Manusia tambah banyak, makin “maju”, namun juga makin cenderung merusak lingkungan, ……… penurunan kualitas (rusaknya) lingkungan hidup sangat terkait dangan empat kecenderungan global sebagai berikut :
- pertumbuhan populasi manusia (ledakan peningkatan jumlah penduduk) dan meningkatnya konsumsi per orang,
- degradasi tanah,
- perubahan atmosfir global, dan
- hilangnya (berkurangnya) keragaman hayati
Bagaimanakah dunia ini dapat mendukung populasi manusia yang diprakirakan akan menjadi dua kali lipat dalam 50 tahun mendatang, dimana pada saat yang bersamaan standar hidupnya-pun meningkat.
Di mana-mana di dunia, kita saksikan : cadangan air tanah semakin tipis, terjadi degradasi tanah-tanah pertanian, penangkapan ikan di laut telah banyak yang melampaui batas, cadangan minyak bumi semakin menipis, hutan banyak yang ditebangi dengan kecepatan melebihi kemampuan untuk menumbuhkannya kembali
Sumberdaya-sumberdaya vital ditekan oleh kebutuhan ganda : populasi yang meningkat (ledakan jumlah penduduk) dan meningkatnya tingkat konsumsi per jiwa.
Populasi dunia mulai tumbuh dengan cepat di awal tahun 1800-an dan telah berkembang 6 kali lipat dalam 200 tahun terakhir. Yang demikian ini berlanjut tumbuh hampir 88 juta jiwa per tahun.
Populasi manusia di dunia pada tahun 1998 adalah 6 milyar jiwa, yang dari 25 tahun sebelumnya telah bertambah sebanyak 2 milyar jiwa. Pertumbuhan populasi ini masih akan berlangsung dengan lebih cepat dibanding masa-masa sebelumnya, bertambah hampir 88 juta jiwa per tahunnya.
Walaupun laju pertambahan penduduk berangsur-angsur melambat, populasi dunia pada tahun 2050 diprakirakan akan mencapai 10 milyar jiwa. Masing-masing orang akan mempunyai kebutuhan tertentu akan sumberdaya yang ada di dunia ini dan kebutuhan ini cenderung semakin besar menurut tingkat kemakmuran.
………berjuta hektar lahan pertanian terdesak oleh berbagai macam apa yang disebut sebagai pengembangan / pembangunan………..
Tanah yang subur merupakan fondasi untuk dapat tumbuhnya tanaman dan produksi pangan , namun yang masih terus berlangsung sejauh ini di seluruh dunia :
- banyak terjadi degradasi tanah akibat erosi,
- semak belukar berubah menjadi padang tandus,
- lahan-lahan beririgasi tanahnya menjadi mengandung kadar garam yang terlampau tinggi bagi dapat tumbuhnya tanaman,
- ketersediaan pasok air untuk irigasi menjadi semakin berkurang, dan
- berjuta hektar lahan pertanian terdesak oleh berbagai macam apa yang disebut sebagai pengembangan / pembangunan.
Kegiatan umat manusia, termasuk pembakaran bahan bakar fosil ………………. semakin meningkatkan konsentrasi greenhouses gases (gas-gas rumah kaca) dalam atmosfir. Perubahan ini ………….. diproyeksikan akan merubah keadaan iklim regional maupun global, serta juga parameter-parameter yang terkait dengan iklim seperti : temperatur, presipitasi, kelembaban tanah dan muka laut.
Dalam sejarahnya semula, polusi dipandang relatif merupakan masalah lokal, hanya sebatas bentang sungai, danau atau pantai tertentu, atau udara di suatu kota. Namun dewasa ini, para ilmuwan menganalisis polusi dalam skala global (dunia), dan yang telah menjadi kekhawatiran dan pusat perhatian diantaranya adalah : bahaya pemanasan global.
Produk ikutan yang tak terhindarkan dari “pembakaran” bahan bakar fosil (bensin dan bahan bakar cair lainnya yang berasal dari minyak mentah, batubara dan gas alam) adalah karbon dioksida (CO2).
Karbon dioksida merupakan komponen alam di lapisan atmosfir bawah disamping nitrogen dan oksigen. Bahan ini dibutuhkan tumbuhan untuk dapat berlangsungnya proses fotosintesa dan berperan penting dalam keseimbangan energy di muka bumi dan atmosfir.
Karbon dioksida bersifat transparan terhadap cahaya yang berasal dari matahari, tapi menyerap energi inframerah (panas) yang di-radiasi-kan dari permukaan bumi, jadi menunda pelepasannya ke angkasa raya. Proses ini menghangatkan (lebih memanaskan) lapisan bawah atmosfir, dimana proses yang demikian ini disebut sebagai efek rumah kaca (greenhouse effect).
Walaupun konsentrasi karbon dioksida berpersentasi kecil dalam atmosfir, perubahan kecil dalam volumenya akan berpengaruh terhadap temperatur.
Karena banyaknya jumlah bahan bakar fosil telah ter(di)bakar sejauh ini, kadar karbon dioksida didalam atmosfir telah meningkat dari 280 ppm (part per million), atau 0.028 % pada tahun 1900, menjadi lebih dari 370 ppm menjelang akhir abad XX (menjelang tahun 2000).
Kadar karbon dioksida meningkat rata-rata 4 % per tahun dan diprakirakan akan menjadi dua kalinya dalam abad mendatang.
Kesimpulan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), yang dipublikasikan tahun 1995, menyatakan bahwa :
Kegiatan umat manusia, termasuk pembakaran bahan bakar fosil ………………. semakin meningkatkan konsentrasi greenhouses gases (gas-gas rumah kaca) dalam atmosfir. Perubahan ini ………….. diproyeksikan akan merubah keadaan iklim regional maupun global, serta juga parameter-parameter yang terkait dengan iklim seperti : temperatur, presipitasi, kelembaban tanah dan muka laut
dipetik dan diterjemahkan dari buku Environmental Science, The Way The World Works, Bernard J. Nebel & Richard T. Wright, PRENTICE HALL, Upper Saddle River – New Jersey, 1998, sixth Edition, halaman 9 – 10.
komentar