Nah ,demikianlah penjelasan dari Saya semoga bermanfaat untuk kita semua,salam bahagia.
Oleh:Mila Novira,SE,M.Pd
Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?
Filosofi Pratap Triloka khususnya ing ngarso sung tuladha memberikan pengaruh yang besar dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. KHD berpandangan bahwa sebagai seorang guru, itu harus memberikan tauladan atau contoh praktek baik kepada murid. Dalam setiap pengambilan keputusan, seorang guru harus memberikan karsa atau usaha keras sebagai wujud filosofi Pratap Triloka ing madyo mangun karsa dan pada akhirnya guru membantu murid untuk dapat menyelesaikan atau mengambil keputusan terhadap permasalahannya secara mandiri. Gru hanya sebagai pamong yang mengarahkan murid menuju kebahagiaan. Hal ini sesuai dengan filosofi Pratap Triloka Tut Wuri Handayani.
Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
Dalam pengambilan suatu keputusan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita. Nilai-nilai bagaikan gunung es yang hanya terlihat kecil dipermukaan air tetapi merupakan bagian yang besar di dalam alam bawah sadar kita. Maka penting untuk memupuk nilai-nilai positif dalam diri kita yang nantinya akan menjiwai setiap keputusan yang kita ambil.
Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.
Coaching adalah ketrampilan yang sangat penting dalam menggali suatu masalah yang sebenarnya terjadi baik masalah dalam diri kita maupun masalah yang dimiliki orang lain. Dengan langkah coaching TIRTA, kita dapat mengidentifikasi masalah apa yang sebenarnya terjadi dan membuat pemecahan masalah secara sistematis. Konsep coaching TIRTA sangat ideal apaila dikombinasikan dengan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan sebagai evaluasi terhadap keputusan yang kita ambil.
Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.
Pada pembahasan studi kasus yang berfokus pada masalah moral atau etika diperlukan kesadaran diri atau self awareness dan keterampilan berhubungan sosial untuk mengambil keputusan. Kita dapat menggunakan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan terutama pada uji legalitas untuk menentukan apakah masalah tersebut termasuk bujukan moral yang berarti benar vs salah ataukah dilema etika yang merupakan permasalahan benar vs benar. Apabila permasalahan yang dihadapi adalah bujukan moral maka dengan tegas sebagai seorang guru, kita harus kembali ke nilai-nilai kebenaran.
Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Pengambilan keputusan yang tepat, tentu akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Kondisi tersebut adalah kondisi yang kita inginkan. Maka untuk melakukan perubahan, diperlukan suatu pendekatan yang sistematis. Dalam hal ini, kita menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif BAGJA untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Dalam kasus dilema etika, pada dasarnya apapun keputusan yang kita ambil dapat dibenarkan secara moral. Akan tetapi perlu memperhatikan prinsi-prinsip dalam pengambilan suatu keputusan. Kita harus berfikir hasil akhir dari keputusan kita yang sesuai dengan prinsip berpikir berbasis hasil akhir (end based thinking), kita juga harus melihat peraturan yang mendasari keputusan yang kita ambil (berpikir berbasis peraturan-rule based thinking) serta kita harus menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman sesuai dengan prinsip berpikir berbasis rasa peduli (care based thinking).
Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?
Merdeka belajar merupakan tujuan akhir dari pembelajaran yang kita lakukan. Merdeka belajar berarti siswa bebas untuk mencapai kodrat alamnya (mengembangkan potensinya) tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Siswa juga dapat mencapai kebahagiaannya sesuai dengan potensi yang dia miiki. Maka keutusan yang kita ambil tidak boleh merampas kebahagiaan siswa dan juga merampas potensi yang dimiliki siswa.
Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Guru adalah pemimpin pembelajaran sebagai pamong yang diibaratkan seorang petani yang menyemai benih. Benih tersebut dapat tumbuh subur apabila dirawat, dan dijaga dengan baik. Demikian juga dengan murid, seorang guru bertanggungjawab untuk mengembangkan potensi yang dimiliki murid sebagaimana petani yang menyemai benih untuk mendapatkan hasil yang baik sehingga setiap keputusan guru akan berpengaruh pada masa depan murid.
Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Kesimplan yang didapat dari pembelajaran modul ini yang dikaitkan dengan modul-modul sebelumnya adalah :
Pengambilan keputusan adalah suatu kompetensi atau skill yang harus dimiiki oleh guru dan harus berlandaskan kepada filosofi Ki Hajar Dewantara yang dikaitkan sebagai pemimpin pembelajaran.Pengambilan keputusan harus berdasarkan pada budaya positif dan menggunakan alur BAGJA yang akan mengantarkan pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman (well being).Dalam pengambilan keputusan seorang guru harus memiliki kesadaran penuh (mindfullness) untuk menghantarkan muridnya menuju profil pelajar pancasila.Dalam perjalanannya menuju profil pelajar pancasila, ada banyak dilema etika dan bujukan moral sehingga diperlukan panduan sembilan langkan pengambilan dan pengujian keputusan untuk memutuskan dan memecahkan suatu masalah agar keputusan tersebut berpihak kepada murid demi terwujudnya merdeka belajar.(Penulis adalah Calon Guru Penggerak Angkatan ke-3,penulis juga Guru IPS di SMPN 4 Kuningan).
Yang dimaksud dengan budaya positif di sekolah?Budaya positif ialah nilai nilai,keyakinan-keyakinan dan kebiasaan kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis,penuh hormat dan bertanggung jawab.
Sebagai calon guru penggerak,Saya dan rekan rekan CGP lainnya harus menjadi inisiator dalam mewujudkan budaya positif di sekolah yang berpihak pada murid.Mengapa hal ini perlu diwujudkan? Tweet
untuk menjalankan budaya positif di sekolah maka hal pertam yang harus dibangun adalah pendidikan karakter di sekolah, agar pendidikan karakter berjalan dengan efektif maka semua personil sekolah harus berupaya membangun karakter peserta didik agar senantiasa berkarakter baik,jujur,disipin,penuh hormat dan santun pada guru,saling menghargai antar teman,serta perbuatan positif lainnya,untuk itu bukanlah hal yang mudah membentuk karakter penerus bangsa menjadi karakter jujur,berkeadilan,tanggung jawab ,peduli,saling menghormati.
Menurut Fullan (2007) budaya sekolah adalah keyakinan keyakinan dan nilai nilai yang terlihat dari bagaimana sekolah menjalankan aktivitas sehari hari.Sedangkan menurut Deal dan Peterson(1999) mendefinisikan budaya sekolah sebagai tradisi dan kebiasann keseharian yang dibangun dalam jangka waktu yang lama oleh guru,murid,orang tua, dan staf administrasi yang bekerjasama dalam menghadapi berbagai krisis dan pencapaian.
Dari kedua pengertian tersebut kita melihat bahwa budaya sekolah merupakan nilai nilai dan keyakinan keyakinan yang dibangun dalam jangka waktu lama yang tercermin pada sikap keseharian seluruh komponen sekolah. Contoh budaya positif di sekolah yang sudah berjalan senyum sapa salam,,tentunya budaya sekolah tersebut perlu dilaksanakan mengingat perannya yang dapat membuat sekolah menjadi lingkungan yang nyaman.
Jadi kesimpulannya budaya positif di sekolah ialah nilai-nilai,keyakinan keyakinan dan kebiasaan kebiasaan di sekolah, guru memgang peranan penting ,guru perlu memahami posisi apa yang tepat untuk dapat mewujudkan budaya positif baik lingkup kelas maupun sekolah , selain itu pemahaman akan disiplin positif juga diperlukan karena sebagai pamong,guru diharapkan dapat menuntun murid untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab . Oleh karena itu selanjutnya dari budaya positif tersebut,guru harus memahami dua konsep yakni posisi kontrol dan disiplin positif yang menjadi landasan dari budaya positif.
Menurut Fullan, posisi kontrol guru adalah posisi yang dipakai untuk meninjau apakah penanaman disiplin yang kita lakukan sudah efektif,berpusat memerdekakan dan memandirikan anak,disini ada lima posisi kontrol yaitu: penghukum,pembuat orang merasa bersalah,menjadi teman,menjadi pemantau atau pengawas dan menjadi Manajer.
Masih menurut Fullan, disiplin positif adalah menanamkan motivasi yang kuat pada murid yaitu untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai nilai yang mereka percayai.
Untuk menanamkan disipin positif di kelas, anak perlu membuat keyakinan kelas ,keyakinan kelas adalah suatu hal yang dapat memotivasi siswa menjadi lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan,jadi siswa akan lebih tergerak menaati aturan atau kesepakatan kelas yang tekah dibuat berdasarkan keyakinan kelasnya,mereka akan malu jika melanggar keyakinan kelas yang telah disepakati bersama teman temannya.
Dengan demikian Saya faham bahwa penanaman budaya positif sangat pentign untuk menumbuhkan nilai karakter anak ke arah disiplin positif di lingkungan sekolah.Disamping itu terdapat segitiga restitusi yaitu proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka dengan karakter yang lebih kuat.Nah,jadi seluk beluk dari semuanya adalah karena danya latar belakang dimana manusia mempunyai kebutuhan dasar yakni kebutuhan untuk bertahan hidup, cinta dan kasih sayang,kebebasan,kesenangan dan kekuasaan..
Yang paling menarik dan diluar dugaan saya adalah segitiga restitusi.Pernah ketika menghadapi murid yang tidak pernah piket maka Saya memanggil murid tersebut untuk menanyakan permasalahannya apa dan meminta anak untuk selalu melaksanakan piket dikelas.Ternyata mereka selalu telat ketika akan piket karena ada masalah pribadi ketika akan sekolah anak harus membantu ibunya yang sedang sakit di rumah.
Saya mulai memahami konsep budaya positif di sekolah yang berpihak pada anak, saya merefleksi dan mengevaluasi praktik disiplin yang pernah saya lakukan kemudian saya mulai melakukan perbaikan dalam menciptakan budaya positif.
Kehidupan Masa Praaksara, Hindu- Buddha dan Islam di IndonesiaPEMBELAJARAN 1:Kehidupan Masa PraaksaraA. Tujuan Pembelajaran
Melalui aktivitas belajar mandiri ini kalian akan dituntun mengidentifikasi karakteristik kehidupan masyarakat masa praaksara di Indonesia dan membandingkan peninggalan kebudayaan masa praaksara . Selain itu kalian akan melakukan permainan edukatif dan membuat scrapbook tentang kehidupan masa praaksara sebagai penguatan materi. Berdasarkan kegiatan belajar ini diharapkan kalian menjadi siswa yang tumbuh rasa cinta tanah air (nasionalisme) dan kepedulian terhadap pelestarian peninggalan budaya bangsa.
B. Peta Kompetensi dan Aktivitas Belajar
Mengidentifikasi karakteristik kehidupan masyarakat masa praaksara di Indonesia
Melalui aktivitas Menonton video/membaca artikel
Memahami kronologi perubahan, dan kesinambungan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada aspek politik, sosial, budaya, geografis, dan pendidikan masa praaksara
Membandingkan peninggalan kebudayaan masa praaksara di Indonesia
Menyusun kronologi perubahan peninggalan kebudayaan masa praaksara di Indonesia
Melalui aktivitas mandiri telaah pustaka dan gambar yang disediakan
Melalui aktivitas membuat “scrapbook” dengan bahan-bahan yang ada di rumah
Gambar 1. Peta Kompetensi Pembelajaran 1
C. Aktivitas Pembelajaran
Sebelum aktivitas belajar dimulai terlebih dahulu marilah kita berdoa semoga kegiatan ini menjadi sesuatu yang bernilai manfaat. Senang sekali mengetahui kalian tetap bersemangat melakukan proses belajar. Selalu bersyukur kepada Tuhan YME atas segala nikmat yang diberikan. Jagalah kesehatan mengingat saat ini corona virus sedang mewabah. Lakukanlah perlindungan diri dengan cara rajin mencuci tangan memakai sabun, mengenakan masker kesehatan dan menjaga jarak. Selanjutnya simaklah petunjuk aktivitas belajar berikut ini.
Anak-anak yang hebat, aktivitas belajar kita hari ini tentang kehidupan manusia pada masa praaksara. Kalian akan mengidentifikasi karakteristik kehidupan manusia pada masa praaksara. Amati dengan seksama ya. Silahkan saksikan tayangan video berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=0m-yhAzsrfU
Jika kalian terkendala jaringan internet, maka silahkan baca artikel berikut (artikel dilampirkan pada bahan bacaan).
https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/01/180000069/kehidupan-manusia-praaksara-di-indonesia?page
Jika di daerahmu kesulitan dalam mengakses video dan membaca artikel tersebut (artikel dilampirkan pada bahan bacaan), maka kalian dapat membaca dari Buku Paket IPS kelas 7 Kurikulum 2013 Revisi 2017 halaman 193-222.
https://www.ilmusosial.id/2020/02/materi-pelajaran-ips-kelas-7-lengkap.html
Setelah menyaksikan tayangan video atau membaca artikel/buku paket IPS tentang kehidupan masa praaksara di Indonesia, maka buatlah identifikasi hasil temuan kalian tentang karakteristik kehidupan manusia masa praaksara di Indonesia dengan mengisi tabel 1 berikut ini!
Tabel 1 Corak Kehidupan Masa Praaksara di Indonesia
NoZaman/MasaCorak KehidupanPeninggalan1Batu Tua/Paleolithikum 2Batu Madya/Mesolithikum 3Batu Muda/Neolithikum 4Batu Besar/Megalithikum 5Zaman Logam/Perundagian
Pada kegiatan berikutnya, kalian akan membandingkan peninggalan kebudayaan masyarakat praaksara di Indonesia. Amatilah gambar berikut!
https://www.muttaqin.id/2017/11/alat-manusia-purba-zaman-batu-dan-gambar.html
Gambar 2. Benda Peninggalan Masyarakat Praaksara
Tulislah hasil pengamatanmu tentang peninggalan kebudayaan masyarakat praaksara tersebut?
Bagaimana perbandingan bentuk pembuatan kapak perimbas dengan kapak genggam serta flakes ?
Apakah perbandingan bentuk kapak tersebut dipengaruhi oleh perubahan pola kehidupan masyarakatnya?
Dari perbedaan tersebut, apa yang dapat kamu tafsirkan mengenai pembuatan alat/perkakas pada manusia praaksara?
https://yuksinau.co.id/abris-sous-roche/
Gambar 3 Kjokkenmoddinger
Apa yang kalian ketahui tentang Kjokkenmoddinger ?
Menurut kalian bagaimana proses terbentuknya sampah dapur atau Kjokkenmoddinger tersebut?
Di daerah seperti apakah Kjokkenmoddinger banyak ditemukan?
Apakah yang dapat kalian simpulkan dari hasil penemuan peninggalan masa praaksara tersebut?
Sehingga dapat disimpulkan bahwa peninggalan kehidupan masyarakat praaksara memberi petunjuk bagi kita tentang aspek sosial dan budaya masyarakat praaksara.
Selanjutnya marilah kita bermain games edukatif berikut ini!
Susunlah huruf berikut hingga membentuk kata yang bermakna! (Acak Kata)
Tebak gambar
Aktivitas selanjutnya, marilah kita membuat “scrapbook” kehidupan masa praaksara di Indonesia dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitar kalian.
Apa itu scrapbook? Scrapbook adalah salah satu kerajinan tangan yang sedang digemari oleh anak muda saat ini (gambar 4). Seni kerajinan yang didominasi antara seni tulis dan seni rupa seperti gambar. Scrapbook merupakan jenis buku yang disajikan dengan beragam gambar dan disertai tulisan-tulisan unik lainnya. Biasanya scrapbook merupakan kumpulan lembar memo atau beberapa benda bekas yang terlihat masih layak digunakan. Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah kertas, perekat, gunting, plastik, gambar-gambar, spidol/pensil warna, pernak pernik sebagai hiasan
https://uprint.id/blog/scrapbook/
Gambar 4. Contoh scrapbook
Adapun video tutorial cara membuat scrapbook dapat dilihat berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=x883pMIXHm8
Selamat berkreasi ya ...
D. Sumber/Media/Alat
Sumber: Buku paket, internet, surat kabar, majalah, televisi
Media: WhatsApp, Zoom, dan Google Meet
E. Bahan Bacaan
Praaksara berasal dari gabungan kata, yaitu pra dan aksara. Pra artinya sebelum dan aksara berarti tulisan. Pengertian masa praaksara adalah masa sebelum manusia mengenal bentuk tulisan. Masa praaksara disebut juga dengan masa nirleka (nir artinya tidak ada dan leka artinya tulisan). Dalam buku Kehidupan Masyarakat Pada Masa Praaksara, Masa Hindu Budha, dan Masa Islam (2019) karya Tri Worosetyaningsih, bangsa Indonesia mengakhiri masa praaksara sekitar abad ke-IV Masehi. Prasasti pada Yupa berangka tahun abad ke-V Masehi di Kuati Kalimantan Timur membuktikan bangsa Indonesia telah masuk masa aksara.Praaksara dibagi ke dalam empat zaman. Zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah terdiri dari: Arkeozoikum atau zaman tertua berlangsung kira-kira 2500 juta tahun. Pada saat itu, kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan. Paleozoikum zaman primer atau zaman hidup tua yang berlangsung 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil, dan binatang yang tidak bertulang punggung. Mesozoikum zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan yang berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada zaman pertengahan jenis reptil mencapai tingkat yang terbesar sehingga zaman ini juga disebut zaman reptil. Setelah berakhirnya zaman sekunder ini, maka muncul kehidupan lain, yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah tingkatannya. Sedangkan jenis reptil mengalami kepunahan. Neozoikum zaman hidup baru yang dibedakan menjadi dua zaman, yaitu: Tersier atau zaman ketiga yang berlangsung sekitar 60 juta tahun. Ditandai dengan perkembangan jenis binatang menyusui, seperti primata.Hasil kebudayaan Palaeolithikum banyak ditemukan di daerah Pacitan (Jawa Timur) dan Ngandong (Jawa Timur). Untuk itu, para arkeolog sepakat untuk membedakan temuan benda-benda prasejarah di kedua tempat tersebut yaitu sebagai kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.
Kebudayaan Megalitikum merupakan zaman yang menghasilkan berupa batu besar. Kebudayaan ini merupakan kelanjutan dari zaman Neolitikum karena dibawa oleh bangsa Deutero Melayu yang datang di nusantara. Kebudayaan ini berkembang bersama dengan kebudayaan logam di Indonesia, yakni kebudayaan Dongson. Ada beberapa alat dan bangunan yang dihasilkan pada zaman kebudayaan Megalitikum, terdiri atas dolmen, waruga, menhir, sarkofagus, dan punden berundak.
F. Refleksi
Isilah penilaian diri ini dengan sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya sesuai dengan perasaan kalian ketika mengerjakan suplemen bahan materi ini!
Bubuhkanlah tanda centang (√) pada salah satu gambar yang dapat mewakili perasaan kalian setelah mempelajari materi ini!
Apa yang sudah kalian pelajari?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Apa yang kalian kuasai dari materi ini?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Bagian apa yang belum kalian kuasai?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
BAB.3 KEDATANGAN BANGSA-BANGSA EROPA KE INDONESIA
Melalui aktivitas belajar mandiri ini kalian akan dituntun menganalisis kedatangan bangsa-bangsa barat ke Indonesia. Selain itu kalian akan melakukan telaah pustaka agar dapat menyebutkan dan menjelaskan faktor penarik kedatangan bangsa Barat ke Indonesia. Berdasarkan kegiatan belajar ini diharapkan kalian menjadi siswa yang memiliki rasa ingin tahu dan mampu berpikir kritis.
A. Peta Kompetensi dan Aktivitas BelajarGambar 1. Kompetensi Pembelajaran 1
B. Aktivitas Pembelajaran
Sebelum aktivitas belajar dimulai terlebih dahulu marilah kita berdoa semoga kegiatan ini menjadi sesuatu yang bernilai manfaat. Senang sekali mengetahui kalian tetap bersemangat melakukan proses belajar. Selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang diberikan. Jagalah kesehatan mengingat saat ini Corona Virus sedang mewabah. Lakukanlah perlindungan diri dengan membiasakan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) jika keluar rumah. Selanjutnya simaklah petunjuk aktivitas belajar berikut ini.
Anak-anak, silakan kalian tonton video beragam bumbu dapur yang banyak dihasilkan di Indonesia, dengan mengakses link berikut: https://youtu.be/svMZjtI43isTahukah kalian bahwa kedatangan bangsa Barat ada kaitannya dengan bumbu dapur? Tuliskan bumbu dapur yang ada di rumah, silakan minta bantuan Ibu kalian dengan menanyakan nama-nama bumbu dapur tersebut! Lalu tuliskan di tabel pengamatan 1 berikut (7 jenis bumbu dapur).
Tabel 1. Hasil Pengamatan Rempah di Rumah
NoNamaManfaat ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ....................................................................................................... ……………….dst
Tetap semangat anak-anak! Aktivitas selanjutnya, amati jenis rempah yang ada di dalam infografik berikut. Tuliskan data yang kalian peroleh pada tabel hasil pengamatan 2.
Sumber: Tirto.id
Gambar 2. Infografik rempah nusantara
Temukan asal daerah dari rempah pada infografik tersebut atau dicari melalui internet. Masukkan data yang kalian peroleh pada tabel hasil pengamatan 2 sesuai tabel.
No.NamaSumber Daya Alam rempahAsal Daerah ......................................................................................... ......................................................................................... ......................................................................................... ......................................................................................... ......................................................................................... ......................................................................................... .........................................................................................
Silakan kalian selesaikan pertanyaan berikut ini:Menurut kalian adakah korelasi antara ketersediaan rempah-rempah dengan kedatangan bangsa Barat?
Apa faktor penyebab kedatangan bangsa Barat ke Indonesia setelah melakukan pengamatan di rumah kalian dan membaca infografis? Tuliskan pendapatmu.
b. Bagaimana cara (pintu masuk) bangsa Barat memasuki wilayah Indonesia?
c. Menurut pendapat kalian bagaimana strategi kedatangan bangsa Barat untuk menguasai sumber daya ke Indonesia?
Jelaskan kronologi dan tujuan kedatangan bangsa barat ke Indonesia!
Untuk mengetahui pemahaman materi dan mengecek pemahaman kalian, tentang materi kedatangan bangsa Barat, silahkan kalian kerjakan kuis Teka Teki Silang berikut.
TEKA TEKI SILANG DAYA TARIK KEDATANGAN BANGSA BARAT Mendatar 3. Sebuah negara enklaf yang dikelilingi tembok di dalam kota Roma di Italia 4. Mencari dan memburu kejayaan, superioritas, kekuasaan di daerah jajahan 6. Paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud memperluas negara itu 7. Perjanjian yang membagi dan mengatur kedaulatan Spanyol dan Portugis yang dilakukan oleh vatikan 8. Negara asal Vasco Da Gama yang melakukan penjelajahan pada tahun 1497 dan mendarat di India Menurun 1. Pergantian secara menyeluruh dalam cara memproduksi barang yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia dan hewan, selanjutnya digantikan tenaga mesin 2. Jenis rempah yang menjadi penarik kedatangan penjajah barat ke Indonesia 5. Selain mencari rempah-rempah, kedatangan penjajah barat untuk menyebarkan agama kristen
C. Sumber/Media/Alat
Sumber: Buku paket, internet, surat kabar, majalah, televisi
https://youtu.be/svMZjtI43is
Media: WhatsApp, Telegram, Zoom, Google Meeting, Google Classroom, dan Email.
D. Bahan Bacaan
Faktor-faktor pendorong bangsa barat datang ke Indonesia adalah: (a) Jatuhnya konstantinopel yang mengakibatkan harga rempah-rempah di Eropa mahal; (b) Revolusi Industri yang mendorong terciptanya kompas; mesin uap, dan mesin pintal; (c) Motivasi 3G (Gold, Glory, dan Gospel), dan (d) Kekayaan rempah-rempah Indonesia.Gold, Glory, dan Gospel adalah semboyan yang mendasari kegiatan eksplorasi, eksploitasi, dan pada akhirnya kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan bangsa Barat.Gold adalah upaya bangsa barat untuk medapatkan kekayaan atau keuntungan dari kegiatan ekplorasi dan ekploitasi di daerah jajahan.Glory adalah upaya bangsa barat untuk memperluas daerah jajahan untuk meningkatkan prestise raja-raja di Eropa.Gospel adalah semangat bangsa barat untuk menyebarkan Agama Kristen dan Katolik ke seluruh daerah jajahan.
Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma atau berasa kuat yang digunakan sebagai pengawet, bumbu, dan penghangat. Seperti pala, cengkih, lada.
Sudah 3 hari sejak saya merawat suami di rumah sakit akibat maag akut dan susah buang air besar.
Ternyata faktor makananlah pemicunya, suami hobi menyantap makanan yang digoreng,roti,makanan berlemak dan seafood.
Tak ayal perutnya tidak bisa menerima makanan makanan tersebut,akibatnya beliau susah BAB.
Dokter menyarankan untuk diet ketat,asupan makanan harus dijaga.
Makanan berlemak dan gorengan utamanya mesti dijauhi.
Jadi sekarang saya tahu,perut suami sangat sensitif,sekali saja beliau disuguhi makanan yang mengandung gas,atau kacang dan gorengan pasti lambungnya kena.
Kini saya harus ekstra keras menjaga diet ketat suami .beliau harus disiplin juga memilih makanannya.
Seringnya suami mengonsumsi makanan berlemak dan mengandung kolesterol tinggi akibat pola makan di lapangan ,beliau adalah petugas lapangan jadi makanan yang masuk tergantung jamuan klien,karena lingkungan kerjanya di daerah panas maka cenderung disuguhi makanan seafood atau sate yang jahat kolesterol.
Maka saya menyarankan agar berhati hati menyantap makanan,jangan asal,tapi perhatikan jumlah kalorinya ,stop goreng-gorengan,daging merah,sambel pedas,makanan berbumbu menyengat,minuman bersoda,sayur mentah yang bergas.
dengan demikian pelajaran hari ini yang dapat saya petik adalah lebih baik mencegah daripada mengobati.
Jadi mulai sekarang hiduplah dengan pola hidup yang sehat..
Hari ini saya memulai aktivitas KBM simulasi tatap muka di sekolah ,rasanya energi ini kembali terisi setelah sekian lama daring melalui blog/Whatsapp/link YouTube/google Meet.
Setibanya di sekolah Saya dicek suhu dengan thermogun dan harus cuci tangan menggunakan sabun,demikian pula dengan semua siswa.
Pembelajaran tatap muka di kelas pun dibagi per 2 hari dari tiap tingkat,di mana kelas 7 jadwalnya hari Senin dan selasa,kelas 8 terjadwal hari Rabu dan Kamis,sedangkan kelas 9 hari jumat dan sabtu.
Waktu di kelas untuk belajar pun dikurangi ,kami mengajar dari jam 07.15-12.00.
Tempat duduk siswa diatur menjadi renggang,di mana satu bangku satu orang, jadi di kelas siswa yang hadir setengah dari jumlah siswa keseluruhan.
Setiap siswa diharuskan membawa makanan dan minuman sendiri ke sekolah karena tidak ada warung yang buka di sekolah dan untuk mengindari kerumunan di warung berhubung dalam masa Pandemi Corona.
Sekolah kami menjadwal gurunya bergiliran setiap Minggu,jadi untuk guru tertentu terkadang dalam satu Minggu tidak ke sekolah karena tidak ada jadwal,namun di Minggu berikutnya ada KBM.
Kegiatan Belajar Mengajar simulasi tatap muka selama pandemi covid 19 ini tetap berlangsung seperti itu sampai pandemi selesai sehingga tidak ada kekhawatiran siswa maupun guru bisa terjangkit covid 19.
Tapi sungguh menyenangkan dapat bertatap muka dengan siswa setelah berbulan bulan tidak bertemu mereka , pembelajaran via daring saja tidak menjamin anak dapat terpantau pencapaian materinya ,karena ada saja siswa yang tidak mengerjakan saat diberikan tugas tugas oleh gurunya.
Harapan semoga Pandemi Corona cepat selesai dan pembelajaran tatap muka normal dapat dilaksanakan seperti tahun tahun sebelumnya ,Aamiin ya Allah.
(Materi IPS Semester 1 Kelas 8 untuk Kegiatan Belajar Mengajar Daring )https://bit.ly/3dXSDVz
https://youtube.com/channel/UCe7g7wFoiv9Aghjqi20e2iQ
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.