Ketika mata sang lelaki menatap seorang wanita yang berpakaian seksi dengan pandangan harimaunya. Saat itu, kuas -kuas liar melukiskan berbagai macam gambar di kepalanya. Sang imajinasi pun tak mau kalah, ia memberikan warna-warna indah pada lukisan tadi, maka badai dahsyat akan mengguncang jiwa sang lelaki.
Salahkah mata si lelaki?
Dia akan menepis, “lho ini kan mata saya, bebas dong mau natap apa aja, salahkan tuh cewe kenapa pake baju seksi gitu.”
Ketika si wanita ditanya, ia pun akan membela diri.
“Jangan salahin gue dong, ini badan badan gue, ini baju gue, kok elu yang ribet, emang aja tuh lelaki mata keranjang dan hidung belang”
Begitulah jika yang menjadi ukuran pantas tidak pantas adalah standar manusia, masing-masing akan saling mencari pembenaran.
Oleh karena itu, Allah sang Khalik amat mengerti tentang ciptaan-Nya. Naluri lelaki memang liar seperti harimau yang siap menerkam mangsa jika melihat wanita, begitu pun wanita, selalu ingin terlihat istimewa dan bangga jika melihat sang lelaki menelan ludah menahan gejolak yang siap meledak.
Untuk memfilter itu semua, maka Allah membuat aturan dalam lembar-lembar Firman-Nya, agar masing-masing menahan diri.
Allah memerintahkan bagi wanita untuk menutup auratnya dengan sempurna, menutup aurat bukan sekedar memakai busana, tapi juga menutup lekuk-lekuk tubuhnya yang bisa berbahaya jika bertemu mata harimau sang lelaki.
Allah juga memerintahkan bagi lelaki agar menahan pandangan mereka dari melihat hal-hal yang dapat membangkitkan gejolak badai dalam diri mereka.
Firman Allah dalam surat Annur ayat 31
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.”
Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung [ QS. Annur:31]
Dalam ayat tersebut Allah memerintahkan laki-laki dan wanita agar masing-masing menahan dan menundukan pandangan mereka. Dan khusus bagi wanita, Allah perintahkan untuk menutup tubuh mereka, dengan busana yang dapat menutupi lekuk-lekuk tubuh dari sasaran mata elang yang selalu mengintai.
Selain itu, berhijab juga dapat menjamin keamanan wanita dari lelaki-lelaki nakal,
simak kembali firman Allah ini:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allâh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59]
Ayat tersebut bukan hanya untuk keluarga nabi, tapi kepada semua kaum muslimin. Bagi para suami, ingatkan istrimu untuk menutup aurat. Bagi para ayah, ingatkan anak perempuanmu, bagi laki-laki yang mempunyai saudara wanita, ingatkan saudaramu.
Menutup aurat, bukan hanya sekedar menutup rambut dengan kerudung, tapi pakainnya ketat sehingga lekuk tubuh terlihat, itu bukan jilbab.
Karena berpakaian ketat sama dengan berpakaian tapi telanjang. Allah mengancam wanita seperti ini, tidak akan mencium bau surga, sebagaimana sabda Nabi dalam hadits shahih yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu beliau berkata :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَمْثَالِ أَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَتُوجَدُ مِنْ مَسِيْرةٍ كَذَا وَكَذَا
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim, no. 2128]
Selain itu Allah juga melarang laki-laki melihat aurat laki-laki lain, dan wanita melihat aurat wanita lain
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لاَ يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلاَ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ، وَلاَ يُفْضِي الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي الثَّوْبِ الْوَا حِدِ، وَلاَ تُفْضِي الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةَ فِي الثَّوْبِ الْوَحِدِ
Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki (lainnya), dan janganlah pula seorang wanita melihat aurat wanita (lainnya). Seorang pria tidak boleh bersama pria lain dalam satu kain, dan tidak boleh pula seorang wanita bersama wanita lainnya dalam satu kain.” [HR. Muslim, no. 338 dan yang lainnya]
Begitu pentingnya menjaga aurat, karenanya yuk saudari muslimahku kita sama-sama memperbaiki diri kita, dan saling mengingatkan satu sama lain.
Dan untuk saudara muslimku, jagalah pandangan mata elangmu, karena kelak ia akan menjadi saksi di hadapan Ilahi Rabi, disaat lisan di bungkam, dan seluruh tubuh menjadi saksi dari perbuatanmu.
Allah telah memberikan jalan melalui pintu pernikahan, dan jika belum sanggup maka berpuasalah untuk meredam bara api dalam dirimu. ~ (Ukhtukum fillah)