Latest Entries »

Rindu

Rindu

Seperti rasa haus yang tak pernah berhenti
Seperti embun hendak menggapai sang matahari
Seperti surya yang mencari rembulan saat dini hari
Seperti bumi yang ingin menyentuh pelangi

Selalu menetap dalam keramaian mu
Selalu bergerak dalam keheningan mu
Mengayun ombak di hatimu
Meneteskan airmatamu

Kau ingin menggenggamnya
Agar dapat kau redam gelora nya
Kau ingin menangkapnya
Agar dapat kau menghempaskannya

Tetapi ia selalu disana
Dan kau mulai merasakannya

Ia menghangatkan jiwamu
Menyalakan api semangat mu
Memberikan harapan yang tak pernah kau tahu

Kerinduan itu menyesakkan hatimu
Namun tiada yang tahu
Mengapa kau masih menyimpannya

Malamku

Malamku di ujung penaku
Ia menyelimutiku dengan aksara dan kata
Menjadi teman berbicara
Antara fikir dan rasa

Malamku dalam ketukan jariku
Meliukkan tarian imaji
Kadang menyentuh qalbuku
Bisikkan kata-kata tulisanku

Ku berlayar di sayapnya
Menikmati helai inspirasinya
Terpesona di lautan hitamnya
Memanja tintaku di kitab terakhirku

Ada Seribu Masjid

Ada Seribu Masjid…

Ada Seribu Masjid
Yang tidak di Utara, tidak pula di Selatan
Tidak di Timur, maupun di Baratnya
Tidak berada di negeri Awan
Bukan pula di pulau angan-angan

Masjid-masjid itu kelam suram lampunya
Namum terkadang Silau bercahaya
Pelitanya bukan dari lentera
Bukan pula dari lampu menyala

Selalu berpindah-pindah tempatnya
Terkadang di kota lautan sinar dan keramaian
Terkadang di puncak tinggi berbalut sepi dan kedamaian

Masjid-masjid itu tidak tetap keadaannya
Terkadang menebal debu
Terkadang berkilap kesucian
Satu saat panas menyesakkan
Saat yang lain dingin menyejukkan

Namun, aku tak hendak masjid-masjid itu

Aku mencari sebuah Masjid…
Yang tidak berubah keadaannya
Selalu bercahaya sinar lampunya
Tidak pernah berkurang kemilau Nurnya
Yang tidak berpindah-pindah tempatnya
Selalu berada di ketenangan rasa
Senantiasa bernaung di keteduhan Dzikir

Kucari sebuah Masjid…
Yang Tidak kusam ditelan debu zaman
Selalu dingin disirami mata air taubat
Jendelanya berkilau menembus cakrawala ma’rifat
Berkumandang adzannya ke segala penjuru jagad
Senantiasa mengajak manusia kembali
Kembali pulang ke haribaan DiriNYA Tuhan

Kucari sebuah Masjid…
Yang selalu makmur di sepanjang siang dan malamnya
Mendengung lebah bacaan KalamNYA
Meluap laut mendzikiri Allah Tuhannya

Dimanakah Masjid itu …?
Dimanakah Masjid-ku …?
Mungkin dia di dalam dadaku
Mungkin dia bersemayam di dalam Qalbuku

Munajat Bumi

Di terik siangMU bergerak segala hamba sahaya

Mencari penghidupannya dengan apa yang dimilikinya

Mengais-ngais rendahnya dunia dan seisinya

 

 

Di kelam malamMU tak berhenti segala yang bernyawa

Menuntaskan setiap perkara yang melilitnya

Memuaskan hasrat yang tak pernah selesai

 

 

Aku mencari hujanMU

Dan Kau biarkan kuberwudhlu

Mensucikan diri dari debunya zaman

Membasuh letihku dari beban kesalahan dan khilaf manusia

Melipur laraku sejenak akan keserakahan yang telah mereka gelar di sajadahku

 

 

Tuhan…

Manusia selalu kehausan

Setiap detik mereka torehkan luka di tubuhku dan mengisap sari maduku

Menganiayaku untuk penuhi perintah nafsu

Bukan untuk memuliakan kehidupan pemberianMU

Lalu tak cukup hingga disitu

Mereka campakkan aku, hingga tersungkur aku di tepi kesedihanku

 

 

Dengan air hujanMU aku berwudhlu

Mencoba sucikan setiap jengkal tanda-tanda KebesaranMU

Dari jejak dusta dan dosa manusia

Agar dapat kembali bersinar

Menjadi mercusuar yang mengingatkan segenap makhluk

 

 

Di jagad sejarahku

Kiranya dapat terbentang kembali

Peradaban yang terpimpin hati nurani

Sang Pembawa Berita

Ada pijar di mataku

Dan benakku menyala

Seiring sentuhan jemari di atas halus lembarannya

Seketika menari sang wacana

Rasanya dimanja sang pembawa berita

Mengabarkan tentang luasnya cakrawala

 

 

Dan berkelebatlah sayap ilmu di setiap halamannya

Menawarkan perjalanan mengasyikan di penjuru dunia

Sungguh, ia sanggup melakukannya

Walau kau tetap di ruang sempitmu

Mencoba berkawan dengan waktu

Dan lupakan sejenak penanda sibukmu

 

 

#30harimenulispuisi_Buku

Berkali-kali kuingkari

Dan coba menghindari

Namun terpaan pesonanya tak pernah henti

Dulu ku pernah berjanji

Kau kan selalu yang ada dihati

Dan tiada  disepanjang windu selalu kau yang menemani

Namun siapa yang menduga

Ada pesan syurgawi dalam kehadirannya

Menjanjikan indah yang membasuh jiwa

Bagaimana ku akan mengabarimu tentang dia

Sedang kau tak pernah ada

Menemani gelora semangatku yang berapi-api

Selalu mencari makna yang berbeda setiap hari

Sayang dimanakah engkau

Agar bisa kukabari damai yang kurasakan

Saat bersamanya…

 

 

#30harimenulispuisi_Cinta&Perselingkuhan

 

 

Memandang luas ruang angkasa berbintang di matamu

Selalu saja membuatku diam terpaku

Itukah kejora yang pernah dikata orang ?

Binarnya menyilaukan pandanganku

Jika saja bukan karena senyuman teduhmu

Aku pasti telah melayang di hampa ruang udaranya

Ahh…

Inikah indah yang kucari disepanjang umurku

Ramah tatapanmu mendamaikanku

Ada cahaya hangat diantara kilatan kedipmu

Memeluk angan sempurnaku

Akan semesta kerinduan

Hmm seandainya saja, bening cahaya itu untukku

 

 

#30harimenulispuisi_Mata

Misterimu

Menyentuh dinginmu hampir saja membuatku rapuh

Jika saja bukan karena sadarku

Aku pasti akan terus mencarimu

Kau terlalu misterius bagiku

Dan itu telah menggores seiris luka

Masih kuingat malam-malam yang kuhabiskan untuk memahami

Dan setiap kali kujamah lembar rahasia itu

Kau selalu menepisnya

Kau tak izinkan terang mencahayai bekumu

Dan biarkan tanya melewati siang dan malam

Mengetuk bilik kalbuku

Bahwa tak ada yang perlu aku tunggu

 

 

#30harimenulispuisi_Beku

 

Mungkin

Diantara hitam dan putih

Ada mungkin yang teramat luas

Bisa kau ambil untuk mewarnai hidupmu

Dan kau tawarkan kepada dunia

Tentang rona yang membuatnya ceria

 

Diantara Suka dan Lara

Ada mungkin yang teramat dalam

Dapat kau selami untuk memahami arti

tentang rasa yang dimiliki manusia

Bagaimana mereka memaknainya

Dan bagaimana mereka akan melewatinya

 

Diantara benci dan cinta

Ada mungkin yang teramat lapang

Mampu kau jelaskan kepada hatimu

Untuk menemukan banyak harapan

Bahwa tak selamanya yang nampak itu demikian adanya

 

Diantara kau dan aku

Ada mungkin yang teramat panjang

Bisa kita jadikan tali ikatan

Untuk hilangkan segala jarak

Dan temukan

Bahwa ternyata kita teramat dekat

 

Diantara segala kemungkinan

Selalu ada harapan

 

 

#30harimenulispuisi_Mungkin

 

 

Tidak, aku tidak sesulit itu

Kau kira aku akan marah padamu ?

Itu hanya mimpi yang bisa kau kabarkan pada langit malammu

Ini bahagiaku

Manakala aku mampu mendo’akanmu saat kau menjauh dariku

Dan tiada kabar yang kudapat darimu

Atau curahan air mata yang tak henti menemaniku

Telah cukup ruang hatiku

Dipenuhi segala kenangan manis tentangmu

Dan akan kusyukuri itu

Disepanjang usiaku

Walau seluruh alam memaksaku tuk membencimu

Kau tahu ?

Aku tak perdulikan itu

Ku tetap mengasihimu

 

 

#30harimenulispuisi_Benci

Design a site like this with WordPress.com
Get started