Solo Backpacker ke Karimun jawa mungkin sudah banyak dilakukan oleh para Traveler, tetapi bersama keluarga mungkin belum banyak dilakukan oleh keluarga indonesia, saya ingin menceritakan pengalaman kami backpacker ke pulau karimun jawa, salah satu top destination pariwisata pantai dan snorkeling terbaik di Indonesia.
Day-0 Bandung,
Perencanaan, jangan bepergian tanpa perencanaan, tapi jangan terlalu njilimet merencanakan yang berkahir kegagalan dan kegalauan untuk melakukannya, tips : fokus pada tujuan “Karimun Jawa” titik, tentukan rute trip ke tujuan dan soal berapa lama dan apa yang akan dikunjungi bagi kami saat itu tidak penting, alamlah yang akan mengatarkan kita menikmati keindahan pada waktunya .
Packing, karena ini berjalan dengan tim kecil, maka packing menjadi kunci sukses backpacker, bagi anda yang terbiasa naik gunung atau berpetualangan di alam bebas terbiasa menentukan urutan perlengkapan yang akan di bawa, Tips : bawa satu Tas Carrier besar ukuran 60-70 liter, dan setiap anggota keluarga di berikan tanggung jawab satu orang satu Daypack Ransel.
Tas Carrier besar dikhusukan untuk alat masak&makan, pakaian ganti, sleeping bag, matras, tenda, alat mandi dan air minum cadangan, Daypack ransel berisi pakaian daily masing-masing angota keluarga, makanan ringan, minuman, dan kebutuhan pribadi.

Packing
Day-1 Bandung-Cirebon (24 Des 2016)
Dari Terminal Cicaheum kita “ngeteng” atau “Ngompreng” (isilah untuk naik bis yang tidak direct ke lokasi), dikarenakan musim liburan pastinya tiket bis executive, kereta maupun pesawat dah ludes dari jauh-jauh hari kalaupun ada harganya menguras kantong, tapi jangan takut disinilah seninya menjawab anti mainstream yang mengatakan berlibut disaat high peak sangat sulit, prinsipnya ada kehidupan yang sedang berputar tidak semua orang berlibur, masih ada transport bagi para urban yang menyisakan space untuk dinikmati.
naik bis 3/4 P.O. Sahabat dengan ongkos 55 Ribu/orang, AC Ekonomi, perjalanan di tempuh 5 Jam, sampai di Cirebon, jangan langsung pindah bis..nikmati dulu kota cirebon dengan khas Kulinernya Empal Gentong, dan wisata religi serta sejarah ke Masjid Agung Kasepuhan Cirebon,

Terminal dan Masjid Agung Cirebon
Tips :dari terminal berjalan sedikit ke arah selatan nikmati dulu empal gentong enak 10 ribu/porsi, didepan warung tersebut ketemu perempatan naiklah angkot D-2 (warna biru telur asin) tujuan Keraton Kasepuhan Cirebon, dengan ongkos perorang 5 ribu rupiah, sampailah kami di lokasi, titiplah semua barang bawaan di penitipan sandal/sepatu masjid dan silahkan berwisata religi dan sejarah di lokasi tersebut. kami menuaikan sholat Duhur sekaligus di jamak Ashar di masjid agung, dan mengunjungi keraton Kasepuhan Cirebon, luar biasa arsitek masjid tersebut, dan tergolong unik, karena masjid terbagi dua ada bagian dalam dan luar, bagian dalam dipisahkan oleh tembok bata tebal 1/5 meter tebalnya, dan masuk kita harus berjongkok dan murunduk sedikit, karena pintunya hanya pas untuk satu orang, dengan tiang-tiang penyangga besar dari Kayu Jati Raksasa membuat kemegahan dan keagungan terasa. Recomended :cobalah sholat di bagian dalam masjid ini.
Dikeraton kasepuhan biaya masuk untuk satu orang dewasa 20K, dan anak-anak 10K, ada beberapa bangsal kerator yang boleh dikunjungi dan beberapa tertutup untuk umum, puas mengisi pengetahuan sejarah kami kembali naik angkot dari depan pasar arah utara masjid dengan tujuan Terminal Cirebon, angkotnya kode C-5

Masjid Agung Kasepuhan Cirebon

Empal Gentong Perempatan Terminal Harjamukti Cirebon
Dari terminal Cirebon kami naik bis, lagi-lagi ketemu sama P.O Sahabat, spesial jalur tengah pantura, cirebon-semarang, yang menarik ongkos ke semarang harus tawar menawar, harga pas kita tancap gas.., perjalanan start jam 17:00 s.d jam 22:00 sampai semarang, dengan menggunakan aplikasi Traveloka, saya order homestay disemarang untuk dua orang seharga 134 K permalam namanya Griya Pantes, daerahnya dilokasi jalan Pekojan Pertokoan THD B18-19, Semarang, Indonesia, 50137Phone : +62243518544, 62-24-3518544 , fasilitasnya menarik, dapat sarapan Pop Mie+kopi, AC, Air Panas, dan dispenser untuk air minum panas dan dingin.

Griya Pantes Hostel home stay
setelah meletakkan barang bawaan, kami langsung menuju ke simpang lima untuk makan malam dan mengatarkan anak-anak bermain di simpang lima, ada sepedaan dan skuter elektrik roda dua, di simpang lima mampirlah di pujasera pojok dimana terdapat Pecel Yu SRI, Pecel legenda di simpang lima, harganya murah dan rasanya yang selalu ngangeni maknyuss. jam 02:00 menuju homestay dan berlabuh di pulau kapuk.

Simpang lima, pecel yu Sri dan Bersepeda
Day-2 Semarang -Rembang ( 25 Desember 2016)
Ternyata dari homestay Griya Pantes tidak jauh dari kota tua, dengan berjalan sekitar 750 meter, kami menikmati suasana kota tua semarang, dengan Gereja Blenduk yang sangat terkenal itu, sekarang bernama sekarang bernama GPIB Imanuael Semarang, suasana ibadah Natal pagi ini bagi saudara-saudara kami umat nasrani damai dan aman, penjagaan disekitar gereja luar biasa ketat.

View Gereja Mblenduk dari arah selatan
dengan memotong bank mandiri kota tua,kami tiba di depannya kemudia berbelok ke barat menuju lokasi pemberhentian bis yang akan menuju ke terminal terboyo, terminal terboyo berada di utara semarang persisnya rodo ketimur, terminal ini kita akan melewati sensasi kota semarang yg terkenal dengan ROB atau air pasang laut yg menggenang jalan, sepanjang perjalanan dari kota tua ke terboyo pemandangan rob yang menggenang menimbulkan pertanyaan dari anak-anak kenapa bisa demikian, kami berdua menjelaskan bahwa ini akibat turunnya permukaan tanah kota semarang sehingga tinggi muka air laut lebih tinggi dari daratan utara kota semarang, ini terjadi karena hutan mangrove di pesisir utara semarang telah habis dibabatat menjadi PLTU, Dermaga dan pemungkiman serta Pabrik tanpa meperhitungkan dampak yang akan terjadi, bahwa hutan mangrove sangat penting karena menjadi barrier abrasi dan intrusi air laut ke daratan, hutan mangrove akan mengangkat muka daratan dengan akar-akar tungganya, menyerap lumpur-lumpur untuk di endapkan menjadi tanah, sehingga pantai naik perlahan, nanti kita akan lihat di taman nasional Magrove Karimun jawa dimana hutan mangrove secara perlahan membentuk daratan diatas permukaan pantai.

Kota tua
sampai terminal terboyo kami berusaha santai di antara kerubutan para calo,
Tips menghadapi calo Bis : tetap tenang, jika ditanya jawablah dengan jujur tujuan dan bis seperti apa yang anda inginkan, termasuk jam keberangkatan, jangan sungkan untuk mendelay, menanyakan harga dan berapa lama waktu keberangkatan dan fasilitas dari masing-masing bis.
Om Fren dan Kisah Natalnya
kejutan berikutnya kami bertemu salah satu calo bis Asal Papua, namanya om Fren, sudah puluhan tahun dia menawarkan jasa calo bis di terboyo, anak-anaknya sudah sukses menyelesaikan kuliahnya di beberapa perguruan tinggi di Semarang, dengan logat papua saya menyapanya ” pace” beliau khirnya membantu kami mencarikan bis AC dengan harga ekonomi menuju rembang.. (35 K perorang) ah om fren kau telah membuktikan sesuatu pada kami, jangan takut dengan apapun kerjaan yang kamu jalani, enjoy dan nikmati berkah rezeki itu menghampar disetiap jengkal tanah Allah SWT. tak lupa kami berika ntips untuk om fren atas jasa baiknya, selamat Natal Om Fren..disaat yang lain berbaju bagus, baru, sempurna merayakan Natal, om fren berjibaku dengan penumpang di terminal yg penuh dengan genangan air demi menyambut pintu-pintu rezeki Allah, GBU om Fren. jika ada yang ke terboyo jangan lupa pesan bis nya sama om fren.

om fren
Rembang , eh bukankan ini melewati pertigaan demak trengguli ke jepara.. hahahah iyah, kami melebar sedikit ke timur menghadiri pernikahan salah satu teman kantor di Rembang, Mas Ghazi, tiba dipertigaan taman kartini rembang, kami jalan ke selatan untuk mencari bis ke arah blora.disini tim backpacker berganti pakaian menjadi tim Mantenan, tapi tetap dengan style sepatu sandal lapangan.., malu..lupakan saja dan tinggalkan di belakang.tiba jam 12:00, kurang sejam lagi waktu mantenan tutup.. bersabar kami dapat bisa..lagi-lagi bis 3/4 non ac, dengan biaya 5k perorang, selesai menghadiri resepsi mantenan mas ghazi, ganti baju lagi, nunggu bis ke perempatan taman kartini rembang dan melanjutkan perjalanan ke trengguli. trengguli ada pertinggan antara demak dan kudus yang merupakan jalur pintas ke Jepara.

Semoga Samawa yach om Ghazi
jam 15:00 Tiba di trengguli, lama disni kami menunggu bis ke Jepara, akhirnya dapat bis 3/4 menuju ke Jepara, penuh sesak dengan AC Cendela, bertumpuk dengan para penumpang mbok mbok yg baru pulang dari belanja di pasar demak-semarang.. setengah jam berdiri akhirnya kami mendapatkan tempat duduk, jam 17:00 sampailah kami di jepara, diturunkan ditengah kota jepara, entah dimana terminal bis ini..hihihihi

Jepara, ngebis dan becak
jepara Kota ukir kayu jati, bersih indah dan tidak terlalu ramai, kami pun menumpang becak menuju pelabuhan kartini jepara, dua becak sekaligus karena muatan dan jumlah 4 orang tidak memungkinkan satu becak, tips : jepara jika sore tidak ada angkot dan ojek jadi bersiaplah menerima kenyataan transportasi disini menuju dermaga sulit, jadi naiklah becak. taxi ada hanya satu namanya DNA Taxi harganya tawar menawar untuk dalam kota hehehe. dengan bantuan pak Becak, kami dicarikan penginapan didalam komplek pelabuhan untuk menunggu keberangkatan besok, penginapan dengan hargga 180 K/hari untuk family, setelah mandi ganti pakaian dan menaruh barang saatnya kuliner jepara. namun kami bereskan dulu masalah tiket kebernagkatan ferry ke Karimun jawa, dengan bantuan Pak Haji pemilik penginapan kami di pertemukan dengna mas Anto, ponakannya yg membantu kami mengantri tiket untuk PP 4 Orang, berangkat selasa pagi 26 Des 2016, jam 07:00 pulang kamis 28 Des 2016. harga tiket untuk ferry Siginjai 60K/Orang, untuk kapal cepat bahari ekspress 150K/orang waktu tempuh 2 jam, kami memilih ferry siginjai yg lebih murah dengan waktu tempuh 5 Jam.
kuiner, dengan memanggil taxi DNA dari pelabuhan ke pusat kota, kami menikmati seafood khas jepara hmm maknyus kepting, udang, cumi dan ikan bakar di warung yuk jum, seputaran kota. setelah itu istirahat untuk besok penyebrangan ke karimun jawa.

kuliner seafood Jepara
Day-3 Jepara-Karimun Jawa. (26 Desember 2016)

Suasana pelabuhan kartini
tepat jam 06:00 kita dah harus kumpul di dermaga, tiket diperiksa satu persatu menggunakan barcode handphone petugas syahbandar, luar biasa solusi ini, dengan demikian akan ketahuan siapa yg berangkat, dan seluruh datanya, sehingga manivest penumpang tidak salah, taulah di indonesia angkutan laut selalu kacau dalam urusan jumlah penumpang. jam 07:00 stom ketiga kapal berbunyi, tali tambatan dermaga dilepas, jangkar dinaikkan, kapal pandu mengarahkan KM.Siginjai keluar alur pelayaran pelabuhan kartini…. jepara dengan gunung murianya terpampang indah di hadapan kami, makin lama makin mengecil hilang dari cakrawala, dalam hati kami berseru-seru karimun jawa kami datang, kami berpelukan tersenyum akhirnya…. kenapa, karena seminggu sebelumnya kapal tidak ada yg berangkat karena gelombang laut yang tinggi, sehingga dari dan ke karimun seminggu off tidak ada pelayaran, alhamdulillah pagi ini pelayaran dapat berlangsung. kami langsung mengambil lokasi di Dek-3, ada 3 dek kapal siginjai, Dek1 untuk mobil,motor dan barang-barang kebutuhan pokok bagi pulau karimun, dek 2 untuk penumpang baik ekonomi maupun VIP, dek 3 untuk ABK dan penumpang tapi terbuka, seperti rooftoop , di dek 3 sangat asyik karena angin semilir, dan pemandangan yang terbuka, penuh sesak penumpang yang akan ke karimun, 5 jam bukan perjalanan yang sebentar, alunan gelombang mulai menunjukkan kedigdayaannya, hampir semua penumpang memilih untuk tidur menghindari mabuk laut, tapi ada saja yang mabuk, jackpot dan terkapar tanpa bisa berbuat apa2 di hantam alunan gelombang karimun yang terkenal kadang sangat ganas.

diatas KM.Siginjai
tips : minumlah obat anti mabuk laut seperti antimo, dramamin, saat berlayar usahakan jangan fokus pada sesuatu dalam jarak dekat, luaskan pandangan jauh, hirup udara sebanyak-banyaknya, jika terasa gelombang sebaiknya tiduran dan ikuti alunan gelombang jangan dilawan, usahakan sudah makan, jikapun harus makan di kapal secukupnya jangna sampai kekenyangan. minumlah yang hangat, atau dingin sekalian.
Bertemu Mbah Ompong
tepat jam 12:00 kami mendarat di Pelabuhan Pulau Karimun Jawa, iyah ini karimun jawa, gunung dan hamparan pantai-pantai pasirputih menyapa kami, jernihnya air membuat kami ingin segera nyemplung ke laut..gerah perjalanan beberapa hari ini blm mandi dengan sangat nikmat. pertama kami mendarat di karimun, transportasi untuk kemana-mana belum dapat, penginapan juga demikian..namanya juga backpacker, jika gak dapat kami gelar tenda..

Karimun we are comming from bandung
berjalanlah keluar dari dermaga karimun, arah kota sekitar 1km, berbelok ke kiri ada pom bensin didepannya ada masjid kecil, kami istirahat sejenak untuk sholat dan melepas lelah, memang rejeki tidak kemana, usai sholat ada seorang bapak bersalaman dengan saya, bertanya dari mana pak, saya jawab dari bandung, sudah ada yang jemput?, saya jawab kami sekeluarga backpacker dari bandung, transport dan penginapan belum booking’, beliau kemudian mengajak kami ngobrol di luar masjid, dan memperkenalkan dirinya “Mbah Ompong”, perawakan dirinya jika kutaksir usianya baru 50 tahun, giginya masih utuh belum ompong, kurus dengan kumis tebalnya dan menggunakan baret ..ah khas banget orang ini, ternyata oh ternyata dia adalah spesialis tour guide karimun bagi para backpacker yang belum punya acara sama sekali di karimun, dia mengeluarkan album foto dari tas jinjing hitam lusuhnya, entah mengapa aku dan istri langsung percaya dengan beliau. album foto berisi tentang daftar penginapan beserta harga dan fasilitasnya,
tawar menawar akhirnya kami sepakat mengambil satu rumah di tempat mbah ompong, dengan sewa 2 Motor untuk keliling karimun jawa, penginapan 1 malam 150K, motor 75K pehari. sepanjang jalan menuju penginapan lagi-lagi pilihan kami tidak salah, mbah ompong terkenal oleh para penduduk karimun, dia menggap dirinya adalah anak buah dari para bos pemilik penginapan,restoran,penyewaan mobil dan motor serta pemilik kapal dan eo tour laut yang menitipkan paketan wisata di tawarkan oleh mbah ompong bagi para backpacker.

Mbah Ompong
awalnya metode jualannya dicemooh orang karimun, karena sangat aneh di pelabuhan ada orang membuka album foto, menawarkan penginapan dan paket wisata..bahkan dia dihina dengan cara di teriakin minta bantuan-minta bantuan sambil di sodorin uang receh…tapi beliau tetap tegar, dia melihat peluang pasar bahwa ada orang yang mengunjungi karimun tanpa menggunakan jasa Travel, ada orang-orang nekad yang menguji batas petualangannya dengan backpacker ke karimun dan keyakinan itu terjawab, mbah ompong malah laris dipercaya para turis-turis manca negara untuk menjadi tourguide selama di karimun, dipercaya para mahasiswa pelajar yang datang ke karimun modal nekad dengan duit pas pasan, dipercaya para backpacker profesional petualang sejati untuk mengurusin penginapan, makan s.d tour yang akan dikuti beserta leyeh-leyeh tanpa jadwal pasti di pulau ini… akhirnya cemohan itu berubah menjadi salute, dan meniru gaya mbah ompong, sampai dengan dipercaya masyarakat untuk membantu menawarkan penginapan dan seluruh paket wisata di karimun… lagi kami diajarkan soal kehidupan, jangan remehkan keyakinannmu walaupun itu berbeda dari kebanyakan orang.
tiba di tempat mbah ompong, langsung kami di bantu pesan makan, haha paketannya makannya aneh bin ajaib, ada paket pelajar 5 ribu, komplit 20K, kami pesan 20K, dengan modal telepon ke chatering langganannya tidak lama makan siangpun sudah datang.., motor untuk mengatar kami jalan-jalanpun sudah tersedia diantar oleh pemiliknya siap untuk tour darat sore ini.
Resort Bunga Jabe
jam 15:00 kami langsung berangkat tour darat menuju Pantai Resort Bunga Jabe.. 22 Km arah bandara Dewandaru karimun, jalan darat mulus meliuk-liuk membelah karimun kami tembus kurang lebih 45 menit dengan santai, sampailah kami di pantai Resort Bunga Jabe.. dengan nuansa alam terdapat penginapan besar berlantai 2 dari kayu, dan penginapankecil model Bivack alami, kejutan demi kejutan kami temui, pengurus resort bunga jabe adalah alumni UAD Jogja, pecinta alam disana, gayung bersambut, tiga orang hebat tersebut ada om Ambon, oppik serta om Jack Kapten begitu nama lapangannya. kami menikmati pantai mandi sepuasnya, dan tentunya ngobrol yang asyik bersama beliau-beliau tersebut, senja pun turun menggelayut malam gelap, terang cahaya lampu kapal-kapal membias diantara riak tenangya pantai, angin semilir malam membelai kami kembali ke kota..amboi kenikmatan yang tidak lekang kami nikmati terus..

Resort Bunga Jabe
Makan Malam di Alun-alun Karimun,
tiba di kota tepat jam 21:00, langsung menuju alun-alun kota, disana sudah hadir warung-warung makanan, ini saatnya bertemu hampir seluruh pelancong karimun yg keluar hangout makan malam di alun-alun, khas yang perlu anda cicipin adalah ikan bakar, udang,cumi dan kepiting, kami pun pesan ikan bakar baronang, ikan kaka tua,cumi asam manis, cumi mentega, udang saos sambal joss nikmat, siapkan stamina untuk besok tur laut.

dinner di alun alun karimun jawa
Day-4 Karimun Tur Laut, (27 Desember 2016)

Ready tour Laut
entah kenapa dinamain tur laut, mungkin karena seharin ini kita akan menjelajah dari satu spot snorkeling ke spot yang lain dan diakhiri dengan berenang dengan ikan Hiu ..jam 08:00, semua sudah ready di dermaga keberangkatan..dermaga ini berbeda dengan dermaga kapal besar, dia berjarak 500 meter dari alun-alun, semua wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkumpul disini, naik ke kapal masing-masing yg berisi 10-20 orang, paketan tur laut kami dapat yang 250K/orang dengan 4 spot, makan siang, dan foto bersama nemo dan terumbu karang, perlengkapan snorkeling dan life jacket untuk safety,

tur laut
spot pertama snorkeling selama kurang lebih 1 jam jarak tempuh, koralnya terjaga dengan baik, ikan-ikan hiasnya sangat jinak, bawalah roti tawar dan coba sebarkan remah-remahnya maka ikan cantik dan warna-warni akan berkumpul dengan sangat banyaknya, spot berikutnya pulau menjangan besar, orang bilang kampung bule jika punya uang besar boleh memilih tempat ini menginap, karena ada cottagenya dengan harga 400K/malam, disini kita menikmati pantai dan pasir putih beserta makan siang nan alami, ikan bakar.. spot ketiga adalah timur pulau karimun namanya watu gosong, disini sekumpulan besar ikan kakatua berdiam, amboi indahnya, spot terkahir adalah berenang bersama hiu di pulau kencana… the killing spot..
Berenang dan Foto Bersama Hiu
spot inilah yang menjadi killing tour hari ini, kita dapat turun dan berfoto dengan peredator teratas di lautan, jangan mengira hiu itu jinak, hiu yah tetap hiu, akan menyergap mangsanya dengan ganas, bayangkan saja, umpan ikan mentah yang dipotong untk memacing hiu berkumpul didekat traveler, jika terlambat diangkat langsung disambar dengan ganasnya, jadi jangan coba-coba jika tidak punya nyali… ,

mari uji nyali bersama hiu
Tips: jangan turun jika ada luka terbuka, wanita menstruasi, anak-anak harus di dampingi, jangan menurunkan jari kedalam air, jangan menimbulkan riak air yg berlebihan seperti berenang dan memercikkan air, jangan menggunakan bahan pakain yang mengkilat bling-bling,
tetap waspada berdiri pada posisi pengambilan foto sesuai arahan dari guide di lokasi, ikan hiu akan di pancing untuk berkumpul menggunakan umpan ikan segar yang telah di potong, jika sudah berkumpul jepret-jepret karimun good–bandung juga good grebek-grebek ready..yeah ready..

Hiu, ikan Porobibi dan bintang laut, we love karimun jawa
tak terasa senja turun dikarimun..kapten kapal memanggil semua penumpang untuk segera naik, kapal menuju pelabuhan terkahir untuk buang sauh, dan berlabuh untuk esok hari lagi, karimun meninggalkan kesan mendalam, masih satu hari satu malam lagi begitu bisik kami.., malam ini kami kembali ke penginapan, mandi ganti baju..alun-alun lagi, anak-anak menyempatka ndiri membeli oleh-oleh khas karimun untuk teman-temanya berupa gantungan kunci dari kerang-kerang laut, sembari makan malam ikan bakar lagi..
Day 5-Karimun, Oleh-oleh dan Tur Darat
Pagi hari kita ke pasar belanja oleh-oleh khas karimun, ikan asin kaka tua, ikan teri dan kerupuk olahan dari bahan ikan, udang dan cumi, tidak lupa Terasi. uniknya ketika belih buah pisang, disini dijual bukan persisir, tapi per buah, harganya wow pastinya,
setelah packing oleh-oleh kita melanjutkan pejalanan ke Pantai Onora, pantai nan indah tersebunyi dintara teluk, menikmati pasir putih, oranye sampai dengan watu gosong dan batu-batu di pantai persis seperti di pantai tanjung tinggi belitung. naiklah kepuncak love nya, dan nikmati pemandangan dari puncak dan tebingnya, sungguh luar biasa indahnya,

dari pantai Onora kita menuju Taman Nasional Hutan Mangrove Karimun jawa, disini habitat asli mangrove karimun terbentang luas dengan beragan jenis mangrove, mulai yg hidup paling dekat dengan pantai sampai dengan yang hidup di didalam permukaan air asin dengan akar tungganya yang panjang dan tinggi dalam menyanggah dirinya, di dalam terdapat menara pandang untuk mengamati burung-burung laut yang hidup di hutan mangrove dan pantai,

tidak terasa sore, menutup hari ini kami menuju ke pantai, resort bunga jabe tujuannya, bertemu teman-teman asyik disana, ternyata mereka juga lagi kedatangan tamu dari jogja, sengsui dan gedhek, malam ini kami di berikan salam perpisahan dengna api unggun dan bakar ikan, luar biasa, terima kasih atas keramahan bunga jabe, dengan bermotor kami sekali lagi melintas 22 Km ke arah kota untuk istirahat dan packing untuk keberangkatan besok harinya,

Salam perpisahan dari Bunga Jabe ..love u hospitality
Day 6- Karimun Jawa-Jepara,
jam 06:00 diantar mbah ompong, kami menuju dermaga karimun untuk kembali naik fery KM.Siginjai menuju jepara, hujan deras disertai angin mengiringi kepulangan ini, salam perpisahan untuk karimun, kapal bergerak menjauh meninggalkan karimun yang perlahan hilang di telan hujan dan kabut pagi, sepanjang jalan hujan deras dan angin membuat kami mengambil tempat di dek-2, agar tidak kehujanan, tepat jam 12:00 sampai di jepara,
teringat janji dengan teman kuliah seperjuangan masa prihatin di jogja dulu, aku menghubungi kawan tersebut Oqin mutaqqin, anak kuningan jawa barat yg sekarang sukses jadi juragan mebel di jepara, kami di jemput di dermaga jam 13:00, bersama keluarganya kami diajak makan siang menikmati khas jepara “Pindang Serani” hmm maknyus mengobati perjalanan 5 jam yg dingin, bergelombang, mengobati lelah beberap hari ini.


KM.SIGINJAI tiba di Pelabuhan Kartini Jepara
Mebel Jati Jepara
setelah makan kami diajak mengunjungi workshop mas oqin di jepara, wow keren dia jadi pemain eksportir mebel, barang yang dihasilkan di workshop adalah olahan kayu jati alami untuk berbagai jenis kursi, meja dan kap lampu seta kerajinan lain yg dibutuhkan oleh para konsumen luar negeri. mengingat kami dirumah juga punya teras dan blm ada isinya kami pun membeli dua meja dan satu set kursi jati untuk di rumah bandung, indahnya persahabatan, mebel jati itu jadi pengingat kami terus untuk tetap menjalin tali silaturahmi. setelah puas di workshop jepara kami diajak mampir kerumah mas oqin, dan selanjutnya naik travel ke semarang…yeah semarang again, karena sikecil ganesh masih minta untuk main di simpang lima..kangen sekuter elektrik..oh pak Ridwan kami dan Pak aher mhn disipakan alun-alun seperti simpang lima yg ada sepedanya dan skuter elektrik agar ganesh bisa bermain disana tanpa harus ke semarang..Aamiin…
jam 17:00 kami berangkat dari jepara ke Semarang dengan mobil travel jenis elf, ongkosnya 45K satu orang, ah ternyata hujan deras malam itu, akhirnya kita putuskan makan nasi kucing dulu di sekitaran simpang lima, dan menginap sehari disemarang untuk jalan-jalan, karena kemarin hanya melintas sejenak, .

Day-7, City Tour Semarang, semarang-cirebon-bandung
diawali dari simpang lima, kami menginap di Griya Stadion salah satu Guest House disebelah utara stadion diponegoro semarang, dengan berjalan kaki menuju simpang lima terus ke arah barat ke “Lawang Sewu” , karena siang lumayan kesan angkernya sedikit berkurang, coba malam hari..hahae uji nyali disini, selanjutnya kita naik angkot ke arah Klenteng Sampo Khong, jejak laksamana ceng ho, sorang jenderal muslim dari daratan tingkok yang pernah singgah di Semarang.

Lawang sewu
dari sampo khong kami sholat jumat, chekout jam 14:00 menuju terminal terboyo untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung, ternyata jam 15:00 tidak ada bis direct ke bandung adanya nanti jam 19:00, kamipun memutuskan untuk ngompreng, ngeteng kembali, semarang cirebon dan berharap ke ajaiban dari cirebon tengah malam ada kendaraan ke bandung. naik bis PO.Coyo, kami trip dari semarang-cirebon,

Klenteng Sampo Khong
tiba terminal cirebon jam 23:00 malam, dan dapat bis terkahir tujuan bandung sukabumi, jam 02:30 tiba di terminal cicaheum, dengan menumpang ojek naik keatas kami pun sampai dirumah dengan selamat, tidak ada kurang satu apapun, kami syukuri perjalanan panjang ini, kubagikan kutuliskan karena takut akan tidak sempat membagi cerita ini kepadamu.
You must be logged in to post a comment.