Wah, ternyata sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Alasan standar berupa kemalasan dan kesibukan pekerjaan yang salah satunya adalah mengisi konten di blog dan website terkait pekerjaan, membuat blog ini hibernasi selama 7 bulan. Namun berhubung, saat ini saya sedang mengikuti kuliah singkat di Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung yang baru dimulai hari kemarin – Sabtu, 18 Maret 2017, dimana salah satu tugas kuliahnya yaitu berupa reportase kegiatan perkuliahan serta membuat karya tulis ilmiah terkait materi yang disampaikan, membuat saya mau tidak mau harus membuat tulisan lain di luar pekerjaan.
Dan untuk tugas pertama, berikut reportase saya terkait kuliah perdana SPI Bandung tahun 2017.
***
“Saya menjadi liberal tanpa saya sadari”, begitu salah satu ucapan yang disampaikan oleh Kang Ucay mengenai kisah hijrahnya pada kuliah perdana Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung tahun 2017. Kang Ucay yang merupakan mantan frontman band indie Rocket Rockers, bercerita bahwa passion-nya di bidang musik telah membawanya ke dalam berbagai lingkungan dan pemikiran yang membuatnya liberal dan sekuler tanpa ia sadari.
Selain menjadi seorang vokalis yang juga pencipta lagu bagi band Rocket Rockers waktu itu, Kang Ucay juga pernah menjadi chief editor di Majalah Ripple – sebuah majalah musik yang tidak mainstream, yang selain membahas mengenai berita band-band indie namun juga membahas lebih dalam terkait aliran-aliran yang jadi paham band-band indie tersebut. Pekerjaan yang membuatnya harus mempelajari berbagai aliran-aliran seperti Satanisme, Marxisme, serta sederet paham lainnya yang semakin menyeret pemikirannya menjauh dari nilai dan ajaran agama Islam.
Namun untunglah, bekal agama yang pernah ia peroleh sedari kecil hingga remaja yang ia dapatkan dari guru ngaji yang didatangkan orang tuanya ke rumah, serta hidayah dari Allah yang mulai menyapa, membuat pergolakan batin terjadi pada diri Kang Ucay. Kegalauan yang melanda, membuatnya mulai kembali mempelajari ajaran Islam melalui buku-buku Islam yang mulai ia baca, mengikuti berbagai kajian Islam, serta sederet usaha lain yang ia upayakan untuk kembali mempelajari Islam, walau kesemuanya itu masih ia lakukan secara sembunyi-sembunyi.
Gejolak dalam diri untuk hijrah meninggalkan lingkungan dimana ia berada serta profesi yang ia geluti semakin hari semakin besar. Dan akhirnya momen terbesar untuk hijrah muncul ketika Kang Ucay dan band-nya manggung di Jogjakarta. Hatinya luar biasa merasa gundah gulana serta merasa bersalah ketika melihat banyak penonton yang mabuk-mabukan serta melakukan berbagai maksiat lainnya, apalagi puncaknya ketika seorang perempuan yang naik panggung hingga tiga kali, melakukan stage dive, yang membuat tubuh perempuan tersebut dengan bebasnya dipegang oleh para penonton yang kebanyakan adalah lelaki.
Akhirnya setelah momen manggung di Jogjakarta tersebut, Kang Ucay yang telah menggawangi Rocket Rockers selama 13 tahun, mantap untuk mengundurkan diri saat ia berada di puncak karir, dari band yang telah membesarkan namanya. Dan kini, Kang Ucay telah bertransformasi dari sosok yang liberal dan sekuler yang tanpa pernah ia sadari, menjadi sosok yang berusaha memerangi berbagai paham dan pemikiran liberal, sekuler, serta beragam paham lain yang merusak nilai dan ajaran agama Islam.