Oke, sekarang gw punya topik baru nih yang gak kalah menarik dengan topik2 sebelumnya yang udah pernah gw jelasin di blog ini. Gw mau ngebahas tentang ANP, yaitu Analytical Network Process. Masih sodaraan sama AHP (Analytical Hierarcy Proces) yang pernah gw bahas sebelumnya, tapi ada bedanya. Perbedaan ANP dengan AHP itu, kalau dengan ANP kita tidak hanya meninjau kepentingan kriteria yang menentukan kepentingan alternatif, seperti yang ada di dalam AHP, tetapi tapi juga melihat pengaruh kepentingan alternatif terhadap kepentingan kriteria. Dengan kata lain, ANP menghasilkankan model yang lebih general dalam pengambilan keputusan tanpa membuat asumsi tentang independency dari unsur-unsur dengan tingkat yang lebih tinggi dan unsur-unsur yang tingkat yang lebih rendah dan juga dari unsur-unsur di dalam suatu tingkatan
Dari kutipan jurnal (Yang gw search di google pas dapet tugas DSS ke 8 ) gw dapat definisi ANP sebagai berikut :
“ Analytic Network Process ( ANP) adalah suatu teori yang umum dari pengukuran relatif yang digunakan untuk memperoleh skala nisbah prioritas gabungan dari skala nisbah individu yang menghasilkan pengukuran relatif dari pengaruh unsur-unsur yang saling berhubungan berkenaan dengan kriteria-kriteria pengendali. “
Terus, di tugas kedelapan itu gw juga nyari jurnal aplikasi ANP. Di jurnal yang gw dapet itu, ngebahas tentang pemilihan logistic service provider di perusahaan. Jadi perusahaan di jurnal tersebut, mengunakan outsourcing untuk kebutuhan logistiknya, jadi dalam memilih outsourcing logistic service provider tersebut dibutuhkan pertimbangan yang matang berdasarkan criteria-kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan dalam hal ini adalah compatibility, cost, quality dan reputation. Di jurnal ini juga dijelasin contoh pengaplikasian ANP dalam menyelesaikan permasalahan pemilihan logistic service provider tersebut.
Selanjutnya di tugas berikutnya, yaitu tugas kesembilan saya membuat model ANP dari kasus pada jurnal ini dengan menggunakan software superdecision. Awalnya saya agak kesulitan dan canggung dalam menggunakan superdecision ini, karena baru pertama kalinya saya menggunakannya. Akan tetapi sesudah diperhatikan ternyata cara kerjanya tidak jauh beda dengan Expert Choice, hanya saja pembobotan untuk criteria dan alternatifnya lebih banyak.
Kemudian di tugas kesepuluh saya membuat model ANP sendiri, model yang saya buat adalah mengenai pemilihan hotel, dimana alternative-alternatif yang saya masukkan adalah Hotel Dharmawangsa, Sheraton Hotel, Ritz-Carlton, dan Hilton. Kriteria yang digunakan adalah Fasilitas, Lokasi, dan Lain-lain. Setelah kesemuanya diberi pembobotan didapat hotel terbaik adalah Ritz-Carlton. Pembootan yang saya gunakan disini bersifat subjektif.
Lalu untuk tugas berikutnya saya mencari jurnal simulasi modeling yang mendukung pengambilan keputusan. Dalam jurnal yang saya dapat digunakan pendekatan decision support system (DSS) untuk menemukan operasional yang optimal dari sumber air yang berbeda-beda seperti air permukaan, air tanah, air daur ulang dan transferred water di Beijing.
Udah deh, segitu aja tugas2 gw, kemudian tibalah saatnya ujian DSS yang siap gak siap harus siap pada hari selasa kemarin (27 Mei 2008). Pada ujian tersebut kita disuruh nambahin criteria pada model AHP yang udah kita bikin, dan kriterianya itu harus 30%, dengan penambahan criteria tersebut dilihat efeknya pada keputusan yang diambil apakah berubah atau tetap. Dengan berdebar-debar dalam waktu yang sangaaaaat terbatas saya dan teman-teman menyelesaikan ujian tersebut. Semoga kita semua mendapat nilai yang terbaik (dapet A gitu kek)…Amiiiin…^ ^

