Saturday, February 25, 2017

Sendiri

Jadi jomblo dinikmati aja. Dan kesendirian ini "karena Allah" bukan karena yang lain

Friday, May 01, 2015

"AKU HANYA INGIN PASANGAN YANG SEDERHANA"

Aku hanyalah wanita biasa.
Aku bukanlah wanita berparas cantik jelita.
Aku juga bukanlah wanita yang punya segalanya.
Aku hanyalah seorang wanita yang ingin pasangan sederhana.
Aku tidak ingin menilai setampan apa rupanya.
Aku tidak ingin menilai sebanyak apa hartanya.
Aku tidak ingin menilai setinggi apa kedudukannya.
Pasangan yang berlandaskan ketakwaan-NYA.
Pasangan yang mengharapkan Surga-NYA.
Pasangan yang akan membawa keberkahan dan keridhaan-Nya.
Aku berharap kelak di sebuah perbatasan waktu.
Aku dipertemukan dengan pasangan pilihan-Nya.
Seseorang yang hatinya terpaut kepada-Nya.
Seseorang yang mengikuti sunnah Rasul-Nya.
Seseorang yang berpedoman pada Kitab-Nya.
Seseorang yang akan ikhlas menerima segala kekuranganku.
Yang akan mampu membimbing hidupku.
Yang akan mampu mengisi dan melengkapi hari-hariku.
Yang akan menahkodai bahtera rumah tanggaku.
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan dariku.
Aku ingin menyayanginya secara sederhana.
Aku harap dia juga menyayangiku secara sederhana.
Sesederhana aku dalam mencintainya.
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersama-Nya.
Menyemai kerinduan akan wajah-Nya.
Sebelum aku dipertemukan dengannya.
Aku bermimpi untuk membangun Istana Indah.
Walaupun istana itu hanyalah pondok kecil yang terbuat dari bambu.
Berpagarkan ketulusan cinta dan kasih sayang.
Akan kujadikan pondokku sebagai Surga bagi Suami dan anakku.
Hanya satu keinginanku.
Yaitu ingin menjadi seorang Isteri


Sumber : Teladan Rasul

Jodoh

Semoga jodohku kelak adalah seseorang yang baik agamanya, bagus akhlaknya, berkah rejekinya, lembut sikapnya, dan besar kasih sayangnya.
Ia bahagia mendapatkanku dan akupun bahagia mendapatkannya.
Ia tenang bersamaku dan akupun damai mendampinginya.
Beribadah berdua dengannya sempurnakan ketaatan.
Menjemput ridha-Nya dalam syahdu kehalalan.
Sebelum saat itu tiba, aku akan menunggu dalam kesendirian.
Hingga ia datang menjemputku dengan cara yg baik tanpa pacaran.
Semoga nanti, kami dipertemukan dalam sebaik-baik pertemuan. Dan disatukan dalam sehalal ikatan.
Sumber : Teladan Rasul

Thursday, March 01, 2012

Neversay Goodbye

Finally, "Kelulusan" itu sampai juga pada giliran saya
11 Tahun, 11 Bulan, 11 Hari
Sungguh, tidak pernah terpikir dalam benak saya, tidak ada pula rencana untuk berhenti berkarya di SS Media. Keputusan ini bagaikan benang merah yang sudah diatur dan direncanakan Allah SWT melalui orang-orang disekitar saya. Semuanya mengalir
seperti air. Ibaratnya aliran air itu begitu deras dan mengalir cepat ke muara dan lepas ke lautan bebas.

Saya sangat beruntung bisa bergabung di radio Suara Surabaya (dulu) sampai berkembang menjadi Suara Surabaya Media (sekarang). Hampir 12 tahun saya banyak belajar, bekerja menjadi bagian keluarga SS Media yang merupakan rumah kedua saya. Selama di SS Media saya pernah di Gatekeeper SSFM (special ramadhan), Entry Data Processor (EDP), Supporting Unit Bisnis Baru (SSNet dan Mossaik), Supporting Riset, Supporting Onair SSFM, kembali lagi di Administrasi Database sampai saya di temukan oleh lentera jiwa dan passion saya di Perpustakaan.
Saya berterima kasih pada Manajemen SS Media yang menempatkan saya di Perpustakaan. Disitu saya bisa menerapkan ilmu jurnalistik, ilmu yang saya pelajari 4 tahun di STIKOSA-AWS -Menulis dan Reporting, meski  narasumbernya dari kalangan penulis. Di Perpustakaan itulah tak henti-hentinya saya bersyukur pada Allah SWT atas apa yang sudah diberikan pada saya. Dan ketika mutasi di ODP (On Divice Portal) saya mengalami dejavu, pekerjaan ini pernah saya kerjakan 11 tahun yang lalu, hanya beda medianya saja. Batin saya menolak, jiwa saya berontak dan mengakibatkan hasil kerja saya tidak maksimal. Itulah keputusan ini saya ambil untuk kebaikan saya dan tentukan kebaikan SS Media. Saya percaya ini semua adalah rencana Allah SWT buat kebaikan saya.

Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh kawan-kawan SS Media yang secara tidak sengaja sudah berbuat salah baik ucapan maupun perbuatan maupun yang saya lakukan secara sengaja selama bekerja dan menjadi keluarga besar SSFM. Saya hanya manusia yang tidak lepas dari kealfaan. Mohon dimaafkan.

Begitu besarnya jasa yang diberikan SS Media untuk saya, dari mulai saya yang tidak punya cita-cita sampai impian itu saya peluk. Untuk itu saya ingin mengucapkan beribu terima kasih pada :
1. Alm. Bp. Soetojo Soekomiharjo, saya ingat selalu pesan bapak "kalau kita sudah tidak diperlukan tidak berguna lagi oleh siapapun, itulah nasib paling celaka. Itu namanya mati sebelum ajal".  Semoga amal ibadah Bapak diterima Allah SWT.
2. Bp. Errol Jonathans yang telah banyak membantu dan jembatani diri saya dalam menemukan passion..
3. Mas Doddy Wahyu, terima kasih kesempatan yang sudah di berikan pada saya, walaupun sebentar namun membekas dan Insya Allah saya tak akan melupakan.

Terima Kasih buat semua kawan kawan SS Media yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Namun cerita tentang kalian akan saya tulis dalam blog supaya kita akan saling ingat. Terima kasih kawan, mohon maaf kawan, dan selamat bekerja serta berkarya kawan, untuk diri sendiri dan untuk SS Media. Saya akan meneruskan impian saya yang belum tercapai. Kata A. Fuadi penulis buku Negeri 5 Menara, impian itu harus dibela dengan semangat yang luar biasa dan sungguh-sungguh. "Man Jadda Wa Jadda"

Terakhir, tidak ada kata berpisah bagi kita, karena saya berharap silaturahim ini bisa terus terjalin. Namun jangan reply email ini,
karena begitu email ini di posting, secara otomatis akun email : novrianti@suarasurabaya.net akan terhapus. Kirimkan kabar-kabar kalian di email : novrianti@gmail.com atau telp 08123595103 atau 031-91022671 atau di socmed Twitter @novrichitra maupun Facebook. Ada review buku favorit saya yang belum sempat di posting di milis ini, mudah-mudahan Agita bisa memposting review buku itu suatu hari.
Terima kasih...Tashakor. Manana

Peluk dan jabat tangan buat kalian yang tidak sempat bertemu hari ini.

-Diah Novrianti Chitrawidya (600-004-003)
::Life begins at the end of my comfort zone::

Tuesday, January 03, 2012

Sorry. We Close



Buku buku adalah temanku. Disana aku bertemu orang orang besar. Pikiran pikiran mereka menjadi pikiranku.. Cita-cita mereka adalah pendirian dasarku ~Bung Karno

Pembekuan @sslibrary membuat saya spechless, dan shock. Beruntung saya berada diantara orang2  bijak. Sehingga mereka memancarkan aura dan aroma yg  positif. Perlahan tapi pasti saya bisa bangkit dan mampu mengumpulkan jiwa yg sempat terserak agar segera  menuntaskan tugas terakhir di @sslibrary

Perpustakaan yang notabene bukan PROFIT CENTER membuat manajemen harus mengeluarkan biaya yg tidak sedikit, termasuk (mungkin yang terbesar) adalah gaji karyawan dan ini fixed cost.

Manajemen pastinya sedang dalam proses perencanaan budgeting yang paling efisien. Sehingga mereka harus memutuskan pos yg LESS IMPORTANT dalam hal ini yg bukan masuk dalam kuadran CASH COW (yg bisa menghasilkan uang cepat)

Jadi, alasan 'Perubahan perilaku  pembaca, beralih ke internet, bukanlah alasan sesungguhnya.
Tidak bisa dpungkiri internet memang bukti kemajuan teknologi dan selera pasar pun bergeser. Tapi layaknya koran dan online atau radio dan internet, sama2 media dan punya segmen yg berbeda. Keberadaannya saling melengkapi dan bukan satu mematikan yg lain.
Begitu pula buku. Meski pembacanya berkurang, tapi bukan berarti ditiadakan hanya karena kehadiran internet yg bisa memberikan sarana alternatif lain.

Tapi marilah kita mencoba menghargai pengemukaan alasan itu, karena pastinya mereka juga akan merasa tidak etis bila harus mengungkapkan alasan sesungguhnya.

Saya mohon maaf apabila dalam melayani kawan2 selama di perpustakaan  blm  maksimal.. Mohon maaf yg sebesar2nya saya  tidak bisa mengemban amanah ini yg berujung pada pembekuan @sslibary

Anyway, 7 tahun bukan waktu yang singkat untuk mengelola perpustakaan yang berbasis pada pengembangan SDM Suara Surabaya Media. Banyak sekali saya mendapatkan kesempatan belajar ttg literasi dan library, pengalaman dan berinteraksi dgn komunitas jejaring sosial yang bisa memberikan value lain dalam hidup saya.

Untuk itu saya ingin mengucapkan beribu terima kasih pada
1. Bp. Errol Jonathans... yang telah jembatani diri saya dalam menemukan passion..
2 Mantan supervisor, mas Arief Poerwantoro.. Begitu banyak ilmu IT yg di share  dan Privilege untuk saya
3. "Fantastic Four", Sutopo and the gang... Rekan  kerja yang tak tertandingi..
4. Semua kawan kawan SS Media penikmat buku...harapan saya kalian bisa menularkan  virus baca pada anak2 sedini mungkin,  sehingga budaya baca akan berakar sampai mereka  dewasa..

Terakhir saya mohon doa restu kawan2 agar mutasi yang ke-4 kalinya di SS Media, saya bisa menjalankan amanah yang diberikan  manajemen serta  menjadikan pekerjaan ini bermanfaat buat orang lain.

Selamat Tahun Baru 2012

::Novri

Friday, November 11, 2011

Selamat Pagi

Terbangun, dibangunkan, membangunkan, atau... ada yg bangun, apa pun itu, selamat pagi! 11.11.11
Semoga semangat berkarya 11 kali lipat...buat kalian yang selalu menebar senyum..
 
Selamat jumatan juga buat  para lelaki calon penghuni surga...:)

Friday, November 04, 2011

Steve Jobs : Sebuah Biografi


Flash News SSFM - 4 November 2100 Pukul 13.45.
Dalam pekan pertama sesudah diluncurkan/ buku biografi Steve Jobs pendiri Apple Inc./ langsung ludes// The daily mail melaporkan/ buku berjudul Steve Jobs/ yang ditulis Walter Isaacson mantan redaktur pelaksana majalah Time itu/ sudah terjual 379 ribu eksemplar// Dan jadi buku terlaris kedua di Amerika///


Cuplikan Isi Buku Steve Jobs
Ketika didiagnosis terkena kanker tahun 2003, Steve Jobs ternyata sempat mencoba pengobatan alternatif. Ia melakukan akupuntur, diet sayuran dan pengobatan herbal sebelum akhirnya bersedia dioperasi 9 bulan kemudian.

Itulah fakta menarik yang terkuak dari biografi resmi Steve Jobs yang disusun oleh Walter Isaacson yang terbit pada 24 Oktober 2011. Seperti yang diberitakan dalam Flash News Suara Surabaya tadi siang, hanya dalam sepekan buku Steve Job terjual 379 ribu eksemplar di Amerika Serikat. Sementara di Indonesia buku Steve Jobs telah di terjemahkan oleh Penerbit Bentang dengan ketebalan 724 halaman.

Tindakan pengobatan alternatif sempat diprotes pihak keluarga yang menganggap Jobs membuang waktu. "Saya sesungguhnya tidak siap dokter mengoperasi tubuh saya, jadi saya mencoba beberapa pengobatan alternatif," ungkap Jobs.

Ketika akhirnya dioperasi, kanker sudah menyebar ke organ lain. Inilah yang menyebabkan kesehatan Jobs terus menurun sampai akhirnya meninggal dunia 5 Oktober lalu.

Tragisnya, kanker tersebut kemungkinan bisa sembuh jika Jobs langsung melakukan operasi pada kesempatan pertama. "Jobs sangat menyesali kelambatan keputusan tersebut" ungkap di acara 60 Minutes.

Buku yang disusun Isaacson berdasarkan puluhan wawancara lansung dengan Jobs, juga mengungkap betapa marahnya Jobs terhadap Google. Sumber kemarahan terjadi ketika Google memutuskan untuk membuat Android dan melihat HTC merilis ponsel Android yang banyak meniru iPhone.

"Saya akan habiskan nafas terakhir saya dan US$ 40 miliar uang Apple di bank untuk meluruskan hal tersebut," ungkap Jobs saking berangnya. "saya akan hancurkan Android karena itu produk curian," ungkap Jobs seperti dikutip Associted Press.

Saking marahnya, Jobs juga menilai proposal kerjasama yang disodorkan Google. "Saya tidak butuh uang kamu. Bahkan jika kamu tawarkan US$ 5 miliar, saya tidak mau. Saya hanya ingin Google hentikan proyek Android," kata Jobs ke Eric Schmidt yang (kala itu) merupakan  CEO Google. Pertemuan Jobs dan Schmidt itu terjadi di sebuag cafe di Palo Alto, yang waktu itu sempat terekam oleh kamera amatir.

Buku tersebut juga mengungkap sisi lain Jobs, termasuk sebuah momen ketika ia baru saja pulang dari perkebunan apel. Jobs-yang kala itu sedang melakukan diet buah-buahan- akhirnya memutuskan Apple sebagai nama perusahaan yang ia dirikan.

Pada salah satu bagian buku ini, dikisahkan mengenai Steve Jobs yang mengungkapkan kekagumannya terhadap pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Jobs kagum karena Mark tidak 'menjual diri' serta dominasinya di dunia jejaring sosial.

"Kami bicarakan tentang situs jejaring sosial secara umum, saya melihat bahwa tidak ada pihak lain selain Facebook di luar sana. Hanya Facebook, mereka sangat mendominasi. Saya sangat mengagumi Mark Zuckerberg, karena tidak "menjual dirinya". Saya sangat mengaguminya," ujar Jobs kepada Walter Isaacson.

Dalam bukunya ini juga terdapat rincian mengenai bulan-bulan akhir kehidupan Jobs, termasuk spesifikasi tentang pengunduran dirinya sebagai CEO. Hanya beberapa minggu sebelum kematiannya, Jobs mengungkapkan pada Isaacson bahwa dia menyetujui biografi ini agar anak-anaknya bisa mengetahui dirinya dengan lebih baik. "Saya tidak selalu ada untuk mereka, dan saya ingin mereka tahu alasannya serta juga untuk memehami apa yang saya lakukan."kata Jobs.

Buku biografi Steve Jobs juga menceritakan mengenai perkembangan Apple TV. Sebelum meninggal Steve Jobs memang terlihat sedang sibuk mengembangkan sebuah karya terakhirnya di dunia teknologi, yakni Apple TV. Jobs sempat menerangkan jika saat itu sedang sibuk mengembangkan satu penemuan terakhirnya yakni Apple TV yang dapat disinkronisasikan secara nirkabel dengan membuat tampilan layar yang sederhana bagi pengguna.

"Apple TV bisa berjalan dengan lancar ketika disingkronisasikan dengan semua perangkat (Apple) yang dimiliki pengguna dengan menggunakan teknologi iCloud. Tidak lama lagi pengguna dapat menggunakan remote yang lengkap untuk digunakan sebagai pemutar DVD dan saluran kabel lainnya. Ini akan menjadi tampilan layar yang paling sederhana bagi pengguna. Saya harap pengguna bisa membayangkan teknologi ini. Akhirnya saya bisa memecahkannya dengan baik,"jelas Jobs.

Judul : Steve Jobs
Penulis : Walter Isaacson
Penerbit : PT Bentang Pustaka – Yogyakarta
Tahun Terbit : 2011
Bulan Terbit : Oktober
Edisi : I
ISBN : 978-602-8811-56-9
Halaman : 742
Kategori : Biografi