Dimana permasalahanya… ???
yupssss….
Satu orang janda pontang panting mencari nafikah untuk menghidupi anak-anaknya. seluruh waktu ia curahkan untuk mendidik dan merawat anak-anaknya. Demikian pula sang anak juga mencurahkan seluruh perhatianya untuk orangtuanya mengingat sang anak dengan kondisi yang terbatas. Segala nasehat dan aturan sangat dipatuhi oleh anak-anaknya. Selain itu, kondisi anak-anaknya semakin hari semakin menuju kearah yang baik. Baik secara fisik maupun secara mental dan psikis. Semakin hari sang anak senakin tumbuh besar, kekar, tampan, cantik, semakin pandai, cerdas dan semakin tambah luas wawasanya. Bahkan, bisa dikatakan dengan sedikit perjuangan orangtua, anak bisa tumbuh semakin membaik. Andaikata sang anak dimarahi, anak tidak akan kembali memarahi ataupun jengkel. Andai kata sang anak tidak dicukupi kebutuhanya maka dia akan punya inisiatif untuk memenuhinya sendiri,. Dan seandainya sang anak tidak dididik dengan sempurna, maka sang anak bisa mencari pendidikan sendiri diluar dengan guru ngaji dan lingkungan. Tanpa dimandikan pun sang anak akan mandi sendiri. Hingga suatu saat 10 anaknya telah menjadi orang yang sukses. Ada yang menjadi ulama, pedagang, pengusaha, guru, dll.
Namun…. tidak demikian dengan kondisi sang janda. Awalnya, saat sang janda berumur 70 th, muncullah penyakit batuk. Satu tahun di rawat oleh anak pertama dengan panuh perhatian dan kasih sayang, batuk bukanya sembuh tapi malah bertambah sakit paru-paru. Pindahlah sang janda ke anak yang kedua karena menurutnya anak pertama itu tidak bisa merawat. Satu tahun dirawat oleh anak kedua dengan penuh kasih sayang juga. Semua kebutuhan dan keperluany dicukupinya. sakit batuk telah sembuh tapi sakit paru-paru belumlah sembuh dan bertambah sakit liver. Menurut sang janda anak ke dua pun juga tak becus merawatnya karena malah bertambah sakitnya. Akhirnya pindah lagi sang ibu ke anak ketiga. Dua tahun dirawatnya dengan penuh kasih sayang, penyakitny apun tak kunjung membaik tapi malah bertambah buruk. Penyakit menjadi komplikasi jantung, liver, paru-paru dan lainya. Sang janda semakin marah kepada anak-anaknya karena waktu itu sang ibu merawat anak-anaknya menjadi orang yang berguna tapi sekarang 10 anaknya malah tak bisa membahagiakannya. Akhirnya terpola dalam pikiranya bahwa anak itu tak bisa merawat orang tua, tak bisa membahagiakanya. Hingga akhirnya suatu saat sang janda “meninggal”.
Jadi, sebetulnya pepatah “1 orang anak dapat merawat dan menjadikan 10 orang anak tapi 10 orang anak tak dapat merawat 1 orang” tidak dapat berlaku secara umum. Seharusnya kita semua yang sebagai anak, harus dengan sepenuh hati dan penuh hormat merawat dan mendidik orang tuanya. Perhatikan hal-hal kecil yang bersifat membangun kedekatan emosional dengan orang tua. Tapi juga sebaliknya. Orangtua juga harus dengan sepenuh hati dan penuh kasih sayang hidup bersama anak-anaknya. Abaikan masalah-masalah kecil yang sepele yang dapat merusak suasana kekeluargaan. Pahami betul bahwa secara fisik dan psikis orang tua bukanlah semakin membaik tapi tetap akan semakin menurun karena umur semakin tua nilai gunanya pun semakin berkurang. Soo…. marilah kita sama-sama berintrospeksi dan memperbaiki diri.





kATa kaMu