Pertama kali saya mendengar sedikit cerita, tapi setelah menonton film nya hati ini tersentuh dan tergugah akan kesetiaan seekor anjing yang senantiasa setia menunggu almarhum majikannya pulang hingga akhir hayat…mungkin saya akan tulis sedikit kisahnya…:
KISAH ini pernah benar-benar pernah terjadi di Jepang. Kisah tentang seekor anjing yang sangat setia. Namun kemudian dalam film Hachiko: A Dog’ Sory, garapan Sutradara Lasse Hallstrom, lokasi kejadiannya diubah menjadi di Amerika Serikat (AS). Film ini mengisahkan sebuah ceritera yang mirip dengan kejadian yang terdapat dalam kitab suci. Yakni hubungan yang sangat luar biasa antara pemilik (majikan) dengan anjingnya.
Dalam kitab suci disebutkan, suatu ketika ada lima orang yang beriman (takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa) hidup di masa ketika sebagian besar masyarakat tidak lagi percaya kepada kekuasaan Allah. Karena mereka tidak lagi sejalan dengan sebagian besar masyarakat di lingkungannya, maka kelima orang bersama anjing kesayangannya pergi ke sebuah gua.
Di dalam gua yang jauh dari masyarakat itulah oleh Tuhan, keenamnya ditudurkan selama lebih kurang 350 tahun lamanya. Sampai ketika mereka bangun, ternyata kehidupan telah banyak berubah. Mereka tidak lagi mengenal dimana sekarang berada. Karena dusun, perkempungan, bahkan rumah tinggal mereka dulu sudah tidak ditemukan lagi. Sementara uang yang mereka bawa pun tidak laku lagi di pasaran. Mereka baru sadar bahwa Tuhan telah menidurkan mereka cukup lama.
Dalam film Hachiko, diawali ketika pengurus kuil Budha di Jepang bermaksud mengirimkan hadiah seekor anak anjing kepada kenalan mereka di AS. Anjing yang telah dibungkus rapi itu akhirnya sampai juga ke daratan AS. Namun, dalam perjalanan anjing itu terjatuh di sebuah stasiun Kereta Api (KA). Dan tanpa sengaja ditemukan Profesor Parker Wilson yang diperankan secara meyakinkan oleh Richard Gere.
Sebenarnya Wilson sangat sayang kepada anak anjing tersebut. Namun dia tahu, isterinya sangat anti anjing. Karena itu, Wilson mencoba menitipkan anjing tersebut ke penitipan hewan. Sayangnya, semua tempat penitipan hewan penuh, dan seluruhnya menolak. Maka mau atau tidak, terpaksa Wilson membawa anjing terlantar yang kemudian diberi nama Hachiko itu ke rumahnya.
Maka dapat diduga, konflik pun muncul. Isteri Wilson meminta agar membuang segera anjing tersebut. Namun Wilson terus mempertahankan keputusannya untuk tetap memelihara anjing terlantar itu. Sikap Wilson didukung anaknya, Cate yang juga menyayangi anjing tersebut. Hari berganti, pekan pun berlalu. Tanpa terasa anjing itu telah tumbuh menjadi dewasa, sejalan dengan umur Wilson yang semakin lanjut.
Sementara hubungan antara Wulson dengan anjingnya pun semakin kuat. Setiap kali Wilson berangkat mengajar, Hachiko mengantarnya sampai stasiun KA. Hachiko baru akan meninggalkan stasiun KA tersebut, jika dia telah melihat kereta yang ditumpangi tuannya meninggalkan stasiun. Dan setiap menjelang pukul lima sore, saat Wilson pulang mengajar, Hachiko selalu menunggu di depan stasiun.
Suatu ketika Wilson pulang, namun tidak ada Hachiko yang menunggunya. Maka segeralah Wilson mencari hewan kesayangannya tersebut. Dan akhirnya Wilson tahu, bahwa Hachiko tidak dapat menjemputnya karena terperangkap dalam sebuah kamar. Dan banyak kejadian aneh namun cukup mengharukan yang mengaitkan hubungan manusia dengan anjing tersebut.
Dan sebagai puncaknya adalah ketika tiba-tiba Wilson tergolek lemah di tengah-tengah dia memberikan pelajaran. Para mahasiswa semula mengira, jika dosen mereka itu tengah berpura-pura, atau melakukan trick sebagaimana dalam acting drama atau teater. Mereka baru sadar kalau itu adalah kejadian benar, ketika mengetahui denyut nadi Wilson sudah tidak ada. Wilson meninggal karena serangan jantung.
Hachiko tidak sadar dan tidak mengetahui, kalau tuannya sudah meninggal dunia. Dia tetap datang menjemput tuannya di stasiun KA. Dan kejadian itu diulangi sampai akhir hayatnya. Karena anjing mana tahu, jika tuannya itu telah meninggal dunia. Hachiko melaksanakan tugasnya dengan setia sampai akhir hayatnya. Ceritera mengharukan inilah yang dirilis Stephen D Lindsey menjadi sebuah film drama cukup mengharukan berjudul, “Hachiko: A Dog’s Story. (*)