Seperti yang kita tau, blom lama ini smua media n berita ribut soal produk-produk luar khususnya asal China ditemukan mengandung melamine….Huff…parah emang Indonesia, kenapa baru nyadar sekarang coba? Trus…apa dong kerjaan BPOM dari dulu…Ampe kebobolan sekian tahun…ckckckckckck….salut buat pemerintah…Buat lebih lengkapnya, ini dia daftar makanan yang disinyalir mengandung melamine…Check this out bro!!! :
- Guozhen Pine Pollen Calcium Milk (susu bubuk fullcream, dipasarkan lewat MLM)
- Oreo Wafer Stick (hanya produk China, katanya sih produk Indonesia aman)
- M & M’s (kembang gula/coklat, bungkus kuning dan bungkus coklat)
- Snickers (biscuit)
- White Rabbit (permen/kembang gula, kemasan merah & hijau)
- Soybean Drink with Milk (kemasan hijau dan kuning)
- Soyspring Instan Milk Cereal
- Soyspring Instant Peanut Milk
- Jinwei Yougoo
- Meiji Indoeskrim Gold Monas
- Oreo Chocolate Sandwich Cookies
- Dove Choc
- Merry X-Mas (sejenis kembang gula)
- Penguin (kembang gula)
- Nestle Nesvita Materna (makanan ibu hamil dan menyusui)
- Nestle Milkmaid (selai susu)
Kesemua produk yg mengandung melamine itu kadarnya lumayan gede juga sekitar 8,51 mg per kg (ppm) sampai 945,86 mg per kg (ppm)….
Sebenernya melamine ini jadi “booming” setelah pemerintah China sendiri ribut karena ga kurang dari empat bayi meninggal dunia dan sampai hari ini sudah lebih dari 13.000 bayi harus dirawat. akibat mengkonsumsi susu yang mengandung melamine. Kasus pencemaran melamine ini juga bukan yang pertama, sebelumnya ratusan anjing dan kucing mati serta ribuan lainnya menderita gagal ginjal akibat pengoplosan melamine dalam makanan hewan peliharaan….Gila..sadis banget, ga kasian apa binatang ga berdosa n lucu2 itu mati cuma gara-gara mau dapet untung gede.
Melamine yang dipermasalahkan adalah senyawa organik bersifat basa dengan rumus C3H6N6, kandungan nitrogennya sampai 66 persen, biasa didapat sebagai kristal putih. Melamin biasanya digunakan untuk membuat plastik, lem, dan pupuk. Berbeda dengan melamine plastik perkakas. Melamin yang diributkan ini adalah bahan dasar plastik melamin.
Melamine Modified Ammonium Polyphosphate
Berdasarkan informasi di situs WHO, pencampuran melamin pada susu berawal dari tindakan pengoplosan susu dengan air. Akibat pengenceran ini, kandungan protein susu turun. Karena pabrik berbahan baku susu biasanya mengecek kandungan protein melalui penentuan kandungan nitrogen, penambahan melamin dimaksudkan untuk mengelabui pengecekan agar susu encer tadi dikategorikan normal kandungan proteinnya.
Parahnya, melamin ga bisa dimetabolisme oleh tubuh. Menurut data “terpercaya” ni, senyawa ini memiliki toksisitas akut rendah LD50 di tikus, yaitu 3.161 mg per kg berat badan. Pada studi dengan menggunakan hewan memang dikonfirmasi, asupan melamin murni yang tinggi mengakibatkan inflamasi kandung kemih dan pembentukan batu kandung kemih.
Food and Drugs Administration (Badan Makanan dan Obat) Amerika Serikat menyatakan, asupan harian yang dapat ditoleransi (tolerable daily intake/TDI) melamin adalah 0,63 mg per kg berat badan. Pada masyarakat Eropa, otoritas pengawas makanannya mengeset standar yang lebih rendah, yaitu 0,5 mg per kg berat badan.
Dari inspeksi yang dilakukan di China, dari 491 batch (kelompok) yang dites, 69 di antaranya positif mengandung melamin, berkisar dari 0,09 mg per kg susu sampai 619 mg per kg susu. Bahkan ada yang mencapai 2.563 mg per kg.
Dengan konsumsi susu formula per kg berat badan bayi sekitar 140 g sehari, kalau bayi mengonsumsi susu yang terkontaminasi akan menerima asupan melamin 0,013-86,7 mg per kg berat badannya. Bahkan, kalau mengonsumsi susu yang terkontaminasi 2.563 mg melamin per kg susu, dapat mencapai asupan 358,8 mg per kg berat badannya. Bener-bener tega……?!?!?!
















