Bagi siapapun yang sudah bekerja atau berwirausaha dan mandiri pasti tau bagaimana enaknya punya penghasilan sendiri. Setiap bulan nggak perlu mengandalkan kiriman orangtua, rekening sudah terisi dengan sendirinya hasil kerja keras sebulan sebelumnya. Saya benar2 menikmati saat-saat seperti itu, masih muda, belum menikah dan mandiri. Rasanya hepi karena belum punya tanggungan, bisa ngejajanin orang tua dan adik, bisa nraktir temen, bisa jalan-jalan, bisa belanja juga. 🙂
Seiring berjalan nya waktu namun kadang saya menjadi lupa diri. Sepertinya uang adalah segalanya. Rela dikasih pekerjaan tambahan oleh senior karena tau pasti akan ada bonus tambahan juga. Rela kerja keras, lembur sampai pagi dengan ikhlas karena saya tau saya akan dapat imbalan lebih dari semua itu. Nggak salah sih, di saat muda memang harus kerja keras supaya energinya nggak terbuang sia-sia dan bisa bersantai di saat tua nanti. Lagipula saya mengerjakan pekerjaan saya dengan passion dan kecintaan yang besar bisik saya dalam hati.
Tapi kemudian, saya mulai menilai beberapa hal dengan uang. Menerka -nerka penghasilan rekan kerja, menaksir posisi pekerjaan yang mungkin gajinya besar. Lagi-lagi itu semua nggak ada salahnya, toh kata orang gantungkan cita-cita setinggi langit. Dan gak perlu bohong kalau mau realistis orang hidup butuh uang dan kerja pun karena ingin dapat uang. 🙂
Suatu saat ketika saya sedang libur kantor dan sedang pulang ke rumah, ibu pernah bilang… “Nak, uang itu gak di bawa mati” . Saya sering dengar kata-kata itu, cuma baru saat itu saya merenungkan maknanya secara dalam. Saya langsung mengingat semua orang yg sudah dipanggil yg Maha Kuasa tidak ada satupun yg membawa uang nya ke liang kubur. Saya jadi malu, kenapa terkadang orang sulit sekali ikhlas jika bersangkut paut dengan uang padahal uang itu nggak akan menolongnya ketika ditanyai sepasang malaikat penanya kubur.
Sampai sekarang pun, saya masih belajar untuk ikhlas. Ikhlas untuk menyadari bahwa uang bukanlah segalanya, namun kita tetap butuh uang untuk bisa beramal di dunia. Tidak munafik, sampai kapanpun jika saya masih sanggup dan bersemangat saya ingin tetap bisa mencari uang sendiri, namun semoga saya tidak dibutakan oleh uang-uang di dunia. Amin. 🙂

