Berat Mameen!

avatar anaklamakeraShitmen System

Tulisan ini jauh dari kata sempurna. Mohon maaf sebelumnya. Saya orang awam yang hanya ingin bersuara

Setelah episode Grand Final SUCI 4, 26 Juni 2014 mengudara di Kompas TV. Melewati kabel, tabung, dan flat di layar-layar Indonesia. Banyak mention berisi pertanyaan tentang sosok Nahkoda, pemimpin Kapal Tua Indonesia menurut pendapat saya. Pertanyaan yang bukan sekedar pertanyaan biasa seperti, “Sudah berapa kali anda minum Tuak hari ini?”. Pertanyaan tentang Nahkoda butuh jawaban dengan serentetan alasan yang baik agar mudah dicerna dan dimengerti oleh orang-orang yang memiliki pertanyaan yang sama atas diri saya.

Berat. Itu kata yang paling pas dari milyaran kosakata di negeri ini. Ketika tulisan ini saya buat, sejujurnya saya belum menentukan pilihan pasti tentang siapa yang akan saya pilih. Berat. Keduanya mempunyai nilai yang bisa dijual, juga punya nilai yang tak bisa saya urai dengan pengetahuan sempit yang saya punya. Berat. Suara saya memang hanya satu, tapi bertahan dan…

Lihat pos aslinya 1.070 kata lagi

Percaya

avatar anaklamakeraShitmen System

Beberapa waktu lalu ada yang bertanya di twitter, “Bang Abdur, apakah kita sudah merdeka?” Saya tidak menjawab. Hanya berpikir. Anak ini mungkin ngetweet sambil asah Bambu Runcing, jaga benteng, atau sedang disandera Belanda jadi pekerja rodi yang bikin Holland Bakery rasanya seperti Sari Roti. Kita sudah merdeka. Itu pasti. Kita sudah proklamasi, kita punya konstitusi, kita punya bendera sendiri, kita bahkan memimpin konferensi, apa lagi yang membuat kita belum merdeka?

Ada juga yang ngetweet, “Bang, kita semua ini belum merdeka seutuhnya!” Saya juga tidak menjawab. Mungkin dia ini mandor dari pekerja rodi yang tadi. Pemilik Holland Bakery yang bangunannya di atas Laut Cina Selatan. Merdeka bikin roti tapi terjajah di atas wilayah konflik. Entahlah saya hanya tidak mengerti. Apapun yang bisa kita lakukan sekarang, naik Pesawat, minum Teh Botol Sosro, baca ramalan zodiak, dengar lagu Payung Teduh, titip salam ke Pramugari, atau juga cari-cari colokan di dalam café…

Lihat pos aslinya 196 kata lagi

Tahun Berganti

avatar anaklamakeraShitmen System

“Dur, apa resolusimu di 2016?”
“Buat sekolah.”
“Masih?”
“Aku mau hibahkan diri untuk Pendidikan Tepian Negeri.”
“Yakin kuat?”
“Ya doakan saja. Semoga istiqomah.”

Aku tak tahu waktu persis di jam tanganku saat itu, yang aku tahu Bumi sedang menggenapkan putarannya pada Matahari dan manusia merayakannya dengan berbagai kembang api pemecah sunyi. Warna-warni di langit. Terompet-terompet bertukar bunyi. Si pemain baru, bernomor punggung 2016 memasuki lapangan.

September 2015. Aku diajak menggalang dana untuk Pendidikan Tepian Negeri bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia. Tujuan aksi ini adalah untuk membangun sekolah-sekolah di “tepian negeri”. Tepian yang tidak diartikan secara harfiah. Tepian yang diartikan dengan menghapus lintang dan bujur di atas peta. Tepian bagi mereka yang terabaikan. Inilah yang membuatku tak mau berhenti. Aku tak mau tergantikan dalam arena lomba kebaikan ini. Cukup tahun yang berganti. Aku jangan.

Lihat pos aslinya 160 kata lagi