Anda boleh panggil saya apa saja asalkan saya suka mendengar panggilan saya tersebut. Nama saya Nisrina Muthahari, nama yang pada awalnya membuat saya tidak nyaman karena kurang akrab di telinga banyak orang. Shakespare pernah mengatakan bahwa “apalah arti sebuah nama?” Kemudian banyak orang mengatakan dengan sok taunya bahwa nama adalah do’a. Pengharapan bahwa kelak nama tersebut bisa membawa peruntungan agar bisa menjadi sesuai dengan harapannya.
Menurut hemat saya nama bukan hanya sekedar do’a tetapi lebih kepada sebuah seni memaknai sebuah nama. Membantu memberikan sebuah nama merupakan kesenangan tersendiri tentunya bagi masing-masing pribadi yang ingin mendalami makna sebuah nama. Ambil contoh nama saya sendiri (narsis:wabah yang telah menyerang saya) secara filosofi nama saya mengandung banyak unsur historis. Definisi kata Nisrina itu sendiri panjang, pertama saya akan diberi nama Raisya (teinspirasi oleh istrinya Michael Gorbachev yang cantik) namun dengan pertimbangan banyak hal maka tidak jadi diberikan nama tersebut karena maknanya yang ambigu. Raisya dalam bahasa arab berarti kepala dan dalam bahasa jawa mengandung arti tidak bisa.
Pada akhirnya orang tua saya tidak jadi memberikan nama tersebut, kemudian muncul kata Nisrina yang dalam bahasa arab artinya Bunga. Nama Nisrina juga terinspirasi oleh guru bahasa inggris yang pada medio 90-an menjadi narasumber di TVRI dalam acara pendidikan Nisrina Nur Ubay. Selain itu tante Nisrina yang kini sudah cukup sepuh mempunyai wajah yang bisa memikat hati banyak orang seperti saya (penyakit kumat lagi “narsis”). Lain lagi dengan arti dari kata Muthahari, diambil dari nama ulama Iran karena bapak saya amat mengagumi orang iran Mumtaza Muthahari dan Negara Iran alias Iran centris baget jadilah nama saya diambil dari nama ulama tersebut.
Muthahari dalam bahasa arab bila ditelisik lebih lanjut dari kata muthaharoh diartikan suci, suci dimaksud di sini mungkin orang tua saya berharap agar saya masih suci sebelum ada orang yang menikahi saya dan hari diambil dari nama kakek saya Muhari. Memberikan sebuah nama merupakan seni yang akan selalu dikenang oleh setiap manusia yang menghargai apa itu apresisasi apa itu penghargaan. Tak dapat dimunafikkan lagi bahwa kadang manusia juga butuh penghargaan, butuh sanjungan dan segala kebutuhan batin lainnya. Gak usah pusing-pusing mikir kenapa saya seperti orang gak ada kerjaan nulis tulisan yang gak bermutu ini yang terpenting bagaimana kita bisa melakukan sesuatu yang terbaik untuk menorehkan kanvas di kehidupan kita.
Martin Luther King pernah berkata “Seandainya seseorang terpanggil menjadi tukang sapu, maka ia seharusnya menyapu sebagaimana Michelangelo melukis, atau Beethoven mengkomposisi musiknya, atau Shakespeare menuliskan puisinya. Ia seharusnya menyapu sedemikian baiknya sehingga semua penghuni surga atau bumi berhenti sejenak untuk berkata di sini telah hidup seorang penyapu jalan yang begitu hebat yang melakukan pekerjaannya dengan begitu baik”
30 Des
Panggil Saya Sesuka Anda
30 Des
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!