... healing kita .. healing ... jargon yang sering banget terdengar saat membuka media sosial setahun terakhir ini. Digunakan secara masif oleh netizen untuk konsep liburan di Indonesia semasa pandemi, sampai-sampai ada yang membuat konten khusus membahas tentang pengertian healing yang sebenarnya. Saya pun termasuk yang gemas dengan hal ini karena di tempo yang bersamaan … Continue reading Google Trends 2022: Stres, Orang Indonesia Ramai-ramai Healing
Muncak pada Musim Penghujan di Titik Tertinggi di Indocina, Fansipan Mountain
Saya mendapati kabar Fansipan sewaktu mulai memikirkan rencana perjalanan ke Vietnam tempo hari di laman pengelola perjalanan lokal. Dari menggali informasi di sana sini, muncak di Fansipan Mountain jadi salah satu alasan memasukkan Sapa ke itinerary agar tak pulang membawa sesal. Alasan lainnya tentu saja menjajal sleeper train Hanoi – Lao Cai dan trekking ke … Continue reading Muncak pada Musim Penghujan di Titik Tertinggi di Indocina, Fansipan Mountain
Apa yang Terjadi Saat Seluruh Dunia Meninggalkanmu?
Valley of tears, lembah air mata. Itulah nama yang disematkan pada sebuah dataran yang berada di lembah pegunungan Andes, Amerika Latin. Pada tanggal 13 Oktober 1972, sebuah pesawat angkatan udara Uruguay dengan kode penerbangan 571 jatuh. Pesawat itu dicarter oleh rombongan tim rugby Old Christian, terbang dari Montevideo di Uruguay ke Santiago, Chili. Ada 40 … Continue reading Apa yang Terjadi Saat Seluruh Dunia Meninggalkanmu?
Melabuhkan Diri Mengurai Penat di PORTA The Ambarrukmo
Akhir Oktober kemarin kembali ke Djogjaaaa! setelah perjalanan dua tahun lalu, di bulan dan tanggal yang berdekatan di masa pandemi. Datang ke Yogyakarta kali ini membersamai kawan yang berkegiatan di Taman Budaya Yogyakarta. Hari pertama di Kota Gudeg kami menginap dan (berencana) menikmati fasilitas kebugaran di sebuah hotel bintang lima di dekat Prambanan walau ujungnya … Continue reading Melabuhkan Diri Mengurai Penat di PORTA The Ambarrukmo
Mempersiapkan Kematian di Mumbul
Datang ke Bali untuk urusan pemakaman tak pernah ada dalam rencana perjalanan. Namun, perjalanan muram dan mendadak itu kembali harus dilakoni ketika paman yang menetap di Bali setelah pensiun, berpulang. Penerbangan pertama dari Jakarta Sabtu pagi itu tepat waktu. Bahkan tiba di tujuan lebih cepat 15 menit dari perkiraan waktu mendarat. Karena lelap sepanjang perjalanan, … Continue reading Mempersiapkan Kematian di Mumbul
Mordekhai, Si Penjaga Gerbang Istana
Matahari sudah tinggi namun, Mordekhai, penjaga gerbang istana Susan masih bergeming di lapangan kota. Ia tidak bisa mendekat ke istana dengan baju karung dan kepala yang ditaburi abu, tanda berkabung. Ratap dan tangis pilunya sayup terdengar diantarkan angin hingga ke beranda istana. Mendengar apa yang dilakukan oleh Mordekhai, hati Ester amatlah sedih. Ester lalu meminta … Continue reading Mordekhai, Si Penjaga Gerbang Istana
Laut Bercerita, Sesaknya Kehilangan Karena Dihilangkan Paksa
Kebiasaan-kebiasaan ketika Biru Laut masih ada, masih berjalan di rumah itu. Bapak masih menata meja makan dan menyiapkan satu piring untuk Laut yang diharapkan pulang untuk makan bersama keluarga. Ibu masih setia memasakkan tengkleng kesukaan Laut dan menantinya pulang menikmati makanan di rumah. Dan Asmara, adiknya, semakin kehilangan melihat bapak ibunya “hilang” ditenggelamkan oleh sesaknya … Continue reading Laut Bercerita, Sesaknya Kehilangan Karena Dihilangkan Paksa
Pembelajaran Tentang Kemustahilan dari Miracle in Cell No. 7
Sepeninggal istrinya, Lee Yong-go berjanji akan terus mengupayakan kebahagiaan buat Ye-seung, anak mereka. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga keperluan sekolah Ye-seung, Yong-go bekerja sebagai tukang parkir. Ye-seung anak yang cerdas. Di umurnya yang masih enam tahun, ia memahami kondisi keluarga juga sangat menyayangi ayahnya yang memiliki keterbelakangan mental. Walau hidup dalam kesederhaan, hari-hari mereka … Continue reading Pembelajaran Tentang Kemustahilan dari Miracle in Cell No. 7







