Diposkan pada MindTalk

Welcoming 2025

Wow! Sudah hampir setahun nggak ngeblog. 🙈

Bagaimana kabarnya, blogosphere? Sepertinya, sejak Covid-19 mulai dianggap jinak, orang-orang (termasuk saya) semakin fokus pada konten multimedia kayak IG dan TT. Conten creator semakin banyak, dan semakin berlomba-lomba untuk menjadi viral. Mengingatkan saya pada pepatah Jepang yang intinya “Rumor itu hanya bertahan 75 hari”, tapi kali ini kata rumor diganti jadi kata viral. Wkwk.

Tentu saja saya nggak bermaksud julid. Malah sejujurnya, jauh di lubuk hati terdalam, saya nggak menafikan kalau terkadang pengen juga jadi terkenal, terutama karena dengannya maka kesempatan untuk bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi sesama, juga akan semakin terbuka.

Yah… bersamaan juga dengan semakin terbukanya kesempatan menjadi jumawa dan kehilangan privasi.

Ini juga, sih, yang bikin saya sampai sekarang, akhirnya nggak berusaha untuk menyentuh dunia viral-memviral. Hahaha.

Mungkin karena memang motivasinya belum cukup kuat. Belum cukup punya alasan yang bisa dipegang teguh untuk menjadi content creator.

Faktor lain yang eksternal, seperti luck juga berpengaruh, tapi ini di luar kendali saya. Jadi, pada akhirnya memang harus internalnya dulu yang dikuatkan. Sayangnya, sampai saat ini pun, belum cukup ada.

Sepertinya postingan ini mulai kehilangan fokus. Jadi, mari kembali ke judul. 😁

Lanjutkan membaca “Welcoming 2025”
Diposkan pada Experience

Welcoming 2024

Happy New Year, blogosphere! 🎉🎉🎉

Wkwkwk

Januari udah hampir kelar, lu baru muncul aja, sis? 🙈

Sebenarnya, (buat saya) pergantian tahun itu nggak ada bedanya dengan bergantinya hari kayak biasa. Paling yang rada beda, karena kalau di Jepang, tahun baru itu mirip lebaran di Indonesia. Jadi, orang-orang pada mudik ke kampung halamannya.

Lanjutkan membaca “Welcoming 2024”
Diposkan pada Japan and Japanese

(J-Corner Ep.12) 2023 Wrapped

Sebenarnya saya bingung juga mau merekap apa yang berkenaan dengan budaya populer Jepang di tahun ini. Karena sejujurnya, lebih dari setengahnya, tahun ini saya ‘jungkir-balik’ dengan peran baru menjadi ibu. Bahkan untuk menyelesaikan satu episode dorama saja kadang butuh waktu tiga hari. Beneran, literally dicicil. Wkwkwk.

Nggak cuma dorama, film juga kayaknya cuma nonton beberapa judul yang bisa dihitung dengan jari. Ke bioskop aja cuma tiga kali… 😅 Apalagi bacaan. Cuma satu judul, dan itu pun manga. Hahaha.

Wes, nggak usah ditanya soal per-konser-an. Meskipun banyaaak artis wara-wiri konser di Jepang, sejak koronces resmi dianggap terkendali. Nggak ada satu pun yang saya kepikiran buat nonton. Selain karena kota tempat saya tinggal sangat jarang disambangi konser, juga karena nggak memungkinkan buat ninggalin (apalagi ngajakin) newborn.

Lanjutkan membaca “(J-Corner Ep.12) 2023 Wrapped”
Diposkan pada Japan and Japanese

(J-Corner Ep.11) Tentang Live Action: Opini dan Rekomendasi

Hola, gaes!

Ketemu lagi dengan J-Corner. Bulan lalu libur karena Eya jungkir-balik sama kerjaan. Alhamdulillah, sepertinya event yang disiapkan berjalan lancar. 🤗

Eniwei, kali ini kami akan membahas tentang Live Action. Karena sejak One Piece Live Action (OPLA) dirilis di Netflix dan rame diomongin, kontroversi mengenai Live Action mencuat lagi. Terutama oleh penggemar karya originalnya. Sebenarnya, sih, karya ori-nya itu dari manga. Tapi, entah kenapa, fans animenya lah yang lebih berisik.

Emang udah terkenal sih kayaknya, penggemar anime ini lebih banyak yang merasa superior, terutama terhadap karya-karya Live Action (LA). Yang katanya akting dan properti dimainkan oleh orang beneran nggak cocok dan jadi cringe gitu lah... Tapi yang bikin heran, kalau dibuat mendekati real life dan jadi nggak sesuai anime, tetap banyak juga yang protes. Padahal, dipikir-pikir sebagian besar anime juga sebenarnya kan karya adaptasi dari manga, ya. Tapi, kenapa pada banyak yang merasa superior, ya?

Sungguh di luar nurul, bikin ku tak habis fikri

Lanjutkan membaca “(J-Corner Ep.11) Tentang Live Action: Opini dan Rekomendasi”