Yup~! Kemarin, tertanggal 17 Januari 2009, saya dan seluruh siswa sekolah saya menerima rapor. OK, emang bukan muridnya yang ngambil, orang tua atau wali murid, tapi.. that’s not the matter, pal..XD
Namun, dasarnya saya yang sial.. ada-ada aja tragedi yang terjadi waktu hari ambil rapor kemarin. Nah, tragedi dimulai saat orang tua datang ngambil rapor saya, tapi sayanya malah bertugas ngetik lampiran proyeknya ekskul. Sompret dah… ortu marah-marah. urusan ekskul blom kelar, saya langsung diseret pulang. Mana waktu pulang, emak marah-marah pula di jalan..T^T
Tetapi Kawan, tragedi utamanya bukan itu. Apa coba? Nilai rapor saya. Well, saya akui, nilai saya, beserta peringkatnya, turun. Saya, sekarang ada di posisi kedua dari 52 siswa di kelas. Ironisnya, saya kalah dari seorang perempuan. Deuuhhh…T^T.. Namun, lebih ironis lagi, nilai biologi saya…
Ironis, amat ironis..
Nilai biologi yang selama ini jadi nilai pamungkas saya di rapor, mendadak bikin shock saya dan ortu. Apa pasal? Ohoo.. bukan karena angkanya ditulis 50 atau 60, namun deskripsi atau kompetensi sikap saya..
Sel dan jaringan hewan remedi
Heboh sekali, karena di kompetensi pengetahuan, saya dapat 81. OK, itu shameful, nilai 81 itu.. err… sedikit jelek buat penilaian saya. Tapi, oh well, kenapa di kompetensi sikap ditulis remedi pada subbab sel dan jaringan hewan? Padahal seingat saya, saat ulangan harian subbab sel dan bla-bla-bla itu, saya toh dapat nilai 83 (yang menurut saya dan ortu.. lagi-lagi shameful), dan itu jelas-jelas melebihi, sangat melebihi standar kelulusan yang ditetepkan pihak sekolah. Saat UAS pun, sang guru bertitah, tidak ada siswa di kelas saya yang remedi. Nah loh, terus ini maksudnya bagaimana?@_@
Lalu, emak saya, yang tumbenan sekali hari itu berpikir sangat tepat sasaran, segera menyuruh saya menelepon sekolah untuk meminta konfirmasi ulang masalah nilai saya yang wonderful ini. Oh yeah, usut-punya-usut.. walikelas pun setelah the mighty Emak Ichihana telepon, segera konfirmasi ulang sama sang guru biologi, walikelas kelas sebelah, buat menanyakan nilai saya.
Dan… Apa coba hasilnya? Sang guru biologi, mungkin karena udah uzur atau pengaruh ibu beliau yang emang lagi sakit, ternyata salah nulis nilai. Ternyata, yang remed subbab sel dan jaringan hewan itu 4 murid yang absennya di atas saya, dan untuk memudahkan alias menghemat tinta bolpoin, dikasihlah tanda kurung kurawal. Yah, mata tua.. dan jadilah, salah tulis nilai. Untungnya aja, walikelas dengan amat baik hatinya mau nulisin lagi rapor saya. Wohohoo~ coba kalo nggak, bisa-bisa nggak dapet kuliah saya bentar.. itupun kalo jadi ikutan peemdeka FK..=))walaupun masih ngga pasti apakah saya bisa lolos atau nggak..XD
Jadi, pelajaran berharga yang bisa saya petik dari tragedi tak kunjung berakhir akhir semester ini adalah:
- Jagalah kesehatan mata, atau nasib orang lain taruhannya.
- Konfirmasikan segala sesuatu dengan baik, sebelum jadi keputusan final yang nantinya bakal sulit diganti.
- Bersiaplah di gerbang sekolah dan batalkan segala janji jika orang tua hendak mengambil rapor.
- Berusaha lebih keras lagi biar ngga kalah sama perempuan..XD

