
Judul Buku : Kembang Api Malam Ini ( Kumpulan Cerpen )
Penulis : Latree Manohara
Penerbit : Gigih Pustaka Mandiri
Tahun terbit : Agustus 2012
Tebal : 104 Halaman
Harga : Rp. 30.000
Beli : Langsung di penulisnya ( @elmanohara ) atau @jualbukusastra
**
Sebenarnya dari dulu saya bukan penyuka kumpulan cerpen karena ceritanya yang pendek-pendek dan terkesan nanggung, tapi sejak terlibat dengan beberapa proyek antologi cerpen/flash fiction saya mulai menggemarinya.
Tahun ini merupakan tahun yang membawa banyak perubahan dalam dunia membaca saya.
Banyak buku dari genre yang dulunya tidak saya sukai, saya mulai mencoba kali ini. Salah satunya buku-buku sastra lokal. Dan entah kenapa saya sangat menyukai sastra lokal yang tidak terlalu umum atau tidak diketahui orang banyak.
Kembang Api Malam Ini adalah kumpulan cerpen dari penulis yang berasal dari Semarang, Latree Manohara. Saya pesan buku ini langsung dari penulisnya karena sempat melihat promosi buku ini dari @jualbukusastra. Saya pikir dari pada membeli di toko buku online lebih keren beli dari penulisnya langsung sambil meminta tanda tangan dan sedikit kalimat puitis untuk saya secara pribadi.
Buku ini berisi 11 cerita pendek :
1. Hamil
Cerpen pertama berjudul Hamil ini berkisah tentang persoalan rumah tangga Aku dengan suaminya yang dari tahun ke tahun mengalami masalah, suaminya tak lagi mencintainya. Dee, si Aku ini tak ingin kehilangan Jay, suaminya. Ia kemudian melakukan cara terakhir untuk membuat Jay tetap bersamanya. Ya, ia terpaksa membuat dirinya hamil agar Jay suaminya kembali mencintainya dan tidak meninggalkannya. Namun bukan tanpa alasan mengapa Jay begitu ngotot ingin berpisah. Itulah salah satu penyebab retaknya hubungan mereka berdua.
2. The Wine
Bercerita tentang Aku, seorang perempuan yang diajak oleh teman lelakinya untuk menikmati gemerlap dunia malam. Untuk pertama kalinya kemudian Aku mencoba mencicipi minuman keras ( wine ) yang dipesankan oleh si lelaki. Setelah Aku “dibuat” mabuk oleh si lelaki kemudian ia pun harus mendapati dirinya ditinggalkan oleh si lelaki dalam keadaan tidak sadar.
3. Genderuwo
Dari awal cerita ketiga ini sudah dibangun dengan suasana mistis. Hilangnya Rim menjadi buah bibir di masyarakat sekitar. Tidak ada jejaknya meski para tetangga sudah mencarinya ke mana-mana. Setelah tiga hari menghilang, tiba-tiba saja Rim muncul kembali di belakang rumah dengan keadaan menangis dan tak ingin berbicara. Sembilan bulan setelah kejadian menghilangnya Rim, tetangga dikejutkan dengan lahirnya bayi berbulu yang diceritakan Tuk, ayah Rim. Mereka menduga kalau Rim dihamili oleh Genderuwo ketika hilang dahulu. Beberapa bulan kemudian Rim kembali menghilang dan tak ada satu pun orang yang tahu keberadaannya. Apakah Rim kembali diculik oleh Genderuwo atau ada hal lain yang semua orang tak ketahui?
4. Kembang Api Malam Ini
Cerpen yang judulnya dijadikan buku ini berkisah tentang Aku yang begitu mencintai Mur, anak tetangga rumahnya. Sudah sedari kecil Aku begitu melindungi dan menyayangi Mur hingga benih-benih cinta tumbuh dan kian besar seiring bertambahnya usia. Mur menjelma menjadi gadis cantik dan itu membuat Aku ingin melamarnya. Namun ada kejutan luar biasa dari Mur yang membuat Aku harus menerima kenyataan hidup yang terasa pahit untuknya.
5. Bayang-bayang
Cerpen ini adalah gambaran yang kerap kali terjadi pada masyarakat kita sekarang ini. Sebuah fenomena dari tindakan yang tidak bertanggung jawab bahkan cenderung kriminal. Aku dihantui oleh sepasang mata yang mengikutinya ke mana saja. Tidak hanya itu, tangisan bayi hampir setiap malam mengganggunya. Apa yang terjadi padanya? Mengapa ia selalu merasa diikuti? Sepasang mata dan tangisan bayi semata-mata adalah suatu cerminan rasa bersalah dan penyesalan yang membebaninya selama ini.
6. Abu Abu Abu
Abu Abu Abu menceritakan tentang ketidaksukaan Aku dengan warna abu-abu dan kian bertambah tidak suka karena bencana gunung merapi di kampungnya yang menimbulkan abu yang menewaskan orang banyak termasuk Rusmi. Karena keadaan itulah akhirnya ia tak bisa menikahi Rusmi, perempuan yang sedianya akan dinikahinya saat bulan besar.
7. Susu untuk Sari
Suami Yun meninggal karena kecelakaan. Keadaan sulit sepeninggal suaminya itu membuat Yun menjadi buruh cuci. Penghasilan yang tak mencukupi membuat Yun akhirnya menyanggupi ikut bekerja bersama Warti, temannya. Pekerjaan mencuri kain di pasar bersama Warti dan Tarman sebenarnya bukan pekerjaan yang didambakannya tapi demi susu untuk Susi, ia terpaksa melakukannya.
Miris. Endingnya membuat saya depresi di tengah malam.
8. Ombak Pantai Tengah Malam
Ini cerita pendek tentang Aku dan sekelumit perasaan yang tiba-tiba datang tanpa pernah diduga dari sebuah kejadian yang tak pernah direncanakan sebelumnya. Perasaan yang melibatkan Aku, Moko lelaki yang kemudian menjadi berarti untuk diri Aku dan Nina sahabatnya. Hingga Aku kemudian memutuskan menjauh dengan rencana kepindahannya.
9. Pawon Rawon Mas Won
Cerpen yang paling membuat saya stress dan langsung membuat perut saya bergejolak. Judulnya eye catching sekali, salah satu yang judul yang unik. Aroma klenik menghiasi cerita ini. Tentang persaingan dalam dunia kuliner di mana ada sebuah warung sederhana tetapi ramai pengunjungnya dan itu membuat pemilik usaha serupa iri dan mencoba mengirimi benda-benda gaib untuk membuat warungnya tak laku. Twist di akhir cerita benar-benar sangat tak diduga. Saat membacanya saya cuek saja karena tidak tahu artinya tapi setelah baca catatan kakinya, reaksi saya cuma satu : Huek!
10. Namaku Samantha Ray
Punya facebook, twitter atau akun sosial media yang lain? Percayakah kalian pada hubungan diam-diam para penggunanya? Cerpen ini menceritakan sedikit tentang itu. Sri Sulanjari yang mengganti namanya menjadi Samantha Ray agar terlihat lebih keren ini menjerat lelaki mapan dengan interaksinya di dunia maya melalui cerita buatan yang menuai simpati. Ketahuan istri sang lelaki atau diblokir pun tak membuat Sri alias Samantha kapok.
11. Darah
Cerpen kesebelas sekaligus cerpen terakhir yang ada di buku kumpulan cerpen ini. Sebuah gambaran kehidupan marjinal yang sarat akan penderitaan. Sejak masih kecil Rahmi harus melihat kenyataan jika Bapaknya berselingkuh dan kerap kali mabuk juga berjudi. Belum lagi penyiksaan yang dilakukan Bapaknya itu terhadap Ibunya. Hanya kepada Supar lah ia selalu meminta perlindungan dari kekejaman sang Bapak yang berprofesi sebagai tukang becak. Namun, ternyata kehidupan belum juga mau berbaik hati pada Rahmi ketika Supar melakukan sesuatu yang akhirnya membuat ia terpaksa meninggalkan Ibunya sendiri.
Cover buku ini jujur saja sangat tidak menarik perhatian, jauh dari kata bagus. Untungnya saya membeli buku ini tidak terlebih dahulu melihat penampilannya, kalau tidak mungkin tidak jadi beli. Huhu, sorry to say yah mbak El. *cium*
Ini buku kumpulan cerpen yang langsung saya baca sampai habis tanpa menunggu hari berikutnya -tepok tangan- karena kebiasaan saya yang selalu mengulur-ulur waktu membaca. Dan ini kumpulan cerpen pertama yang saya baca berurut dan tak meninggalkan satu cerpen pun untuk tidak dibaca. Singgah, Cerita untuk Sahabat, Perempuan pun masih belum selesai saya baca. Mungkin karena tiga buku tersebut ditulis oleh orang yang berbeda.
Well, kalau dibilang puas, SAYA TIDAK PUAS. Kenapa? Karena buku ini terlalu tipis dan terlalu sedikit isinya. Saya mau yang lebih banyak cerpennya, mungkin baru akan membuat saya puas. Dan tentu saja dengan lebih banyak variasi cerita yang diangkat, saya yakin Mbak El sangat pintar mengolah banyak peristiwa dan fenomena menjadi sebuah cerita yang menyentil.
Cerpen favorit saya di buku ini Genderuwo, Pawon Rawon Mas Won, Bayang-bayang, Susu untuk Sari dan Darah.
Oya, sekedar info, ini adalah review pertama yang saya tulis bukan karena keharusan dan langsung saya buat sesaat setelah saya selesai melahap buku ini. Ini menarik bagi saya. Kemajuan. Saya cuma tidak ingin apa yang saya baca menguap begitu saja.
Dan terakhir, saya menunggu dengan sabar karya-karya Mbak El berikutnya.