Wow! Sudah hampir setahun nggak ngeblog. 🙈
Bagaimana kabarnya, blogosphere? Sepertinya, sejak Covid-19 mulai dianggap jinak, orang-orang (termasuk saya) semakin fokus pada konten multimedia kayak IG dan TT. Conten creator semakin banyak, dan semakin berlomba-lomba untuk menjadi viral. Mengingatkan saya pada pepatah Jepang yang intinya “Rumor itu hanya bertahan 75 hari”, tapi kali ini kata rumor diganti jadi kata viral. Wkwk.
Tentu saja saya nggak bermaksud julid. Malah sejujurnya, jauh di lubuk hati terdalam, saya nggak menafikan kalau terkadang pengen juga jadi terkenal, terutama karena dengannya maka kesempatan untuk bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi sesama, juga akan semakin terbuka.
Yah… bersamaan juga dengan semakin terbukanya kesempatan menjadi jumawa dan kehilangan privasi.
Ini juga, sih, yang bikin saya sampai sekarang, akhirnya nggak berusaha untuk menyentuh dunia viral-memviral. Hahaha.
Mungkin karena memang motivasinya belum cukup kuat. Belum cukup punya alasan yang bisa dipegang teguh untuk menjadi content creator.
Faktor lain yang eksternal, seperti luck juga berpengaruh, tapi ini di luar kendali saya. Jadi, pada akhirnya memang harus internalnya dulu yang dikuatkan. Sayangnya, sampai saat ini pun, belum cukup ada.
Sepertinya postingan ini mulai kehilangan fokus. Jadi, mari kembali ke judul. 😁
Lanjutkan membaca “Welcoming 2025”