Konsistensi (dalam kebaikan)…

Sudah lama saya ingin mengangkat topik ini untuk curhatan saya. Ya. Konsistensi. Atau dengan bahasa yang lebih agamis, saya bisa dekatkan dengan istiqomah.

Kita tahu, hati kita ini sangat mudah sekali berubah kondisinya. Kadang semangat untuk melakukan kebaikan, namun di kesempatan lain, kadang menjadi lemah dan malas. Sungguh beruntung orang yang bisa konsisten untuk melakukan seluruh amal ibadahnya..

Konsisten memang dr hati. Bukan ungkapan di bibir semata. Sudah beberapa hari ini saya merasa saya tidak konsisten. Kadang semangat sholat sunnah, kadang tidak menegakkannya. Kadang semangat membaca, kadang ogah-ogahan. Pelan2 saya kenali hati saya dan saya sadari, ternyata ini berawal dari waktu pagi saya. Sudah beberapa hari ini saya tidur di pagi hari. Kadang selepas shubuh langsung, kadang setelah matahari terbit. Hafalan Quran saya juga sudah beberapa hari ini tdk bertambah. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam banyak keterangan, bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah.. (more…)

Faedah tentang keikhlasan..

hadits1-tuhfaturrabbaniyyah

Coretan pertama saya di blog ini adalah tentang keikhlasan. Tema coretan pertama tersebut saya pilih untuk mengingatkan saya agar senantiasa ikhlas saat saya menulis di sini. Saya menyebutkan hadits yang sangat masyhur terkait dengan keikhlasan, yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Al Imam Muslim, dari sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Saya akan tuliskan kembali hadits tersebut pada postingan kali ini, kemudian saya akan tambahkan beberapa faidah yang terkandung pada hadits tersebut, yang saya ambilkan dari kitab At-Tuhfatur Rabbaniyyah fi syarhil Arba’in an-Nawawiyyah, karya Syaikh Ismail bin Muhammad al-Anshariy, Android apps). Biografi beliau bisa dibaca di sini.

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْه

ِ

“Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu hanya tergantung niat-niatnya. Dan setiap orang hanya akan memperoleh balasan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Maka barangsiapa yang berniat hijrah untuk (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan memperoleh (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang niat hijrahnya untuk tujuan duniawi yang hendak dia gapai, atau untuk wanita yang hendak dia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang dia niatkan (tidak ada pahalanya).” Read the rest of this entry

Claim token from Techn…

Today I registered my blog to Techn.
I need to submit the claim token in my post.
Here is the claim token: U8RYZECWFXP6.
Hope it will help verifying the blog.

——
with love

Lab, afterlunch, Sya’ban 10, 1434 H.

Memperbanyak istighfar

((وفي (المسند) عن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((من أكثر من الاستغفار جعل الله له من كل همٍّ فرجًا، ومن كل ضيقٍ مخرجًا، ورزقه من حيث لا يحتسب.

Dalam Kitab Al Musnad, yang ditulis oleh Imam Ahmad bin Hambal, beliau membawakan hadits dari Ibnu ‘Abbas, bahwasannya beliau berkata, “Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang memperbanyak istighfar (mohon ampunan kepada Allah), Allah akan mengubah setiap kesedihannya menjadi kegembiraan, dan memberikan jalan keluar dari kesempitannya, dan memberikan rizki dari jalan yang tidak terduga.’  (Sumber: Syarah Riyadhus Shalihiin)

—- (more…)

What a good ….

Today I received my passport back from the Embassy. The visa has been issued. What a wonderful moment was, when I’d like to pay the fee, the officer said, “is this official passport?” I replied her, “yes ma’am.” Then, she said, “for official passport, no fee…”

Alhamdulillaah..

(QS. Ar Rahman) فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَان

فبأي نِعَم ربكما الدينية والدنيوية- يا معشر الجن والإنس- تكذِّبان؟ وما أحسن جواب الجن حين تلا عليهم النبي صلى الله عليه وسلم هذه السورة، فكلما مر بهذه الآية، قالوا: “ولا بشيء من آلائك ربَّنا نكذب، فلك الحمد”، وهكذا ينبغي للعبد إذا تليت عليه نعم الله وآلاؤه، أن يُقرَّ بها، ويشكر الله ويحمده عليها. (Tafseer Muyassar)

——–
With love

Embassy, Sya’ban 9, 1434 H.

Tak terduga..

Kaki yang saya pikir akan lama sembuhnya setelah kecelakan kemarin, ternyata cepet sekali sembuhnya.. Alhamdulillaah..

Insyaalloh akan lebih hati2 dalam melangkah dan berjalan. Kalo diingat balik, kecelakan kmrn tjd krn mata nggak fokus ngliat jalan, asik mbaca di hp. Akhirnya terjadilah apa yg memang sudah terjadi…

Sungguh benar firman Allah dalam Al Quran bahwa setiap musibah yang menimpa tdklah terjadi melainkan karena sebab manusia itu sendiri…

Semoga Alloh mnjauhkan kita dari tertimpanya musibah, terutama musibah yang terjadi pada agama kita..

اللهم لا تجعلنا مصيبتنا في ديننا….

—-

Embassy, menjelang siang, 9 Sya’ban 1434 H.

Lupa nama..

There is an ackward situation when you realized that you forgot the name of the person who is necessary to fulfil your needs.

It actually happened to me today.

I felt so embarassed…

——
With love.

Embassy, morning, Sya’ban 9, 1434 H.

Sepinya winter…

Saat turun salju seperti ini, biasanya terasa sepi karena nggak bisa bersama keluarga.. Entah kenapa setiap winter, kesendirian semakin terasa.. Teringat waktu istri ke sini di waktu winter..

Kecelakaan yang menyadarkan…

Dua hari seminggu saya olah raga. Kadang lebih. Setiap olah raga selalu penuh gairah dan semangat. Hari ini saya kecelakaan. Saya tidak bisa lagi olah raga. Stop total.

Baru tersadar nikmatnya sehat yang selama ini terlupakan untuk disyukuri..

Benar kata Rasulullaah, 2 nikmat yang manusia sering lalai, nikmat sehat dan nikmat waktu luang… beruntunglah bagi orang yang bisa memanfaatkan 2 nikmat tsb…

———
With love

Di lab, jam 2:30, 8 Sya’ban 1434 H (17 Juni 2013).

Tabiat manusia…

Apa yang Anda rasakan tatkala Anda terlalu diperhatikan oleh orang lain? Mungkin kalo saya, akan merasa jengah. Lalu, bagaimana jika Anda sama sekali tidak diperhatikan oleh orang lain? Yup, tentu akan jengkel.

Itulah tabiat manusia. Susah dimengerti. Dan itu yang saya rasakan saat ini. Saya terkadang merasa jengah saat atasan saat memiliki perhatian yang keterlaluan. Namun, di sisi lain, saya sangat merasa haus perhatian atasan saat pekerjaan saya terkesan tdk diacuhkan…

Setelah saya pelajari lebih dalam, ternyata itu berawal dari tidak ada ketulusan dalam pekerjaan saya. Semakin saya berharap pandangan atasan saya, semakin saya tersiksa dengan harapan saya…

Semoga itu tdk terjadi pada Anda..

———–
With love

Di kantor pengurusan visa, menjelang jam istirahat siang, 8 Sya’ban 1434 H (17 Juni 2013).

Design a site like this with WordPress.com
Get started