Oleh: missdinna | Januari 13, 2010

Tips Mencegah Stress

Mencegah stress itu sebenarnya mudah. Stress kerap kali disebut sebagai penyebab masalah kesehatan nomor satu. Walau stress itu sendiri tak dapat menyebabkan kematian, pengaruhnya bisa membuat kematian. Banyak hal yang dapat menyebabkan stress dalam kehidupan sehari-hari. Tanda-tanda stress dapat muncul di tubuh dengan berbagai bentuk. Stress yang dialami tiap orang berbeda-beda.

Beberapa alasan stress bisa jadi pekerjaan, keluarga, kehilangan orang tercinta dengan tiba-tiba, berakhirnya pernikahan atau hubungan atau masalah kesehatan dan diet. Stress dapat disebabkan oleh apapun dan dapat mengakhiri kehidupan seseorang dengan cepat. Penting bagi kita semua untuk belajar mengatasi stress atau stress akan makin berlarut-larut. Beberapa cara dapat kita lakukan mencegah stress, seperti berikut.

– Salah satu cara untuk mengatasi stress adalah melakukan diet. Anda perlu meyakinkan kalau Anda merasakan tubuh Anda sehat lewat makanan, dan itu akan memberikan dukungan pada kesehatan jiwa dan fisik Anda. Semakin banyak junk food yang Anda makan, akan semakin membuat tubuh Anda melar atau membawa pengaruh buruk pada kesehatan Anda. Terlalu banyak makan junk food hanya akan membuat seseorang merasa buruk dan bisa menyebabkan depresi bagi beberapa orang.

– Selain melalui diet, untuk beberapa orang stress juga dapat dicegah dengan obat. Ada perbedaan resep obat yang diberikan dokter pada tiap orang. Ada juga jenis vitamin yang dapat digunakan untuk membantu seseorang mengatasi stress dengan baik. Vitamin ini akan membantu dengan dengan mendorong pikiran dan membantu orang untuk memperbaiki pandangannya dengan lebih baik.

– Hal yang paling penting dalam mencegah stress adalah memiliki dukungan sistem yang bagus. Ini berarti kalau Anda seharusnya mendapat bantuan yang Anda butuhkan dari teman dan keluarga. Anda juga akan membutuhkan seseorang untuk bersandar saat Anda membutuhkan dan mereka akan di sana untuk situasi yang paling penuh tekanan. Dan dengan dukungan itu Anda akan lebih dapat mengatasi stress dan menemukan jalan keluar.

Oleh: missdinna | Desember 31, 2009

Demokrasi Perlu Perlindungan By: Dina Mariya

Ketika kita melihat perkembangan demokrasi kita saat ini tentu sudah jauh lebih berkembang  daripada zaman sebelum merdeka, orde lama, dan orde baru. Jika dahulu kita hanya bisa diam tidak dapat menyuarakan aspirasi dan keinginan kita karena dianggap menentang pemerintah yang sedang berkuasa, atau bisa mennyuarakannya tetapi masih diam-diam atau tidak secara terang-terangan karena jika sampai diketahui oleh pemerintah maka nyawa menjadi taruhannya. Semua pernyataan maupun perbuatan yang kita lakukan harus ditujukan untuk mendukung pemerintah atau bisa dikatakan bahwa kita harus memberikan pernyataan tentang pemerintah dari segi positifnya saja agar pemerintahan tersebut dapat tetap berlangsung. Hal tersebut tentu membuat rakyat makin menderita karena hak-haknya sebagai warga negara tidak terpenuhi bahkan justru dilanggar hanya untuk kekuasaan para pejabat pemerintah.

Namun atas perjuangan para pahlawan yang gigih dan keras serta mempertaruhkan  segenap tenaga, waktu, pikiran bahkan nyawa sehingga akhirnya sekarang kita dapat menghirup udara demokrasi. Demokrasi pun sekarang tidak hanya terpaku pada satu bidang saja, tapi juga meliputi berbagai aspek kehidupan seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dsb. Dalam bidang politik, demokrasi dapat dirasakan misalnya tiap warga negara dapat berperan serta dalam berbagai kegiatan politik seperti dipilih dan memilih dalam pemilu, menyampaikan aspirasi melalui berbagai sarana maupun media yang ada, berorganisasi, dsb. Dalam bidang sosial misalnya, tiap warga negara dijamin haknya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan yang layak, dapat mengekspresikan karya seninya melalui berbagai media. Dalam bidang ekonomi, misalnya tiap warga negara diberi haknya untuk melakukan usaha sesuai dengan yang diinginkannya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya asal tidak bertentangan dengan konstitusi yang berlaku.

Meskipun terdapat banyak kelemahan karena demokrasi sering disalahgunakan atau disalahartikan sehingga demokrasi tumbuh menjadi demokrasi yang “kebablasan” misalnya bebas melakukan tindak kriminal, korupsi, dsb.

Sehingga perlu dilindungi oleh paying hukum yang dapat memprotek dan membatasi demokrasi agar tidak kebablasan. Pancasila dan UUD 1945 telah mengatur tentang hal tersebut ditambah dengan aturan pelaksana serta parat penegak hukum yang berkompeten maka demokrasi harus tetap dipantau pelaksanaannya demi tegaknya hukum dan terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Masyarakat dari berbagai komponen juga perlu ikut dalam mengawasi dan membantu dalam pelaksanaan demokrasi di berbagai bidang.

Oleh: missdinna | Desember 2, 2009

Realitas Eksistensi SBI Menuai Pro Kontra

SBI(Sekolah Bertaraf Internasional) kini telah menjadi trend di dunia pendidikan kita. Topik SBI masih terus menjadi perbincangan hangat dalam berbagai seminar, workshop, diskusi dsb. Tentunya SBI masih menuai pro dan kontra di kalangan para praktisi pendidikan yang memperdebatkan kelebihan dan kekurangannya. Sebelum jauh mengupas tentang pro kontra seputar SBI perlulah kita ketahui apakah SBI itu?

SBI adalah sekolah nasional yang menyiapkan peserta didik berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia berkualitas Internasional dan lulusannya berdaya saing Internasional.

Sebenarnya SBI mulai direncanakan oleh pemerintah sejak tahun 2005 dan pemerintah sendiri juga bukan tanpa sebab maupun landasan hukum dalam merintis sekolah bertaraf internasional. Hal yang menjadi sebab salah satunya yaitu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia agar setara dengan Negara-negara lain sehingga menghasilkan mutu lulusan yang memiliki daya saing tinggi di kancah internasional. Sementara yang menjadi landasan hukum pembentukan SBI yaitu pasal 50 ayat 3 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan : “Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi sekolah yang bertaraf internasional”. Selanjutnya dalam pasal 61 ayat 1 PP No. 19 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dinyatakan: ” Pemerintah bersama-sama pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan sekurang-kurangnya satu sekolah pada jenjang pendidikan menengah untuk dikembangkan menjadi sekolah bertarif internasional”.

Untuk merealisasikan sebuah sekolah menjadi SBI bukanlah hal yang mudah yaitu antara lain sekolah tersebut harus memenuhi 8 standar nasional pendidikan yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Selain itu harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan juga diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu Negara anggota OECD(Organization For Economic Cooperation and Development) maupun Negara lain yang mempunyai keunggulan tertentu di bidang pendidikan serta mempunyai daya saing di forum internasional.

Cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai dari pembentukan SBI sendiri memang baik, yaitu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia agar sejajar dengan Negara-negara lain. Namun di sisi lain keberadaan SBI masih menjadi polemik tersendiri di dunia pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari siapa yang masuk dan mengikuti pembelajaran di SBI ini? Tentunya siswa-siswa yang merupakan golongan ekonomi menengah ke atas karena biaya masuk SBI sendiri berkisar dari 20 jutaan hingga 60 jutaan. Hal ini tentu sangat isronis mengingat masih banyaknya anak-anak kurang mampu yang belum bisa menikmati bangku sekolah. Maka ketimpangan sosial pun tidak bisa terelakkan lagi di mana terlihat jelas perbedaan antara si kaya dan si miskin. Padahal seharusnya pemerintah memperhatikan pemerataan pendidikan di berbagai daerah di Indonesia lebih dahulu daripada membentuk SBI yang belum tentu memberikan banyak keuntungan.

Hal lain yang masih menjadi masalah yaitu kompetensi guru-guru yang mengajar di SBI. Guru- guru di SBI harus dapat berbahasa Inggris dengan baik dan terampil dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Padahal banyak fakta di lapangan guru-guru tersebut masih mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa Inggris sehingga mereka lebih menggunakan pembelajaran dengan dua bahasa(bilingual). Sementara itu, penguasaan ICT para guru juga dinilai masih minim terutama dalam teknologi internet dan metode pembelajaran yang berbasis ICT sehingga mereka masih harus “nyambi” kursus sendiri di luar jam sekolah.

Di sisi lain, sebenarnya kurikulum apa yang diacu oleh SBI ? Seperti yang telah kita ketahui bahwa SBI selain harus memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan juga harus mengacu pada Standar Nasional negara maju. Lalu negara maju yang akan menjadi acuan( Amerika Serikat, Australia, Singapura, Inggris, Jepang,dsb) ? Dengan mengacu pada salah satu negara dari negara-negara tersebut tentunya siswa-siswa akan lebih mengetahui dan memahami akan isu-isu dan yang lebih parah lagi mengagung-agungkan budaya negara tersebut daripada negara kita. Penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran pun dinilai menjadi problem karena siswa akan lebih fasih berbahasa Inggris daripada bahasa Indonesia sehingga berkuranglah fungsi bahasa Indonesia sebagai identitas nasional.

Melihat dari berbagai uraian di atas, tampaknya pemerintah harus mengkaji lagi pembentukan Sekolah Bertaraf Internasional. Hendaknya pembentukan SBI harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa, misalnya SBI dengan pembelajaran bilingual dan masih memperhatikan pada pada nilai-nilai Pancasila. Para guru yang mengajar di SBI ini sebaiknya juga perlu diberikan pelatihan yang rutin dalam penguasaan bahasa Inggris dan internet agar tidak mengalami kendala dalam mengajar sehingga siswa dapat menyerap materi pelajaran dengan baik.

Oleh: missdinna | November 23, 2009

Kontroversi Film 2012

Diachra, Sunday, 22 November 2009

Film 2012 memang menuai kontroversi, betapa tidak dalam beberapa hari saja pemutarannya di seluruh dunia mampu meraup penghasilan sebesar USD 225 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun dan menjadi box office movie. Film 2012 merupakan besutan sutradara “spesialis” film bencana, yakni Roland Emmerich (yang juga menggarap film Independence Day dan The Day After Tomorrow).
Film 2012 ini bercerita tentang bencana yang datang secara serentak, meteor sebesar traktor dan pergeseran lempeng bumi sehingga mengakibatkan gempa belasan skala Richter dan tsunami yang menghajar hampir seluruh daratan. Tapi inti dari film 2012 ini sebenarnya adalah perjuangan makhluk Tuhan yang dinamakan manusia untuk tetap bertahan hidup di bumi, tidak peduli apapun kebangsaannya.
Adapun cerita yang dikaitkan dengan penanggalan kuno suku maya yang mengatakan bahwa akan terjadi kiamat pada tahun 2012, tepatnya di bulan Desember, merupakan pemanis belaka. Saya melihat bahwa pembuat film sangat jeli sekali dalam melihat trend berita yang sedang ramai di bicarakan di dunia maya yang ada kaitannya dengan planet Nibiru, pembuat film 2012 telah melakukan edukasi pasar atau market education dengan baik dan mereka sukses melakukannya.

 

Menurut pengamatan saya, isu-isu tersebut sangat ramai dibicarakan kurang lebih 2 tahun terakhir, bisa jadi isu tersebut memang sengaja dihembuskan untuk mensukseskan film 2012. Seperti yang sudah diketahui oleh khalayak umum, film-film keluaran Hollywood memang berkualitas, hal ini tentu diperlukan kejelian dan waktu pengerjaan yang agak lama, biasanya 2-3 tahun baru selesai. Jadi, menurut pengamatan saya, film 2012 ini kemungkinan besar sudah dipersiapkan 2-3 tahun yng lalu dan baru dimunculkan ketika berita tentang kiamat menurut penanggalan suku maya sudah menjadi bola salju. Dan sudah dapat diprediksi sebelumnya, film 2012 ini menuai sukses besar.

Mungkin sineas muda kita dapat meniru trik dari Hollywood ini, gambaran besarnya mungkin seperti ini: tentukan tema filmnya, lakukan edukasi pasar(sebelum film dibuat, desas-desusnya dimunculkan terlebih dahulu, paling efektif memang menggunakan media internet), bila isu yang dihembuskan sudah menarik perhatian khalayak baru buat filmnya, setelah bola salju semakin besar baru dilaunching filmnya, dan hasilnya Box office movies.

Tak hanya itu saja, 2012 juga menarik minat MUI dengan melarang penayangan film tersebut dengan alasan dapat merusak moral akhlaq umat. Terus terang saya kurang sependapat dengan MUI, film 2012 ini hanya bercerita tentang bencana alam (kiamat kecil) bukan kiamat sebenarnya(kiamat besar), buktinya adalah masih ada orang yang selamat dalam film 2012 tersebut. Di kiamat sesungguhnya, tidak ada satupun makhluk yang hidup ketika kiamat yang sebenarnya terjadi, yang diikuti dengan hari kebangkitan, hari dimana semua manusia yang mati dibangkitkan kembali. Hikmah yang dapat saya petik dari film 2012 ini adalah manusia adalah inti atau tokoh utama sandiwara yang ada di bumi ini.Kon Apapun perbuatan manusia, alam pasti akan menyeimbangkannya, tidak peduli itu baik atau buruk. Apabila manusia mempunyai perilaku yang baik, insya allah alam akan menjadi lebih bersahabat. Begitu juga sebaliknya.

Oleh: missdinna | November 22, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai