Ramadan kali ini sungguh berbeda, bahkan belum pernah terbayangkan sebelumnya. Bila biasanya setiap Ramadan kita beramai-ramai untuk menyemarakkanya. Mulai dari membersihkan masjid, memperindah, dan menambah berbagai aksesori menjadikan masjid kita sebagai tempat yang nyaman untuk beribadah.
Jika biasanya, sebelum Ramadan kita sempatkan untuk mengunjungi orang-orang tua kita. Berkumpul dengan mereka, bahkan dengan adik, kakak, dan ponakan. Untuk membiasakan memohon maaf pada mereka dan minta doa restu atas kelancaran ibadah Ramadan kita.
Biasanya awal Ramadan masjid kita menjadi begitu sempit tidak muat untuk seluruh jamaah yang hadir. Kita berlomba untuk menjadi yang terdahulu sehingga memperoleh shaf yang di paling depan. Hadir dengan pakaian terbaik dan bau harum wangi.
Apalagi sore menjelang buka puasa, di masjidku dipenuhi oleh anak-anak. Mereka semangat untuk mengaji Alquran. Mereka semangat untuk mendengarkan cerita-cerita nabi dan para sahabatnya. Mereka sungguh sangat polos ketika bermain-main dengan teman-temannya, sehingga beberapa kali harus ditegur.
Pada malam harinya kita biasanya melakukan tadarus bersama. Takmir masjid mengadakan kajian-kajian dan pengajian akbar. Semua itu dilakukan untuk memuliakan bulan Ramadan.
Tidak ketinggalan instansi-instansi dan organisasi-organisasi bahkan grup-grup reuni mengadakan buka bersama. Tingkat desa hingga tingkat kabupaten menjadwalkan tarawih keliling. Berbagai organisasi dan perkumpulan memberikan bantuan sosial.
Madrasahpun menyelenggarakan kegiatan pesantren Ramadan. Memberikan tambahan ilmu dan praktik untuk siswanya dalam melaksanakan ibadah. Bahkan sampai harus menginap untuk melaksanakan mabit (malam bina iman dan taqwa).
Keseluruhan kegiatan di atas belumlah seberapa menggambarkan semaraknya bulan Ramadan. Masih banyak kegiatan maupun pengalaman saat berinteraksi dengan bulan yang mulia ini. Sungguh bulan yang penuh berkah yang telah dinanti-nantikan kedatangannya.
Sekarang bulan itu telah datang dalam suasana pandemi Covid-19. Baca lebih lanjut


